Claim Missing Document
Check
Articles

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA KULIAH PENULISANKARYA ILMIAH (PKI) MELALUI SUMBER BELAJAR LINGKUNGAN PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PG PAUD Mursanib, Muraeni Mursanib; Zuama, Hj. Shofiyanti Nur
Kreatif Vol 18, No 1 (2015)
Publisher : Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.675 KB)

Abstract

Abstrak : Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar mata kuliah Penulisan Karya Ilmiah (PKI). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan sumber belajar lingkungan dapat meningkatkan hasil belajar pada mahasiswa Program Studi PG PAUD. Jenis penelitian yang dilakukan ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester tujuh Program Studi PG PAUD yang berjumlah 55 mahasiswa. Teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa memanfaatkan berbagai sumber lingkungan yang ada di Program Studi PG PAUD maupun lingkungan yang ada di Universitas Tadulako, dapat meningkatkan hasil belajar mata kuliah Penulisan Karya Ilmiah (PKI) pada mahasiswa Program Studi PG PAUD. Hal itu terbukti dari peningkatan hasil belajar mahasiswa dari Siklus I ke Siklus II, untuk kategori Sangat Baik dari 12 mahasiswa meningkat menjadi 15 mahasiswa. Kategori Baik, ada 20 mahasiswa menjadi 32 mahasiswa. Kategori Cukup, ada 16 mahasiswa menjadi sisa 6 mahasiswa. Kategori Kurang, dari 5 mahasiswa menjadi 2 mahasiswa dan kategori Sangat Kurang, dari 2 mahasiswa pada Siklus I menjadi tidak ada mahasiswa di Siklus II. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan sumber belajar lingkungan dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa Program Studi PG PAUD. Kata Kunci: Sumber Belajar Lingkungan, Hasil Belajar
PENGARUH KEGIATAN GERAK DAN LAGU TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK DI KELOMPOK B1 TK ANATAPURA LOLU KECAMATAN SIGI BIROMARU Tungka, Mutiara; Zuama, Shofiyanti Nur
Bungamputi Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Bungamputi
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.758 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini tentang Kegiatan Gerak dan Lagu Terhadap Kemampuan Motorik Kasar Anak Di Kelompok B1 TK Anatapura Lolu Kecamatan Sigi Biromaru. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen deskriptif. Dengan melibatkan 15 orang anak terdiri dari 7 anak laki-laki dan 8 anak perempuan, terdaftar pada tahun ajaran 2018/2019. Tekhnik pengumpulan data dilakukan melalui (1) lembar observasi (2) wawancara dan (3) dokumentasi. Selanjutnya Pengolahan data dilakukan dengan tehnik persentase dan uji t (paired sample t-tes). Berdasarkan hasil data perhitungan uji t diperoleh nilai 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 ≥ 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 (44.00 > 3.787). Maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti terdapat pengaruh Kegiatan Gerak dan Lagu Terhadap Kemampuan Motorik Kasar Anak Di Kelompok B1 TK Anatapura Lolu Kecamatan Sigi Biromaru. Berdasarkan hasil rekapitulasi motorik kasar anak sebelum diberikan perlakuan kegiatan gerak dan lagu, terdapat 6,67% dalam kategori BSB, ada 19,99% dalam kategori BSH, ada 44,45% dalam kategori MB, dan ada 33,34% dalam kategori BB. Sesudah diberikan perlakuan kegiatan gerak dan lagu terdapat 22,22% dalam kategori BSB, ada 44,45% dalam kategori BSH, ada 33,33% dalam kategori MB, dan tidak ada anak dalam kategori BB. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh kegiatan gerak dan lagu terhadap kemampuan motorik kasa anak. Kata Kunci: Kegiatan Gerak dan Lagu, Motorik Kasar Anak
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN MEWARNAI GAMBAR DI KELOMPOK B TK AISYIYAH VIII KECAMATAN TATANGA Rahmatia, Rahmatia; Zuama, Shofiyanti Nur
Bungamputi Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Bungamputi
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.749 KB)

Abstract

ABSTRAKMasalah dalam penelitian ini, yaitu kemampuan motorik halus anak belum berkembang sesuai harapan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan mewarnai gambar. Subjek dan setting penelitian adalah anak kelompok B berjumlah 20 anak, terdiri dari 10 anak perempuan dan 10 anak laki-laki yang terdaftar pada tahun ajaran 2018/2019. Penelitian ini menggunakan desain Kemmis dan Mc. Taggart, yang dilaksanakan secara bersiklus. Data yang dikumpulkan melalui observasi, pemberian tugas, dan dokumentasi, selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Data pra tindakan, kekuatan memegang alat mewarnai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) 10%, Berkembang Sesuai Harapan (BSH) 25%, Mulai Berkembang (MB) 30%, dan Belum Berkembang (BB) 35%. Kelenturan menggerakkan pergelangan tangan kategori BSB 25%, BSH 25%, MB 30%, dan BB 20%. Kerapian dalam mewarnai gambar, BSB 10%, BSH 30%, MB 20%, dan BB 40%. Setelah dilakukan kegiatan mewarnai gambar dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak, terbukti ada peningkatan dari siklus I ke siklus II. Kekuatan memegang alat mewarnai kategori BSB, BSH, dan MB dari 85% menjadi 95% (10%). Kelenturan menggerakkan pergelangan tangan kategori BSB, BSH, dan MB dari 80% menjadi 95% (15%). Kerapian dalam mewarnai gambar kategori BSB, BSH, dan MB dari 80% menjadi 90% (10%). Secara umum, peningkatan rata-rata dari siklus I ke siklus II, yaitu 11,66 kategori BSB, BSH, dan MB. Walaupun masih ada yang belum meningkat kemampuan motorik halusnya 6,67% atau kategori BB. Hasil penelitian membuktikan bahwa kegiatan mewarnai gambar dapat meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak kelompok B TK Aisyiyah VIII Kecamatan tatanga.Kata Kunci : Kegiatan Mewarnai Gambar, Kemampuan Motorik Halus
PROFESIONALISME GURU SENI BUDAYA DI SEKOLAH Alam, Samsul; Nur Zuama, Shofiyanti
GETER Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Profesi guru merupakan suatu bidang pekerjaan yang wajib dikerjakan dengan kualifikasi keahlian yang sesuai dengan pekerjaan guru. Sebagai sebuah profesi, guru harus mahir, cakap serta memenuhi standard mutu minimal yang didapatkan melalui pendidikan profesi guru. Oleh karena itu guru harus professional. Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan kompetensi professional guru seni. Metode yang digunakan adalah kajian kepustakaan yaitu penulis menggunakan berbagai sumber rujukan baik yag berasal dari hasil penelitian maupun hasil pemikiran penulis lainnya yang dirumuskan kembali oleh penulis. Sehingga melahirkan konsep baru dalam penulisan artikel ini. Guru seni yang profesional bukan hanya ahli dalam menguasai ilmu seni namun harus memiliki keahlian dalam mengajarkan ilmunya kepada para peserta didik. Keahlian guru seni dalam dalam menguasai bidang ilmu seni harus diiringi dengan kemampuan memahami keadaan peserta didik, analisis dan pengembangan kurikulum, merencanakan pembelajaran seni, melakukan penilaian dan evaluasi.
PROFESIONALISME GURU SENI BUDAYA DI SEKOLAH Alam, Samsul; Nur Zuama, Shofiyanti
GETER Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v2n2.p12-21

Abstract

Profesi guru merupakan suatu bidang pekerjaan yang wajib dikerjakan dengan kualifikasi keahlian yang sesuai dengan pekerjaan guru. Sebagai sebuah profesi, guru harus mahir, cakap serta memenuhi standard mutu minimal yang didapatkan melalui pendidikan profesi guru. Oleh karena itu guru harus professional. Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan kompetensi professional guru seni. Metode yang digunakan adalah kajian kepustakaan yaitu penulis menggunakan berbagai sumber rujukan baik yag berasal dari hasil penelitian maupun hasil pemikiran penulis lainnya yang dirumuskan kembali oleh penulis. Sehingga melahirkan konsep baru dalam penulisan artikel ini. Guru seni yang profesional bukan hanya ahli dalam menguasai ilmu seni namun harus memiliki keahlian dalam mengajarkan ilmunya kepada para peserta didik. Keahlian guru seni dalam dalam menguasai bidang ilmu seni harus diiringi dengan kemampuan memahami keadaan peserta didik, analisis dan pengembangan kurikulum, merencanakan pembelajaran seni, melakukan penilaian dan evaluasi.
PERANAN PEMBERIAN REINFORCEMENT TERHADAP PENGEMBANGAN EMOSI ANAK DI KELOMPOK B4 TK QURRATA A’YUN HIDAYATULLAH KELURAHAN TONDO KECAMATAN MANTIKULORE Zuama, Shofiyanti Nur; Azmi, Nur
Bungamputi Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Bungamputi
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini yaitu tentang peranan pemberian reinforcement terhadap pengembangan emosi anak di Kelompok B4 TK Qurrata A’yun Hidayatullah Kelurahan Tondo. Jenis peneletian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Adapun subyek dari penelitian ini adalah anak di kelompok B4 yang berjumlah 15 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan dengan teknik persentase. Berdasarkan hasil penelitian dari tiga aspek yang diamati dalam pengembangan emosi, yaitu aspek mengenal perasaan sendiri, mengendalikan diri secara wajar, serta kemampuan diri untuk menyesuaikan dengan situasi, menunjukkan bahwa minggu pertama hasil rekapitulasi kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) sebanyak 4,44%, kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) sebanyak 15,55%, kategori Mulai Berkembang MB sebanyak 31,10%, dan kategori Belum Berkembang (BB) sebanyak 48,88%. Untuk minggu kedua hingga, hasil rekapitulasi diperoleh rata-rata kategori BSB dari 4,44% menjadi 44,44%; kategori BSH dari sebanyak 15,55% menjadi 27,55%; kategori MB dari 31,10% tersisa 13,33% dan kategori BB dari 48,88% tersisa 6,66%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ada peranan pemberian reinforcement terhadap pengembangan emosi anak. Kata Kunci : Pemberian Reinforcement, Pengembangan Emosi
PERANAN MEDIA KARTU ANGKA DALAM MENGENAL BILANGAN Zuama, Shofiyanti Nur; Alfina, Alfina
Bungamputi Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Bungamputi
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah kemampuan anak mengenal bilanagan belum berkembang sesusai harapan. Sehubungan dengan masalah tersebut, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui peranan media kartu angka dalam mengenal bilangan di kelompok B4 TK Tunas Rimba Kecamatan Mantikulore Kota Palu. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 19 anak yang terdiri dari 6 anak laki-laki dan 13 anak perempuan. Pengumpulan data di lakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengelolaan data di lakukan dengan teknik persentase. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa minggu pertama hasil rekapitulasi rata-rata pada aspek menyebutkan urutan bilangan 1-10, menghubungkan simbol bilangan 1-10 dengan gambar, mengacak simbol 1-10. Kategori berkembang sangat baik (BSB) 15,79% anak, kategori berkembang sesusai harapan (BSH) 14,04% anak, kategori mulai berkembang (MB) 26,31% anak, dan  kategori belum berkembang (BB) 43,85% anak. Selanjutnya minggu keempat dengan mengunakan media kartu angka hasil rekapitulasi minggu keempat pada aspek menyebutkan urutan bilangan 1-10, menghubungkan simbol bilangan 1-10 dengan gambar, dan mengacak simbol 1-10 di peroleh rata-rata kategori berkembang sangat baik (BSB) 45,61% anak, kategori berkembang sesuai harapan (BSH) 26,32% anak, kategori mulai berkembang (MB) 15,79% anak, dan kategori belum berkembang (BB) 12,28% anak. Dapat disimpulkan bahwa ada peranan media kartu angka dalam mengenal bilangan di Kelompok B4 TK Tunas Rimba Kecamatan Mantikulore Kota Palu. Kata Kunci : Media Kartu Angka, Kemampuan Mengenal Bilangan, Anak Usia Dini
PROFESIONALISME GURU SENI BUDAYA DI SEKOLAH Samsul Alam; Shofiyanti Nur Zuama
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v2n2.p12-21

Abstract

Profesi guru merupakan suatu bidang pekerjaan yang wajib dikerjakan dengan kualifikasi keahlian yang sesuai dengan pekerjaan guru. Sebagai sebuah profesi, guru harus mahir, cakap serta memenuhi standard mutu minimal yang didapatkan melalui pendidikan profesi guru. Oleh karena itu guru harus professional. Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan kompetensi professional guru seni. Metode yang digunakan adalah kajian kepustakaan yaitu penulis menggunakan berbagai sumber rujukan baik yag berasal dari hasil penelitian maupun hasil pemikiran penulis lainnya yang dirumuskan kembali oleh penulis. Sehingga melahirkan konsep baru dalam penulisan artikel ini. Guru seni yang profesional bukan hanya ahli dalam menguasai ilmu seni namun harus memiliki keahlian dalam mengajarkan ilmunya kepada para peserta didik. Keahlian guru seni dalam dalam menguasai bidang ilmu seni harus diiringi dengan kemampuan memahami keadaan peserta didik, analisis dan pengembangan kurikulum, merencanakan pembelajaran seni, melakukan penilaian dan evaluasi.
Disaster Mitigation Education: Challenges and Opportunities in Six Areas of PAUD Development Zuama, Shofiyanti Nur
International Journal on Advanced Science, Education, and Religion Vol 7 No 1 (2024): IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Furqan, Makassar - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33648/ijoaser.v7i1.646

Abstract

This article discusses disaster mitigation education, looking at the challenges and opportunities in six areas of PAUD development. The method used is qualitative research in the nature of library research, using books and other literature as the main object. Research data is in the form of library data that has been selected, searched, presented and analyzed. The definition of disaster mitigation education is an individual's efforts to prepare themselves and their potential, process and mature their feelings, thoughts, will, as well as increasing skills or abilities in facing or minimizing the risk of disasters that will occur. An overview of disaster mitigation education, viewed from six areas of PAUD development, namely religious and moral values, physical motor, cognitive, language, social emotional, and arts. The challenges and opportunities that children learn, to stimulate and train appropriate and appropriate behavior, so that good habits are formed in children so that when a disaster occurs, children become individuals who can more easily work together in reducing the risk of disasters or minimizing damage or injury that could occur. happen. Children who are equipped with attitudes and actions that are trained consistently in six areas of development will become children who provide strength and entertainment for their parents during difficult and sad conditions, children will also be able to express their feelings and thoughts appropriately, be responsive, and be more responsive to disasters. , instead of the child crying hysterically or becoming a burden on the parents when the child is difficult to control or becomes more panicked, it actually approaches danger.
Pendidikan mitigasi bencana likuefaksi dengan model circuit play sebagai upaya pengembangan psikomotorik anak PAUD Zuama, Shofiyanti Nur
Jurnal Warna : Pendidikan dan Pembelajaran Anak Usia Dini Vol. 9 No. 2 (2024): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jw.v9i2.1799

Abstract

Disaster events always bring sadness and suffering that result in damaging and destroying everything. When a disaster occurs, of course the victims who suffer the most are children, so equipping children with knowledge and skills in dealing with disaster situations is important to consider. Liquefaction disaster mitigation education really needs to be attempted and prepared so that children become more responsive and responsive in facing disasters in the future. The purpose of this paper is related to the description and definition of disaster mitigation education, a brief description of liquefaction, then describing the circuit play model, and the recommended psychomotor development for PAUD children. The method used is qualitative research in the form of library research, using several books, related to disaster mitigation education and early childhood education studies; relevant articles, such as knowledge about liquefaction and its impacts, the results of circuit play model research, and other literature as the main objects. The research data is in the form of library data that has been selected, searched, presented and analyzed. The conclusion of this paper is a choice of activities in developing children's psychomotor skills through the circuit play model of liquefaction disaster mitigation. Psychomotor development that appears in children's playing activities with this model is the movement of walking, jumping, hopping, walking on tiptoes, running straight, running zigzag, spinning, crawling in a drum tunnel, and walking on a bottle bridge. The more often children practice with this model, the more alert, flexible, agile their movements become, and make children's fighting power and endurance strong and tough.