Deny Suhermawan Yusup
Departemen Biologi, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana, Bali, Indonesia

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : METAMORFOSA Journal of Biological Sciences

Pengaruh Pemberian Pakan Alami Kopepoda Jenis Acartia sp. Terhadap Pertumbuhan Nener Bandeng (Chanos chanos) Dionisius Darmawan Sutanto; Deny Suhernawan Yusup; Joko Wiryatno
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2019.v06.i02.p15

Abstract

Copepods is a zooplankton which is common to be found in the seas and one of the primary food of fish larvae. Copepods believed to be one of the key of aquaculture development because it has higher nutritional value. One of the most researched copepods species is Acartia sp. because having shorter life cycle and the most easily found compared to other copepods species. However information about copepods growth still limited. The research of copepods species Acartia sp. growth was aimed to collect information about Acartia sp. body length and width so that it can known whether fish larvae mouth opening match with copepods body size. This research was done in March 2017 at Gondol Reseach Institute of Mariculture, Gondol, Bali. Acartia sp. sample was collected from mass culture pond’s outlet pipe as much as 250 mL with three repetitions so the total sample was 750 mL then around 1 mL was taken to be observed in the microscope dissecting set which equipped with micrometer at 64 times magnification for measurement process. Variable to be observed was Acartia sp. body length and width. From the research it was known Acartia sp. has four phase of life cycle which is egg, nauplii, copepodit, and adult. Acartia sp. eggs have a measurement around 0,04 mm to 0,05 mm, then nauplii sized around 0,069 mm to 0,182 mm, while copepodit sized around 0,363 mm to 0,584 mm, and the adults sized around 0,865 mm. Acartia sp. has a rapid population growth because one adult Acartia sp. can produce 16 eggs.
Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) pada Kerang di Kawasan Perairan Serangan Bali Gede Surya Indrawan; I Wayan Arthana; Deny Suhernawan Yusup
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2018.v05.i02.p02

Abstract

Kerang merupakan salah satu sumberdaya laut di Pulau Serangan yang telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sumber bahan pangan bergizi dan bernilai ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan logam berat timbal (Pb) pada kerang yang dimanfaatkan oleh masyarakat di kawasan perairan Serangan. Sampel kerang diperoleh dari hasil tangkapan masyarakat di tiga lokasi dan tempat pengumpul kerang. Metode yang digunakan adalah preparasi pengabuan basah dan dianalisis dengan alat ICPE (Inductedvely coupled plasma emission). Hasil penelitian menunjukkan kandungan logam berat timbal (Pb) pada kerang bernilai ekonomi (Marcia opima, Marcia hiantina, Perna sp.) yang ditangkap oleh nelayan melebihi ambang batas BPOM (2,093 - 2,571 mg/kg). Namun proses pendedahan dengan perendaman 24 jam menurunkan kandungan timbal (Pb) di bawah ambang batas (0,387 - 0,971 mg/kg).
Pengaruh Pemberian Pakan Beberapa Alga Makro (Ulva sp., Gracilaria sp., Halymenia sp.) Terhadap Pertumbuhan Abalon Haliotis squamata Desi Damayanti; Deny Suhernawan Yusup; Ibnu Rusdi
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2018.v05.i02.p08

Abstract

Teknologi produksi benih dan pakan abalon Haliotis squamata telah berhasil dikembangankan oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut, Gondol, sedangkan pakan untuk pendederan juvenil abalon masih memerlukan pengembangan lebih lanjut untuk memperoleh bahan pakan yang optimum untuk pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan beberapa jenis alga makro segar (Ulva sp., Gracilaria sp., Halymenia sp.) yang diberikan dalam komposisi tunggal ataupun kombinasi (7 komposisi) terhadap pertumbuhan juvenil abalon H. squamata. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 3 kali ulangan. Percobaan dilakukan dalam keranjang plastik ukuran 287 x 140 x 52 mm dengan kepadatan 25 ekor (berat badan 1,75 ± 0,08 g, panjang cangkang 21,96 ± 0,34 mm, lebar cangkang 13,37 ± 0,24 mm). Pengukuran abalon dilakukan setiap 2 minggu sekali, dan pemeliharaan abalon dilakukan selama 87 hari dengan pemberian pakan setiap 2 hari sekali. Hasil penelitian ini diketahui bahwa perlakuan dengan pemberian pakan kombinasi Ulva sp., Gracilaria sp., dan Halymenia sp. memberikan pertumbuhan yang paling baik pada berat badan (BB), panjang cangkang (PC), serta lebar cangkang (LC), berturut-turut yaitu 4.70±0.20 g, 30.61±0.44 mm, serta 18.94±0.26 mm, sedangkan perlakuan pakan Halymenia sp. yang terendah. Nilai rasio konversi pakan (FCR) terendah yaitu pada perlakuan Ulva sp. dan Halymenia sp. 13,55±1,06, dan tertinggi yaitu pada perlakuan Gracilaria sp. 23,89±2,63.
Analisis Aspek Morfometri Dan Biologi Reproduksi Tongkol Lisong (Auxis rochei) yang Didaratkan Di Ppi Kedonganan, Bali Yohana Deni Suryati; Iriani Setyawati; Deny Suhernawan Yusup
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2023.v10.i01.p04

Abstract

Objective of this research is to study morphometry and reproduction biology of bullet tuna (Auxis rochei, Risso 1810), landed in PPI (Pangkalan Pendaratan Ikan – Fish Landing Base) Kedonganan, Bali. Morphometric aspect covers distribution of length measurement and correlation of length-weight, while gonad maturity is observed hystologically based on gonad cell growth. Result of this study shows that the length of bullet tuna ranges from 16.5 to 35.3 cmFL, with weight extends from 64.8 to 539.4 gram. Growth pattern of bullet tuna is positively allometric (b>3). Generally, landed bullet tuna in PPI Kedonganan are dominated by mature fish with Gonad Maturity Level III, IV, and V by as many as 123 individuals (58.85%) within 22 – 23 cmFL length. The difference of gonad maturity result that bullet tuna spawning season is asynchronous (multiple spawning) and partial spawning Keywords : bullet tuna, length – weight correlation, reproduction aspect, gonad