Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Zarah

PEMANFAATAN LIMBAH PADAT PERTANIAN DAN PERIKANAN SEBAGAI BIOSORBEN UNTUK PENYERAP BERBAGAI ZAT WARNA: SUATU TINJAUAN Ramadhani, Putri; Zein, Rahmiana; Chaidir, Zulkarnain; Zilfa; Hevira, Linda
Jurnal Zarah Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Zarah
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.505 KB) | DOI: 10.31629/zarah.v7i2.1396

Abstract

Artikel ulasan ini memaparkan perkembangan terkini pada aplikasi metode adsorpsi dalam menghilangkan zat warna dalam air limbah. Artikel ulasan ini memberikan informasi mengenai aplikasi zat warna serta penanganan limbah dari aktivitas industri yang menggunakan zat warna dan informasi mengenai penggunaan limbah padat pertanian dan perikanan sebagai penyerap berbagai jenis zat warna. Pengolahan limbah yang mengandung zat warna melalui adsorpsi menggunakan adsorben alternatif berbiaya rendah merupakan bidang yang saat ini berkembang dan banyak diminati karena memiliki manfaat yaitu untuk pengelolaan limbah cair dan pemanfaatan limbah padat organik.
PENENTUAN KADAR RESIDU PESTISIDA KLORPIRIFOS DAN PENGARUH PENCUCIAN PADA CABAI, BUNCIS DAN SAWI PUTIH SERTA NILAI RISIKO KESEHATAN PADA MANUSIA Zilfa; Yusuf, Yulizar; Anggreini Putri, Mitha; Heysha, Fheiza
Jurnal Zarah Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Zarah
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sayuran merupakan bahan pangan yang digemari masyarakat untuk dikonsumsi karena banyak mengandung nutrisi. Cabai (Capsicum annuum L.), buncis (Phaseolus vulgaris L), sawi putih (Brassica pekinensia L) termasuk  sayuran yang dapat diolah menjadi berbagai olahan sayuran yang lezat maupun dimakan sebagai lalapan. Untuk memperoleh tanaman sayuran yang subur diperlukan pestisida untuk membasmi hama yang dapat merusak sayuran. Salah satu pestisida yang banyak digunakan yaitu klorpirifos yang dapat meninggalkan residu sehingga menyebabkan risiko akut dan kronis pada kesehatan, oleh sebab itu perlu dilakukan analisis mengenai kadar residu pestisida klorpirifos pada sayuran. Kadar residu pestisida klorpirifos ditentukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan panjang gelombang 230 nm menggunakan pelarut diklorometana dan analisis kualitatif menggunakan HPLC dengan membandingkan waktu retensi larutan standar dan sampel sayuran. Pada penelitian ini dilakukan pencucian pada sayuran menggunakan diklorometana, akuades, air sumur dan air PDAM untuk melihat pengaruh pencucian terhadap kadar residu pestisida yang terkandung. Konsentrasi residu pestisida pada sayuran yang tidak dicuci yaitu cabai (2,6680±0,0214 mg/kg), buncis (2,4658±0,0193 mg/kg), dan sawi putih (2,7950±0,0379 mg/kg). Proses pencucian pada sayuran dilakukan tiga kali untuk masing-masing pelarut. Pencucian tiga kali menggunakan diklorometana dan akuades, didapatkan bahwa residu pestisida sudah tidak terdeteksi, sedangkan pencucian menggunakan air PDAM dan air sumur masih menyisakan residu pada sayuran tetapi kadarnya sangat kecil dibandingkan nilai Batas Maksimum Residu (BMR). Pada perhitungan nilai resiko kesehatan diperoleh nilai aHQ dan cHQ  <1  yang menunjukkan bahwa konsumsi batas yang dianjurkan dari sampel penelitian ini tidak menimbulkan risiko kesehatan baik jangka pendek maupun jangka panjang.. Penelitian ini memberikan informasi bahwa perlu pencucian berulang kali untuk menghilangkan kadar residu pestisida pada sayuran sebelum dikonsumsi.
STUDI EKSPERIMENTAL PEMANFAATAN CuO/ZEOLIT UNTUK DEGRADASI AIR GAMBUT MENGGUNAKAN METODE OZONOLISIS DAN PENGARUH TERHADAP KADAR BESI Zilfa; Yulizar Yusuf; Aufa Zakiyuda
Jurnal Zarah Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Zarah
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peat water is surface water that is generally found in peatland areas and is mostly found in lowlands. Peat water has a low pH (3-5), is brownish-red in color, and contains many organic and inorganic substances. The more intense color of peat water indicates a higher content of chemical compounds. High levels of Fe metal in peat water can disrupt the peat swamp ecosystem itself, such as disrupting the activity of decomposer microorganisms, disrupting plant growth, and causing toxicity to humans and other living things if they consume it. This makes it not meet the requirements of household water and sanitation that is suitable for consumption. This study aims to determine the effect of the use of CuO/Zeolite catalysts on the degradation of peat water by ozonolysis method on Fe levels. After the degradation process at optimum conditions, the Fe level became 0.19 mg/L and was already at the safe limit of the quality standard used. Based on these data, the decrease in Fe metal concentration as well as BOD, COD, Nitrate, Nitrite, and TSS values in peat water by ozonolysis is more effective with the addition of CuO/Zeolite catalysts at optimum conditions.
PENGARUH DEGRADASI PELUMAS BEKAS MENGGUNAKAN TiO2/ZEOLIT TERHADAP KANDUNGAN Mg DAN Na SECARA FOTOLISIS Zilfa; Safni; Desra Welly
Jurnal Zarah Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Zarah
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Used lubricants are one of the wastes included in B3 waste, used lubricants contain heavy metals that can pollute the environment and are harmful to living things. Used lubricants contain metals, namely Pb, Zn, Ca, Ba, Na and Mg which can damage vehicle engines. The application of the photolysis method using TiO2/Zeolite catalysts can degrade Mg and Na metals in used lubricants. This study aims to determine the effect of using TiO2/Zeolite catalysts on the degradation of used lubricants by the photolysis method. Analysis of Mg and Na metal content in used lubricants was measured using an Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Analysis of used lubricants before and after adsorption with Fourier Transform Infrared (FTIR). Characterization of TiO2/Zeolite before and after degradation using X-Ray Diffraction (XRD). The research obtained the optimum conditions for the degradation of Mg and Na metals in used lubricants, namely the optimum degradation time for Mg and Na metals is 15 minutes, the optimum amount of catalyst for degradation for Mg and Na metals is 0.4 grams, and the optimum volume of used lubricant for the degradation of Mg and Na metals is 10 mL with a large percentage of degradation of 83.37% Mg and 74.98% Na. Characterization of TiO2/Zeolite using XRD showed no change in the structure of TiO2/Zeolite. Based on these data, it can be said that the TiO2 catalyst supported by zeolite can be used to degrade Mg and Na metals in used lubricants. Characterization of used lubricants using FTIR showed a shift in wave numbers before and after degradation which indicated a degradation process.   Pelumas bekas merupakan salah satu limbah yang termasuk dalam limbah B3, pelumas bekas mengandung logam berat yang dapat mencemari lingkungan dan berbahaya bagi makhluk hidup. Pelumas bekas mengandung logam yaitu Pb, Zn, Ca, Ba, Na dan Mg yang dapat merusak mesin kendaraan. Penerapan metode fotolisis dengan menggunakan katalis TiO2/Zeolit dapat mendegradasi logam Mg dan Na pada pelumas bekas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan katalis TiO2/Zeolit terhadap degradasi pelumas bekas dengan metode fotolisis. Analisis kandungan logam Mg dan Na pada pelumas bekas diukur dengan menggunakan alat Spektrofotometer Serapan Atom (AAS). Analisis pelumas bekas sebelum dan sesudah adsorpsi dengan Fourier Transform Infrared (FTIR). Karakterisasi TiO2/Zeolit sebelum dan sesudah degradasi menggunakan X-Ray Diffraction (XRD). Dari penelitian ini diperoleh kondisi optimum untuk degradasi logam Mg dan Na pada pelumas bekas, yaitu waktu degradasi optimum untuk logam Mg dan Na adalah 15 menit, jumlah katalis optimum untuk degradasi logam Mg dan Na adalah 0,4 gram, dan volume pelumas bekas yang optimum untuk degradasi logam Mg dan Na adalah 10 mL dengan besar persen degradasi 83,37% Mg dan 74,98% Na. Karakterisasi TiO2/Zeolit dengan menggunakan XRD menunjukkan tidak adanya perubahan struktur TiO2/Zeolit. Berdasarkan data tersebut dapat dikatakan bahwa katalis TiO2 yang didukung oleh zeolit dapat digunakan untuk mendegradasi logam Mg dan Na pada pelumas bekas. Karakterisasi pelumas bekas menggunakan FTIR menunjukkan adanya pergeseran bilangan gelombang sebelum dan sesudah degradasi yang mengindikasikan adanya proses degradasi.
Co-Authors - Hariyanti - Zulfarman Adlis Santoni Admi Admi Afrizal Afrizal Aju Deska Aldini, Tasya Alsa Sepia Putri Amanda, Selya Anggreini Putri, Mitha Aufa Zakiyuda Bustanul Arifin BUSTANUL ARIFIN Deliza , Deliza Deliza, Deliza Desra Welly Deswati Deswati Dwi Syukur Phameswari Dwitami, Aisyah Rahma Elida Mardiah Emil Salim Emriadi - Febi Rahmi Fiska Julian Tasari Fivi Mona Bareno Gumilang, Yuza Ahmad Hamzar Suyani Hariyanti, - Hermansyah Aziz Hermansyah Aziz Hevira, Linda Heysha, Fheiza Ilahi, Fitratul Imelda Imelda Imran Nazar Izzah, Annisaul Mai Efdi Mai Efdi Matlal Fajri Alif Megita Febiola Mia Yeliandri Mirawati Mirawati Mirawati Mirawati Muhammad Hafiz Reza Neneng Swesty Norman Ferdinal Novesar Jamarun Novesar Jamarun Novesar Jamarun Nurhasni Nurhasni Nurul Afifah Nurul Annisyah Olly Norita Tetra Putri Julanda Ardica Putri Ramadhani Putri Ramadhani, Putri Putri, Anggi Nabila Rahmayeni Rahmayeni Rahmi, Febi Rahmiana Zein Raihan Hanif Aulia Refilda Refilda Refinel - Ria Elvi Susanti Risa Oktaviani Safni Safni Safni Salim, Emil Salsa Nurul Fadhilah Siti Zahara Sumaryati Syukur Suryati Suryati Suryati Swesty, Neneng Syafrizayanti Syafrizayanti Syahril Syahril Syiffa Fauzia Syukri Syukri - Syukri Arief Syukri Arief Syukri Syukri Tasari, Fiska Julian Teti Nurhayatul Rahmi Tommi Hermansyah Upita Septiani Upita Septiani Vivi Sisca Vivi Sisca Wellia, Diana Vanda Wilda Putri Suhada Yefrida - Yefrida Yefrida Yetria Rilda Yulizar Yusuf Yulizar Yusuf Zulfarman, - Zulkarnain Chaidir