Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : SIGMA TEKNIKA

ANALISIS FAKTOR - FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PROYEK JALAN DILINGKUNGAN PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN 2.3 PROVINSI SUMATERA BARAT Perdana, Eko; Wardi, Wardi; Anif, Bahrul
SIGMA TEKNIKA VOL 7, NO 1 (2024): SIGMATEKNIKA, VOL. 7, N0. 1, JUNI 2024
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v7i1.5923

Abstract

Beberapa tahun terakhir ini, berdasarkan Buku Informasi PPK 2.3 Provinsi Sumatera Barat Tahun 2018 sampai dengan 2020 pembangunan proyek Jalan dilingkunan Pejabat Pembuat Komitmen 2.3 Provinsi Sumatera Barat banyak mengalami keterlambatan. Proyek terlambat disebabkan oleh masalah material, keuangan, pembebasan lahan, dan lain-lain. Tujuan penelitian yaitu untuk mengidentifikasi faktor-faktor dan dan menganalisa faktor keterlambatan oleh kontraktor yang paling dominan yang menjadi penyebab keterlambatan pada proyek Jalan pada PPK 2.3 Provinsi Sumatera Barat dan memberikan solusi untuk meminimalisir keterlambatan oleh Kontraktor pada proyek Jalan PPK 2.3 Provinsi Sumatera Barat. Metoda penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian secara kualitatif dan kuantitatif, metode penelitian dengan cara metode survey yang bersifat deskriptif-analisis, yaitu pengambilan sampel dari populasi dengan cara wawancara kepada informan dan penyebaran kuesioner kepada responden yang berkaitan dengan penelitian. Responden yang dipilih adalah owner, konsultan, dan kontraktor yang terlibat dalam proyek dilingkungan Pejabat Pembuat Komitmen 2.3 Provinsi Sumatera Barat. Informan yang diwawancara adalah 3 pakar ahli yang ada kaitannya sesuai dengan judul penelitian. Hasil penelitian yang dilakukan terdapat 8 faktor penyebab keterlambatan yang terjadi pada proyek konstruksi pada PPK 2.3 Provinsi Sumatera Barat yaitu faktor karakteristik tempat (site characteristic) sebesar 24.383 %, faktor bahan material dan peralatan (equipment) sebesar 11.738 %, faktor tenaga kerja sebesar 7.224 %, faktor keuangan (financial) sebesar 7.037 %, faktor komunikasi antar stakeholder sebesar 4.454 %, faktor manajerial (managerial) sebesar 4.086 %, faktor lingkungan sebesar 3.589 % dan faktor – faktor lainnya sebesar 3.211 %. Kata Kunci : Keterlambatan proyek, faktor-faktor, Jalan
EVALUASI KINERJA IRIGASI PADA PROGRAM IPDMIP BERBASIS EPAKSI DI KABUAPATEN PASAMAN Fitra, Rhama; Mulyani, Rini; Anif, Bahrul
SIGMA TEKNIKA VOL 7, NO 1 (2024): SIGMATEKNIKA, VOL. 7, N0. 1, JUNI 2024
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v7i1.6010

Abstract

Program IPDMIP (Integrated Participatory Developmnet Program) yang dilaksanakan oleh Kabupaten Pasaman dinilai sukses oleh pemerintah pusat. Tujuh daerah irigasi yang mendapatkan bantuan dana dari Program IPDMIP mengalami peningkatan indeks kinerja sistem irigasi dari tahun 2020 sampai tahun 2022. Akan tetapi, berdasarkan Permen PUPR No.12/PRT/Tahun2015 peningkatan kinerja irigasi dari enam daerah irigasi mendapatkan kategori kinerja kurang baik dan satu daerah irigasi dengan kategori kinerja baik. Daerah irigasi kategori kinerja baik (DI Batang Petok) dan daerah irigasi kategori kinerja kurang baik dengan nilai terendah (DI Simpang Dingin Barilas) menjadi perhatian penulis dalam penelitian evaluasi kinerja irigasi pada program IPDMIP berbasis EPAKSI di Kabupaten Pasaman ini. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kombinasi (mix mehods), dimana evaluasi kinerja irigasi berbasis EPAKSI selanjutnya dilakukan wawancara dan dilakukan analisis SWOT untuk mendapatkan strategi untuk tahun selanjutnya. Dalam menentukan sumber data digunakan metode purposive sampling. Hasil observasi lapangan didapatkan peningkatan tertinggi dari DI Batang Petok adalah pada komponen organisasi personalia dan sarana penunjang yang saling berkaitan, sedangkan hasil observasi lapangan rendahnya peningkatan DI Simpang Dingin Barilas terlihat pada bangunan intake bendung dimana terjadi penurunan debit air masuk ke saluran karena banyaknya sedimen yang menumpuk pada pintu bendung tersebut.
FAKTOR KETERLAMBATAN PEKERJAAN PEMBANGUNAN GEDUNG PADA KABUPATEN SIJUNJUNG Nurhayati, Nurhayati; Anif, Bahrul; Heldi, Heldi
SIGMA TEKNIKA Vol 7, No 2 (2024): SIGMATEKNIKA, VOL. 7, N0. 2, NOVEMBER 2024
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v7i2.6711

Abstract

Keterlambatan proyek dalam pembangunan berpengaruh terhadap waktu pelaksanaan. Keterlambatan faktor kritis dalam proyek konstruksi, berdampak kerugian, menimbulkan persoalan sanksi denda dan pemutusan kontrak secara sepihak.Tujuan penelitian adalah mengindentifikasi faktor-faktor penyebab keterlambatan dan menganalisis faktor yang paling dominan penyebab keterlambatan pekerjaan pembangunan gedung pada Kabupaten Sijunjung. Metoda yg digunakan metoda kuantitatif dan kualitatif dengan cara penyebaran kuesioner kepada responden berjumlah 70 responden. Selanjutnya dilakukan pengujian dan analisis faktor terhadap variable yang diperoleh dari hasil kuesioner dengan menggunakan SPSS versi 20. Hasil penelitian terdapat 5 faktor penyebab keterlambatan yang terdiri dari faktor sumber daya manusia (SDM) dan peralatan, faktor bahan (material), faktor keuangan (financial), faktor lingkungan proyek, dan faktor manajerial. Secara keseluruhan kelima faktor mampu menjelaskan 74,672% penyebab keterlambatan pekerjaan pembangunan gedung pada Kabupaten Sijunjung. Faktor dominan penyebab keterlambatan pekerjaan pembangunan gedung pada Kabupaten Sijunjung adalah faktor sumber daya manusia dan peralatan sebesar 42,919%.
ANALISIS KETERLAMBATAN PROYEK KONSTRUKSI JALAN YANG MENGAKIBATKAN PUTUS KONTRAK DI KEPULAUAN MENTAWAI Asril, Asril; Anif, Bahrul; Wardi, Wardi
SIGMA TEKNIKA Vol 8, No 2 (2025): SIGMATEKNIKA, VOL. 8, N0. 2, NOVEMBER 2025
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v8i2.8338

Abstract

In the Mentawai Islands Regency, West Sumatra Province, Indonesia, during the 2019–2024 period, five road construction projects with contract values exceeding five billion rupiah (non-small qualified contractors) experienced critical delays that resulted in contract termination. The study aims to identify the factors causing delays in road construction projects that resulted in contract termination in the Mentawai Islands Regency, as well as to analyze the most influential dominant factors. The research method used a quantitative approach with a questionnaire instrument distributed to 127 respondents consisting of owners, consultants, and contractors. The sampling technique was purposive sampling, while data analysis was carried out using SPSS software with multivariate statistical methods. The results of the study indicate that there are ten main factors that influence delays in road construction projects resulting in contract termination, namely managerial factors (11.087%), labor (9.164%), equipment (8.903%), supply chain management (7.953%), financial (7.505%), design (7.370%), weather and natural disasters (6.494%), geography and environment (5.128%), procurement of materials (4.506%), and payment (4.107%). The dominant factor causing delays in road construction projects resulting in contract termination in the Mentawai Islands is managerial factors with a contribution of 11.087%.