Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Percepatan Pelaksanaan Pembangunan Masjid Pondok Tahfidz Al-Fajar Rio, Wahyu Yusuf; Azri, Achmad Rival Bilal; Pongtuluran, Ezra Hartarto
CIVED Vol. 10 No. 2 (2023): June 2023
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v10i2.416

Abstract

Dalam pelaksanaan pembangunan Masjid Pondok Tahfidz Al-Fajar ditemukan adanya indikasi keterlambatan proyek karena keterbatasan tenaga kerja dan faktor cuaca. Oleh karena itu, diperlukan percepatan proyek dan penjadwalan ulang proyek setelah dipercepat. Metode percepatan yang digunakan adalah Time Cost Trade off, penjadwalan yang digunakan adalah metode jalur kritis. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan pada proyek pembangunan Masjid Pondok Tahfidz Al-Fajar dengan menerapkan TCTO (Time Cost Trade Off) durasi percepatan menjadi 99 hari dari sebelumnya 120 hari menjadi lebih cepat 21 hari sehingga penyelesaian pekerjaan struktural dapat sesuai dengan rencana penjadwalan awal. diperoleh dari kurva S proyek. Selisih total biaya akhir proyek akibat percepatan sebesar Rp122.692.375,39 sehingga total biaya proyek menjadi Rp1.709.821.000,00 dari total biaya proyek sebelumnya sebesar Rp1.832.512.768,25.
PENDAMPINGAN PERENCANAAN RENOVASI TKIT AL-MUHSINUN MANGGAR BALIKPAPAN Wahyu Yusuf Rio; Dedy Sulistianto; Desak Made Ristia Kartika; Ezra Hartarto Pongtuluran; Fatmawati Fatmawati
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37159

Abstract

Taman Kanak-Kanak (TK) Al-Muhsinun, diberi Akreditasi A di kecamatan Balikpapan Timur, menandakan prestasinya sebagai salah satu TK unggulan di Kecamatan Balikpapan Timur. Namun, bangunan TK Al-Muhsinun, didirikan tahun 1994 dengan struktur utama kayu ulin di atas tanah rawa, mulai menunjukkan kekurangan dalam keandalan dan kelayakan penggunaan. Oleh karena itu, direncanakan renovasi dengan menggunakan beton bertulang, tetap mempertahankan konsep rumah panggung. Lokasinya yang strategis, di pinggir jalan besar kelurahan Manggar, membuatnya menjadi pilihan utama wali murid. Perencanaan renovasi membutuhkan tim ahli, yang diharapkan oleh Kepala Sekolah TK Al-Muhsinun dengan bantuan Tim Pengabdian Masyarakat Poltekba. Di antara masalah yang dihadapi adalah kekurangan tenaga profesional untuk perencanaan renovasi. Oleh karena itu, bimbingan teknis pengembangan dan perbaikan infrastruktur dijadikan sebagai salah satu Tema Pengabdian kepada Masyarakat yang sesuai dengan Renstra program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Balikpapan. Adapun metode yang digunakan melalui 4 tahap antara lain survei lapangan, sosialisasi, penyusunan rencana gambar dan anggaran biaya Pembangunan TK, dan tahap inti. Adapun hasilnya, memberikan perencanaan gedung bangunan TK yang akan ditingkat menjadi 2 lantai dengan tumpuan di atas tanah rawa yang tetap memegang prinsip rumah panggung, lantai satu merupakan area belajar, lantai dua akan menjadi aula pertemuan, dan lantai 3 atap dak yang akan difungsikan sebagai kolam penampungan air hujan. Dalam perhitungan rancangan anggaran biaya, material yang digunakan adalah material terbaik.
PENDAMPINGAN PERENCANAAN RENOVASI TKIT AL-MUHSINUN MANGGAR BALIKPAPAN Wahyu Yusuf Rio; Dedy Sulistianto; Desak Made Ristia Kartika; Ezra Hartarto Pongtuluran; Fatmawati Fatmawati
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37254

Abstract

Taman Kanak-Kanak (TK) Al-Muhsinun, diberi Akreditasi A di kecamatan Balikpapan Timur, menandakan prestasinya sebagai salah satu TK unggulan di Kecamatan Balikpapan Timur. Namun, bangunan TK Al-Muhsinun, didirikan tahun 1994 dengan struktur utama kayu ulin di atas tanah rawa, mulai menunjukkan kekurangan dalam keandalan dan kelayakan penggunaan. Oleh karena itu, direncanakan renovasi dengan menggunakan beton bertulang, tetap mempertahankan konsep rumah panggung. Lokasinya yang strategis, di pinggir jalan besar kelurahan Manggar, membuatnya menjadi pilihan utama wali murid. Perencanaan renovasi membutuhkan tim ahli, yang diharapkan oleh Kepala Sekolah TK Al-Muhsinun dengan bantuan Tim Pengabdian Masyarakat Poltekba. Di antara masalah yang dihadapi adalah kekurangan tenaga profesional untuk perencanaan renovasi. Oleh karena itu, bimbingan teknis pengembangan dan perbaikan infrastruktur dijadikan sebagai salah satu Tema Pengabdian kepada Masyarakat yang sesuai dengan Renstra program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Balikpapan. Adapun metode yang digunakan melalui 4 tahap antara lain survei lapangan, sosialisasi, penyusunan rencana gambar dan anggaran biaya Pembangunan TK, dan tahap inti. Adapun hasilnya, memberikan perencanaan gedung bangunan TK yang akan ditingkat menjadi 2 lantai dengan tumpuan di atas tanah rawa yang tetap memegang prinsip rumah panggung, lantai satu merupakan area belajar, lantai dua akan menjadi aula pertemuan, dan lantai 3 atap dak yang akan difungsikan sebagai kolam penampungan air hujan. Dalam perhitungan rancangan anggaran biaya, material yang digunakan adalah material terbaik.
PENERAPAN PINTU AIR SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN BANJIR PADA SALURAN DRAINASE KELURAHAN DAMAI BARU KOTA BALIKPAPAN Fatmawati Fatmawati; Anis Aulia Ulfa; Ezra Hartarto Pongtuluran; Wahyu Yusuf Rio
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37760

Abstract

Kota Balikpapan kerap mengalami banjir yang signifikan, terutama di Kelurahan Damai Baru, RT 18. Masalah ini disebabkan oleh debit limpasan air berlebih yang melampaui kapasitas saluran drainase, ditambah pengaruh pasang air laut yang memperburuk genangan. Program Bina Desa oleh Politeknik Negeri Balikpapan bertujuan mengatasi permasalahan tersebut melalui penerapan pintu air otomatis pada saluran drainase. Penelitian ini mendokumentasikan proses perencanaan, pabrikasi, pemasangan, dan evaluasi pintu air otomatis sebagai solusi pengelolaan banjir. Metode penelitian mencakup survei lapangan, wawancara, dan studi dokumen untuk mengidentifikasi kebutuhan teknis dan sosial masyarakat. Proses desain melibatkan pengukuran dimensi saluran, pemilihan material, serta pengujian fungsional pintu air. Hasil evaluasi menunjukkan pintu air otomatis mampu mengurangi limpasan air ke wilayah pemukiman, meningkatkan kinerja sistem drainase, dan meminimalkan dampak banjir. Implementasi ini menjadi model solusi berkelanjutan yang dapat direplikasi di kawasan lain. Dukungan masyarakat dan evaluasi berkala diperlukan untuk memastikan keberhasilan dan keberlanjutan program. Penelitian ini memberikan kontribusi nyata dalam pengelolaan air permukaan di daerah rawan banjir, sekaligus mendorong kolaborasi antara institusi pendidikan, masyarakat, dan pemerintah daerah.
ANALISIS KERAPATAN STASIUN CURAH HUJAN KOTA BALIKPAPAN Ezra Hartarto Pongtuluran; Wahyu Yusuf Rio; Sarra Rahmadani
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 7 No. 2 (2021): Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ebjptbs.v7i2 DES.31590

Abstract

Balikpapan merupakan salah satu kawasan yang memiliki permasalahan tersebut dan saat ini telah memiliki beberapa jaringan stasiun pengukuran curah hujan namun dalam pengambilan data hujan lebih sering menggunakan satu stasiun curah hujan saja yang berasal dari BMKG online dimana terletak pada lokasi Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan. Kesalahan pada pengamatan data hujan yang terjadi dalam suatu kawasan dapat menyebabkan data yang tidak tepat, sehingga mennyebabkan desain, penelitian dan pengembangan sumber daya air yang tidak efisien dan efektif. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola penempatan letak stasiun curah hujan, kerapatan antar jaringan stasiun curah hujan yang ada, dan penetapan jumlah stasiun curah hujan yang efektif dan efisien.Metode Poligon Thiseen dengan bantuan program ArcGis 2.0 digunakan dalam melakukan pemetaan kawasan kajian dan pola penempatan letak stasiun curah hujan eksisting. Dalam analisis untuk mendapatkan hasil kerapatan jaringan stasiun yang optimum digunakan metode Kagan-Rodda dengan jumlah kebutuhan stasiun curah hujan mengikuti standar World Meterological Organisation (WMO).Pola penempatan stasiun curah hujan yang berada pada Kota Balikpapan saat ini berjumlah 5 stasiun dengan stasiun Karang Joang memiliki luas daerah pengaruh yang paling besar yaitu 227,71 km2 namun kondisi kerapatan penempatan jaringan stasiun hujan saat ini masih belum memenuhi standar minimum WMO, sehingga perlu dilakukan reposisi berdasarkan metode Kagan-Rodda (modifikasi) dengan jarak antar stasiun hujan adalah 9,55 km. Kebutuhan penetapan jumlah stasiun hujan saat ini dianggap telah cukup mewakili seluruh kawasan dengan luas 461,63 km2 dimana kesalahan perataan < 5% didapatkan pada jumlah 2 stasiun dengan nilai kesalahan perataan 3,523%. Kata Kunci: Kagan-Rodda, Poligon Thiessen, Stasiun hujan ABSTRACT Balikpapan is one area that has these problems and currently has several networks of rainfall measurement stations, but collecting rain data more often uses only one rainfall station originating from BMKG online which is located at the Sepinggan location, South Balikpapan District. Errors in the observation of rain data that occur in an area can lead to inaccurate data, resulting in inefficient and effective design, research and development of water resources. The purpose of this study is to determine the pattern of placement of rainfall stations, the density between the existing network of rainfall stations, and the determination of the number of effective and efficient rainfall stations. The Thiseen Polygon method with the help of the ArcGis 2.0 program is used to map the study area and the placement pattern of the existing rainfall station. In the analysis to obtain the optimum station network density, the Kagan-Rodda method is used with the number of rainfall stations required following the World Meteorological Organization (WMO) standard. The pattern of placement of rainfall stations in Balikpapan City currently amounts to 5 stations with Karen Joang station having the largest area of influence, which is 227.71 km2, but the condition of the density of the placement of the rain station network currently does not meet the minimum WMO standards, so it needs to be done. Repositioning based on the Kagan-Rodda method (modification) with the distance between rain stations is 9.55 km.Keywords: Kagan-Rodda, Rain station, Thiessen Polygon 
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS USAHA UMKM MELALUI PENDAMPINGAN PENCATATAN PERSEDIAAN DAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN MENGGUNAKAN APLIKASI ACCURATE Sisca Santika; Made Lia Ananda Dewi; Ranita Ramadhani; Danar Retno Sari; Hasto Finanto; Tia Rahmantika; Ezra Hartarto Pongtuluran
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Digital Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jpmebd.v2i4.3244

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor yang berperan penting dalam perekonomian Indonesia, dengan kontribusi besar terhadap PDB dan penyerapan tenaga kerja. Namun, banyak pelaku UMKM masih menghadapi kendala dalam pengelolaan usaha, khususnya terkait pencatatan persediaan dan penyusunan laporan keuangan. Ketiadaan sistem pencatatan yang baik sering menyebabkan ketidaktepatan dalam pengambilan keputusan serta hambatan dalam memperoleh pembiayaan dari lembaga keuangan. Program pendampingan ini bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam mengelola persediaan dan menyusun laporan keuangan secara lebih akurat melalui penggunaan aplikasi Accurate. Kegiatan meliputi pelatihan, praktik langsung, dan pendampingan teknis agar pelaku usaha mampu menerapkan pencatatan yang sistematis dan memanfaatkan teknologi informasi secara optimal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM dalam pencatatan keuangan serta efisiensi operasional usaha. Penggunaan aplikasi Accurate membantu menghasilkan laporan yang lebih terstruktur, sehingga mendukung peningkatan kredibilitas usaha dan peluang akses pembiayaan. Secara keseluruhan, pendampingan ini memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan produktivitas UMKM serta memperkuat pengelolaan usaha sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi local.
The Influence of Asphalt Concentration Addition in Hot Mix to the Characteristics of Laston (AC-WC) Dwi Idarto; Ezra Hartarto Pongtuluran; Totok Sulistyo
Nusantara Civil Engineering Journal Vol 1 No 1 (2002): Nusantara Civil Engineering Journal
Publisher : Civil Engineering Dept, Balikpapan State Polytechnics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.587 KB) | DOI: 10.32487/nuce.v1i1.385

Abstract

A runway infrastructure is the main access of aircraft in making movements, the quality of the runway is expected to provide comfort and safety. Generally, the type of asphalt used in runway pavement is PEN and PG asphalt, PEN asphalt is used in the center line located at the middle of the runway and PG in the treshold which is at the starting point of the aircraft tire at take off or during the exhalation of the aircraft, the main consideration in determining the quality of the asphalt mixture. The marshall test method itself with the addition of asphalt levels by wet, where from the Marshall test obtained results in the form of Marshall components, namely stability, Cavity in the mixture(Void In The Compacted Mixture / VIM),Air cavity filled with asphalt(Voids Filled with Bitumen / VFB),Cavities between aggregates (Void in the Mineral Aggregat / VMA),and Marshall Results / Marshall Quotient ( MQ ), Based on the results of the study of 3 variants of asphalt levels of 5%, 6%, 7% using PEN and PG asphalt produced optimum asphalt levels of 7% with a stability value of 3030 kN / mm, Value(flow)of 4.0 mm, For cavity values in concrete asphalt VIM value of 2.71%, VMA value of 16.87%, and value of VFB of 83.97% for variations of PEN asphalt and for PG asphalt variants resulting in optimum asphalt content of 6% with stability value of 3640 kN/mm, Value(flow)of 3.2 mm, For cavity values in concrete asphalt VIM value of 3.32%, VMA value of 15.8%, and value from VFB of 78.39%. In asphalt concrete mixtures with 3 variations in asphalt levels, flow values tend to increase, while stability, QM, density, and air cavity tend to decrease compared to normal asphalt concrete Overall in the addition of mixtures, to lower the pavement and flexibility to be low. Large asphalt rate 7% for Pen with a value of 3234 kN / mm, and for 6%. for Pg with a value of 3640 kN / mm.
The Analysis of Drainage Capacity of Balikpapan City Liana Mustika Sari; Emil Azmanajaya; Ezra Hartarto Pongtuluran
Nusantara Civil Engineering Journal Vol 1 No 1 (2002): Nusantara Civil Engineering Journal
Publisher : Civil Engineering Dept, Balikpapan State Polytechnics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.844 KB) | DOI: 10.32487/nuce.v1i1.386

Abstract

Jalan Sungai Ampal in front of the fresh market of Balikpapan Baru often inundation occurs when it rains. This is due to several factors, one of which is rainwater passing through the drainage channel that exceeds the storage capacity so that the water overflows which causes puddles in the surrounding area. In order for the handling to be carried out effectively, a thorough analysis of the drainage system is needed which will then be used as the basis for determining the handling of inundation. Data analysis in this research uses SWMM 5.1 application. Starting from knowing the cause of inundation to planning the ideal drainage channel capacity. This analysis is also assisted by the google earth application to see thearea subcatchmen, slope and soil elevation at the research site. Simulation of the ideal planned drainage channel capacity is carried out using the trial error method on the SWMM 5.1 application. From this method, the ideal design channel capacity is 1 m. On channel 1 can accommodate 0.574 m3/ sec with a maximum flow of 1.58 m / s and the channel capacity by 60%. On channel 2 can accommodate 0.792 m3/ sec with a maximum flow of 1.15 m / s and the channel capacity by 82%. On channel 3 can accommodate 1.418 m3/ sec with a maximum flow of 2.27 m / s and the channel capacity by 74%. No problem channels were found after re-simulation using the design channel dimensions, so the design diameter of 1 m is considered safe.
Study of Flood Control in the Gang Mufakat of Balikpapan City (Qualitative Study) Tatag Yufitra Rus; Ezra Hartarto Pongtuluran; Rundengan, Kezia Putri; Moammar Yasser Alfarizi; Ghanio Effendi
Nusantara Civil Engineering Journal Vol 2 No 1 (2023): Nusantara Civil Engineering Journal
Publisher : Civil Engineering Dept, Balikpapan State Polytechnics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/nuce.v2i1.435

Abstract

Balikpapan City is a city that often experiences floods. One of the most frequently flooded locations is Gang Mufakat, which is located in Damai Village, South Balikpapan. This area is an area passed by the Ampal River Basin which is one of the causes of flooding besides the lack of vegetation as land cover in the settlement. This research aims to identify the management and control/control of floods in general. This is done to obtain information on several things that are considered important in management and to assess the understanding of the community and government regarding flood control/management. The research method used is a descriptive qualitative method. This research results from the community's understanding of floods and community actions in dealing with floods. Understanding of flooding in the form of causes of flooding, and the importance of the role of vegetation on land cover and the creation of infiltration wells. The recommendation for the government is to dredge sedimentation as well as deepen the Ampal watershed, and create a polder as a substitute for water catchment areas because there are many residential areas around the Ampal watershed which do not allow water to flow directly into the watershed. The recommendation for the community is to build an infiltration well in the Gang Mufakat.
Sustainable Reuse of Formula Milk Tin Waste for Enhancing Concrete Confinement Anis Aulia Ulfa; Mifta Amalia Putri; Lilik Damayanti; Wahyu Yusuf Rio; Ezra Hartarto Pongtuluran
International Journal of Research in Vocational Studies (IJRVOCAS) Vol. 6 No. 2 (2026): IJRVOCAS - August
Publisher : Yayasan Ghalih Pelopor Pendidikan (Ghalih Foundation)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53893/ijrvocas.v6i2.508

Abstract

Concrete columns play a vital role in structural systems due to their ability to resist axial and lateral loads. Enhancing column performance through confinement has been widely studied, particularly using steel tube confined concrete (STCC). In parallel, the growing amount of metal waste highlights the need for innovative and sustainable reuse strategies. One type of waste with a geometry similar to steel tubes is formula milk tins, which are commonly discarded household products. This study investigates the potential use of formula milk tin waste as external confinement for concrete specimens. Concrete cylinders confined with formula milk tins (13 cm in diameter and 16 cm in height) were compared with standard cylindrical specimens (15 cm × 30 cm). Two types of confinement were examined: plain tins and corrugated tins. All specimens were prepared using K200-grade concrete and subjected to two curing methods, namely water curing and air curing, for 28 days. Compressive strength tests were conducted in accordance with relevant standards, and correction factors were applied to account for non-standard specimen dimensions. The results show that specimens confined with formula milk tins exhibited higher compressive strength than unconfined specimens. Corrugated tin confinement provided the greatest strength enhancement, improved stiffness, and more controlled failure behavior. While water curing resulted in higher compressive strength than air curing, the confinement effect was found to be more influential than the curing method. These findings demonstrate that formula milk tins have significant potential as an alternative external confinement material for simple concrete columns, offering both structural performance improvement and a sustainable solution for reducing metal waste.