Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengaruh Pembelajaran Digital terhadap Nilai Akhlak dan Motivasi Belajar Peserta Didik dalam Pendidikan Agama Islam Muhammad Zaki Al-Asyraf; Nur Aisyah Zulkifli
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemunculan teknologi informasi dan komunikasi telah membuka peluang inovasi dalam pembelajaran, termasuk Pendidikan Agama Islam (PAI). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak pembelajaran digital terhadap nilai moral dan motivasi belajar siswa. Metode yang digunakan adalah quasi-eksperimental, dengan dua kelas: kelas eksperimen yang menerapkan pembelajaran digital dan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Populasi sampel terdiri dari 70 siswa. Data dikumpulkan melalui administrasi pre-test dan post-test, yang kemudian dianalisis menggunakan t-test dan statistik deskriptif. Kelas eksperimen menunjukkan peningkatan signifikan dalam nilai moral (dari rata-rata 70,5 menjadi 85,2) dan motivasi belajar (dari rata-rata 66,4 menjadi 81,5), sementara kelas kontrol menunjukkan peningkatan yang lebih moderat. Analisis statistik selanjutnya menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok pada tingkat signifikansi 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran digital efektif dalam meningkatkan pemahaman moral dan memotivasi siswa secara lebih optimal dibandingkan metode konvensional. Implikasi praktis dari studi ini adalah guru PAI dapat memanfaatkan media digital untuk menyampaikan materi secara interaktif, meningkatkan keterlibatan siswa, dan mendukung pengembangan karakter.
Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Nur Hamidah; Nur Aisyah Zulkifli
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memainkan peran penting dalam membentuk perkembangan intelektual dan moral siswa. Efektivitas lingkungan belajar PAI sangat dipengaruhi oleh tingkat motivasi siswa, yang dipengaruhi oleh kombinasi faktor internal dan eksternal. Artikel ini mengeksplorasi strategi yang diterapkan oleh guru Pendidikan Agama Islam untuk meningkatkan motivasi siswa melalui pendekatan pedagogis inovatif dan kontekstual. Strategi yang diterapkan mencakup berbagai metode pengajaran, penggunaan media inovatif, pemberian insentif, dan penciptaan lingkungan belajar yang optimal. Temuan penelitian menunjukkan bahwa strategi tersebut efektif dalam meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa, serta mengubah perilaku keagamaan mereka. Oleh karena itu, sangat penting untuk meningkatkan kompetensi pendidik, mengoptimalkan fasilitas dan lingkungan yang mendukung pembelajaran, serta menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pengajaran PAI yang efektif.
Telaah Sistematis Praktik Pisah Tempat Tidur dan Korelasinya dengan Pembentukan Etika dan Moral Anak T. Azizah Tambusai; Nur Aisyah Zulkifli
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji praktik pemisahan tempat tidur anak dan pengaruhnya terhadap pembentukan etika dan moral dari perspektif psikologi dan agama Islam. Fenomena hubungan sedarah (incest) yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia menjadi latar belakang pentingnya kajian ini. Metode yang digunakan adalah telaah sistematis literatur dengan menganalisis pendapat para ahli psikologi dan pandangan Islam mengenai fase perkembangan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemisahan tempat tidur anak yang dilakukan pada usia 3-10 tahun memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan moral dan etika anak. Pemisahan ini berfungsi sebagai upaya pencegahan terhadap penyimpangan seksual, mempersiapkan anak menghadapi masa pubertas, memberikan ruang privasi, serta meningkatkan kemandirian dan disiplin. Sebaliknya, tidak dipisahkannya tempat tidur anak dapat menimbulkan dampak negatif seperti seks bebas, incest, LGBT, dan gangguan psikologis lainnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemisahan tempat tidur merupakan bagian penting dari pendidikan seks dan pembentukan karakter anak yang sejalan dengan nilai-nilai psikologi dan ajaran Islam.