Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN PERFEKSIONISME TERHADAP PROKRASTINASI AKADEMIK PADA REMAJA DI DKI JAKARTA Debora Basaria; Zamralita Zamralita; Fransiska Xaveria Aryani
Psibernetika Vol 14, No 1 (2021): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/psibernetika.v14i1.2365

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak untuk memasuki masa dewasa. Remaja yang berusia antara 12-19 tahun diketahui sedang menempuh pendidikan formal pada jenjang sekolah atau universitas. Keberhasilan belajar remaja di institusi pendidikan tergantung pada perilaku belajar yang dilakukan siswa dan lingkungannya. Salah satu faktor yang bersumber dari dalam diri sendiri adalah perilaku belajar. Perilaku menunda-nunda pekerjaan atau mengulur waktu mengerjakan tugas disebut dengan istilah prokrastinasi. Salah satu faktor utama yang menyebabkan prokrastinasi adalah perasaan takut gagal (fear of failure) atau suatu kecenderungan individu yang akan merasa bersalah apabila tidak dapat mencapai tujuan atau gagal. Faktor takut gagal ini dapat berhubungan dengan salah satu jenis kepribadian neurotik yaitu perfeksionisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran perfeksionisme terhadap prokrastinasi akademik pada remaja di DKI Jakarta. Penelitian ini melibatkan 152 responden dari wilayah DKI Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non-eksperimental. Teknik pemilihan partisipan yang digunakan yaitu teknik convenience sampling. Kriteria partisipan penelitian ini adalah individu yang berusia antara 12 sampai 19 tahun, berstatus sebagai pelajar. Alat ukur yang digunakan merupakan hasil adaptasi dari Procrastination Assessment Scale for Students (PASS) dan Multidimensional Perfectionism Scale (MPS).Hasil penelitian menunjukkan bahwa perfeksionisme berperan positif dan signifikan terhadap prokrastinasi pada remaja di DKI Jakarta. Pernyataan tersebut dapat diartikan bahwa semakin tinggi tingkat perfeksionisme individu maka akan semakin tinggi pula tingkat kemungkinan individu tersebut melakukan prokrastinasi, dan sebaliknya.  
GAMBARAN MOTIVASI BELAJAR BAHASA MANDARIN PADA SISWA SMA SELAMA PANDEMI COVID-19 Chandra Susanto; Rita Markus Idulfilastri; Zamralita Zamralita
PROSIDING SERINA Vol. 1 No. 1 (2021): PROSIDING SERINA III 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.457 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v1i1.16375

Abstract

Language is very important for humans, as a tool to communicate with other people. According to UNESCO there are 6700 languages spoken in the world. Of the many languages in the world, there are several languages that are most widely used by the world's population. According to the statistics survey institute, the most widely spoken language in the world, apart from English, is Mandarin. Mandarin is a character-based language, which has different writing and pronunciation procedures from other languages, making it very difficult for the world's population to learn. Added to this is the pandemic that requires students to study from home, adding to the difficulty of students in learning Mandarin. The students have a drive from within themselves so that they can face difficulties in learning Mandarin which is called motivation. According to Gardner (cited in Orio, 2012), motivation to learn a foreign language refers to the choices people make about the experiences or goals they will achieve or avoid and the level of effort they will exert. Therefore, the researcher wanted to examine the description of students' motivation to learn Mandarin during the pandemic. This study uses a measuring tool for the Foreign Language Learning Motivation Scale from Tsai & Chang (2013) which has been adapted in the Chinese context. This study involved 116 senior high school students  in Bangka, Bangka Belitung Islands Province. The results of this study indicate that the students' motivation to learn Mandarin is at a moderate level. This study also found that there was no difference in the level of motivation to learn Mandarin between male and female students.Bahasa merupakan hal yang sangat penting bagi manusia, sebagai alat untuk berkomunikasi dengan orang lain. Menurut UNESCO terdapat 6700 bahasa yang dipakai didunia. Dari banyaknya bahasa yang ada didunia, terdapat beberapa bahasa yang paling banyak dipakai oleh penduduk dunia. Menurut lembaga survei statista, bahasa yang paling banyak digunakan penduduk dunia, selain bahasa Inggris adalah bahasa Mandarin. Bahasa Mandarin merupakan bahasa yang berbasis karakter, yang memiliki tata cara penulisan dan pelafalan yang berbeda dengan bahasa lainnya, sehingga sangat sulit untuk dipelajari penduduk dunia. Di tambahkan lagi dengan adanya pandemi yang mengharuskan para siswa belajar dari rumah, menambakan kesulitan siswa dalam mempelajari bahasa Mandarin. Para siswa memiliki suatu dorongan dari dalam diri mereka sendiri sehingga mereka dapat menghadapi kesulitan mempelajari bahasa Mandarin yang disebut dengan motivasi. Menurut Gardner (dikutip dalam Orio, 2012), motivasi belajar bahasa asing mengacu pada pilihan yang dibuat orang tentang pengalaman atau tujuan yang akan mereka capai atau hindari dan tingkat upaya yang akan mereka lakukan. Oleh karena itu, peneliti ingin mengkaji gambaran motivasi belajar bahasa Mandarin para siswa selama pandemi. Penelitian ini melibatkan 116 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian ini menggunakan alat ukur Foreign Language Learning Motivation Scale dari Tsai & Chang (2013) yang telah diadaptasi dalam konteks bahasa Mandarin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi belajar bahasa Mandarin siswa berada pada tingkat sedang. Penelitian ini juga menemukan tidak terdapat perbedaan tingkat motivasi belajar Bahasa Mandarin diantara siswa laki- laki maupun perempuan.
KEGIATAN ASESMEN PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA X JAKARTA Debora Basaria; P.Tommy. Y.S.Suyasa; Zamralita Zamralita; Hanna Christina Uranus
PROSIDING SERINA Vol. 1 No. 1 (2021): PROSIDING SERINA III 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1006.125 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v1i1.17653

Abstract

The pandemic period brings various impacts in various sectors, one of which is in the field of education. Learning and teaching activities that usually take place face-to-face, now have to take place online. This causes the interaction between teachers and students, even students and their school friends to be limited. When students are still learning offline, students can ask questions and directly discuss with the teacher and their friends about materials that are not understood. However, when online learning is carried out, students become more reluctant to ask questions, are not motivated to attend classes, and find it difficult to focus, this has an impact on students' not optimal performance in academics and makes it difficult for them to recognize their potential. So this activity is intended to help the school and also students.This activity was attended by 139 students and students consisting of several levels, namely grades VII, VIII, and IX. Data collection using NEO-PI, Academic/ Non-Academic Self Concept, and School Inventory measuring instruments. In general, the results show that students at SMP Don Bosco II Jakarta have quite high anxiety and it is known that currently students have the highest interest in foreign language lessons. In addition, it is known that from 139 students 78% already have goals to be achieved and 22% of them still do not have goals to be achieved.
HUBUNGAN ANTARA GRIT DAN KESIAPAN KERJA PADA MAHASISWA MAGANG DI JAKARTA Katarina Linalera Serpara; Dea Faustine; Anastasia Putri Leleng Wilis; Zamralita Zamralita; Venesia Venesia
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.495 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v2i1.19781

Abstract

Tuntutan kualitas yang harus dimiliki karyawan di dunia kerja terus berkembang dan meningkat sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di dunia kerja. Namun, perubahan tuntutan kualitas ini tidak diimbangi dengan kualitas calon karyawan. Mahasiswa yang sudah menyelesaikan pendidikannya kurang memiliki skill sesuai kebutuhan perusahaan, yang menyebabkan adanya pengangguran pada lulusan universitas di Jakarta. Salah satu upaya peningkatan skill pada mahasiswa adalah dengan melakukan kegiatan magang. Adanya peningkatan skill pada mahasiswa melalui kegiatan magang, dapat mendukung kesiapan mahasiswa dalam bekerja. Dengan kegiatan magang, mahasiswa dapat secara efektif menerapkan keterampilan secara profesional di tempat kerja. Selain itu, kegiatan magang juga dapat memberikan gambaran terhadap mahasiswa tentang lingkungan kerja sehingga mahasiswa lebih siap dalam bekerja. Salah satu hal yang juga turut mendukung kesiapan mahasiswa dalam bekerja adalah grit. Dalam aspek grit, minat dan ketekunan saling berkaitan satu sama lain dan merupakan bagian yang tidak bisa terpisahkan untuk mencapai kesuksesan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara grit dan kesiapan kerja pada mahasiswa magang. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif dengan menggunakan survei yang melibatkan 123 partisipan mahasiswa yang sedang magang di Jakarta. Penelitian ini menggunakan Grit Scale (Duckworth et al., 2007) dan Employability Appraisal Scale (Linares et al., 2008). Hasil dari penelitian ini adalah grit memiliki hubungan yang positif dengan kesiapan kerja pada mahasiswa yang memiliki pengalaman magang. Hubungan positif ini menunjukkan bahwa mahasiswa dengan grit yang tinggi, cenderung mempunyai kesiapan kerja yang tinggi juga.
PSIKOEDUKASI CARA MENGHADAPI KECEMASAN DALAM MENCAPAI TARGET KERJA SAAT PANDEMI COVID-19 PADA KARYAWAN PT X Callista Vanessa Xenia; Natasya Priskila; Zamralita Zamralita; Venesia Venesia
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.176 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v2i1.19953

Abstract

Pandemi COVID-19 sudah berlangsung di seluruh dunia dan penyebaran COVID-19 terjadi secara cepat, sehingga pemerintah menganjurkan kepada seluruh masyarakat untuk melakukan semua aktivitas secara daring. Perubahan aktivitas ini dapat menyebabkan kecemasan pada karyawan. Kecemasan yang dibiarkan secara terus-menerus akan mempengaruhi kinerja karyawan di tempat kerja. Salah satu bentuk kecemasan karyawan di tempat kerja adalah dalam hal pencapaian target kerja. Padahal, target kerja merupakan tolak ukur pencapaian kinerja karyawan. PT X sebagai salah satu perusahaan swasta di bidang perbankan pun mengalami hal serupa. Berdasarkan wawancara yang dilakukan tim pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) pada dua karyawan PT X, didapatkan bahwa terdapat karyawan yang mengalami kecemasan karena belum mencapai target kerja. Oleh karena itu, tim pelaksana PKM melakukan psikoedukasi dalam bentuk buku saku mengenai “Cara Menghadapi Kecemasan dalam Mencapai Target Kerja" agar karyawan mendapatkan pengetahuan mengenai cara mengatasi kecemasan dalam mencapai target kerja. Target dari pelaksanaan PKM ini adalah karyawan di PT X. Untuk mendapatkan masukan mengenai buku saku yang sudah dibuat, tim pelaksana PKM melakukan evaluasi dalam bentuk kuesioner secara daring melalui Google Form yang dapat diakses melalui tautan. Kuesioner ini berisi kesan dan pesan karyawan mengenai buku saku, yang diisi oleh enam karyawan PT X. Hasil evaluasi tersebut menunjukkan adanya kesan dan pesan yang sangat beragam mengenai buku saku, baik dalam hal tampilan maupun isi buku saku. Masukan dari responden mengenai buku saku ini adalah menampilkan desain yang lebih menarik lagi di buku saku agar lebih menarik untuk dibaca dan bisa disimplifikasi untuk tulisannya agar lebih banyak poin-poin.
PSIKOEDUKASI MENGENAI STRES DAN CARA MENGATASI STRES SELAMA PANDEMI BAGI KARYAWAN PT X Putri Deviyeni; Zamralita Zamralita; Venesia Venesia
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.938 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v2i1.19954

Abstract

Sejak pandemi COVID-19 melanda Indonesia, berbagai dampak telah dirasakan oleh masyarakat, dan salah satunya berdampak pada kesehatan mental masyarakat sehingga menyebabkan stres karena khawatir dan takut terjangkit virus tersebut. Ruang gerak masyarakat pun dipersempit guna mengurangi resiko peningkatan infeksi virus COVID-19 yang berdampak buruk pada kesehatan, salah satunya dengan menerapkan sistem kerja work from home (WFH) secara penuh dan hybrid, yakni campuran antara WFH dan work from office (WFO). PT X merupakan salah satu perusahaan yang menerapkan sistem kerja WFH dan juga WFO. Berdasarkan wawancara dengan enam karyawan yang melakukan WFH di PT X, responden mengalami gejala stres akibat kondisi faktor lingkungan, organisasi, dan pribadi sejak adanya perubahan sistem kerja pada PT X, yakni sistem kerja hybrid dan WFH. Munculnya gejala stres terlihat pada karyawan PT X yang melakukan pekerjaanya dengan sistem WFO. Dalam rangka mengatasi stres yang dialami oleh karyawan PT X yang mengalami beberapa kali perubahan cara kerja, baik WFH, maupun WFO, maka tim pelaksana PKM akan melakukan psikoedukasi melalui buku saku mengenai cara mengatasi stres selama pandemi COVID-19. Tujuan dari psikoedukasi ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran karyawan mengenai kesehatan jiwa dan pentingnya menjaga kesehatan jiwa dari stres selama masa pandemi COVID-19. Evaluasi terhadap pelaksanaan psikoedukasi melalui buku saku ini dilakukan dengan mewawancarai beberapa karyawan mengenai kesan dan pesan terhadap buku saku ini. Hasil evaluasi terhadap pelaksanaan psikoedukasi melalui buku saku yang berjudul “Tips and Tricks cara mengatasi stres” dinilai baik dan informatif oleh responden.
PEMBUATAN RANCANGAN KEGIATAN SEBAGAI BENTUK EMPLOYER BRANDING DI PT X Evelina Florensia Rudy; Eunike Filia Christy; Dinda Augest Brilianti; Zamralita Zamralita; Venesia Venesia
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1296.895 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v2i1.19962

Abstract

Memiliki citra perusahaan yang baik merupakan hal yang penting dalam meningkatkan kualitas sebuah perusahaan. Untuk mendapatkan citra yang baik, diperlukan strategi yang disebut employer branding. PT X sebagai salah satu perusahaan nasional pun melakukan employer branding melalui media sosial, advertising, event, dan program employee advocation lainnya. Tim pelaksana PKM akan membantu PT X dengan menyusun rancangan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan employer branding. Kegiatan yang dirancang berupa kegiatan webinar dengan target peserta masyarakat luas, dan khususnya calon karyawan untuk meningkatkan pengenalan/kesadaran mengenai PT X. Rancangan kegiatan ini dituangkan dalam bentuk modul pelatihan dengan topik lifelong learning for successful career, yang bertujuan menumbuhkan kesadaran dan pemahaman peserta mengenai peningkatan kualitas kinerja, metode praktis yang dapat digunakan untuk menjadi lifelong learners dalam pertumbuhan karir. Modul ini disusun dan dibagi ke dalam dua bagian. Bagian modul pertama menjelaskan mengenai masalah umum yang dialami karyawan selama bekerja, dan bagian modul kedua menjelaskan mengenai solusi yang dapat digunakan karyawan untuk pertumbuhan diri dan karirnya. Isi dari bagian modul pertama adalah materi dasar yang menjelaskan mengenai konsep kognitif dalam hubungannya dalam perkembangan karir. Lalu isi dari bagian modul kedua akan menjelaskan mengenai intentional learning yang terdiri dari penjelasan dan langkah-langkah dalam growth dan curiosity mindset. Evaluasi terhadap rancangan kegiatan ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner online dengan Google Form yang memuat pertanyaan mengenai kesan dan pesan tentang rancangan kegiatan tersebut.
Pengaruh Modal Psikologis terhadap Kesejahteraan Subjektif Karyawan Sales Start-Up di PT. X Kornelius Rio; Zamralita Zamralita; Daniel Lie
PSIKODIMENSIA Vol 21, No 2: Desember 2022
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/psidim.v21i2.4649

Abstract

PT. X merupakan perusahaan start-up yang bergerak di bidang teknologi keuangan. Keberhasilan yang didapat tidak terlepas dari karyawan sales yang menjadi ujung tombak. Karyawan sales menunjukkan berbagai emosi mulai dari emosi positif sampai emosi yang Tidak sedikit pula yang puas atas kehidupannya dan bangga. Hal tersebut disebut sebagai kesejahteraan subjektif. Dalam mengerjakan tugasnya, karyawan sales memiliki keyakinan, mempunyai tujuan, dan merasa optimis akan hidupnya. Kondisi tersebut disebut sebagai modal psikologis. Dengan demikian, penelitian ini dilakukan untuk meneliti pengaruh modal psikologis terhadap kesejahteraan subjektif pada 271 karyawan sales yang bekerja di PT. X. Hipotesis pada penelitian ini adalah modal psikologis memiliki pengaruh secara signifikan terhadap kesejahteraan subjektif pada karyawan sales start-up di PT. X. Teknik sampling yang digunakan adalah convenience sampling. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur kesejahteraan subjektif adalah Satisfaction With Life Scale yang dikembangkan oleh Diener dkk. (1985) dan The Positive and Negative Affect Schedule yang dikembangkan oleh Watson dan Clark (1988). Sedangkan untuk modal psikologis menggunakan Psychological Capital Questionnaire dari Luthans dkk. (2007). Hasil regresi menunjukkan bahwa modal psikologis berpengaruh secara signifikan terhadap kesejahteraan subjektif (β=0.630, F=176.779, t=13.296, p0.05).
PERBEDAAN KOMITMEN ORGANISASI PADA DOSEN TETAP DITINJAU DARI KARAKTERISTIK PERSONAL Zamralita Zamralita
Provitae: Jurnal Psikologi Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2017): Provitae: Jurnal Psikologi Pendidikan
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/provitae.v9i1.533

Abstract

Lecturers are professional educators and scientists. Their main tasks are transforming, developing and disseminating knowledge, technology and arts through education, research and community service. Organizational commitment is an important factor that needs to be owned by the lecturers in order to retain in the organization as well as to perform their best work performance to the organization. Research of organizational commitment on full-time lecturers is important to be done because it may affect the lecturers’ work behavior in teaching and learning process and their work performance. The purpose of this study is to obtain an overview of the organizational commitment on full-time lecturers in terms of their personal characteristics. The theory used is organizational commitment proposed by Allen and Meyer (1990). Organizational commitment consists of three dimensions: affective commitment, continuance commitment, and normative commitment. Quantitative method is used to analyze the data. The participants are 602 full-time lecturers from the best private universities in Indonesia. Data was collected by distributing the organizational commitment questionnaire which was adapted from Allen and Meyer’s version (1990). The results showed that the full-time lecturers have a high organizational commitment (M = 3.00). Each dimensions of organizational commitment are also high: affective commitment (M = 3.18); continuance commitment (M = 2.89); and normative commitment (M = 2.96). Furthermore, in terms of personal characteristics, there are significant differences on organizational commitment of full-time lecturers in gender, age, job tenure and functional position of lecturer, but there is no significant difference on organizational commitment in term of educational level.Keywords: organizational commitment, personal characteristic, full-time lecturer
GAMBARAN STRES PADA MAHASISWA MAGANG DI JABODETABEK Christine Elisabeth Widyachandra; Vivia Lee; Zamralita Zamralita; Venesia Venesia
Provitae: Jurnal Psikologi Pendidikan Vol. 16 No. 2 (2023): Provitae: Jurnal Psikologi Pendidikan
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/provitae.v16i2.26705

Abstract

The number of students who continue to increase causes students to have to better prepare themselves so that they are ready to find work after graduating from college. One of the efforts to prepare students is to carry out internship activities. Internship activities aim to improve abilities and competencies through direct practice in the field. Internship activities can also improve the work readiness of students. However, students who carry out internships have greater demands than students in general. Unmanageable demands can cause students to experience stress. This study aims to look at the description of stress on intern students in Jabodetabek. This research was conducted using a descriptive quantitative method involving 100 apprentice student participants in Jabodetabek. This study used the Perceived Stress Scale (PSS) developed by Cohen et al. (1983). The results of this study were 71% of participants experienced moderate stress. The results of different tests conducted on the demographic data of gender and duration of apprenticeship showed values of 0.288 and 0.632. This value is greater than 0.05 which indicates that there is no significant difference between stress based on the demographic data. The factor that most caused the participants to experience stress was the occupational factor of 54.6%.
Co-Authors Achmad Khalid Alfajar Ardjuna Aginta Aprillia Agita Presilia Aisyah Ning Asih Alvin Sanjaya Anastasia Putri Leleng Wilis Anastasia Putri Leleng Wilis Arfeina Benazir Arvaisya Audry Carissa Dirk Aulia Rizki Amelia Aurelia Hindra Aurelio Hermawan Callista Vanessa Xenia Christine Elisabeth Widyachandra Cindy Jacop Danan Prima Nanda Daniel Lie Daniel Lie Davina Veronica Dea Faustine Debora Basaria Debora Basaria Debora Basaria Dinda Augest Brilianti Eunike Filia Christy Evelina Florensia Rudy Fatkhi Mizard Noerafif Fransiska Xaveria Aryani FX Yanuar Sidharta Gabriella Salim Griselda Yuliawan Hanna Christina Uranus Harvi Wahyu Putriadi Hilmma Hermawan Ignacia Callista Irene Irene Ismoro Reza Prima Ismoro Reza Prima Prima Ismoro Reza Prima Putra Ismoro Reza Prima Putra Ismoro Reza Prima Putra Ivana Kamilie Jessica Chandika Jessica Jessica Jessica Jessica Jessica Jessica Karissa Veren Katarina Linalera Serpara Khalidatul Rafi’ah Kornelius Rio Kurnianingrum Ayu Minarti Laura Aurelia Austine Untung Liani Cynthia Lilenza Irawan Setradihardja Margaretha Sabda Djaja Marsha Indahsaputri Nadya Isfahany Pasya Natasya Priskila Novena Maria Vianney Octavianus Prabowo P. Tommy Y. S. Suyasa Patrick Nugroho Nicktow Putri Deviyeni Putri Deviyeni Ray Caesarly Santosa Reza Fahlevi Rian Pri Rismiyati E Koesma Rismiyati E. Koesma Rismiyati E. Koesma Rita Markus Idulfilastri Rita Markus Idulfilastri Rita Markus Idulfilastri Rita Markus Idulfilastri Rita Markus Idulfilastri Rita Markus Idulfilastri Saraswati, Kiky Dwi Hapsari Sonia Halimatu Sa’diyah Stephanus Raymond Dharmawan Stevinia Stevinia Susanto, Chandra Tetty Rismiyati Tjenita Young Urip Purwono Urip Purwono Valerie Alicia Erica Rumbajan Venesia Venesia Venesia Venesia Venesia Venesia Venesia Venesia Vilia Chandra Vivia Lee Yudhistira Victoria