Deny Suhermawan Yusup
Departemen Biologi, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana, Bali, Indonesia

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Open Access DRIVERset

Daya Tetas Telur Pada Suhu Ruangan Yang Berbeda dan Pertumbuhan Kopepoda Acartia spp. Sephia Anjani; Deny Suhernawan Yusup; Suko Ismi
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 01 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2024.v11.i01.p13

Abstract

Salah satu jenis kopepoda dari ordo Calanoida, Acartia spp. meski maih terbatas telah dimanfaatkan sebagai pakan alami yang potensial pada hatchery ikan dikarenakan mudah diperoleh, memiliki nilai nutrisi tinggi serta secara teknis mudah dikultur. Namun, hasil produksi kultur Acartia spp. masih relatif rendah. Salah satu faktor yang mempengaruhi produksi kopepoda adalah keberhasilan daya tetas telur, yang sangat dipengaruhi oleh kualitas telur dan faktor lingkungan terutama suhu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui daya tetas telur Acartia spp. pada suhu ruangan penetasan (hatching) 21oC dan 27oC dan pertumbuhan Acartia spp. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan,Gondol, Desa Penyabangan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng-Bali, pada bulan Maret hingga bulan April 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penetasan dengan suhu air 27oC mencapai 100% dalam kurun waktu 48 jam. Sedangkan penetasan pada suhu air 21oC yang hanya mencapai 20% dengan kurun waktu 48 jam. Pertumbuhan Acartia spp. menunjukkan bahwa satu siklus Acartia spp. dari fase nauplii sampai mencapai fase dewasa memerlukan waktu 12 hari, dengan rincian nauplii (hari ke-1 hingga hari ke-6), fase kopepodit (hari ke-7 hingga hari ke-11), dan fase dewasa (hari ke-12). Kopepoda dewasa menunjukkan dimorphisme seksual, dengan fekunditas berkisar antara 11 hingga 30 butir telur.
Keanekaragaman Filum Echinodermata di Pantai Nyang Nyang, Kabupaten Badung, Bali Parela, Ni Kadek Meilani; Juliantara, I K. Putra; Yusup, Deny Suhernawan
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2025.v12.i02.p2

Abstract

Pantai Nyang Nyang terletak di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Bali. Pantai Nyang Nyang memiliki karakteristik pantai yang didominasi oleh bebatuan dan substrat karang, yang menjadi habitat sebagian besar spesies dari Filum Echinodermata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas echinodermata di Pantai Nyang Nyang berdasarkan indeks keanekaragaman, keseragaman, dan dominasi. Metode penelitian yang dipakai adalah transek garis dengan lima garis sejajar pantai yang masing-masing terdiri dari lima kuadrat pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 16 spesies echinodermata yaitu Aquilonastra sp., Linckia multifora, Echinometra mathaei, Echinometra oblonga, Echinoneus cyclostomus, Mespilia globules, Tripneustes gratilla, Holothuria atra, Holothuria edulis, Holothuria sp., Ophiocoma erinaceus, Ophiocoma scolopendrina, Ophiocoma sp. 1, Ophiocoma sp. 2, Ophiomastix annulosa, dan Ophioplocus imbricatus. Struktur komunitas di Pantai Nyang Nyang yaitu indeks keanekaragaman (H') sebesar 1,108 termasuk kategori sedang, indeks keseragaman (E) sebesar 0,399 termasuk kategori rendah, dan indeks dominasi (C) sebesar 0,600 termasuk kategori sedang. Parameter lingkungan meliputi suhu, pH dan salinitas air di Pantai Nyang Nyang mendukung keberadaan serta keanekaragaman spesies echinodermata. Kata kunci: struktur komunitas, zona intertidal, transek garis