Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : PRISMA FISIKA

Dinamika Populasi Sistem Hybrid Semiconductor Quantum Dot – Metal Ellipsoid Siti Wildayati; Bintoro Siswo Nugroho; Yuris Sutanto
PRISMA FISIKA Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v11i1.65006

Abstract

Telah dilakukan studi teoretis sistem hybrid semiconductor quantum dot (SQD) yang dimodelkan sebagai two-level system yang digabungkan dengan metal nanoparticle (MNP) berbentuk ellipsoid. Studi ini dilakukan untuk melihat perubahan dinamika populasi jika aspek rasio pada MNP ellipsoid divariasikan. SQD digambarkan secara kuantum dengan formalisme density matrix. MNP digambarkan secara klasik dan dikarakterisasi dari nilai polarisabilitasnya. Dinamika populasi dapat diselesaikan dengan persamaan gerak elemen density matrix melalui bantuan metode Runge-Kutta Fehlberg (RKF 45). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika aspek rasio diperbesar, terjadi penurunan frekuensi osilasi pada dinamika populasi dan osilasi tersebut lebih cepat mecapai steady state.
Identifikasi Ketebalan Lapisan Tanah Gambut Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas (Studi Kasus: Daerah Parit Haji Muksin II Kabupaten Kubu Raya) Nuraisyah, Nuraisyah; Sutanto, Yuris; Perdhana, Radhitya
PRISMA FISIKA Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v12i2.79959

Abstract

Wilayah Parit Haji Muksin II merupakan salah satu tempat dengan pembangunan yang cukup cepat, namun terdapatnya tanah gambut pada lahan konstruksi akan menjadi hambatan yang cukup serius dari perspektif daya dukung bangunan dikarenakan tanah gambut memiliki karakteristik yang mudah terkompresi. Penelitian terkait identifikasi bawah permukaan tanah gambut perlu dilakukan menggunakan metode geolistrik resistivitas yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi bawah permukaan. Menggunakan konfigurasi Wenner-Schlumberger dengan 4 lintasan dan panjang masing-masing lintasan 45 meter. Hasil penampang 2D menunjukkan nilai resistivitas lapisan gambut bervariasi yaitu pada lintasan pertama didapat rentang nilai resistivitas berkisar antara 58,1 Ωm hingga 189 Ωm, kemudian pada lintasan kedua tanah gambut memiliki nilai resistivitas berkisar antara 6,72 Ωm hingga 323 Ωm, selanjutnya pada lintasan ketiga nilai resistivitas berkisar antara 58,1 Ωm hingga 323 Ωm. Pada lintasan keempat didapat nilai resistivitas berkisar antara 111 Ωm hingga 323 Ωm, dengan kedalaman gambut mencapai lebih dari 5 meter. Lapisan selanjutnya yang ditemukan yaitu lempung dengan nilai resistivitas 6,72 Ωm hingga 58,1 Ωm dengan kedalaman mulai dari 2 sampai 9 meter. Validasi telah dilakukan menggunakan data bor dan didapat hasil pengeboran tanah gambut mencapai kedalaman lebih dari 5 meter. Hasil pengeboran ini sesuai dengan hasil penampang 2 dimensi menggunakan konfigurasi Wenner-Schlumberger pada masing-masing lintasan yang mendapatkan lapisan tanah gambut mencapai kedalaman hingga 5 meter.
Identifikasi Keberadaan Air Tanah Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Di Desa Kapur Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat Bayangkari, Emilia Kristin; Zulfian, Zulfian; Sutanto, Yuris
PRISMA FISIKA Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v13i2.81474

Abstract

Identifikasi air tanah di Desa Kapur Kabupaten Kubu Raya telah berhasil dilaksanakan. Metode yang digunakan untuk identifikasi tersebut adalah metode geolistrik resistivitas dengan konfigurasi Wenner-Schlumberger. Pengolahan data menggunakan perangkat lunak Res2Dinv untuk memperoleh penampang resistivitas 2D di bawah permukaan pada lokasi penelitian. Lintasan yang dibuat sebanyak 2 lintasan dengan panjang lintasan masing-masing 120 m. Jarak antar elektroda adalah 5 m .Dari hasil inversi lapisan tanah pada daerah penelitian berupa tanah gambut, lempung dan pasir. Air tanah diduga terdapat pada lapisan gambut yang merembes ke lapisan lempung dan terakumulasi pada lapisan pasir dengan nilai resistivitas (1,00 "“ 128) Ω𝑚. Keberadaan air tanah diduga dari kedalaman (1,25 - 19,8) m dengan nilai resistivitas (1 "“ 4,01) Ω𝑚. Dari interpretasi ini, air tanah pada daerah penelitian berjenis akuifer bebas dan dangkal yang terletak pada lapisan gambut, lempung dan pasir. Informasi terkait keberadaan air tanah ini dapat digunakan oleh warga sekitar untuk melakukan pengeboran air tanah. Pengeboran air tanah disarankan pada jarak (45-80) m pada lintasan 1 dan pada jarak (60- 66) m untuk lintasan 2 pada kedalaman (17-19,8) m dan lapisan pasir.
Respons Sifat Fisika Tanah terhadap Penerapan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit di Perkebunan Kelapa Sawit Indriyani, Feby; Ivansyah, Okto; Sutanto, Yuris
PRISMA FISIKA Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v11i3.65283

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengamati respons sifat fisika tanah terhadap penerapan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (LCPKS) di perkebunan kelapa sawit. Penerapan LCPKS pada perkebunan kelapa sawit menggunakan metode lubang biopori dengan kedalaman lubang 100 cm dan diameter lubang 10 cm. Lubang biopori dibuat pada 3 tanaman kelapa sawit. Pengambilan sampel tanah dilakukan sebanyak 2 kali yaitu saat sebelum penerapan LCPKS dan setelah penerapan LCPKS. Sampel tanah diambil dengan variasi kedalaman 0-30, 31-60, 61-90 dan 91-120 cm dari atas permukaan tanah. Hasil pengujian sampel tanah menunjukkan bahwa tidak terjadi perubahan yang signifikan pada massa jenis, kadar air dan porositas tanah setelah penerapan LCPKS tetapi terjadi peningkatan nilai konduktivitas listrik pada tanah. Nilai massa jenis tanah tidak menunjukkan perubahan yang signifikan akan tetapi terlihat bahwa semakin dalam lapisan tanah maka   nilai massa jenisnya meningkat. Nilai kadar air tanah terjadi sedikit perubahan berupa peningkatan nilainya namun perubahannya tidak signifikan. Pada porositas tanah juga terjadi perubahan yang tidak signifikan. Nilai konduktivitas listrik LCPKS sebelum diterapkan pada lahan yaitu 21.700 , sedangkan nilai konduktivitas awal pada tanah setelah diterapkan LCPKS berkisar 19-20  dan mencapai nilai tertinggi sebesar  yaitu pada kedalaman 91-120 cm. Tingginya nilai konduktivitas listrik pada suatu tanah dapat meningkatkan penyerapan pupuk oleh tanaman, oleh karena itu penerapan LCPKS pada perkebunan kelapa sawit sangat baik bagi tanaman kelapa sawit.Kata Kunci : Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit, Sifat Fisika Tanah, Biopori