Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Kepribadian Tokoh Utama dalam Novel Mariposa Karya Luluk HF Kajian Psikologi David Krech Edi Sutikno; Dzarna Dzarna; Dina Merdeka Citraningrum
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5217

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis konsep emosi teori David Krech yang terdiri dari konsep rasa bersalah,rasa bersalah yang dipendam,menghukum diri sendiri,rasa malu.kebencian,kesedihan dan cinta.Aspek dari penelitian ini yaitu dari 7 klasifikasi emosi tersebut.Data dari penelitian ini berupa kata-kata dan kalimat yang berupa dialog serta kata-kata dalam kalimat yang berupa narasi dalam bentuk klasifikasi emosi tokoh Acha dalam novel Mariposa karya Luluk HF.Sumber data pada penelitian ini ialah berupa novel Mariposa karya Luluk HF. Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dan catat.Adapun hasi dari penelitian saya bahwa dalam novel Mariposa karya Luluk HF terdapat klasifikasi emosi menurut teori David Krech seperti,konsep rasa bersalah,rasa bersalah yang dipendam,menghukum diri sendiri,rasa malu,kebencian,kesedihan dan cinta.
PROTOTIPE SISTEM IRIGASI PRESISI TANAMAN JAGUNG MENGGUNAKAN SENSOR KELEMBAPAN BERBASIS IOT PADA LAHAN BERPASIR Sutikno, Sutikno; Fitriyah, Nur Qodariyah; Putra, Dua Rizki Dharma
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v13i2.6404

Abstract

Jagung merupakan salah satu komoditas pangan utama yang membutuhkan manajemen irigasi yang tepat untuk mencapai hasil produksi yang optimal. Pada umumnya sistem irigasi konvensional sering kurang efektif dalam memenuhi dan mengontrol kebutuhan air tanaman jagung secara optimal karena tidak dilengkapi dengan monitoring secara real-time khususnya pada lahan berpasir. Tanah berpasir dikenal memiliki kemampuan retensi air yang rendah, sehingga memerlukan manajemen irigasi yang presisi untuk memastikan ketersediaan air yang optimal bagi pertumbuhan tanaman. Sistem irigasi presisi ini dilengkapi dengan sensor kelembapan tanah (soil moisture sensor) yang terhubung dengan mikrokontroller ESP32 untuk memantau tingkat kelembapan tanah di area penanaman jagung. Mikrokontroller ini akan memproses data sensor dan mengambil keputusan seberapa banyak air yang dibutuhkan oleh tanaman. Sistem ini akan di integrasikan dengan platform IoT Blynk sebagai antarmuka pengguna melalui aplikasi smartphone. Melalui aplikasi ini, pengguna dapat memantau kondisi kelembapan tanah secara real-time sehingga penggunaan air menjadi lebih efisien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini dapat meningkatkan efisiensi dalam proses irigasi presisi dan pemantauan tanaman jagung khususnya pada lahan berpasir.
Tera Ulang KWh Meter Tua Menggunakan Alat Tera Portabel Berbasis Sensor PZEM-004T (Studi Kasus di PT. PLN (Persero) ULP Klakah) Ridho, Muhammad Ali; Auliq, Muhammad A'an; Fitriana, Fitriana; Iswahyudi, Iswahyudi; Sutikno, Sutikno
Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM) Vol 7, No 1 (2025): ELKOM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/elkom.v7i1.22920

Abstract

Dalam menyalurkan energi listrik ke konsumen diperlukan alat ukur dengan akurasi yang baik sehingga perhitungan pemakaian konsumen dapat terukur dengan sebenar-benarnya. Saat ini, masih banyak kWh meter yang digunakan PLN yang sudah bisa dikatakan tua karena masih banyak kWh meter dengan usia pemakaian diatas 15 tahun, tentunya ini perlu dievaluasi oleh PLN dengan melakukan proses TERA ulang demi memastikan KWh meter tua ini masih memiliki akurasi pengukuran yang baik. Untuk mempermudah proses TERA ulang kWh meter tua yang ada di konsumen diperlukan alat bantu TERA yang simple dan portabel sehingga dapat mempercepat proses TERA ulang dan hasil dari TERA ulang ini dapat menjadi usulan penggantian kWh meter. Penggunaan alat tera portabel berbasis sensor PZEM-004T dalam proses tera ulang diharapkan dapat memberikan solusi yang efektif dan efisien dalam meningkatkan keandalan pengukuran kWh meter. Selain itu, dengan data akurat yang diperoleh dari alat ini, PT. PLN (Persero) ULP Klakah dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengganti atau memperbaiki kWh meter yang tidak lagi akurat, sehingga menjaga kepuasan pelanggan dan mendukung operasi yang efisien. Dari 10 sampel uji yang dilakukan pengujian diperoleh hasil 20% kondisi normal dan 80% pengukuruan tidak normal atau memiliki akurasi pengukuran yang kurang baik. 
PENGARUH KONSENTRASI KMnO4 TERHADAP BIOLEKTRISITAS DOUBLE CHAMBER MICROBIAL FUEL CELL DENGAN SUBTRAT LIMBAH KULIT KAKAO Fitriana, Fitriana; Auliq, Muhammad A'an; Galuh, Senki Desta; Sutikno, Sutikno; Adytia, Daffa Gibran; Hasan, Moh. Ibnu
Jurnal Media Elektro Vol 14 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jme.v0i0.21397

Abstract

The increasing use of fossil fuels for electricity generation leads to scarcity and greenhouse gas emissions, necessitating a solution in the form of a transition to environmentally friendly renewable energy. One renewable energy source that is currently being developed is the Microbial Fuel Cell (MFC), which utilizes bacterial metabolism to generate electrical energy. MFC generally consists of two chambers: an anode chamber containing microorganisms and substrates, and a cathode chamber containing an electrolyte solution. The organic material used as a substrate in the anode chamber of the MFC in this study is cocoa pod husk waste, while the electrolyte solution in the cathode chamber is potassium permanganate (KMnO₄). This study will analyze the effect of KMnO₄ concentration on the bioelectricity of the cocoa pod husk MFC, including current, voltage, and power density. The KMnO₄ concentrations used are 0.02 M, 0.03 M, and 0.04 M. The bioelectricity testing results show that the KMnO₄ concentration in the cathode chamber affects the system's performance, with a 0.03 M concentration producing the highest current and power density.
Eksplorasi Energi Biogas di PT. Biro Teknik Sinar Baru Iswahyudi, Iswahyudi; Sutikno, Sutikno; Auliq, M A’an; Ariyani, Sofia; Sofia, Deni
Journal of Mechanical Engineering Vol. 1 No. 1 (2024): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jme.v1i1.2181

Abstract

Energy sources originating from fossil fuels such as petroleum, coal and others cause environmental damage and increase greenhouse gases. Cow dung is a renewable energy source that is rarely used but has many benefits after being produced into biogas which can be used as electricity and gas. The advantages of using livestock manure into biogas include renewable energy, biogas can reduce environmental pollution and reduce greenhouse emissions. In this research, we studied biogas energy exploration at PT Bureau Teknik Sinar Baru. A comparative study of the potential of biogas and LPG from several aspects, namely duration, volume of use, CO gas, and cost, has been carried out with the aim of evaluating the advantages and limitations of each of these energy sources. Based on the test results, biogas is 14 minutes faster, more economical 0.05 liters, and the CO gas produced is 0.20% - 0.33% smaller than LPG for boiling 5 liters of water. In conclusion, this study shows that biogas has the potential to be a cheaper, environmentally friendly and sustainable alternative energy source compared to LPG.
Media Wudhu Smart Penunjang Keberlanjutan Air Bersih dan Sanitasi di Masjid SMK Muhammadiyah 5 Jember Dewi, Ilanka Cahya; Sutikno, Sutikno; Mufarida, Nely Ana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v8i3.8622

Abstract

Penggunaan air yang boros di tempat ibadah seperti masjid, menjadi salah satu tantangan dalam upaya pelestarian sumber daya air. Untuk mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 6: Clean Water and Sanitation, program pengabdian masyarakat ini bertujuan mengedukasi masyarakat tentang pola hidup hemat air melalui penerapan Wudhu Smart di Masjid SMK Muhammadiyah 5 Jember. Inovasi ini  dirancang sebagai alat bantu untuk mengontrol penggunaan air secara efisien saat berwudhu, sehingga dapat mengurangi pemborosan tanpa mengurangi kenyamanan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif di Masjid SMK Muhammadiyah 5 Jember untuk mengkaji efektivitas Media Wudhu Smart dalam mendukung keberlanjutan air bersih. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Keterbatasan studi mencakup lokasi tunggal, minimnya data kuantitatif, dan waktu pengamatan yang singkat. Metode pelaksanaan program ini meliputi sosialisasi, pemasangan alat Wudhu Smart, monitoring dan evaluasi efektivitasnya. Sosialisasi dilakukan kepada siswa, guru, dan masyarakat sekitar untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi air. Pemasangan Wudhu Smart bertujuan membatasi aliran air sesuai kebutuhan pengguna, sehingga menekan konsumsi air secara signifikan. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan jumlah penggunaan air sebelum dan sesudah penerapan alat ini. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Wudhu Smart mampu mengurangi konsumsi air hingga 30-40%, serta meningkatkan kesadaran pengguna terhadap pentingnya pola hidup hemat air. Respon dari peserta juga sangat positif, dimana mereka merasa lebih bertanggung jawab dalam penggunaan air sehari-hari. Dengan demikian, program ini tidak hanya memberikan solusi praktis dalam konservasi air, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membentuk budaya hemat air berkelanjutan di lingkungan pendidikan dan masyarakat luas.
Pemasangan CCTV berbasis IoT pada minimarket Aisyiyah cabang Kaliwates Kabupaten Jember Fitriana Fitriana; Yusril Izzi Arlisa Amiri; Sutikno Sutikno; Iswahyudi Iswahyudi; Faisal Akbar; Dyfan Nandatama Putra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32234

Abstract

AbstrakMinimarket Aisyiyah Cabang Kaliwates, Kabupaten Jember, merupakan unit usaha baru yang dibangun untuk mendukung kemandirian ekonomi organisasi Aisyiyah Cabang Kaliwates Kabupaten Jember. Sebagai minimarket yang baru dibangun, minimarket PCA Kaliwates belum memiliki sistem keamanan yang memadai, terutama untuk mengantisipasi potensi pencurian. Berdasarkan hal tersebut maka kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan sistem keamanan minimarket melalui implementasi teknologi Closed Circuit Television (CCTV). Metode kegiatan meliputi survei lokasi, identifikasi kebutuhan perangkat CCTV, pemasangan perangkat CCTV, integrasi sistem dan pengujian, pelatihan pengoperasian CCTV, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh kamera CCTV yang terpasang di sekitar minimarket berhasil menampilkan dan merekam aktivitas di sekitar minimarket dengan jelas dan koneksi yang stabil ke cloud storage, sehingga data dapat disimpan dan diakses kapan saja. Kata kunci: CCTV berbasis IoT; minimarket; pencegahan pencurian; sistem keamanan AbstractAisyiyah Minimarket, Kaliwates Branch, Jember Regency, is a new business unit built to support the economic independence of the Aisyiyah organization, Kaliwates Branch, Jember Regency. As a newly built minimarket, the PCA Kaliwates minimarket does not yet have an adequate security system, especially to anticipate potential theft. Based on this, this community service activity aims to improve the minimarket security system through the application of Closed Circuit Television (CCTV) technology. Activity methods include site surveys, identifying CCTV device needs, CCTV device installation, system integration and testing, CCTV operation training, as well as monitoring and evaluation. The results of the activity show that all CCTV cameras installed around the minimarket have succeeded in displaying and recording activities around the minimarket clearly and with a stable connection to cloud storage, so that data can be stored and accessed at any time. Keywords: IoT based CCTV; minimarket; theft prevention; security systems
The Study of The Potential and Feasibility of Utilizing Biogas Energy as Power Plant at PT. BTSB Jember Ahmad Aulia Reja; Sofia Ariyani; Aji Brahma Nugroho; Mokh. Hairul Bahri; Sutikno
JEECS (Journal of Electrical Engineering and Computer Sciences) Vol. 8 No. 2 (2023): JEECS (Journal of Electrical Engineering and Computer Sciences)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Bhayangkara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54732/jeecs.v8i2.4

Abstract

The limitation and scarcity of energy sources derived from fossil fuels necessitate the solution of utilizing renewable and replenishable alternative energy sources such as biogas. PT. BTSB (Biro Teknik Sinar Baru) is one of the companies in Jember Regency that has started utilizing biogas energy. However, the utilization of biogas is limited to cooking purposes only. Despite being used only for cooking, biogas can also be utilized as a source of electrical energy.Therefore, in this study, an analysis is conducted to determine the potential of biogas at PT. BTSB that can be utilized as a source of electrical energy. The first step taken in this research was to collect data from PT BTSB Jember regarding biogas which includes: number of cow, target of biogas volume, temperature in digester tank, pressure in digester tank, and methane (CH4) content in biogas. Based on this data, further calculations will be performed for mol of biogas, volume of biogas, electrical energy and power, conversion and production of energy and electrical power, and cost of energy production. Based on the research results, it is known that PT BTSB yields an average of 5.15 m³ of biogas per day and a potential of 57.53 kWh of electrical energy per day. With a cost of around Rp. 23,274,117 per day for each kWh, electricity from PT. BTSB’s biogas proves to be cost-effective. Thus, the biogas energy at PT. BTSB has the potential to be used as a biogas power plant.
Pemanfaatan Energi Surya Sebagai Penyedia Energi Listrik Untuk Lampu Penerangan Pada Area Pemakaman Perum Pesona Wirolegi Jember Muhammad A'an Auliq; Sutikno Sutikno; Dudi Irawan; Iswahyudi Iswahyudi; Fitriana Fitriana
ABDIMASTEK Vol. 4 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/abdimastek.v4i1.3621

Abstract

Di area pemakaman Perum Pesona Wirolegi Jember yang luasnya sekitar 500 meter persegi sering kali terlalu gelap pada malam hari. Kondisi ini tidak hanya membuat suasana menjadi tidak nyaman, tapi juga menakutkan bagi orang yang lewat atau harus menghadiri pemakaman malam hari. Seringnya, pemakaman harus ditunda sampai keesokan harinya karena tidak ada penerangan. Meskipun telah mencoba menggunakan genset sebagai solusi sementara, cara ini tidak praktis atau hemat biaya karena pengurus pemakaman harus menyewa genset, dikarenakan Rukun Kematian (RKM) tidak memiliki genset sendiri. Sebagai solusi inovatif, diputuskan untuk memasang panel surya yang akan menyediakan energi listrik untuk penerangan, menjanjikan visibilitas yang lebih baik di malam hari serta mendukung kegiatan pemakaman tanpa perlu menunggu hingga pagi. Namun, tantangan muncul karena pengurus RKM belum familiar dengan teknologi panel surya, baik dalam hal penggunaannya maupun perawatannya, yang bisa membuat mereka kebingungan setelah instalasi. Untuk mengatasi masalah ini, selain instalasi panel surya, akan diadakan sesi sosialisasi bagi pengurus RKM di Pesona Wirolegi. Program ini akan mencakup tahapan observasi lapangan, persiapan, pemasangan, pengujian, dan sosialisasi tentang penggunaan serta perawatan panel surya, memastikan keberlanjutan dan efektivitas sistem penerangan baru ini bagi komunitas Pesona Wirolegi
KARAKTERISTIK TINGKAT KEKERASAN BIOMASSA DENGAN PENDEKATAN ANALISIS PROKSIMAT Nurhalim Nurhalim; Sutikno Sutikno; Nely Ana Mufarida; Anis Siti Nurrohkayati
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v7i2.3288

Abstract

Pemanfaatan biomassa sebagai sumber energi terbarukan memerlukan karakterisasi sifat fisik dan kimia untuk menentukan kesesuaiannya sebagai bahan bakar. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi hubungan tingkat kekerasan biomassa dengan karakteristik proksimat, rendemen, dan nilai kalor setelah proses pirolisis. Bahan yang digunakan meliputi daun, sabut, dan cangkang kelapa, masing-masing sebanyak 400 g. Seluruh bahan dipirolisis pada suhu 500°C selama 3 jam. Tingkat kekerasan diukur sebelum dan sesudah pirolisis menggunakan metode Shore D, sedangkan karakteristik biomassa ditentukan melalui pengujian kadar air, zat terbang, kadar abu, karbon terikat, nilai kalor, dan rendemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cangkang kelapa memiliki tingkat kekerasan tertinggi, yaitu 61,5 HD sebelum pirolisis dan 40 HD setelah pirolisis. Cangkang kelapa juga menghasilkan rendemen tertinggi sebesar 62,5 %, kadar karbon 23,98 %, dan nilai kalor 4.779 cal/g. Sebaliknya, sabut kelapa memiliki tingkat kekerasan terendah, yaitu 10 HD sebelum pirolisis dan 7 HD setelah pirolisis. Hasil tersebut menunjukkan kecenderungan bahwa biomassa dengan tingkat kekerasan lebih tinggi memiliki kadar karbon, rendemen, dan nilai kalor yang lebih tinggi. Namun, kualitas biomassa sebagai bahan bakar tidak hanya ditentukan oleh kekerasan, tetapi juga oleh kadar air, zat terbang, kadar abu, serta metode konversi yang digunakan. Cangkang kelapa menunjukkan karakteristik paling baik di antara ketiga jenis biomassa yang diuji dan berpotensi digunakan sebagai bahan baku energi padat berbasis biomassa.