Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENGARUH PERLAKUAN PELARUTAN TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO PADUAN TERNER Zr-Nb-Mo UNTUK BIOMATERIAL Dzikry Syamsul Nur Alam; Pradoto Ambardi; Djoko Hadi Prajitno
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 1 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v13i1.3089

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mempelajari pengaruh perlakuan pelarutan terhadap sifat mekanik dan stuktur mikro paduan terner Zr-Nb-Mo untuk biomaterial. Paduan zirkonium dapat digunakan sebagai bahan implan. Paduan Zr-5Nb-xMo (x= 0, 1, 3 dan 5 %wt) dilakukan perlakuan pelarutan dengan variasi temperatur 900oC, 950oC dan 1000oC dengan pendinginan cepat menggunakan media air. Hasilnya menunjukan bahwa meningkatnya kandungan molibdenum, meningkatkan fasa β-Zr dan meningkatnya temperatur perlakuan pelarutan dapat meningkatkan kekerasan paduan zirconium. Hal tersebut terjadi karena unsur molibdenum bertidak sebagai beta stabilizer dan perlakuan pelarutan membentuk perubahan bentuk fasa β-Zr dari plate menjadi lath yang lebih halus. Pengujian kekerasan Rockwell C dengan nilai kekerasan tertinggi 53,67 HRC paduan Zr-5Nb-1Mo perlakuan pelarutan 1000oC, fasa yang terbentuk adalah α-Zr, β-Zr, dan intermetalik Mo2Zr paduan Zr-5Nb-5Mo yang diidentifikasi menggunakan X-Ray Diffraction (XRD).
Ketahanan Oksidasi Zirkaloy-4 yang Dipadu dengan Yttrium Pada Suhu Tinggi Immanuel, Perdana; Ambardi, Pradoto; Prajitno, Djoko Hadi
Urania : Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 25, No 1 (2019): Februari, 2019
Publisher : website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/urania.2019.25.1.4663

Abstract

KETAHANAN OKSIDASI ZIRCALOY-4 YANG DIPADU DENGAN YTTRIUM PADA TEMPERATUR TINGGI. Yttrium merupakan salah satu logam unsur tanah jarang yang digunakan untuk memperbaiki sifat logam. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan Yttrium terhadap ketahanan oksidasi paduan zirkonium-4 pada temperatur tinggi dengan menggunakan metode oksidasi isothermal pada temperatur 900 °C dan 1000 °C. Penelitian ini dilakukan dengan  tiga (3) variasi konsentrasi yttrium yaitu 0 % berat, 0,5 % berat dan 1 % berat dan sebagai pemadu pada zircaloy-4 (Zr, Sn, Fe, dan Cr).  Proses oksidasi isotermal dilakukan pada temperatur 900 °C dan 1000 °C dengan waktu pemanasan 9 jam terhadap sampel as cast di dalam tungku tabung. Sampel zircaloy-4 yang telah dioksidasi kemudian dilakukan pengujian meliputi metalografi, kekerasan, X-Ray Difraction (XRD) dan pengukuran ketebalan oksida. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kandungan  variasi yttrium tidak mempengaruhi nilai kekerasan yang berarti. Semakin besar kandungan yttrium yang ditambahkan mengakibatkan nilai kekerasan semakin menurun, namun penambahan unsur yttrium dapat mempengaruhi ketahanan oksidasi pada temperatur tinggi yang ditunjukkan oleh perubahan grafik ketebalan oksida serta morfologi permukaan oksidasi dari setiap sampel yang dianalisis.Kata Kunci : zircaloy-4, oksidasi isotermal, variasi yttrium.
OKSIDASI SIKLIK PADA TEMPERATUR 1200 oC PADUAN TERNER Ni-Al-Ti YANG DI DOPING DENGAN WOLFRAM Aprilianda, Adam; Ambardi, Pradoto; Prajitno, Djoko Hadi
Urania : Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 25, No 2 (2019): Juni, 2019
Publisher : website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/urania.2019.25.2.5442

Abstract

OKSIDASI SIKLIK PADA TEMPERATUR 1200 oC PADUAN TERNER Ni-Al-Ti YANG DI DOPING DENGAN WOLFRAM. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan unsur pemadu Wolfram (W)  terhadap ketahanan oksidasi temperatur tinggi paduan terner Ni-Al-Ti dengan menggunakan metode oksidasi siklik pada temperatur 1200 oC. Penambahan unsur Wolfram, yaitu variasi 1,5% W. Sehingga Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 2 sampel, yaitu paduan Ni-Al-Ti dan paduan Ni-Al-Ti-1,5W. Proses oksidasi siklik dilakukan sebanyak 25 siklik, dengan variasi siklik yaitu, 4 siklik, 9 siklik, 16 siklik dan 25 siklik (1 siklik ditentukan dengan 60 menit pemanasan sampel di dalam tungku dan 30 menit didiamkan di luar tungku). Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian kekerasan Rockwell-C, pengujian metalografi, pengujian pengukuran tebal oksida, pengamatan morfologi permukaan, pengujian pengujian Scanning Electron Microscopy (SEM) dan pengujian X-Ray Difraction (XRD). Kandungan Wolfram yang bervariasi mempengaruhi nilai kekerasan dengan nilai kekerasan tertinggi didapatkan pada sampel Ni-Al-Ti-1,5W kekerasan yang didapatkan 48,5 HRC pada sampel as cast dan 50,5 HRC setelah solution treatment. Penambahan unsur Wolfram dapat mempengaruhi ketahanan terhadap temperatur tinggi dilihat dari kurva kehilangan berat terhadap siklik yang menunjukan sampel Ni-Al-Ti-1,5W dalam kehilangan berat lebih rendah dibandingan dengan sampel lainnya. Kata kunci : Ni base superalloy, oksidasi siklik, wolfram. 
Microstructural Stability and High-Temperature Oxidation Behavior of Al0.25CoCrCuFeNi High Entropy Alloy Muhammad, Fadhli; Lestari, Ernyta Mei; Achmad, Tria Laksana; Korda, Akhmad Ardian; Prawara, Budi; Prajitno, Djoko Hadi; Jihad, Bagus Hayatul; Setianto, Muhamad Hananuputra; Basuki, Eddy Agus
Metalurgi Vol 39, No 1 (2024): Metalurgi Vol. 39 No. 1 2024
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/metalurgi.2024.745

Abstract

Al0.25CoCrCuFeNi is a high-entropy alloy composed of transition metals, specifically designed for high-temperature applications owing to its favorable mechanical properties, high melting point, and excellent high-temperature resistance. This alloy has been identified as a promising material for space exploration, particularly in the fabrication of combustion chambers and rocket nozzles by the National Aeronautics and Space Agency. Ongoing alloy development involves modifying the elemental composition. This study reduced aluminum content in the equiatomic AlCoCrCuFeNi alloy to Al0.25CoCrCuFeNi, followed by isothermal oxidation treatments at 800, 900, and 1000℃. A series of experiments were conducted to investigate the microstructure stability and oxidation behavior of the Al0.25CoCrCuFeNi alloy. The alloying elements were melted using a single DC electric arc furnace, followed by homogenization at 1100°C for 10 hours in an inert atmosphere. Subsequently, samples were cut into coupons for isothermal oxidation testing at the desired temperatures for 2, 16, 40, and 168 hours. The oxidized samples were characterized using XRD (x-ray diffraction), SEM (scanning electron microscopy) equipped with EDS (energy-dispersive X-ray spectroscopy), optical microscopy, and Vickers hardness testing. The as-homogenized alloy consisted of two constituent phases: an FCC (face-centered cubic) phase in the dendritic region and a copper-rich FCC phase in the inter-dendritic region. The oxides formed during the oxidation process included Al2O3, Cr2O3, Fe3O4, CoO, CuO, NiO, and spinel oxides (Co,Ni,Cu)(Al,Cr,Fe)2O4), with distinct formation mechanisms at each temperature.
SINTESIS PADUAN BARU BAJA OXIDE DISPERSION STRENGTHENED (ODS) FERITIK Fe-Cr-Al-W-Ti-Zr DENGAN DISPERSOID Y2O3 SEBAGAI KANDIDAT MATERIAL CLADDING ELEMEN BAKAR REAKTOR NUKLIR DENGAN METODE MEKANOSINTESIS Wafda, Hakimul; Prajitno, Djoko Hadi; Mustari, Asrili Pramutadi Andi; Roswita, Fahma
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 26 Nomor 2, 2023
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/gnd.2023.6856

Abstract

Bahan struktur merupakan salah satu kunci penting dalam penelitian reaktor nuklir generasi keempat. Sejak peristiwa kecelakaan di pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima–Daiichi, telah terjadi peningkatan pengembangan Accident Tolerant Fuel (ATF) Cladding atau kelongsong bahan bakar toleran kecelakaan untuk menghindari kecelakaan reaktor air ringan. Maka dari itu Inovasi perekayasaan ATF merupakan salah satu kegiatan dalam litbang material maju yang sedang banyak dikembangkan. Kandidat material yang paling menjanjikan untuk ATF cladding adalah Baja yang diperkuat dengan dispersi oksida (ODS). Dalam penelitian ini baja ODS feritik Fe-Cr-Al-W-Ti-Zr-Y2O3 disintesis dengan metode mekanosintesis menggunakan alat planetary ball mill (PBM) dengan variasi komposisi Zr sebesar 0%, 0.5%, 1%, dan 1.5%. Mekanosintesis dilakukan selama 8 jam dengan menggunakan bola stainless steel. Perbandingan berat antara sampel dengan bola adalah 1:10. Kemudian dilakukan karakterisasi menggunakan mikroskop optik, XRD, dan SEM-EDS. Hasil observasi menunjukkan homogenitas yang baik pada bahan hasil sintesis.
High Temperature Oxidation Behavior of ODS Ferritic Stainless Steel Fe-16Cr-4Al-1Ni-0.4Y2O3 Wafda, Hakimul; Prajitno, Djoko Hadi; Basuki, Eddy Agus; Syafiq, Ahmad; Widiawati, Nina; Andi Mustari, Asril Pramutadi
Indonesian Journal of Chemistry Vol 24, No 5 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijc.95284

Abstract

This study investigates the isothermic oxidation behavior of the new ODS alloy Fe-16Cr-4Al-1Ni-0.4Y2O3 (% by weight) at 700, 800 and 900 °C, with exposure times of 5, 20, 50, and 100 h at each temperature. The purpose is to obtain new data on its high-temperature parabolic oxidation constant for assessing oxidation resistance. The methods used include isothermal oxidation testing, XRD, SEM-EDS characterization, and analysis of oxidation kinetics by monitoring changes in oxide thickness using microscopy and SEM-EDS. The oxide products formed on the sample surface are Fe2O3, Fe3O4, AlFe2O4, and (Fe,Cr)2O3. Al and Cr oxides are located under the dominant Fe oxide layer on the surface of the sample. The oxidation test results showed that the most protective sample was obtained at a temperature of 700 °C for 100 h with an oxide thickness of 263.99 μm. The kinetics analysis correlates strongly with the parabolic equation (R2 ≈ 1). The oxidation rate constants at temperatures of 700, 800, and 900 °C were 681.76, 2957.5, and 12300 μm2 h−1, respectively. The activation energy required by the oxidation reaction in this alloy is 136.5 kJ mol−1. This research enhances understanding and potential applications of the Fe-16Cr-4Al-1Ni-0.4Y2O3 alloy in high-temperature environments.
Perilaku Elektrokimia Paduan Bio Inert Ti-6Al-4V Bahan Implant Yang Di Doping Dengan Nb Dalam Media Minuman Berkarbonasi Pratama, Ahmad Brian; Pawawoi, Pawawoi; Prajitno, Djoko Hadi
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 4 No. 1 (2019): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v4i1.835

Abstract

Penelitian ini untuk mempelajari pengaruh doping unsur Nb terhadap paduan bioinert Ti-6Al-4V dengan metode elektrokimia sebagai bahan implant dalam media minuman berkarbonasi. Tujuan penelitian adalah untuk mempebaiki biokompatibel paduan Ti-6Al-4V yang telah di doping dengan Nb dalam media minuman berkabonasi. Pembuatan paduan Ti-6Al-4V-xNb (x= 0, 1 dan 2 %wt) dilakukan dengan melebur Ti-6Al-4V dan Nb dalam tungku busur listrik. Perilaku elektrokimia paduan Ti-6Al-4V yang telah di doping dengan unsur Nb di uji menggunakan potensiostat dengan metode polarisasi Tafel dengan waktu perendaman selama 0 menit, 60 menit, dan 120 didalam media minuman berkarbonasi pada temperatur kamar. Hasil data pengujian polarisasi Tafel diolah dengan software Echem Analist V.5.66 sehingga didapatkan besaran laju korosi paduan Ti-6Al-4V dalam media minuman berkarnonasi. Permukaan paduan hasil pengujian polarisasi Tafel dievaluasi dengan difraksi sinar X. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa paduan Ti-6Al-4V-xNb (x= 0,1 dan 2%wt) akan meningkat biokompatibelnya dengan meningkatnya ketahanan korosi dalam media minuman berkabornasi bila paduan titanium yang di doping dengan Nb dengan jumlah yang lebih besar. Hal tersebut terjadi dikarenakan penambahan Nb pada paduan titanium Ti-6Al-4V terjadi peningkatan transisi dari aktif menjadi pasif. Hasil evaluasi sampel menggunakan difraksi sinar X menujukkan bahwa pada permukaan sampel terdapat lapisan pasif. Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa biokompatibel paduan Ti-6Al-4V dalam minuman berkabonasi yang telah di doping dengan Nb unjuk kerjanya akan meningkat.
Pengaruh Perlakuan Panas Fase β Terhadap Mikrostruktur Paduan Zr-Nb-Mo-Y-Sn Wafda, Hakimul; Prajitno, Djoko Hadi
Prosiding Sains Nasional dan Teknologi Vol 14, No 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/psnst.v14i1.11989

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari pengaruh perlakuan panas fase β terhadap mikrostruktur dan kekerasan dari paduan Zr-Nb-Mo-Y-Sn dengan variasi Sn (0,5%, 1,5%, 2,5% Sn). Paduan ini disintesa menggunakan electric arc furnace dengan gas argon kemurnian tinggi. Perlakuan panas dilakukan pada temperatur 1000°C selama 5 jam, diikuti dengan pendinginan cepat (quenching) dalam media air. Setelah perlakuan panas, paduan tersebut dikarakterisasi menggunakan mikroskop optik dan SEM-EDS. Analisis mikroskopi optik dan SEM-EDS menunjukkan mikrostruktur berbentuk anyaman keranjang (basket-weave). Analisis XRD dilakukan untuk memeriksa fase-fase paduan, dan hasilnya menunjukkan bahwa paduan memiliki fase alfa yang dominan dengan sedikit fase beta. Uji kekerasan juga dilakukan untuk menentukan tingkat kekerasan paduan sebelum dan sesudah perlakuan panas. Hasil uji kekerasan menunjukkan peningkatan kekerasan paduan setelah perlakuan panas, yang mengindikasikan bahwa perlakuan panas beta dapat meningkatkan kekerasan paduan
Corrosion Behavior of Ternary Zr-25Ti-5Sn Alloy Doped with Ge as Biomaterials Implant in Simulation Body Fluid Solution Pratama, Naufal Randi; Faizal, Faizal; Prajitno, Djoko Hadi
International Journal of Mechanical Engineering Technologies and Applications Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Mechanical Engineering Department, Engineering Faculty, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/MECHTA.2020.001.02.4

Abstract

Corrosion research of metal alloys of Zr-25Ti-5Sn and Zr-25Ti-3Sn-2Geas biomaterials has been carried out in fluid solution. Zr-25Ti-5Snalloy is a ternary metal alloy developed for hard tissue biomaterials. Zr-25Ti-5Sn and Zr-25Ti-3Sn-2Ge alloys is melted in electric arc furnace. After being melted Zr-25Ti-5Sn and Zr-25Ti-3Sn-2Ge were characterized by optical microscopy. Hardness testing was carried out by the hardness microvickers method to determine the effect of germanium addition on Zr-25Ti-5Sn alloys. Corrosion testing of ternary metal alloys Zr-25Ti-5Sn and Zr-25Ti-3Sn-2Ge was carried out by the Tafel polarization method using three electrode systems. From the results of microstructure examination with optical microscope, the microstructure found in the ternary metal alloy Zr-25Ti-5Sn and Zr-25Ti-3Sn-2Ge are parallel plates and dendritic. The hardness test results show that the addition of germanium to the Zr-25Ti-5Sn ternary alloy increased the hardness of the alloy. Corrosion test results on ternary alloy Zr-25Ti-5Sn and Zr-25Ti-3Sn-2Geindicated that corrosion resistance of Zr-25Ti-5Snincreased when no addition of Germanium to Zr-25Ti-5Snalloy.
Synthesis Polymer Matrix Composite Epoxy-FeNdB-Mn for Radar Absorbing Material Application Juniansyah, Gibran; Lathifah, Sri Mulyati; Prajitno, Djoko Hadi
International Journal of Mechanical Engineering Technologies and Applications Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Mechanical Engineering Department, Engineering Faculty, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/MECHTA.2021.002.01.1

Abstract

In recent years, applications using electromagnetic wave technology have grown rapidly. One of them is in the military field, the wave-absorbing material used to avoid detection such as aircraft, ships, or tanks requires a super thin absorbent material which has extraordinary absorption. One of the criteria for a wave absorbing material is a soft magnet and has a high Reflection Loss (RL). This research aims to see the effect of the addition of FeNdB and Mn on the synthesis of Polymer Matrix Composite (PMC) as a wave-absorbing material.The FeNdB milling process and Mechanical Alloying (MA) with Mn were carried out using a Planetary Ball Mill (PBM) at a speed of 1000 rpm for 60 minutes. synthesis of PMC by varying the composition of epoxy resin with magnetic powder 95: 5; 90:10; 85: 5. Based on the characterization results, the optimum RL was obtained at a composition of 85: 5 with a value of -22.40 dB at a frequency of 10.40 GHz and the magnetic properties after the addition of Mn were obtained HcJ 0.116 kOe and Br 0.41 kG. PMC hardness increased with the increase of powder in the sample with the highest value of 29.2 HD Shore D and the adhesion decreased with the addition of powder in the sample with the lowest value of 1 MPa.