Claim Missing Document
Check
Articles

Differences in Adaptive and Maladaptive Coping Strategies Between Adolescents with and Without a History of Self-Harm at SMAN 1 and SMAN 2 Bangkinang Kota, Kampar Regency Alini Alini; Faridah Mohd Said; Nia Aprilla; Bri Nofrika
Journal of Public Health Indonesian Vol. 3 No. 2 (2026): JULY-JHH
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/9144h398

Abstract

Adolescent self-harm is a mental health problem associated with ineffective stress management. This study aimed to determine differences in adaptive and maladaptive coping strategies between adolescents with and without a history of self-harm at SMAN 1 and SMAN 2 Bangkinang Kota, Kampar Regency. A comparative analytic cross-sectional design was used involving 248 respondents, consisting of 124 adolescents with a history of self-harm and 124 without such history, selected using purposive sampling. Coping strategies were measured using the Brief COPE questionnaire and grouped into adaptive and maladaptive coping. The results showed that the adaptive coping score was 36.2 ± 7.8 in the self-harm group and 37.1 ± 7.2 in the non-self-harm group, with p = 0.182. Maladaptive coping scores were 22.9 ± 6.1 and 18.4 ± 5.3, respectively, with p < 0.001. In conclusion, there was a significant difference in maladaptive coping, but not in adaptive coping. These findings highlight the importance of school-based nursing interventions to reduce maladaptive coping among adolescents at risk of self-harm.
Hubungan Posisi Kerja dengan Risiko Nyeri Punggung Bawah pada Petani Karet di Desa Ganting Damai Kecamatan Salo Eka Putri Rahmadani; Alini; Rizki Rahmawati Lestari
Journal of Integrated Knowledge and Innovation Vol. 1 No. 1 (2025): Vol.1 No. 1 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tabusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri punggung bawah merupakan salah satu keluhan muskuloskeletal yang sering dialami oleh pekerja sektor informal, termasuk petani karet, akibat posisi kerja yang tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara posisi kerja dengan risiko nyeri punggung bawah pada petani karet di Desa Ganting Damai Kecamatan Salo. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 65 orang petani yang dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner REBA untuk menilai posisi kerja dan The Pain and Distress Scale untuk menilai keluhan nyeri punggung bawah. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar responden (61.5%) memiliki posisi kerja berisiko dan 73.8% mengalami keluhan nyeri punggung bawah. Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara posisi kerja dengan risiko nyeri punggung bawah (p = 0,002), dengan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 6,462 (CI 95%: 1,632–38,000), yang berarti bahwa petani dengan posisi kerja berisiko memiliki kemungkinan 6 kali lebih besar mengalami keluhan nyeri punggung bawah dibandingkan dengan yang tidak berisiko. Dapat disimpulkan bahwa posisi kerja berisiko berhubungan secara signifikan dengan terjadinya nyeri punggung bawah pada petani karet. Oleh karena itu, disarankan kepada petani karet untuk memperhatikan postur kerja yang ergonomis, melakukan peregangan secara rutin, dan menggunakan alat bantu kerja untuk mengurangi risiko nyeri punggung bawah. Selain itu, pihak terkait seperti pemerintah desa atau dinas kesehatan diharapkan dapat mengadakan pelatihan atau penyuluhan tentang kesehatan kerja di sektor perkebunan.