Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Rancang Bangun Aplikasi Inventori BHP di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar Yudho Yudhanto; Arifah Intan Yulita
IJAI (Indonesian Journal of Applied Informatics) Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ijai.v6i2.34762

Abstract

Abstrak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karanganyar merupakan lembaga pemerintah yang bertugas mengurus pengelolaan daerah di Bidang Pendidikan dan Kebudayaan. Bidang Umum Kepegawaian merupakan salah satu bidang yang ditugaskan untuk memenuhi kebutuhan dari setiap bidang yaitu dengan melakukan pengelolaan persediaan barang untuk satu lembaga. Dalam hal ini ditemukan beberapa masalah, seperti: pengelola masih menggunakan Excel untuk mengelola inventori barang habis pakai (BHP), sehingga sering mengalami kesalahan proses pencatatan barang, kesulitan pencarian data, kehilangan data, ketidaksinkronan data perhitungan sehingga menyebabkan laporan tidak akurat, dan memungkinkan terjadinya kekeliruan dalam transaksi. Solusi yang ditawarkan adalah membuat Sistem Informasi. Maka dibuatlah Sistem Informasi Inventori Barang Habis Pakai (IBHP) yang berfungsi mengelola persediaan, mencatat transaksi keluar masuk barang, pengadaan barang masuk, retur barang, dan data kartu barang. Sistem ini berbasis web menggunakan PHP dan framework Code Igniter dan hanya dapat diakses dalam lingkungan kantor untuk keamanan data.AbstractDinas Pendidikan dan Kebudayaan Karanganyar is a government agency in charge of managing the area in the Education and Culture Sector. The General Field of Personnel is one of the fields assigned to meet the needs of each field, namely by managing the inventory of goods for one institution. In this case several problems were found, such as: managers still use Excel to manage consumable goods inventory, so they often experience errors in the process of recording goods, difficulty finding data, losing data, unsynchronized calculation data resulting in inaccurate reports, and allowing the occurrence of error in transaction. The solution offered is to create an Information System. Then a Consumable Goods Sistem Informasi Inventori Barang Habis Pakai (IBHP) was created which functions to manage inventory, record transactions in and out of goods, procurement of incoming goods, goods return, and goods card data. This system is web-based using PHP and the Code Igniter framework and can only be accessed in an office environment for data security.
Rancang Bangun Aplikasi GoHRD Online untuk Start-Up Yudho Yudhanto; Winita Sulandari; Taufiqurrakhman Nur Hidayat; Fendi Aji Purnomo
IJAI (Indonesian Journal of Applied Informatics) Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ijai.v7i2.68072

Abstract

Abstrak Startup adalah perusahaan rintisan yang belum lama beroperasi. Dengan kata lain, startup artinya perusahaan yang baru masuk atau masih berada pada fase pengembangan atau penelitian untuk terus menemukan pasar meupun mengembangkan produknya. Problem klasik dalam Startup adalah perihal pengelolaan SDM (Sumber Daya Manusia), ini adalah penting sebagai elemen perusahaan dalam mencapai kesuksesan visi misinya. Sering terjadi tumpang tindih tugas dan kewenangan dikarenakan penghematan perusahaan. Selain itu juga proses manajemen SDM dari tugas dan penggajian belum menjadi prioritas karena mengejar pertumbuhan produk yang harus segera diselesaikan. HR (Human Resources) dalam StartUp sangat membutuhkan otomatisasi sehingga bisa berjalan dengan baik tanpa harus memberikan effort yang banyak dikarenakan semua dipusatkan untuk menyelesaikan produk. Aplikasi GoHRD dibuat sebagai solusi mudah dalam mengelola SDM Startup, dibangun dengan menggunakan PHP, MySQL dan Framework PHP. Metode pengembangan yang digunakan adalah Agile Scrum dengan tujuan penyelesaian yang cepat dan singkat. Model pengujian dilakukan dengan teknik Black box, hasilnya adalah dari 30 skenario pengujian mendapatkan 95% berjalan dengan baik sedangkan sisanya memerlukan kustomisasi agar lebih mudah untuk digunakan dan dikenali oleh user dengan baik.====================================================AbstractStartup is a start-up company that has not been operating for a long time. In other words, a startup means a company that has just entered or is still in the development or research phase to continue to find markets and develop its products. The classic problem in startups is the management of HR (Human Resources), this is important as an element of the company in achieving the success of its vision and mission. Overlapping duties and authorities often occur due to company savings. Apart from that, the HR management process of assignments and payroll has not been a priority due to the pursuit of product growth which must be completed immediately. HR (Human Resources) in StartUp really needs automation so that it can run well without having to put in a lot of effort because everything is focused on completing the product. The GoHRD application was created as an easy solution for managing Startup HR, built using PHP, MySQL and the PHP Framework. The development method used is Agile Scrum with the goal of fast and short completion. The testing model was carried out using the Black box technique, the result is that 95% of the 30 test scenarios run well while the rest require customization to make it easier to use and well recognized by the user.
Analisis UI/UX Bisnis Distro dengan Metode Design Thinking and Lean Start-Up Yudho Yudhanto; Winita Sulandari; Fiddin Yusfida A'La; Dedy Eka Timbul Prayoga; Aulia Miftakhul Qisti; Dimas Prasetyo Utomo; Saifu  Rohman
IJAI (Indonesian Journal of Applied Informatics) Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ijai.v9i2.94801

Abstract

Abstrak : Distro X, merupakan salah satu vendor konveksi dan suvenir. Distro X menghadapi berbagai tantangan, salah satunya adalah kebutuhan untuk meningkatkan visibilitas usaha di dunia digital. Salah satunya adalah memiliki website untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan omzet penjualan, serta memudahkan platform pencarian. Dalam perancangan ini menggunakan kombinasi metode Design Thinking dan Lean Startup, yang dikenal efektif untuk desain UI/UX di industri kecil dan menengah. Pendekatan Design Thinking menekankan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pengguna dan memungkinkan terciptanya desain yang berfokus pada user experience. Sementara itu, metode Lean Startup memfasilitasi iterasi cepat melalui prototyping dan validasi berulang, sehingga menghasilkan solusi yang lebih adaptif dan relevan dengan kebutuhan spesifik industri kecil dan menengah yang memiliki sumber daya terbatas. Kombinasi kedua pendekatan ini terbukti mampu menghasilkan desain UI/UX yang tidak hanya user-friendly, tetapi juga efisien dalam hal pengembangan dan biaya. Proses perancangan ini melibatkan tujuh tahapan, yaitu emphatize, define, ideate, prototype, test, learn, dan release. Setiap tahapan dilakukan dengan tujuan mendapatkan pemahaman mengenai kebutuhan pengguna, mengembangkan ide-ide inovatif, serta menguji desain secara langsung. Hasil dari tahapan tersebut adalah sebuah desain UI/UX website yang siap untuk dikembangkan oleh developer. Desain ini diwujudkan dalam bentuk prototype simulasi website yang memudahkan visualisasi sebelum implementasi penuh. Berdasarkan hasil usability test, desain UI/UX ini dinyatakan layak dengan tingkat kelayakan sebesar 80,2%. Secara detail hasil ini merupakan rerata dari faktor Learnability 73.4%, Flexibility 76.5%, Effectiveness 82.16%, Attitude 88.6%. Persentase ini menunjukkan bahwa desain yang dihasilkan telah memenuhi standar kelayakan usability yang baik, mengingat standar rata-rata tingkat kelayakan usability yang diterima secara umum adalah sekitar 70-75%. Dengan demikian, hasil ini menunjukkan bahwa desain UI/UX DIstro X berada di atas rata-rata, sehingga layak untuk dikembangkan lebih lanjut. Hal ini juga mengindikasikan bahwa pendekatan kombinasi Design Thinking dan Lean Startup memberikan kontribusi signifikan dalam menghasilkan desain yang efektif dan memenuhi ekspektasi pengguna, khususnya di industri kecil dan menengah.====================================================Abstract : Distro X is a vendor specializing in garment and souvenir production. Distro X faces various challenges, including the need to enhance its digital visibility. One of the key initiatives is to establish a website to expand market reach, boost sales, and facilitate discoverability through search engines. The design process for the website employed a combination of Design Thinking and Lean Startup methodologies, which are recognized for their effectiveness in UI/UX design within small and medium enterprises (SMEs). The Design Thinking approach emphasizes a deep understanding of user needs and allows for the creation of user-centered designs, while the Lean Startup methodology facilitates rapid iteration through prototyping and repeated validation, leading to more adaptive and relevant solutions tailored to the specific needs of SMEs with limited resources.The combination of these two approaches has proven effective in producing UI/UX designs that are not only user-friendly but also efficient in terms of development and cost. The design process involved seven stages: empathize, define, ideate, prototype, test, learn, and release. Each stage was undertaken with the aim of gaining a better understanding of user needs, developing innovative ideas, and directly testing the design. The outcome of these stages was a UI/UX design for the website, ready to be developed by the developer. This design was materialized in the form of a simulated prototype to facilitate visualization prior to full implementation. Based on the usability test results, the UI/UX design was deemed feasible with an overall usability score of 80.2%. Specifically, this result represents the average of the following factors: Learnability (73.4%), Flexibility (76.5%), Effectiveness (82.16%), and Attitude (88.6%). This percentage indicates that the produced design has met the standard for good usability, considering the general benchmark for usability acceptance ranges between 70-75%. Thus, these results show that the UI/UX design for DIstro X surpasses the average, making it suitable for further development. This also indicates that the combination of Design Thinking and Lean Startup approaches contributes significantly to generating an effective design that meets user expectations, particularly in small and medium industries.
Virtual Reality Exposure Therapy for Acrophobia: Designing a Game Application Ovide Decroly Wisnu Ardhi; Taufiqurrakhman Nur Hidayat; Fendi Aji Purnomo; Yudho Yudhanto; Masbahah Masbahah; Darmawan Lahru Riatma; Nur Azizul Hakimi; Josua Arnatal Hutabarat
IJAI (Indonesian Journal of Applied Informatics) Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ijai.v6i2.56268

Abstract

Abstract Anxiety disorders are the most common type of mental disorder Almost 18.1% of adults experience anxiety disorders, with the specific phobia subcategory being understudied. Studies indicate that the prevalence of specific phobias ranges from 3% to 15% worldwide, with phobias of heights and animals being the most common. While exposure therapy for anxiety disorders has strong evidence, not many therapists use this method. In this study, we employed an exposure therapy method that involved gradual and repeated exposure to a feared stimulus, resulting in changes in cognition, behavior, and emotional and physical responses. The study developed the exposure therapy method as Virtual Reality Exposure Therapy (VRET), utilizing an interactive and engaging 3D environment to facilitate new learning and provide an immersive experience for users. The research also leveraged VRET technology to assist in training, evaluating, delivering, and supervising psychotherapy skills. Our study resulted in a prototype of VRET that offers a more specific and detailed therapeutic tool for acrophobia in the form of game. The compatibility test results show that the iPhone XR 2021 and Poco X3 Pro 2021 can build applications 5 minutes faster than the Poco M3 2021 and 15 minutes from the Realme 3 2021. The Poco X3 Pro 2021 application installation process is 1 to 2 seconds faster than the iPhone XR 2021 and Poco M3 2021. Realme 3 2021 is 9 seconds slower than Poco X3 Pro 2021.Abstrak Gangguan kecemasan adalah jenis gangguan mental yang paling umum. Hampir 18,1% orang dewasa mengalami gangguan kecemasan, dengan subkategori fobia spesifik sedang dipelajari. Studi menunjukkan bahwa prevalensi fobia spesifik berkisar antara 3% hingga 15% di seluruh dunia, dengan fobia ketinggian dan hewan adalah yang paling umum. Sementara terapi pemaparan untuk gangguan kecemasan memiliki bukti kuat, tidak banyak terapis yang menggunakan metode ini. Dalam penelitian ini, kami menggunakan metode terapi pemaparan yang melibatkan pemaparan bertahap dan berulang terhadap stimulus yang ditakuti, menghasilkan perubahan dalam kognisi, perilaku, dan respons emosional dan fisik. Studi ini mengembangkan metode terapi pemaparan sebagai Virtual Reality Exposure Therapy (VRET), menggabungkan lingkungan 3D yang interaktif dan menarik untuk memfasilitasi pembelajaran baru dan memberikan pengalaman mendalam bagi pengguna. Penelitian ini juga memanfaatkan teknologi VRET untuk membantu melatih, mengevaluasi, menyampaikan, dan mengawasi keterampilan psikoterapi. Studi kami menghasilkan prototipe VRET yang menawarkan alat terapi yang lebih spesifik dan terperinci untuk akrofobia dalam bentuk permainan. Hasil uji kompatibilitas menunjukkan bahwa iPhone XR 2021 dan Poco X3 Pro 2021 dapat membangun aplikasi 5 menit lebih cepat dari Poco M3 2021 dan 15 menit dari Realme 3 2021. Proses instalasi aplikasi Poco X3 Pro 2021 lebih cepat 1 hingga 2 detik dibandingkan iPhone XR 2021 dan Poco M3 2021. Realme 3 2021 lebih lambat 9 detik dari Poco X3 Pro 2021.
Implementasi Literasi Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Peningkatan Kompetensi Guru di SMK Negeri 2 Surakarta Yudho Yudhanto; Eko Harry Pratisto; Fendi Aji Purnomo; Taufiqurrakhman Nur Hidayat; Ovide Decroly Wisnu Ardhi
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.105791

Abstract

Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) memiliki peran yang sangat signifikan dalam pengembangan media ajar modern. AI memungkinkan media ajar dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing siswa. Sistem AI juga dapat memberikan umpan balik secara real-time dan membantu guru memahami kemajuan belajar siswa. Oleh karena itu, dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, tim dosen Prodi D3 Teknik Informatika bermaksud untuk mengadakan Pelatihan Pengembangan Literasi Pemanfaatan Artificial Intelligence (Ai) untuk Kemajuan Guru di SMK Negeri 2 Surakarta. Dengan adanya pelatihan ini, para guru diharapkan mampu memanfaatkan media ajar berbasis AI untuk menunjang proses pembelajaran yang interaktif di dalam kelas. Dalam pengabdian masyarakat ini, terdapat beberapa rangkaian kegiatan yang dilakukan mulai dari perencanaan, survei lokasi, penyusunan modul, pelaksanaan pelatihan, evaluasi acara, dan pembuatan laporan. Dalam pelaksanaannya, terdapat empat sesi acara yaitu penyampaian materi, praktik langsung, tanya jawab dan serah terima produk riset. Pada akhir pelatihan, peserta juga diminta untuk mengisi formulir survei kepuasan untuk menilai keberhasilan pelaksanaan pelatihan. Dari seluruh rangkaian acara pelatihan di SMK Negeri 2 Surakarta, dapat disimpulkan bahwa proses pelaksanaan pengabdian masyarakat telah berjalan dengan lancar dengan jumlah peserta pelatihan mencapai 42 guru. Antusiasme peserta pelatihan juga tergolong sangat baik. Hal ini terlihat saat proses pre dan post-test berlangsung, serta hasil dari pengukuran tingkat kepuasan peserta yang mencapai 83%.