Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Financial Distress, Intensitas Aset Tetap, dan Transfer Pricing Terhadap Tax Avoidance (Studi Kasus Pada Perusahaan Sektor Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2019-2023) Diah Aziza; Ardan Gani Asalam
eProceedings of Management Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tax avoidance ialah taktik industri guna melakukan pengurangan beban pajak menggunakan teknik yang legal melaluipemanfaatan celah kebijakan dalam pajak. Fenomena ini terlihat dalam industri manufaktur di Indonesia yangditunjukkan melalui rendahnya nilai Cash Effective Tax Rate (CETR). Riset ini mempunyai tujuan guna melakukananalisa dampak financial distress, intensitas aset tetap, serta transfer pricing terhadap tax avoidance dalam industribidang manufaktur yang tercantum dalam BEI periode 2019 hingga 2023. Metode yang dipakai ialah pendekatankuantitatif melalui penggunaan regresi linier berganda. Data didapatkan melalui laporan keuangan tahunan 29 industridengan total 145 observasi, melalui penggunaan teknik purposive sampling. Hasil riset membuktikan dengan carasimultan, financial distress, intensitas aset tetap, serta transfer pricing berpengaruh terhadap tax avoidance. Dengan caraparsial, hanya financial distress yang memiliki pengaruh signifikan negatif terhadap tax avoidance, sementara intensitasaset tetap serta transfer pricing tak menunjukkan dampak signifikan. Tax avoidance diukur dengan proksi CETR.Temuan ini diharapkan menjadi masukan bagi industri serta pemerintah ketika menyusun aturan pajak secara lebihefektif.Kata Kunci : Financial distress, Intensitas Aset Tetap, Transfer pricing, Tax avoidance
Pengaruh Sosialisasi Perpajakan, Penerapan E-Tax, Dan Sanksi Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Tenaga Ahli Yang Terdaftar Di Kpp Pratama Bandung Cicadas Tahun 2025 Ni Luh Made Widya Maharani; Ardan Gani Asalam
eProceedings of Management Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skala kepatuhan pajak orang pribadi non karyawan di KPP Pratama Bandung Cicadas belum berpotensi idealdikarenakan kontradiksi peningkatan jumlah wajib pajak orang pribadi non karyawan dengan frekuensi lapor SPT tahun2019 – 2023. Populasi menggunakan wajib pajak orang pribadi tenaga ahli mengorientasikan fenomena keprihatinankepatuhan wajib pajak tenaga ahli yang ada di Indonesia. Kajian ini bertujuan mengetahui bagaimana pengaruhsosialisasi perpajakan, penerapan e-tax, dan sanksi perpajakan terhadap kepatuhan wajib orang pribadi tenaga ahli yangterdaftar di KPP Pratama Bandung Cicadas tahun 2025. Mengoperasikan sistematis kuantitatif yaitu jenis data primeryang diintegrasikan melalui kuesioner dengan melibatkan 120 responden wajib pajak tenaga ahli. Studi ini menerapkananalisis regresi linear berganda dengan perantara software SPSS 27. Sampling dipilih menggunakan non-probabilitysampling beserta rekapitulasi sampel menggunakan rumus slovin. Hasil mengungkapkan sosialisasi perpajakan,penerapan e-tax, dan sanksi perpajakan berpengaruh secara simultan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribaditenaga ahli. Sedangkan, sosialisasi perpajakan tidak berpengaruh secara parsial terhadap kepatuhan wajib pajak orangpribadi tenaga ahli, sedangkan penerapan e-tax dan sanksi perpajakan berpengaruh secara parsial terhadap kepatuhanwajib pajak orang pribadi tenaga ahli.Kata Kunci: Kepatuhan Wajib Pajak, Penerapan E-Tax, Sanksi Perpajakan, Sosialisasi perpajakan
Pengaruh Transfer Pricing, Kompensasi Rugi Fiskal, dan Leverage Terhadap Agresivitas Pajak (Pada Perusahaan Sektor Barang Konsumen Primer Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019-2024) Lalita Paffa Natania; Ardan Gani Asalam
eProceedings of Management Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerimaan primer suatu negara ialah pajak, sehingga apabila perusahaan melakukan agresivitas pajak akan sangatmerugikan negara. Salah satu strategi dalam perencanaan pajak yaitu gresivitas pajak yang berada di antaraspektrum legal (kepatuhan yang sah) dan ilegal/kriminal (pelanggaran hukum). Perusahaan cenderung melakukanlangkah agresif dalam menurunkan kewajiban pajak/pengeluaran dan meningkatkan keuntungan. Riset yangdilakukan memiliki tujuan untuk menganalisis dampak harga antar entitas afiliasi atau transfer pricing (TP),pengalihan kerugian pajak ke tahun berikutnya atau kompensasi rugi fiskal (KRF), dan leverage (LEV) terhadapagresivitas pajak (AP) pada company barang konsumen primer yang terlisting pada pasar modal Indonesia ataudikenal dengan singkatan (BEI) tahun 2019-2024, dari segi statistik deskriptif, secara berkelompok atau simultanmaupun secara individu atau parsial. Melalui purposive sampling, diperoleh 19 perusahaan yang diamati selama 6tahun, sehingga total terdapat 114 data observasi. Regresi data panel dengan memanfaatkan aplikasi Eviews 12digunakan untuk menganalisis data pada riset ini. TP, KRF, dan LEV terbukti secara simultan/bersama-samamemberikan dampak terhadap agresivitas pajak. Jika ditinjau berdasarkan individu/parsial, TP tidak menunjukkanpengaruh yang signifikan, KRF menunjukkan pengaruh positif yang signifikan, sementara tiada pengaruh LEVterhadap AP.Kata kunci: agresivitas pajak, kompensasi rugi fiskal, leverage, trasnfer pricing.
Pengaruh Transfer Pricing, Leverage, Dan Capital Intensity Terhadap Tax Avoidance (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2021- 2023) Aulia Trie Juliani; Ardan Gani Asalam
eProceedings of Management Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pajak merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh wajib pajak, termasuk perusahaan yang memiliki peranpenting dalam pemenuhan kewajiban perpajakan, namun dari perspektif perusahaan, pajak menjadi beban yangmengurangi laba bersih sehingga mendorong perusahaan untuk mencaristrategi pengurangan beban pajak secara legal, salahsatunya melalui tax avoidance. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh transfer pricing, leverage, dan capitalintensity terhadap tax avoidance pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021–2023.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi data panel denganmenggunakan software Eviews 12. Sampel penelitian terdiri dari 33 perusahaan manufaktur yang memenuhi kriteria seleksiselama tiga tahun observasi, menghasilkan total 99 data. Model efek acak (Random Effect Model) dipilih sebagai modelestimasi terbaik berdasarkan uji Chow, Hausman, dan Lagrange Multiplier. Hasil menunjukkan bahwa secara simultanketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance, namun secara parsial hanya capital intensity yang memilikipengaruh positif signifikan, sedangkan transfer pricing dan leverage tidak berpengaruh signifikan. Hal ini menunjukkanbahwa perusahaan lebih cenderung memanfaatkan investasi pada aktiva tetap untuk mengoptimalkan pengurangan bebanpajak melalui mekanisme depresiasi.Kata kunci: Tax Avoidance, Transfer Pricing, Leverage, Capital Intensity, Perusahaan Manufaktu
The Influence of Taxpayer Knowledge, Motor Vehicle Tax Socialization, Taxpayer Awareness, and Motor Vehicle Tax Amnesty Program on Motor Vehicle Taxpayer Compliance Panggita Mauli Hidayat; Ardan Gani Asalam
Smart Society Vol. 5 No. 2 (2025): Smart Society
Publisher : FOUNDAE (Foundation of Advanced Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58524/smartsociety.v5i2.821

Abstract

Motor vehicle tax is a key source of regional revenue, yet taxpayer compliance often remains low due to limited knowledge, weak socialization, low awareness, and the varied impact of tax amnesty programs. This study aims to analyze the influence of taxpayer knowledge, motor vehicle tax socialization, taxpayer awareness, and the motor vehicle tax amnesty program on motor vehicle taxpayer compliance at the Samsat Office of Subang Regency in 2024. A quantitative approach and descriptive method were employed, using questionnaires distributed to 104 respondents selected through incidental sampling. The data were analyzed using validity and reliability tests, multiple linear regression, t-test, and F-test. The results indicate that taxpayer knowledge, motor vehicle tax socialization, taxpayer awareness, and the motor vehicle tax amnesty program simultaneously have a significant effect on motor vehicle taxpayer compliance. Partially, taxpayer knowledge has a highly significant effect on taxpayer compliance, while motor vehicle tax socialization, taxpayer awareness, and the tax amnesty program do not have a significant effect on motor vehicle taxpayer compliance in the Subang Regency Samsat Office in 2024. This study implies that increasing knowledge about vehicle taxes should be prioritized as an effort to improve compliance and policy in Subang Regency, rather than simply using tax amnesty programs or socialization.