Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

EFEKTIFITAS PERLINDUNGAN PENYU LAUT DAN HABITAT PESISIR PASIE PANGA MELALUI QANUN MUKIM PANGA NOMOR 1 TAHUN 2016 Masyumi Masyumi; M. Arif Nasution; Mohamad Gazali; Syarifah Zuraidah
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlaot.v2i2.3069

Abstract

Qanun kabupaten/kota adalah Peraturan Perundang-undangan sejenis peraturan daerah kabupaten/kota yang mengatur penyelenggaraan pemerintahan dan kehidupan masyarakat kabupaten/kota di Aceh. Pada tahun 2012 Pemuda yang berasal dari beberapa desa pinggiran pantai di Kecamatan Panga, mereka membentuk tim konservasi penyu yang diberi nama Tim Konservasi Penyu Aroen Meubanja. Tim konservasi bersama masyarakat bekerjasama untuk mengatasi masalah pencurian telur penyu dan kerusakan terhadap habitat penyu. Jika kegiatan tersebut tidak dihentikan maka keberlangsungan hidup penyu akan terancam punah. Masalah yang dihadapi dalam penelitian ini adalah seberapa besar tingkat efektivitas dari dan bagaimana hasil evaluasi dari penerapan Qanun Mukim Panga. Untuk mengatasi masalah tersebut maka peneliti menggunakan metode AHP untuk mengetahui efektifitas perlindungan penyu dan habitat. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data hasil jawaban kuesioner yang dibagikan kepada 39 responden dengan dua jenis kuesioner, yaitu kuesioner AHP dan kuesioner analisis SWOT. Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini adalah sosialisasi qanun, pelaksanaan qanun, perlindungan penyu, dan sanksi. Langkah- langkah untuk mengetahui tingkat efektifitas dengan metode AHP adalah dengan menyusun tingkat prioritas dari empat kriteria, menghitung matriks pembobotan, dan faktor evaluasi dan hasil pada masing-masing kriteria. berdasarkan hasil urutan langkah pada metode AHP, diketahui tingkat efektifitas dari penerapan qanun mukim panga adalah sebesar 0,87 (87%).
Nilai Produksi dan Pemasaran Gurita (Octopus sp) di Tiga Bersaudara Kabupaten Simeulue Provinsi Aceh Ermiati Putri; Syarifah Zuraidah
JURNAL SOSIAL EKONOMI PESISIR Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Sosial Ekonomi Pesisir
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Simeulue Regency has very diverse and abundant marine fishery resources, one of which is octopus (Octopus sp) which is a superior commodity that can improve the community's economy. This research was carried out in Tiga Bersaudara from August 30 to October 30, 2021. This study aims to determine the production and marketing value of octopus in the Tiga Bersaudara. In this study using qualitative data methods where this data can be more likely to explore problems more clearly because the research was carried out directly which was used in research. Based on the results of the research, the production of octopus in August and October increased while in September it decreased due to unfavorable weather factors. Advantages in the Tiga Bersaudara are good at implementing planning, organizing, directing and supervising. Where the quality of the octopus produced is maintained so that it can produce packaged products that can increase productivity.
Analisis Tingkat Minat Anak Usia Sekolah Dasar Mengonsumsi Ikan dan Produk Perikanan (Biscuit Modisco Ikan Lele) di Desa Alue Ambang, Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya Liza Misnati; Syarifah Zuraidah
JURNAL SOSIAL EKONOMI PESISIR Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Sosial Ekonomi Pesisir
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui persentase anak yang menyukai ikan dan biscuit modisco ikan lele usia sekolah. Metode data penelitian deskriptif pada tingkat minat anak usia sekolah dasar dengan metode survei mengunakan quetioner dan uji organolabtik. Capaian dari penelitian ini adalah olahan ikan sebagai alternatif kepada anak yang rendah akan konsumsi ikan, dan untuk memenuhi sumber energi dari biscuit modisco ikan lele untuk mencegah kekurangan gizi pada anak usia sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk mengetahui presentase konsumsi protein ikan pada anak usia sekolah dasar menjadi salah satu indikator tercukupinya protein pada masa sekolah dasar dimana masa usia sekolah dasar juga masa transisi ke remaja yang membutuhkan tingkat protein yang harus tercukupi untuk mengoptimalkan tumbuh kembang otak salah satu caranya ialah melakukan pengukuran tingkat minat konsumsi ikan dan olahan kue ikan modisco pada pada anak usia sekolah dasar kelas IV, V, dan VI.
ANALISIS NILAI TUKAR NELAYAN (NTN) BERDASARKAN ALAT TANGKAP DI PPI SAWANG BAU KABUPATEN ACEH SELATAN Syarifah Zuraidah; Zuriat Zuriat; Teuku Amarullah; Uswatuh Hasanah; Esi Lianda
JURNAL PERIKANAN TROPIS Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpt.v9i1.7683

Abstract

Abstract The welfare system plays a significant role in communal life. The source of welfare is seen from an economic perspective. The size of a person's opinion describes what his job is. In terms of the economy, fishermen have long been perceived as being in poverty. At PPI Sawang Ba'u, fishermen use purse seines, fishing lines, and nets as their primary means of capture. In order to meet household demands and achieve success, income and expenses must be matched. The study's objective was to estimate the exchange rate for fishing gear among the fishermen in PPI Sawang Ba'u in the South Aceh District. A quantitative descriptive methodology was used in this study. The sample consisted of 83 crew members (ABK), including 70 responses for purse seines, 7 for fishing rods, and 6 for net fishing gear. The highest average monthly income from purse seine fishing is RP 4,021,000, and the lowest average monthly income from net fishing is RP 1,798,333. The greatest average monthly expenditure from net fishing is RP 2,845,367, and the lowest average monthly expenditure from purse seine fishing is RP 2,168,599, respectively. When the Fishermen's Exchange Rate (NTN) at PPI Sawang Ba'u is greater than 1, it indicates that the fishermen are prosperous. Conversely, when the NTN is lower than 1, it indicates that the fishermen are not prosperous, and when it is lower yet when employing fishing nets, it indicates that the fisherman are not successful.Keywords: expenditure, fishermen exchange rate, fishing gear, income, welfare
Gemarikan and Fishery Product Diversification Training as Effort of Reduce Stunting Prevalence Hasti Detriani; Ikhsanul Khairi; Muhammad Rizal; Zuriat Zuriat; Hamidi Hamidi; Syarifah Zuraidah; Fazril Syahputra; Rudi Hermi; Nabila Ukhty; Anhar Rozi; Muhammad Faisi Ikhwali
Eumpang Breuh : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): EUMPANG BREUH : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/ebjpm.v2i2.8870

Abstract

Stunting is a condition of failure to thrive in two-year-old babies due to chronic malnutrition. A short height characterizes babies experiencing stunting compared to other babies their age. One of the districts in Aceh Province with high stunting cases is Simuelue, with a prevalence reaching 35.7% in 2017. Various factors influence stunting, including nutrition and food quality. This service activity aims to increase public knowledge about the diversification of processed fish products and increase interest in eating fish, contributing to reducing stunting. The activity was carried out in two stages. The first is a campaign to enjoy eating fish using the socialization method. The campaign begins with socializing material about the benefits of eating fish, and introducing the types of fish. This activity ended with distributing processed fish meat products, namely nuggets. The second stage is the diversification of processing products using the workshop method. The workshop begins with explaining the steps for making a product, and then participants are divided into groups and make the product with their group. At each stage of the activity, a pre-test and post-test are given. The post-test results showed that understanding of product diversification and popularity increased after this activity.
Analisis Pendapatan Pedagang Ikan Di Lokasi Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Ujong Seurangga Kabupaten Aceh Barat Daya Syarifah Zuraidah; Zuriat Zuriat; Ismail Ismail; Teuku Amarullah
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 2, No 2 (2021): JURNAL PERIKANAN TERPADU VOLUME 2 NOMOR 2
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jupiter.v2i2.5203

Abstract

PPI Ujong Serangga merupakan satu-satunya PPI yang terletak di Kecamatan Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya. Transaksi pembelian ikan berasal dari berbagai daerah baik dari masyarakat Kabupaten Aceh Barat Daya maupun dari luar kabupaten. Permasalahan yang terjadi pada pedagang ikan yaitu harga ikan yang mengalami fluktuasi dan tidak tersedianya data mengenai modal usaha dan keuntungan pedagang ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah pendapatan pedagang ikan di Kecamatan Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya (Studi Kasus TPI Ujong Serangga). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Pengambilan data dengan cara pengamatan dan wawancara terhadap 8 orang pedagang ikan di pelataran TPI. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil kuesioner, wawancara dan observasi langsung di lapangan, sedangkan data sekunder berupa data jumlah produksi ikan segar selama satu bulan dan melalui penelusuran pustaka. Hasil analisis menunjukkan bahwa penghasilan rata-rata pedagang ikan perbulan sebesar Rp 22.514.513 dengan hasil penjualan sebesar Rp142.268.750/bulan dan biaya operasional sebesar Rp 119.754.237/bulan. Hal ini menunjukkan bahwa pedangang ikan di TPI Ujong Seurangga memiliki profit yang baik.
ANALISIS USAHA PENGASAPAN IKAN LELE (Clarias) UD. SAROHA KECAMATAN BINJAI UTARA, SUMATRA UTARA Syarifah Zuraidah
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Perikanan Terpadu
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jupiter.v1i1.754

Abstract

Ikan lele asap merupakan olahan hasil perikanan yang bahan baku utamanya adalah ikan lele dan melalui proses pengolahan dengan sistem pengasapan. Berkembangnya ilmu pengetahuan sumber daya manusia ikan lele tersebut tidak hanya dipasarkan secara hidup. Usaha pengolahan tersebut menjadi usaha rumah tangga karena sistem pengolahan yang mudah tanpa harus membutuhkan modal yang banyak. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis usaha dari pengolahan ikan asap secara finansial di Unit Pengolahan Ikan (UPI) lele asap UD. Saroha Binjai, Sumatera Utara. Sumber data digunakan ada dua jenis yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dan partisipasi aktif yaitu ikut langsung didalam pengolahan atau proses pembuatan ikan asap dan juga pemasaran. Sedangkan sekunder diperoleh dari laporan keuangan perusahaan yaitu data dari laporan keuangan,data gambaran umum lokasi perusahaan dan juga dari hail studi pustaka. Hasil produksi ikan lele asap UD saloha dijual ke wilayah Medan, Subulussalam, Singkil, Pekanbaru, dan Padang dengan cara pengiriman melalui paket dan pengantaran. UD. Saroha mampu mengolah 400 kg ikan segar menjadi 112 kg/hari dimana dalam 1 bulan UD saloha memproduksi sebanyak 26 kali produksi, berarti dalam waktu 1 bulan UD saloha memproduksi sebanyak 2.912 Kg dengan harga Rp.65.000/Kg. Dalam jangka waktu sebulan mengeluarkan biaya Rp 167,669,631/bln yang mencakup biaya total, biaya variabel dan biaya investasi. Adapun penerimaan dari hasil penjualan Rp.189.280.000/bln, maka Keuntungan yang peroleh sebesar Rp.21.610.369/bulan. Berdasarkan hasil penelitian didapat Net B/C yaitu 1,13 yang artinya analisis kelayakan usaha ikan lele asap UD. Saroha layak dan memberi manfaat karena nilainya lebih dari 1. Kata Kunci : analisis,usaha UD Saloha, Pengasapan ,ikan lele
PERAN ISTRI NELAYAN DALAM RANGKA MENINGKATKAN ENDAPATANKELUARGA ( STUDI KASUS ISTRI NELAYAN DI GAMPONG PADANG BARU KECAMATAN SUSOH KABUPATEN ACEH BARAT DAYA ) Syarifah Zuraidah
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Perikanan Terpadu
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/.v1i2.799

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Gampong Padang Baru, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya. Pada bulan April 2018. Penelitian ini bertujuan utuk Menganalisis rata-rata kontribusi istri nelayan terhadap pendapatan total keluarga nelayan dan Untuk mengidentifikasi jenis-jenis pendapatan istri nelayan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dari semua responden. Data yang diperoleh dari hasil penelitian ini dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif .hasil penelitian menunjukan bahwa kontribusi pendapatan istri nelayan berpengaruh cukup besar yaitu sebesar 35,18 % terhadap pendapatan keluagra. Istri nelayan memperoleh pendapatan bekerja sebagai tukang nyuci/gosok, jual kue membuka kios, jahit menjahit, Peternak, penjaga anak dengan total rata-rata pendapatan sebesar Rp. 890.773.Kata kunci : Peranan, Suami Istri, Penghasilan, Rumah Tangga            The research carried in Padang Baru Village, Sub- district Susoh, District Aceh Barat Daya. At April 2018. The purpose of this study for analyze the average contribution of the wives of the fishermen's  to the total fishermen's family income and for identify kind of income  by the wives of the fishermen's. The method of this research was survey method. Collection of data carried out by used questionnaires from all respondents. Data obtained from this study was analyzed using quantitative descriptive method. The results of this study showed that contribution of the wives income had a significant influence, namely 35.18% to fisherman's family income. The  wives of fisherman's had income fom  worked as a cleaning service, selled cake, open the kios, became a Tailor, a Farmers, became a baby sitter with total income was Rp. 890,773.Keywords: Role, Fisher Man Wife, Income, Household 
ASPEK FISIKA TANAH MANGROVE Rhizopora sp. DI KAWASAN MANGROVE KABUPATEN ACEH JAYA Syarifah Zuraidah
Journal of Aceh Aquatic Sciences Vol 2, No 1 (2018): Journal of Aceh Aquatic Sciences
Publisher : Journal of Aceh Aquatic Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/.v2i1.1692

Abstract

Peningkatan Kapasitas Produksi Pada Home Industry Gudang Terasi Udang Kecamatan Meureubo, Aceh Barat Rahmawati; Syarifah Zuraidah; Teuku Amarullah; Zuriat
KAIBON ABHINAYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/ka.v6i2.7801

Abstract

Aceh Barat Regency is directly facing the sea and has many local potentials that can be utilized, including rebon shrimp. In the rainy season, many rebon are caught, but in the dry season, many small fish are caught. People usually sell fish and rebon directly at very low prices. Pumpkin shrimp, which are dried, are then resold. As one of the perishable fishery products, prawn shrimp must be processed so that it can last for a long time. For years, shrimp paste warehouses have been processing rebon into shrimp paste. However, the industry has not maximized its production. Therefore, there was a training to increase the production capacity of shrimp paste by using printing aids, which can produce more shrimp paste in one printing process. This training is intended to improve the ability of industrial houses to produce products with time efficiency in production. The training assisted industrial houses in streamlining the shrimp paste production process, allowing them to increase their production capacity in a single production run. In addition, terasi business owners received training on product branding to increase sales and expand the market, thereby increasing revenue.