Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

The Effectiveness of the Example Learning Method using Documentary Films on The G30S/PKI Incident to Improve Critical Thinking Skills of Students at Islamic High Schools in Tangerang Regency Een Suhaeni; Eko Ribawati; Moh. Ali Fadillah
Historia Vol 14 No 2 (2026): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/hj.v14i2.10944

Abstract

This research aims to find out The Effectiveness of Example Learning Method through Documentary film Media Of G30S/PKI Events To Improve Critical Thinking Skills Of MA Islamiyah Tangerang Regency Students. The method used in this research is quasi eksperimen, with nonprobability sampling technique, totaling 41 people each in the experimental class and control class. The instrument used in this research is a 10 question description test. The results of hypothesis testing t test with one way anova formula, the ekerimental class obtained = 465.638 < 161 by a = 0.05 while in the control class  = 211.938 <  161 by a = 0.05 So that Ha is accepted Ho is rejected. Based on the data analysis, the example learning method is effective in improving students' critical thinking skills. This shows the effective example learning method can improve critical thinking skills. This is evidenced by looking at the results of the pretest and posttest with the average posttest score of 36 and the posttest with the average score reaching 80. It can be seen from this value that the example learning method has an effect on students' critical thinking skills in Indonesian history subjects using documentary film media.
Pengaruh Media Video ANRI Terhadap Kemampuan Berpikir Historis Mata Pembelajaran Sejarah di Kelas XI SMAN 1 Petir Anissa Wulandari; Rikza Fauzan; Eko Ribawati
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i2.1398

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan berpikir historis peserta didik pada mata pelajaran Sejarah yang disebabkan oleh penggunaan media pembelajaran yang kurang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media video pembelajaran Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) terhadap kemampuan berpikir historis peserta didik pada mata pelajaran Sejarah di kelas XI SMAN 1 Petir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) menggunakan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas XI SMAN 1 Petir, dengan sampel penelitian yaitu kelas XI-D sebagai kelas eksperimen dan kelas XI-A sebagai kelas kontrol yang masing-masing berjumlah 43 peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan awal peserta didik pada kedua kelas relatif sama sebelum diberikan perlakuan. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05), sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media video pembelajaran Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan berpikir historis peserta didik pada mata pelajaran Sejarah di kelas XI SMAN 1 Petir. Media video ANRI mampu meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi sejarah serta mengembangkan kemampuan berpikir historis melalui analisis kronologi, hubungan sebab-akibat, interpretasi peristiwa sejarah, dan pemanfaatan sumber sejarah.
Implementasi Model Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Di SMK Negeri 9 Pandeglang Risa Nurhasanah; Eko Ribawati; Yuni Maryuni
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i2.1408

Abstract

Tujuan penelitian ini yakni untuk mengtahui dan mendeskripsikan implementasi model Problem Based Learning terhadap hasil belajar siswa kelas XI TKJ 1 di SMK Negreri 9 Pandeglang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Dengan teknik pengumpulaan data yang dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dolumentasi. Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 9 Pandgelang dnegan subjek penelitiannya yaitu guru dan peserta didik. Analisis data yang digunakan ialah teori miles dan huberman meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Peneliti dapat menyimpulkan bahwa implementasi model pembelajaran problem based learning ini berjalan dengan baik. Guru sudah menerapkan tahapan-tahapan model pembelajaran problem based learning pada proses pembelajarannyapeneliti dapat menyimpulkan bahwa implementasi model pembelajaran problem based learning ini berjalan dengan baik. Guru sudah menerapkan tahapan-tahapan model pembelajaran problem based learning pada proses pembelajarannya. Melalui implemenatsi model pembelajaran problem based learning (PBL) yang diterapkan terlihat adanya peningkatkan hasil belajar dan juga keaktifan peserta didik dalam memecahkan masalah, dan mempresentasikan hasil diskusinya.
Peran Abdul Haris Nasution dalam Penumpasan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (1958-1961) Muhammad Naufal Asyraf; Eko Ribawati; Muhammad Anggie Farizqi Prasadana
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 2 (2026): Desember 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i2.8908

Abstract

Pergolakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) pada 15 Februari 1958 menjadi ancaman disintegrasi serius akibat ketimpangan pusat-daerah dan polarisasi militer. Penelitian ini bertujuan menganalisis latar belakang PRRI, dinamika kehidupan Mayor Jenderal A.H. Nasution, serta peran kepemimpinannya selaku Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dalam merancang operasi penumpasan periode 1958–1961. Metode penelitian menggunakan metode sejarah (historis) melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi dengan memanfaatkan autobiografi Nasution serta arsip surat kabar Belanda sezaman. Hasil penelitian membuktikan Mayor Jenderal A.H. Nasution berperan krusial menyelamatkan NKRI. Ia berhasil mengonsolidasi internal militer dan menginisiasi operasi gabungan antarmatra, seperti Operasi Tegas dan Operasi 17 Agustus. Nasution juga memadukan tindakan koersif dengan strategi rekonsiliasi politik melalui pemberian amnesti-abolisi bagi mantan pengikut PRRI. Keberhasilan operasi ini meredam pergolakan pada 1961 serta meletakkan dasar konsep Perang Rakyat Semesta.
Pemanfaatan Museum Sejarah Jakarta Sebagai Ruang Wisata Edukasi Bagi Pengunjung Kawasan Kota Tua Aqila Zahra Fadilah; Eko Ribawati; Yuni Maryuni
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 2 (2026): Desember 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i2.8909

Abstract

Museum Sejarah Jakarta merupakan salah satu museum utama di kawasan Kota Tua memiliki peran penting dalam dalam membangun kesadaran historis masyarakat sekaligus menjadi media edukasi publik yang bersifat informal. Secara ideal, museum diharapkan dapat berfungsi sebagai ruang wisata edukatif yang mampu memberikan pengalaman belajar sejarah yang bermakna bagi pengunjung, namun dalam realitasnya, pemanfaatan museum oleh pengunjung masih cenderung berorientasi pada aspek rekreasi semata. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk pemanfaatan museum sebagai ruang wisata bagi pengunjung dan usaha yang telah dilakukan museum dalam memenuhi peran sebagai ruang edukasi masyarakat. Metode penelitian yang digunakan merupakan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukan manfaat museum Sejarah Jakart sebagai ruang wisata edukatif dinilai berhasil bagi siswa dengan aktivitas yang diselenggarakan pihak museum. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukan bahwa kunjungan secara langsung ke museum Sejarah Jakarta dapat memberikan pemahaman lebih mendalam dan diingat secara baik oleh siswa dengan berinteraksi secara langsung dengan koleksi museum.
The Effect of Project Based Learning (PjBL) Model On Students’ Chronological Thinking Ability at SMKN 11 Pandeglang: Pengaruh Model Project Based Learning (PjBL) terhadap Kemampuan Berpikir Kronologis Siswa di SMKN 11 Pandeglang Mesayu Sofiana Habib; Yuni Maryuni; Eko Ribawati
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 9 No 6 (2025): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA)
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v9i6.5224

Abstract

The purpose to be achieved in this study is to determine the effect of project-based learning (PjBL) model on students' chronological thinking ability at SMKN 11 Pandeglang. The methodology used in the research is a quasi-experimental method with a “pretest postest control group design” which consists of two class groups, namely the experimental class and the control class. The research population used is class XI students of SMKN 11 Pandeglang. Statistical data analysis used in proving the hypothesis using the independent sample t-test formula with the criteria for success if the significance value (2-tailed) <0.05. The results obtained from this study are sig. (2-tailed) value of 0.000 <0.05 then H_a is accepted and H_0 is rejected. Thus it can be concluded that the project-based learning model has an influence on students' chronological thinking ability. This shows that students' chronological thinking ability using the project-based learning model is higher than the discovery learning model seen from the acquisition of the average student score after the test in the experimental class of 82.44 and the control class of 72.48. The indicators of chronological thinking skills tested in this study are the ability to understand the concept of time, the ability to read the timeline, the ability to distinguish between the past, present and future, the ability to sequence historical events, and the ability to analyze historical events.
MELESTARIKAN TRADISI, MERAWAT INGATAN: SOSIALISASI KESENIAN DEBUS BANTEN PADA HIMPUNAN MAHASISWA PENDIDIKAN SEJARAH (HIMADIRA) FKIP UNTIRTA Eko Ribawati; Muhammad Anggie Farizqi Prasadana; Yuni Maryuni; Tubagus Umar Syarif Hadi Wibowo; Ana Nurhasanah; Arif Permana Putra; Rikza Fauzan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 6 No. 2 (2023): Agustus : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesenian debus perlu dilestarikan kepada generasi muda, utamanya mahasiswa. Hal ini agar tetap lestari. Di era globalisasi seperti dewasa ini kesenian debus terkikis lantaran desakan kebudayaan-kebudayaan modern dari luar. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk menyampaikan literasi terkait pentingnya kesenian debus beserta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Nilai-nilai kesenian debus: nilai religi, nilai sosial, nilai ekonomi, dan nilai seni perlu disosialisasikan kepada mahasiswa. Metode kegiatan dilakukan dengan ceramah lewat sosialisasi. Lokasi kegiatan dilakukan di Kampus Ciwaru, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Kata Kunci: Tradisi, Merawat, Sejarah
Studi Komparatif: Konflik Regional Tahun 1963–1966, Perspektif Buku Ajar Sejarah Nasional Indonesia & Malaysia Afifah Aura Felisha; Nashar Nashar; Eko Ribawati
JURNAL ILMIAH RESEARCH AND DEVELOPMENT STUDENT Vol. 4 No. 2 (2026): Juni : Jurnal Ilmiah Research and Development
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jis.v4i2.2175

Abstract

This study conducts a comparative analysis of how the Indonesia–Malaysia regional conflict of 1963–1966, known as Konfrontasi, is represented in the official national history textbooks of Indonesia and Malaysia. The research objects include Indonesia’s Sejarah Indonesia Kelas XII Kurikulum Merdeka (2022), Sejarah Indonesia Kelas XII Kurikulum 2013, and Malaysia’s Sejarah Tingkatan 5 KSSM (2020). Employing a qualitative comparative method with George Z.F. Bereday’s comparative analysis framework, the study examines narrative construction, ideological orientation, terminology selection, actor representation, and the influence of political interests on historical writing in educational contexts. The findings reveal significant divergences between the two countries’ textbooks: Indonesian textbooks tend to adopt a heroic-nationalist framing centered on Soekarno’s leadership and anti-neocolonial spirit, while Malaysia’s textbook emphasizes the communist threat narrative and international diplomatic resolution. The Kurikulum Merdeka textbook shows a marked reduction in Konfrontasi coverage compared to Kurikulum 2013, shifting from a heroic-expository approach to a more multi-perspectival and reflective framework. These differences reflect how ideological interests and bilateral political dynamics shape the construction of collective memory through formal education, highlighting the need for more balanced and transnational historical narratives in history education.