Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

DIVERSIFIKASI PRODUK BERBASIS IKAN DAN UDANG OLEH MASYARAKAT DESA GAS ALAM BADAK 1 Rusdin, Ilmiani; Diachanty, Seftylia; Irawan, Irman; Asikin, Andi Noor; Zuraida, Ita; Pamungkas, Bagus Fajar; Sulistiawati, Septiana
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 3 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i3.2328

Abstract

Desa Gas Alam Badak 1 merupakan salah satu Desa yang terletak di Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara dan memiliki potensi yang besar di sektor perikanan, namun hal ini tidak sejalan dengan tingkat konsumsi hasil perikanan. Sejauh ini masyarakat desa hanya mengkonsumsi ikan dan udang dalam bentuk menu rumahan yang hanya digemari oleh kalangan terbatas. Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan adanya diversifikasi olahan perikanan dalam bentuk gyoza, rolade, otak-otak agar meningkatkan keinginan masyarakat Desa Gas Alam Badak 1 untuk mengkonsumsi hasil perikanan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan konsumsi hasil perikanan di Desa Gas Alam Badak 1 melalui pelatihan diversifikasi olahan perikanan bagi ibu-ibu PKK dengan metode penyampaian materi, praktik pengolahan, dan diskusi. Penyampaian materi berfokus pada manfaat diversifikasi olahan perikanan, sementara praktik pengolahan mengajarkan cara produksi olahan perikanan. Diskusi interaktif memungkinkan peserta berbagi pengalaman dan mengatasi kendala yang kemungkinan akan dihadapi. Pelatihan ini mendapatkan respon positif dari masyarakat Desa Gas Alam Badak 1, hal ini terlihat dari antusiasme peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pelatihan. Peserta yang awalnya kurang memahami olahan perikanan, setelah mengikuti kegiatan pelatihan, peserta memiliki keterampilan dasar dalam mengolah ikan dan udang menjadi produk bernilai tambah. Selain itu, diskusi interaktif mendorong peserta untuk berbagi pengalaman dan membahas peluang usaha. Beberapa peserta menunjukkan minat untuk mengembangkan usaha berbasis olahan perikanan. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran dan keterampilan peserta dalam diversifikasi produk perikanan, meningkatkan keterampilan dan kesadaran masyarakat Desa Gas Alam Badak 1 dalam mengolah hasil perikanan, membuka peluang usaha, serta mendorong konsumsi produk berbasis ikan dan udang.
Pemanfaatan kepala dan tulang ikan bawis (Siganus canaliculatus) pada pengolahan kerupuk: Utilization of head and bones in the processing of white-spotted spinefoot (Siganus canaliculatus) fish crackers Lestari, Vinna; Kusumaningrum, Indrati; Zuraida, Ita; Diachanty, Seftylia; Pamungkas, Bagus Fajar
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 1 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(1)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i1.45014

Abstract

Kepala dan tulang ikan bawis (Siganus canaliculatus) merupakan hasil samping yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku produk kerupuk. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh substitusi kepala dan tulang ikan bawis pada pengolahan kerupuk berdasarkan tingkat penerimaan konsumen dan karakteristik fisikokimianya. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan persentase substitusi kepala dan tulang lumat (KTL) terhadap daging, yaitu 0, 10, 20, 30, 40, dan 50% dengan 3 kali ulangan. Tingkat penerimaan konsumen menggunakan uji hedonik dengan parameter warna, aroma, rasa, kerenyahan, dan keseluruhan, sedangkan karakteristik fisikokimia meliputi tingkat pengembangan, higroskopisitas, kadar air, kadar abu, kadar protein, dan kadar lemak. Hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan kepala dan tulang ikan bawis 10-50% disukai konsumen dan tidak berbeda nyata dengan kontrol, kecuali parameter kerenyahan panelis menyukai kerupuk dengan substitusi kepala tulang lumat 10% dan 50%. Parameter fisikokimia tingkat higroskopisitas dan tingkat pengembangan kerupuk dengan substitusi kepala tulang lumat 10% menghasilkan nilai tertinggi. Substitusi kepala tulang lumat pada kerupuk ikan bawis tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air namun mampu meningkatkan kandungan mineralnya.
Karakteristik fisikokimia serbuk minuman jahe merah instan dengan penambahan rumput laut (Kappaphycus alvarezii): Physicochemical characteristics of instant red ginger beverage powder with the addition of seaweed (Kappaphycus alvarezii) Afdhaliah, Nurul; Kusumaningrum, Indrati; Zuraida, Ita
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 3 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i3.47028

Abstract

Minuman jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) sebagai penghangat tubuh memiliki nilai fungsional lain dengan menambahkan Kappaphycus alvarezii sebagai sumber serat. Tujuan penelitian ini untuk menentukan pengaruh penambahan rumput laut K. alvarezii terhadap karakteristik fisikokimia dan penerimaan konsumen minuman jahe merah instan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan penambahan persentase bubur rumput laut (0, 20, 40, 60, dan 80%) terhadap rendemen, viskositas, derajat putih, daya larut, komposisi kimia, pH, dan uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan K. alvarezii tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap nilai kesukaan panelis pada aroma, rasa, dan kekentalan kecuali warna, namun berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap karakteristik viskositas, daya larut, derajat putih, pH, kadar air, abu, dan serat kasar. Karakteristik fisikokimia serbuk minuman jahe merah K. alvarezii instan, yaitu viskositas 1,3-9,2 cP, derajat putih 64,82-76,82%, daya larut 99,46-99,69%, kadar air 1,33-2,86%, abu 0,41-0,62%, serat kasar 4,15-5,62% dan pH 6,30-7,05. Kadar air dan abu produk memenuhi syarat SNI minuman bubuk. Hasil uji hedonik konsumen meliputi warna 4,20-5,30; aroma 4,20-4,80; rasa 4,37-5,20 dan kekentalan 4,57-5,00.
Karakteristik fisikokimia dan mutu hedonik es krim dengan penambahan bubur rumput laut: Physicochemical characteristics and hedonic quality of ice cream with the addition of Kappaphycus alvarezii Irawan, Irman; Ardhanawinata, Adlina; Khasanah, Uswatun; Diachanty, Seftylia; Zuraida, Ita
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 2 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(2)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i2.48012

Abstract

Kappaphycus alvarezii telah banyak digunakan dalam berbagai olahan makanan, salah satunya es krim. Aplikasi K. alvarezii pada es krim biasanya dalam bentuk karagenan dan tepung yang berfungsi sebagai pengemulsi dan penstabil. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan karakteristik fisikokimia dan tingkat penerimaan konsumen es krim dengan formulasi penambahan bubur K. alvarezii konsentrasi berbeda. Pembuatan es krim dilakukan dengan penambahan bubur K. alvarezii konsentrasi 0; 3,69; 7,09; 10,27; 13,25; dan 16,03%. Parameter yang diamati meliputi overrun, melting rate, viskositas, total solid, pH, dan hedonik. Uji hedonik dilakukan pada atribut ketampakan, aroma, rasa, dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bubur K. alvarezii dengan konsentrasi berbeda pada es krim memberikan pengaruh nyata (p<0,05) pada parameter overrun, melting rate, viskositas, total solid, dan uji hedonik, namun tidak berbeda nyata pada nilai pH. Karakteristik es krim menunjukkan nilai overrun 45,98–80,89%; melting rate 5,21-8,55 menit; viskositas 42,55-79,00 dpa’s; total solid 46,90-53,53%; dan pH 5,74-5,88. Hasil uji hedonik es krim menunjukkan ketampakan dengan nilai 6,68 (agak suka)-7,55 (sangat suka); aroma 5,90 (agak suka)-7,43 (suka); rasa 6,30 (agak suka)-7,75 (sangat suka); dan tekstur 5,83 (agak suka)-7,68 (sangat suka).
Karakteristik fisikokimia fish cake goreng berbahan dasar ikan nila hitam (Oreochromis niloticus) dan lele (Clarias sp.): Physicochemical characteristics of fried fish cakes made from black nile tilapia (Oreochromis niloticus) and catfish (Clarias sp.) Pamungkas, Bagus Fajar; Zuraida, Ita; Sari, Ratna Nurmalita; Kurniasih, Wahyu Retno
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 2 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(2)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v28i2.60268

Abstract

Fish cake merupakan olahan berbahan dasar daging ikan segar maupun surimi yang termasuk jenis produk fish jelly. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi terbaik fish cake goreng berbahan dasar ikan nila dan lele dengan bahan pengisi tepung tapioka berdasarkan parameter kekuatan gel dan profil tekstur. Fish cake goreng terdiri dari lima perlakuan rasio daging ikan dan tapioka, yaitu 100:0, 95:5, 90:10, 85:15, dan 80:20. Parameter yang dianalisis meliputi proksimat, derajat putih, kekuatan gel, dan profil tekstur. Hasil penelitian menunjukkan fish cake goreng berbahan dasar nila hitam memiliki kadar protein dan derajat putih yang lebih tinggi, namun fish cake goreng lele memiliki kadar lemak, abu, karbohidrat, kekuatan gel, dan hardness yang lebih tinggi. Hasil cohesiveness, springiness, dan adhesiveness dari kedua jenis fish cake memiliki nilai yang hampir serupa. Fish cake goreng nila hitam memiliki kadar protein dan lemak masing-masing sebesar 33,90-62,60%bk dan 1,00-3,01%bk, sedangkan fish cake goreng dari lele memiliki kadar protein dan lemak masing-masing sebesar 30,28-55,59%bk dan 2,40-8,32%bk. Kekuatan gel pada fish cake goreng mengalami peningkatan dengan makin berkurangnya konsentrasi daging ikan dan bertambahnya konsentrasi tapioka. Formulasi fish cake goreng pada ikan nila hitam dan lele dengan rasio daging ikan dan tapioka 80:20 merupakan perlakuan terbaik berdasarkan kekuatan gel dan profil teksturnya. Secara umum, ikan nila hitam dan lele yang merupakan jenis ikan air tawar memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bahan dasar dalam pembuatan produk fish cake.
Kajian Parameter Fisik Dan Preferensi Mi Basah Kappaphycus alvarezii Arfaj, Mayang Nurul Hudayanti; Irawan, Irman; Diachanty, Seftylia; Zuraida, Ita; Sulistiawati, Septiana
Juvenil Vol 6, No 4: November (2025)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v6i4.31589

Abstract

ABSTRAK Mi basah, peroduk pangan yang popular, memiliki kelemahan berupa kadar air yang tinggi, rendah serat dan tekstur kurang elastis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan rumput laut Kappaphycus alvarezii terhadap karakteristik fisik dan preferensi mi basah. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 (empat) perlakuan substitusi K.alvarezii : tepung terigu meliputi M0 (0%:100%), M1 (10%:90%), M2 (20%:80%), dan M3 (30%:70%). Parameter yang diamati meliputi daya serap air (DSA), daya pengembangan (DP), nilai L* dan derajat putih, serta uji hedonik (warna, aroma, rasa, tekstur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan K. alvarezii berpengaruh nyata terhadap semua parameter fisik. Kandungan karagenan pada K.alvarezii meningkatkan DSA secara signifikan (0,98% hingga 9,65%) dan DP (29,80% hingga 37,75%), meskipun terjadi penurunan kecerahan warna (L* 73,57 hingga 62,68) dan derajat putih (69,34% hingga 59,49%). Mi basah yang diperkaya K.alvarezii memberikan hasil penerimaan konsumen terbaik. Perlakuan terbaik terdapat pada M2 (20%:80%), dengan skor hedonik warna 5,93 (suka), aroma 5,63 (suka), rasa 6,10 (suka), dan tekstur 6,03 (suka). Penambahan K.alvarezii 20% menghasilkan mi basah dengan karakteristik fisik dan penerimaan konsumen terbaik.Kata kunci: Evaluasi sensori, Daya pengembangan, Hidrokoloid, Mi basah, Rumput Laut Merah.ABSTRACTWet noodles,a popular food product, have weakness such as high water content, low fiber, and less elastic texture. This study aims to evaluate the effect of the addition of Kappaphycus alvarezii on the physical characteristics and preferences of wet noodles. The study used a Completely Randomized Desigh (CRD) with 4 (four) substitution treatments of K.alvarezii : wheat flour including M0 (0%:100%), M1 (10%:90%), M2 (20%:80%), and M3 (30%:70%). The parameters abserved included water absorption capacity (DSA), swelling power (DP), L* value and degree of whiteness, as well as hedonic tests (color, odor, taste, texture). The results showed that the addition of K.alvarezii significantly affected all physical parameters. The carrageenan content in K.alvarezii significantly increased DSA (0.98% to 9.65%) and DP (29.80% to 37.75%). Despite a decrease in color brightness (L* 73.57 to 62.68) and whiteness (69.34% to 59.49%), wet noodles enriched with K.alvarezii provided the best consumer acceptance results. The best treatment was M2 (20%:80%), with a hedonic score of color 5.93 (like), odor 5.63 (like), taste 6.10 (like), and texture 6.03 (like). The addition of 20% K.alvarezii produced wet noodles with the best physical characteristics and consumer acceptance.  Keywords: Hydrocolloid, Red seaweed, Sensory evaluation, Swelling power, Wet noodles.
Chemical and physical characteristics of Indo-Pacific Tarpon (Megalops cyprinoides) nugget with substitution of tapioca flour and Gracilaria sp. flour Rifani, Rizal; Irawan, Irman; Diachanty, Seftylia; Zuraida, Ita; Sulistiawati, Septiana
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 6, No 2 (2025): Jurnal Perikanan Terpadu Volume 6 Nomor 2
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpterpadu.v6i2.11916

Abstract

Indo-Pacific Tarpon (Megalops cyprinoides) is one of the marine fish commodities found in East Kalimantan and North Kalimantan. One of the uses of Indo-Pacific fish meat is by processing it into nuggets. Fillers such as tapioca flour cause the texture of the nuggets to be too chewy and rather hard, so alternatives binders such as Gracilaria sp. flour are needed. The purpose of this study was to determine the effect of tapioca flour and Gracilaria sp. flour substitution on the physicochemical characteristics of bulan-bulan fish nuggets. This study used an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD) with treatment R0 (20% tapioca flour); R1 (15% tapioca flour :5% Gracilaria sp. flour); R2 (10% tapioca flour:10% Gracilaria sp. flour); R3 (5% tapioca flour: 15% Gracilaria sp. flour); R4 (20% Gracilaria sp. flour) and repeated 3 times. The results of the ANOVA test showed that the substitution of tapioca and Gracilaria sp. flour had a significant effect (p<0.05) on moisture content, protein, fat, ash, carbohydrates, brightness (L*), redness (a*), yellowness (b*), degree of whiteness and EMC (Expressible Moisture Content).  Nugget of bulan-bulan fish substituted with tapioca and Gracilaria sp. flour had a moisture content ranged from (51.89%-52.28%), ash (5.61-6.16%), fat (9.30%-11.29%), protein (32.72% -37.67%), carbohydrates (59.63%-55.77%), EMC (9.51%-25.26%). The results of the folding test Grade A (no cracks if folded in half a circle) and Grade B (cracked if folded in half a circle), with brightness (L*) (61.94-65.98), a* (4.62 - 4.33), b* (21.28 - 23.17) and whiteness (54,91%-56.37%). Based on chemical and physical characteristics, the R2 treatment was the best treatment in this study
Perbedaan Lama Waktu Pengukusan Pada Proses Pemindangan Terhadap Karakteristik Kimia Dan Penerimaan Konsumen Pindang Ikan Bandeng (Chanos chanos) Burhanuddin, Burhanuddin; Irawan, Irman; Diachanty, Seftylia; Sulistiawati, Septiana; Zuraida, Ita
Jambura Fish Processing Journal Vol 8, No 1 (2026): VOLUME 8 NOMOR 1, JANUARY 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jfpj.v8i1.33142

Abstract

Milkfish (Chanos chanos) is one of the leading fishery commodities in East Kalimantan, characterized by its high protein and fat content. One of the efforts to prevent quality degradation in milkfish is through the “pindang” processing method; however, the traditional boiling technique often results in a shorter shelf life. This study aims to evaluate the effect of different steaming durations in the milkfish “pindang” process on chemical characteristics (moisture, ash, fat, and protein content) and consumer preference (hedonic test). The research utilized a Completely Randomized Design (CRD) consisting of four steaming duration treatments: 25 minutes (KP1), 30 minutes (KP2), 35 minutes (KP3), and 40 minutes (KP4), with each treatment replicated three times. Chemical characteristic data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) at a 95% confidence level, followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) if significant effects were found. Meanwhile, hedonic data were analyzed using the Kruskal-Wallis non-parametric test, with the Mann-Whitney test as a post-hoc analysis if significant differences were detected. The results showed that steaming duration significantly affected (p0.05) the chemical characteristics but had no significant effect (p0.05) on the organoleptic parameters (color, aroma, taste, and texture). The chemical characteristics of the product included moisture content (45.59% - 48.81%), ash (1.01% - 1.24%), fat (2.18% - 2.62%), and protein (22.78% - 23.96%). Treatment KP2 (30-minute steaming) was determined as the best treatment based on the optimal balance of nutritional value (23.35% protein and 2.45% fat) and the highest average score in the color sensory parameter (5.40/slightly like).
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENINGKATAN KETERAMPILAN DIVERSIFIKASI PENGOLAHAN IKAN NILA DAN PEMASARAN PRODUK DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Fitriyana, Fitriyana; Irawan, Irman; Zuraida, Ita; Nurasikin, Andi; Pamungkas, Bagus Fajar; Ardhanwinata, Adlina; Jahrah, Fatimah; Rahman, Nur Rinni; Rifai, Muhamad
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.25396

Abstract

Abstrak: Desa Loa Kulu Kota merupakan daerah yang mempunyai potensi perikanan yang sangat besar dalam usaha budidaya, dimana komoditas ikan yang mendominasi data produksi adalah ikan nila (Oreochromis niloticus). Selama ini ikan nila hanya dipasarkan keberbagai daerah di Kabupaten Kutai Kartanegara dalam keadaan hidup/segar, sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan nilai jual komoditas tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat Desa Loa Kulu Kota tentang manfaat dan cara mengolah ikan nila menjadi produk olahan unggulan seperti (ajifurai, bakso ikan, dan kue ikan), memberikan pemahaman akan pentingnya pengemasan produk yang baik dan memberi pengetahuan terkait pemasaran produk yang efektif dan efisien. Sasaran dari kegiatan ini adalah istri pelaku usaha budidaya keramba dan pelaku UMKM setempat, kegiatan pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 02 Oktober 2022 di Desa Loa Kulu Kota dan dihadiri sebanyak 30 orang. Metode pelatihan yang dilaksanakan terdiri dari penyampaian materi, diskusi atau tanya jawab, dan demonstrasi pengolahan (praktik). Hasil kegiatan menunjukkan masyarakat Desa Loa Kulu Kota sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pelatihan dilihat dari jumlah kehadiran dan keaktifan peserta, dari yang sebelumnya warga kurang kreatif menjadi lebih kreatif dalam memvariasikan produk olahan berbahan baku ikan nila seperti produk olahan yang sudah di praktekkan dan didampingi langsung oleh tim pengabdi diantaranya ajifurai, fish ball, dan fish cake. Dari yang sebelumnya warga menyepelekan proses pengemasan produk kini warga menjadi lebih paham akan pentingnya pengemasan produk selain sebagai daya tarik pengemasan produk yang baik dan sesuai standar dapat menambah usia ketahanan pangan, serta warga menjadi lebih paham pentingnya strategi pemasaran untuk mencapai kesusksesan dalam penjualan produknya.Abstrack: Loa Kulu Kota Village is an area that has enormous fisheries potential in cultivation, where the fish commodity that dominates production data is tilapia (Oreochromis niloticus). So far, tilapia fish have only been marketed to various areas in Kutai Kartanegara Regency alive/fresh, so efforts are needed to increase the selling value of this commodity. This activity aims to provide knowledge to the people of Loa Kulu Kota Village about the benefits and how to process tilapia into superior processed products such as (ajifurai, fish balls and fish cakes), provide an understanding of the importance of good product packaging and provide knowledge related to product marketing. effective and efficient. The targets of this activity were the wives of cage cultivation businesses and local MSMEs. This training activity was held on October 2 2022 in Loa Kulu City Village and was attended by 30 people. The training method implemented consists of delivering material, discussion or question and answer, and processing demonstrations (practice). The results of the activity show that the people of Loa Kulu Kota Village are very enthusiastic in participating in training activities seen from the number of participants attending and active. From previously the residents were less creative to becoming more creative in varying processed products made from tilapia fish, such as processed products that have been practiced and accompanied directly by the service team includes ajifurai, fish ball, and fish cake. From previously residents taking the product packaging process for granted, residents now understand more about the importance of product packaging apart from being attractive, good product packaging that meets standards can increase food security, and residents understand more about the importance of marketing strategies to achieve success in selling their products.