Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN MESIN PENAKAR TEPUNG OTOMATIS BERBASIS REVERSE ENGINEERING DAN KEBUTUHAN CUSTOMER SYAHRUL SYAH, SYEIHAN; PRIJO BUDIJONO, AGUNG
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UD Alam Raya Serasi adalah usaha dagang yang bergerak dibidang makanan yang memproduksi Roti Lapis Kukus Suroboyo. Dalam proses produksi roti, diperlukan bahan-bahan dalam takaran tertentu untuk menghasilkan roti yang nikmat sesuai dengan resep. Salah satu bahan utama yang digunakan adalah tepung, tepung harus ditakar dengan berat tertentu agar sesuai dengan resep. Selama ini di pabrik tersebut menggunakan alat penakar dengan merk Fillmach S01P kapasitas 25 Kg dengan sistem Auger Filler. Namun masih ada kekurangan dari alat tersebut diantaranya, dari segi kemudahan perbaikan dan pembersihan pada hooper karena masih menggunakan flens dan baut. Adanya tepung yang jatuh dari output dan ketelitian sistem penakaran. Sistem agitator yang masih menyisakan tepung yang menempel di dinding hooper. Penelitian ini bermaksud untuk merancang ulang mesin penakar tepung otomatis yang sesuai dengan kebutuhan customer menggunakan metode reverse engineering. Pengambilan data dilakukan dengan observasi langsung pada mesin tersebut dengan maksud untuk memperoleh informasi yang sesuai dengan tujuan penelitian. Setelah memperoleh data kekurangan mesin penakar tepung, porses redesign untuk memperbaiki kekurangan pada mesin tersebut. Kemudian di lakukan perhitungan perancangan elemen mesin hingga didapatkan dimensi komponen terpasang, untuk menvalidasi dilakukan Interference Check dan motion analysis untuk mengetahui efek dari perbaikan desain menggunakan software solidwork. Hasil penelitian menunjukkan desain agitator dengan modifikasi tambahan teflon tebal 3 mm yang dapat diatur jarak himpitannya sejau 10 mm dengan permukaan corong input dapat menyapu tepung dengan baik hingga tepung dapat bergeser dan tidak menempel di permukaan corong input. Desain dengan modifikasi dimensi pitch berbeda menghasilkan kepadatan tepung didalam tabung output, sehingga debit aliran lebih konsisten yang akan meningkatkan kepresisian proses pengisian. Desain komponen corong output setelah modifikasi adalah dengan merubah sistem penguncian yang dirubah menjadi menggunakan sistem penguncian alur dengan 3 baut model T. Perubahan ini menghasilkan percepatan proses pelepasan corong saat melakukan repair atau perawatan mesin menjadi 4 kali lebih cepat yaitu hanya membutuhkan waktu 15 detik untuk pelepasan, membutuhkan 4 langkah pada proses pelepasan. didapatkan kapasitas mesin sebesar 231.5 kg/jam dan menggunakan daya listrik sebesar 0.229 kw (229 W) sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak perlu ada perubahan motor penggerak dan transmisi pada mesin ini. Kata kunci: mesin penakar tepung otomatis, reverse engineering, auger.
PERANCANGAN MESIN PEMECAH TELUR OTOMATIS MENGGUNAKAN METODE REVERSE ENGINEERING BERBASIS MEDIA ONLINE ALI MASUM, AHMAD; PRIJO BUDIJONO, AGUNG
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki aneka ragam produk olahan berbahan baku telur seperti roti, bolen, dan lapis. Bahan baku yang digunakan pembuatan produk makanan tersebut salah satunya adalah telur. Mayoritas industri makanan yang berbahan baku telur di Indonesia masih menggunakan alat tradisional untuk memecahkan telur, misalnya menggunakan sendok, pisau atau alat sejenisnya, sehingga dibutuhkan waktu dan tenaga yang lebih banyak untuk kepentingan tersebut. Industri makanan berbahan baku telur rata-rata membutuhkan telur sebanyak 40 hingga 70 kg/hari, maka diperlukan alat yang mampu memecahkan telur dengan cepat. Namun mesin pemecah telur yang sudah ada harganya relatif mahal dan sulit dalam melakukan perawatan dan perbaikan, sehingga diperlukan penelitian tentang perancangan mesin pemecah telur untuk memenuhi kebutuhan industri domestik. Penelitian ini membahas tentang cara menduplikasi mekanisme mesin pecah telur RZ-1 Ovo Tech menggunakan metode reverse engineering. Tahapan yang dilakukan dalam reverse engineering pertama adalah tahap pencarian informasi dari berbagai macam sumber yaitu lieratur buku, jurnal dan inernet yang berkaitan dengan kegiatan penelitian. Selanjutnya mengidentifkasi mesin meliputi mekanisme gerak mesin, komponen dan fungsinya dari media online. Analisa gerakan pemecahan telur untuk membentuk model baru. Dilanjutkan dengan perancangan dan pemodelan mesin pemecah telur dengan bantuan software Autodesk Inventor 2015 student version. Dibagian paling akhir dilakukan analisa desain berupa interference check dan motion study pada unit mekanisme pemecah telur. Hasil penelitian menunjukkan mekanisme gerak mesin pemecah telur terdiri dari 2 gerakan yaitu mengetuk telur dan membelah telur. Gerakan mekanisme pemecah telur ini dibentuk model baru untuk menghasilkan 2 gerakan tersebut. Model mekanisme ketuk terdiri dari komponen profil pengetuk, poros pengetuk, dan alur pengetuk, sedangkan model mekanisme belah tediri dari komponen alur pembelah. Hasil akir dari perancangan model mekanisme pemecah telur adalah gambar detail spesifkasi setiap komponen unit mekanisme pemecah telur Kata kunci: mesin pemecah telur, reverse engineering.
SISTEM KONTROL MESIN EGG GRADER BERBASIS BERAT MENGGUNAKAN KONTROLER ARDUINO MEGA 2560 PRIJO BUDIJONO, AGUNG; DIMA DISTYA, YOSHA
Jurnal Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan Standar Nasional Indonesia SNI No. 3926:2008, Berat telur dibagi menjadi 3 ukuran yaitu kecil dengan berat 50g, sedang dengan berat 50gram hingga 60gram dan ukuran besar berat diatas 60gram. Hingga saat ini cara sortir dilakukan secara konvensional hal tersebut menyebabkan hasil sortasi telur tidak konsisten dan lama karena tergantung pada subjek yang melakukan sortasi. Adanya mesin Egg Grader ini akan menjadi solusi akan permasalahan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mendesain dan membuat suatu sistem kontrol otomatis yang dapat mensortasikan berat telur sesuai dengan standart yang telah ditentukan menggunakan kontroler Arduino mega 2560 dengan kelengkapan mekanik mesin Egg Grader telah tersedia. Dalam perancangan ini menggunakan jenis penelitian (R&D) Research and Development atau penelitian pengembangan berbasis eksperimen. Pada kasus ini peneliti melakukan rancang bangun sistem kontrol pada mesin egg grader otomatis. Proses perancang diawali dengan melakukan desain sistem kontrol, kemudian dibuat algoritme berdasarkan desain yang telah di buat. Algoritme digunakan sebagai pemandu saat membuat listing program kemudian tahap akhir adalah uji peforma. pengambilan data peforma sistem kontrol dilakukan dengan beberapa tahap yaitu, pengujian sensor infrared, pengujian sensor berat, pengujian perangkat lunak arduino, pengujian akurasi klasifikasi, pengujian respon time. Hasil penelitian ini adalah mesin sortasi dapat menyortir dengan akurasi 87,93 % dengan kapasitas kurang lebih 15 butir/menit. Respon time dari sensor infrared jenis optocoupler membutuhkan waktu 0,114062 detik. Respon time dari sensor berat dengan driver H711 membutuhkan waktu 0,442057 detik. Mesin Egg Grader menggunakan kontroler Arduino 2560 sebagi prosesor, sensor infrared digunakan sebagai sensor kedatangan, sensor berat loadcell dengan driver HX711 untuk menimbang telur dan menggunakan 4 servo sebagai penggerak gerbang dan lengan klasifikasi dapat berjalan dan berfungsi baik dengan waktu yang dibutuhkan dalam satu kali siklus sortiran membutuhkan waktu 3,806871 detik. Algoritma pekerjaan yang dilakukan dalam memilah kelas telur ayam pada mesin Egg Grader melalui 3 tahap yaitu antrian, menimbang dan memilah. Pada proses antrian sensor infrared dapat mendeteksi keberadaan telur. Kemudian pada tahap menimbang telur ditimbang kemudian telur diklasifikasi beratnya dan sudah terklasifikasi menurut kelas beratnya.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR TEKNIK MERANCANG SUB POKOK BAHASAN TRANSMISI (PULLEY, SPROCKET, DAN KOPLING) BERBANTUAN TEKNOLOGI INFORMASI MARDHANIS SAIYA, VALANTINO; PRIJO BUDIJONO, AGUNG
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab kesulitan dosen mengembangkan pemahaman mahasiswa terhadap Mata Kuliah Teknik Merancang khususnya pada pokok bahasan perancangan sistem transmisi masih banyak mahasiswa yang mendapatkan nilai dibawah SKM. Di dalam pokok bahasan ini terdiri dari: 1) pengertian dan karakteristik berbagai jenis transmisi 2) pertimbangan untuk memilih jenis transmisi dan tahapan perancangan, 3) tahapan perhitungan komponen transmisi, 4) pemilihan komponen transmisi pada katalog berdasarkan hasil hitungan. Selama ini mahasiswa kesulitan mengembangkan aspek kognitif dan psikomotor pada materi ini khususnya tentang transmisi pulley, sprocket, dan kopling, oleh karena itu peneliti melakukan penelitian pengembangan modul ajar yang menarik dan bisa membantu mahasiswa untuk mengembangkan aspek kognitifnya dengan judul, ?Pengembangan Modul Ajar Mahasiswa Sub Pokok Bahasan Transmisi (Pulley, Sprocket, dan Kopling) Berbantuan Teknologi Informasi?. Penelitian ini menggunaan model pengembangan 4-D (four D model) yang terdiri dari 4 tahapan yaitu: (1) penetapan (Define), (2) perancangan (Design), (3) pengembangan (Develop), (4) penyebaran (Disseminate). Tahap pendefinisian meliputi analisis ujung depan, analisis mahasiswa, analisis konsep, analisis tugas dan spesifikasi tujuan pembelajaran. Tahap perancangan terdiri dari penyusunan tes, pemilihan media, pemilihan format, dan perancangan awal (desain awal). Pada tahap pengembangan terdiri dari validasi modul oleh dosen ahli, angket respon mahasiswa dan soal pretest postest untuk mahasiswa. Sedangkan untuk tahap penyebaran tidak dilakukan dikarenakan terbatasnya waktu penilitian. Hasil dari penelitian menunjukkan (1) persentase penilaian validasi modul sebesar 88% dengan kategori sangat baik; (2) mahasiswa menunjukan respon positif terhadap modul yang ditunjukkan dengan 89% mahasiswa memberikan respon yang baik dan tertarik menggunakan modul transmisi; (3) hasil belajar dari mahasiswa mengalami peningkatan sebesar 53% dengan daya serap tinggi sebesar 90%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa modul ajar yang dikembangkan layak untuk digunakan dalam perkuliahan Teknik Merancang pokok bahasan transmisi. Kata kunci: modul ajar transmisi, 4D ( four D model), hasil belajar
ANALISA SISTEM PENGEREMAN MOBIL LISTRIK GARNESA BERBASIS SIMULASI NUMERIK RAHMATULLOH, FAQIHUDDIN; PRIJO BUDIJONO, AGUNG
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kontes Mobil Hemat Energi merupakan sebuah perlombaan tentang perancangan dan pembuatan mobil hemat energi yang ramah lingkungan. Perlombaan ini bertujuan untuk menjawab tantangan zaman yang merujuk pada solusi permasalahan keterbatasan dan menipisnya bahan bakar fosil. Mobil Garnesa merupakan mobil rancangan mahasiswa teknik mesin unesa yang diikutkan dalam perlombaan Kontes Mobil Hemat Energi yang diselenggarakan oleh Kementrian Ristek Dikti yang bekerja sama dengan Universitas Gajah Mada. Pada Kontes Mobil Hemat Energi ini Mobil Garnesa masuk pada kategori urban dimana kendaraan harus menyerupai kendaraan roda 4 pada umumnya. Pada kategori ini sistem pengereman merupakan salah satu komponen yang diuji untuk syarat diijinkannya kedaraan memasuki lintasan. Sistem pengereman harus menggunakan rem hidrolik 4 disc yang bekerja dengan pola X. sistem pengereman ini harus mampu menahan kendaraan agar tidak bergerak pada kemiringan 12o dan harus bisa menghentikan kendaraan pada jarak kurang dari 5 meter pada kecepatan 40km/jam sesuai peraturan yang ditetapkan panitia. Fokus dari penelitian ini adalah mengetahui bentuk pemodelan dinamik dan analisa sistem pengereman mobil GARNESA mengunakan pemodelan simulink MATLAB. Mengetahui hasil pengereman kendaraan berbasis kekuatan injakan pedal rem yang berbeda terhadap ?Piston Rod Displacement? master silinder. Dan mengetahui hasil pengereman kendaraan dengan kecepatan maksimal kendaraan dan kekuatan injakan pedal rem yang berbeda terhadap ?Stopping Distance? kendaraan. Hasil penelitian ini menunjukkan dengan pemodelan MATLAB besar gaya injakan pedal rem memperngaruhi jarak tempuh Piston Master Silinder. Semakin besar gaya injakan semakin jauh pergerakan piston master silinder dan pergerakannya cenderung konstan. Stoping Distance mobil GARNESA dengan basis kekuatan ijakan 20 kgf dengan waktu 2,5 s pada kecepatan 40km/jam adalah 18,85m. sedangkan pada kecepatan 38km/jam dengan basis kekuatan injakan pedal rem yang sama adalah 16,68m. Pada kekuatan injakan 25 kgf dengan waktu 2,5s kecepatan 40km/jam adalah 16,68 m, dan pada kecepatan 38km/jam dengan kekuatan injakan dan waktu yang sama diperoleh jarak pengereman 14,50 m. Stopping Distance untuk kekuatan injakan pedal rem 30 kgf dengan waktu 2,5s dan kecepatan 40km/jam adalah 14,50 m dan pada kecepatan 38km/jam adalah 12,33 m. Stopping distance sangat dipengaruhi oleh keukatan injakan pedal rem. Semakin besar kekuatan injakan yang diberikan, maka semakin pendek Stopping Distance yang didapatkan. Kata kunci: KMHE, pengereman, Simulink MATLAB, Stoping Distance.
ANALISA MANAJEMEN ENERGI MOBIL LISTRIK GARNESA BERBASIS PEMODELAN SIMULASI NUMERIK NUR HABIB, BIDYA; PRIJO BUDIJONO, AGUNG
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merancang mobil listrik untuk berkompetisi pada KMHE harus berpedoman pada regulasi teknis KMHE dan konstruksi stabilitas kendaraan. Salah satu bagian yang perlu diperhatikan ketika merancang kendaraan adalah Sistem Mekanis Roda (Rotational Mechanical System). Sistem ini meliputi, roda, transmisi (gear connection / roda gigi), rotor motor listrik dan poros. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh manajemen energi kendaraan terhadap strategi berkendara pengemudi selama kompetisi KMHE berlangsung. Hal ini berbasis pemodelan Sistem Mekanis Roda, Analisa Sistem Dinamik dan Free Body Diagramnya. Metode yang digunakan adalah berbasis Pemodelan Simulasi Numerik menggunakan software MATLAB. Parameter data yang digunakan adalah berdasarkan variabel bebas dan variabel kontrol penelitian. Variabel bebas penelitian ini adalah kecepatan sudut (V?), kecepatan linear (v) kendaraan, nilai koefisien gesek (B), kekakuan poros (K), diameter roda, diameter roda gigi, massa roda dan momen inersia roda. Variabel kontrol adalah Regulasi Teknis Mobil Urban Concept KMHE. Uji Simulasi Numerik ini untuk mengetahui daya listrik yang dibutuhkan, waktu tempuh dan jarak tempuh kendaraan. Hasil penelitian menunjukkan kebutuhan energi listrik mobil GARNESA dengan pemilihan kecepatan rata ? rata 9,42 m/s berbasis kecepatan maksimal 10,15 m/s dan kecepatan minimal 8,70 m/s memerlukan daya listrik sebesar 248,15 Watt. Waktu tempuh sebesar 180 detik dalam satu putaran lintasan. Jarak tempuh yang dihasilkan sebesar 1357 m. Strategi berkendara pengemudi berbasis kecepatan rata ? rata 9,42 m/s mengkonsumsi daya lebih hemat dan jarak tempuh yang didapatkan lebih jauh.Kata Kunci : Manajemen Energi, KMHE, Simulasi Numerik, Free Body Diagram (FBD)
PENGEMBANGAN MODUL AJAR MENGGAMBAR TEKNIK POKOK BAHASAN PROYEKSI DAN POTONGAN DILENGKAPI MEDIA PERAGA LEGO BLOK BERBANTUAN TEKNOLOGI INFORMASI WIDYATAMA, ARDA; PRIJO BUDIJONO, AGUNG
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya media pembelajaran yang praktis pada pembahasan proyeksi dan potongan dalam proses pembelajaran mata kuliah menggambar teknik. Merujuk dari pembahasan tersebut peneliti membuat modul yaitu ?Modul Ajar Menggambar Teknik Pokok Bahasan Proyeksi Dan Potongan Dilengkapi Media Peraga Lego Blok Berbantuan Teknolgi Informasi? yang nantinya sebagai penunjang dalam proses pembelajaran sehingga membantu mahasiswa secara individual mencapai tujuan belajar pada suatu proses pembelajaran. Media pembelajaran yang akan diterapkan dalam mata kuliah menggambar teknik, nantinya dikembangkan menggunakan model pengembangan 4-D (four D model) yang terdiri dari 4 tahapan yaitu: (1) penetapan (Define), (2) perancangan (Design), (3) pengembangan (Develop), dan (4) penyebaran (Disseminate). Tahap pendefinisian meliputi analisis awal akhir, analisa mahasiswa, analisa konsep, analisa tugas, dan spesifikasi tujuan pembelajaran. Tahap perancangan terdiri dari penyusunan tes, pemilihan media, pemilihan format, dan perancangan awal (desain awal). Pada tahap pengembangan terdiri dari validasi modul oleh dosen ahli, angket respon mahasiswa, dan soal pretest posttest untuk mahasiswa. Sedangkan untuk penyebaran tidak dilakukan dikarenakan terbatasnya waktu penelitian. Hasil penelitian menunjukkan (1) produk modul yang dikembangkan sangat layak digunakan (2) mahasiswa menunjukkan respon yang positif terhadap modul yang dikembangkan (3) hasil belajar mahasiswa mengalami peningkatan dengan kategori baik. Kata kunci: modul ,model pengembangan 4D ( four D model), hasil belajar
PENGEMBANGAN MODUL AJAR PERENCANAAN ELEMEN MESIN POKOK BAHASAN PERHITUNGAN DAYA DAN PEMILIHAN MOTOR PENGGERAK PADA MATA KULIAH TEKNIK MERANCANG PRIYO WIDHIKDHO, ADE; PRIJO BUDIJONO, AGUNG
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama ini para dosen pengajar mata kuliah Teknik Merancang selalu mengajar menggunakan persepsi dan konsep masing-masing, antar dosen satu dengan yang lain memiliki otuput dan target standar yang tidak sama , serta buku-buku yang sering digunakan pada pembahasan tentang daya, teori yang ada belum pernah dihadapkan dengan kasus di lapangan mahasiswa hanya disajikan teori-teori dan rumus-rumus saja yang monoton tidak dikaitkannya dengan kasus di lapangan, sehingga membuat mahasiswa kurang menguasai dalam perhitungan dan penentuan daya, tidak disajikan bagaimana cara memilih motor penggerak yang sesuai dengan kebutuhan dan ada di pasaran. Merujuk dari permasalahan tersebut peneliti membuat media pembelajaran berupa modul yang berjudul ?Modul Ajar Perencanaan Elemen Mesin Pokok Bahasan Perhitungan Daya Dan Pemilihan Motor Penggerak? sebagai penunjang agar proses pembelajaran lebih efektif. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4-D (four D model) yang terdiri dari 4 tahapan yaitu: (1) penetapan (Define), (2) perancangan (Design), (3) pengembangan (Develop), dan (4) penyebaran (Disseminate). Subyek penilitian yaitu mahahsiswa D3 Teknik Mesin yang mengikuti mata kuliah Teknik Merancang. Instrument penelitian digunakan untuk mengumpulkan data berupa lembar angket validasi modul dan lembar angket respon mahasiswa. Hasil dari penelitian yaitu telah berhasil dikembangkan modul pembelajaran Teknik Merancang dengan pembahasan Perencanaan Elemen Mesin Pokok Bahasan Perhitungan Daya Dan Pemilihan Motor Penggerak yang sangat layak menggunakan pengembangan 4D Models, respon mahasiswa setelah menggunakan modul pengembangan mendapatkan respon sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa modul ajar yang dikembangkan sangat layak dan dapat digunakan dalam perkuliahan Teknik Merancang.
Development of Technical Drawing Module Based On Projection and Sectional Views Equipped with Lego Block Assembly Media Assistance Agung Prijo Budijono; Wahyu Dwi Kurniawan; Arda Widyatama
Journal of World Conference (JWC) Vol. 1 No. 1 (2019): March 2019
Publisher : NAROTAMA UNIVERSITY, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.205 KB) | DOI: 10.29138/prd.v1i1.97

Abstract

. This research is motivated by the lack of practical learning media in the discussion of projections and pieces in the learning process of technical drawing courses. Referring to the discussion, the researcher made a module "Teaching Drawing Technique Module Main Subjects of Projection and Pieces Equipped with Information Technology Lego Viewer Media Assistance" which later will be a support in the learning process so as to help students individually achieve learning goals in a learning process. Learning media that will be applied in engineering drawing courses, will later be developed using the 4-D development model (four D models) which consists of 4 stages, namely: (1) Define, (2) Design, (3) Development , and (4) Disseminate. The defining stage includes the initial analysis, student analysis, concept analysis, task analysis, and specification of learning objectives. The design phase consists of the preparation of tests, media selection, format selection, and initial design (initial design). At the development stage it consists of module validation by expert lecturers, student response questionnaires, and about the pretest posttest for students. Whereas the deployment is not carried out due to the limited time of the study. The results showed (1) the module products developed were very feasible to use (2) students showed a positive response to the module developed (3) student learning outcomes improved with good categories.
Analysis of Energy Management of Garnesa Electric Car Based Numerical Simulation Modeling Bidya Nur Habib; Agung Prijo Budijono
Journal of World Conference (JWC) Vol. 1 No. 1 (2019): March 2019
Publisher : NAROTAMA UNIVERSITY, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.798 KB) | DOI: 10.29138/prd.v1i1.98

Abstract

Designing an electric car to compete with ESCC should be guided by Vehicle Construction and Stability. One of the areas to consider when designing at the research and development stage is the Mechanical Mechanical System (Rotational Mechanical System). These systems include, wheels, transmissions (gear connections), electric motor rotors and shafts. The purpose of this study was to determine the effect of vehicle energy management on driver driving strategies during the ESCC competition. This is based on Wheel Mechanical System modeling, Dynamic System Analysis and Free Body Diagram. The method used is based on Numerical Simulation. The data parameters used are based on independent variables and control variables. The independent variable of this study is the angular velocity (V?), linear velocity (v) of the vehicle, friction coefficient value (B), shaft stiffness (K), wheel diameter, gear diameter, wheel mass and moment inertia of the wheel. Control variables is technical regulation of ESCC Urban Concept. This Numerical Simulation Test is to determine the required electrical power, travel time and distance of the vehicle. The results showed that the energy needed by GARNESA electric car with an average speed selection of 9.42 m /s based on a maximum speed of 10.15 m /s and a minimum speed of 8.70 m /s requires the amount of power 248.15 Watt. Travel time is 180 seconds in one lap. The distance obtained is 1357 m. Driving strategy based on average speed of 9.42 m /s consumes less power and the distance obtained will be more far.
Co-Authors Achmad Harish Aviansyah Achmad Rianto Achmat Soleh Adhitya Wira Dharma Adly Fitra Ainurroji Agam Seftian Effendi Ahmad Setyo Purnomo Aisyah Nur Khalifah Aisyah Nur Khalifah Aldiansyah Rusminanda Alfian Dwi Cahyo Alfian Reynaldi ALI MASUM, AHMAD Amalia Forma Alfianti Andrianto, Afan Andriyanti Achsan Anita Wahyuningtias Arda Widyatama Arda Widyatama Arif Saputra ARIFFAIUDDIN, SAMSUL Asrul Ludin Bagus Dwi Pratama Bangkit Krisna Surya Handaru Bidya Nur Habib Choirul Hamzah Deo Farma Alhadi Desy Syfa Urrohma DIMA DISTYA, YOSHA Djoko Suwito Dwi Safitri Fajar Septiawan Dwi Anggoro Fajar Septiawan Dwi Anggoro Haikal Fikri Abdi Rachman Hima Nurwidya Timur Hizar Alhifari Ramadhan Ibrohim Ibrohim Irenta Teguh Wahyu Widodo Irfan Burhanudin Wibowo Irfan Malik Hartanto Juwono Ardiansah Khoirul Huda Lely Farima Made Pramono MARDHANIS SAIYA, VALANTINO Marwanto, Dodik Maulana Ridhwan Mochammad Takbirul Id’ha Mohamad Rizqi Ardiansyah Mugi Prasetyoso, Dwi Muhammad Ichsan Khofi Muhammad Irfan Maulana Muhammad Rifandiansyah Muhammad Sefriza Toriq Hidayat Muhammad Sefriza Toriq Hidayat Muhimatul Ulya Mukasafah NIken Purwidiani Niken Sari Kiss Arimbi Nikes Sari Kiss Arimbi Nur Aini Susanti NUR HABIB, BIDYA PRIYO WIDHIKDHO, ADE Rahayu, Imami Arum Tri RAHMATULLOH, FAQIHUDDIN RAMADAN, RIZKY Raniya Nur Ningsih Redy Ardiansyah Reza Salfani Rio Antoni Rizky Kurniawan Roby Ferdian Ryan Effendi Saiful Anwar Sha’id Khana’fi Soeryanto Soeryanto Soeryanto Soeryanto Susi Tri Umaroh SYAHRONI, MOCH.ERWIN SYAHRUL SYAH, SYEIHAN Syeihan Syahrul Syah Syukri Ainun Alfath Teguh Ardiyanto, Muhammad Teguh Budi Riono Wahyu Dwi Kurniawan Wahyu Dwi Kurniawan Wahyu Dwi Kurniawan WIDYATAMA, ARDA Windy Saputro, Wicaksono Yan Dwi Pratama Yan Dwi Pratama Yosha Dima Distya Yusuf Mochammad Saputra Zuhfrianto, Ali