Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

RANCANG BANGUN PROGRAM PENGEDITAN KURVA B-SPLINE MULTIRESOLUSI BERBASIS WAVELETS Nanik Suciati; L. Y. Stefanus
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 1, No 1 Juli 2002
Publisher : Department of Informatics, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.198 KB) | DOI: 10.12962/j24068535.v1i1.a90

Abstract

Penelitian ini menyusun representasi multiresolusi untuk kurva B-spline kubik yang menginterpolasi titik-titik ujung dengan basis wavelets. Representasi multiresolusi ini digunakan untuk mendukung beberapa tipe pengeditan kurva, yaitu penghalusan kurva dengan tingkat resolusi kontinyu untuk menghilangkan detail-detail kurva yang tidak diinginkan, pengeditan bentuk keseluruhan kurva dengan tetap mempertahankan detaildetailnya, perubahan detail-detail kurva tanpa mempengaruhi bentuk keseluruhannya, dan pengeditan satubagian tertentu dari kurva melalui manipulasi secara langsung terhadap titik-titik kontrolnya. Untuk menguji kemampuan representasi multiresolusi dalam mendukung empat tipe manipulasi kurva tersebut, disusun program pengeditan kurva dengan menggunakan bahasa pemrograman Visual C++ pada komputer Pentium 133 MHz, memori 16 Mbyte, sistem operasi Windows 95, lingkungan pengembangan Microsoft DevelopmentStudio 97 dan pustaka Microsoft Foundation Class. Dari hasil uji coba program diketahui bahwa representasi multiresolusi memberikan dukungan yang sangat baik terhadap tipe-tipe pengeditan seperti yang disebutkan di atas. Representasi multiresolusi tidak membutuhkan memori penyimpan ekstra selain dari yang digunakan untuk menyimpan titik kontrol. Dari hasil uji coba program menggunakan ratusan titik kontrol, algoritma berjalan cukup cepat dan memadai berkaitan dengan tuntutan komunikasi interaktif antara user dan program.Kata kunci: B-Spline, Wavelet, Multiresolusi
RANCANG BANGUN EDITOR KURVA POLYLINE DENGAN METODE CURVE ANALOGIES Nanik Suciati; Chastine Fatichah; Faida Royani
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 3, No 1 Januari 2004
Publisher : Department of Informatics, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.119 KB) | DOI: 10.12962/j24068535.v3i1.a130

Abstract

Model-model kurva banyak digunakan untuk pembuatan sketsa. Untuk merancang model kurva untuk sketsa tersebut dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Salah satunya adalah menyusun program secara manual dalam membentuk model-model kurva untuk menggambar sketsa yang diinginkan. Pendekatan ini memberi kontrol yang besar ke programmer. Pendekatan lain yaitu mengambil detail kurva yang dimasukkan pengguna. Salah satu metode dalam pendekatan ini adalah dengan mempelajari style-style garis dari contoh - contoh. Pendekatan ini disebut dengan pendekatan curve analogies. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode curve analogies dalam membuat editor kurva polyline. Curve Analogies bertujuan membentuk kurva baru dari kurva contoh. Inputan untuk kurva analogies ada 3 macam yaitu dua kurva garis dan satu kurva detil (kurva contoh). Dua kurva garis tersebut adalah kurva inputan dari pengguna dan kurva yang mengikuti kurva detil. Dua kurva garis ini digunakan untuk mencari nilai transformasi. Sedangkan untuk membuat kurva baru dilakukan proses synthesis dengan algoritma synthesis. Algoritma synthesis membentuk kurva baru berdasarkan style dari kurva contoh. Kurva hasil proses synthesis di transformasi sesuai dengan nilai transformasinya. Kurva baru yang dihasilkan harus selalu melalui titik kontrol yang pertama dan terakhir dari kurva garis yang diinputkan penguna. Uji coba perangkat lunak ini dilakukan dengan menjalankan beberapa skenario. Skenario pertama dengan memasukkan satu obyek gambar, kedua memasukkan lebih dari satu obyek gambar, ketiga membuat kurva contoh baru dan yang keempat melakukan sintesa kurva. Dari hasil beberapa skenario tersebut dapat disimpulkan metode curve analogies dapat digunakan untuk membuat editor kurva polyline. Kata kunci: kurva polyline, curve analogies, transformasi
PENGHILANGAN NOISE PADA CITRA BERWARNA DENGAN METODE TOTAL VARIATION Anny Yuniarti; Nanik Suciati; Fetty Tri A.
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 5, No 1 Januari 2006
Publisher : Department of Informatics, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.114 KB) | DOI: 10.12962/j24068535.v5i1.a199

Abstract

Saat ini multimedia telah menjadi teknologi yang cukup dominan. Tukar menukar informasi dalam bentuk citra sudah banyak dilakukan oleh masyarakat. Citra dengan kualitas yang baik sangat diperlukan dalam penyajian informasi. Citra yang memiliki noise kurang baik digunakan sebagai sarana informasi, oleh karena itu diperlukan suatu metode untuk memperbaiki kualitas citra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode total variation untuk penghilangan noise yang dapat diterapkan untuk model warna nonlinier, yaitu Chromaticity-Brightness (CB) dan Hue-Saturation-Value (HSV). Filter total variation disebut filter yang bergantung pada data citra karena koefisien filternya diperoleh dari pemrosesan data citra dengan rumusan yang baku. Sehingga filter mask untuk masing-masing piksel memiliki kombinasi koefisien yang berbeda. Metode ini menggunakan proses iterasi untuk menyelesaikan persamaan dasar yang nonlinier. Uji coba dilakukan dengan menggunakan 30 data dengan berbagai jenis noise, yaitu gaussian, salt and pepper dan speckle. Uji coba pembandingan dengan metode filter median dan filter rata-rata. Dari percobaan ini menunjukkan bahwa metode total variation menghasilkan citra yang lebih baik daripada metode filter median maupun filter rata-rata, terutama pada citra yang terdegradasi dengan noise gaussian dan speckle. Kata kunci : Denoising, Total variation, Nonlinear Color Model
PERANGKAT LUNAK UNTUK SINTESIS SUARA GERAKAN BENDA PADAT Nanik Suciati; Lalu Muhammad Dzaki
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 5, No 1 Januari 2006
Publisher : Department of Informatics, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.832 KB) | DOI: 10.12962/j24068535.v5i1.a204

Abstract

Dalam grafika komputer, telah dikembangkan suatu teknik untuk membuat frame-frame animasi berdasarkan gerakan benda yang dihitung menggunakan rumus-rumus fisika, yang dikenal dengan istilah Physically Based Motion. Pada perkembangan selanjutnya, teknik ini juga dapat digunakan untuk mensintesis suara. Dalam Tugas Akhir ini, akan dibangun suatu aplikasi yang dapat membuat frame-frame animasi gerakan jatuh bebas benda dengan menggunakan teknik Physically Based Motion, sekaligus mensintesis suara yang sesuai dengan gerakan yang dihasilkan. Sistem akan melakukan penghitungan gerakan benda untuk menghasilkan frame-frame animasi. Disamping itu, data suara yang dihasilkan juga digunakan untuk mensintesis suara, sehingga suara yang dihasilkan sesuai dengan gerakan benda. Setelah dilakukan uji coba terhadap aplikasi yang telah dibuat, dapat diambil kesimpulan bahwa gerakan dan suara yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh material properties dan jumlah iterasi yang digunakan untuk melakukan penghitungan. Sedangkan jumlah titik, face dan element dari objek mempengaruhi waktu yang digunakan untuk melakukan penghitungan. Kata kunci: Physically Based Motion, Animasi, Suara Digital, Pemodelan Suara.
PERBAIKAN CITRA MENGGUNAKAN EKSTRAPOLASI NONLINEAR PADA DOMAIN FREKUENSI Chastine Fatichah; Nanik Suciati; Dewi Rosida
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 5, No 2 Juli 2006
Publisher : Department of Informatics, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.227 KB) | DOI: 10.12962/j24068535.v5i2.a231

Abstract

Perbaikan citra merupakan salah satu proses awal dalam pengolahan citra. Perbaikan citra diperlukan karena seringkali objek citra tersebut memiliki kualitas yang buruk, misal mengalami derau, citra terlalu terang/gelap, citra kurang tajam, kabur dan lain sebagainya Penelitian ini akan menerapkan teknik perbaikan citra terhadap citra kabur dengan menggunakan metode ektrapolasi nonlinear. Mula-mula citra masukan (G0) akan diolah untuk didapatkan citra tepi (L0) yaitu dengan mengalikan G0 dengan gaussian highpass filter. Proses selanjutnya adalah melakukan proses penajaman terhadap citra tepi menggunakan operator nonlinier, yaitu clipping (c) dan scaling (s). Masing-masing nilai variabel c dan s diperoleh dengan melakukan pendekatan menggunakan metode Teoritical Evaluation.  Proses terakhir adalah menambahkan komponen frekuwensi tinggi dari citra tepi hasil perbaikan dengan citra masukan diawal proses.Dari beberapa hasil ujicoba dapat ditarik kesimpulan bahwa algoritma ektrapolasi nonlinear dapat memperbaiki ketajaman pada sebuah citra kabur. Penggunaan ekstrapolasi operator nonlinear menghasilkan perbaikan citra dengan tingkat kejaman lebih tinggi secara visual. Hasil perbaikan terhadap citra kabur yang dihasilkan oleh algoritma nonlinear akan terlihat lebih tajam daripada perbaikan citra hanya dengan mengolah komponen frekuensi tinggi.Kata Kunci : Laplacian Pyramid, Gaussian Pyramid, Deteksi Tepi, Filter Nonlinear, Frekuensi Domain.
DEKOMPOSISI MORFOLOGI BENTUK BINER DUA DIMENSI MENJADI POLIGON KONVEKS DENGAN PENDEKATAN HEURISTIK Nanik Suciati; Rosdiana Rahmawati
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 5, No 2 Juli 2006
Publisher : Department of Informatics, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.553 KB) | DOI: 10.12962/j24068535.v5i2.a232

Abstract

Dalam pengolahan citra digital dan pengenalan pola, representasi bentuk merupakan masalah yang paling mendasar. Sebuah skema representasi bentuk yang bagus dapat memberi kemudahan pada analisis bentuk untuk dikembangkan pada berbagai macam pencocokan bentuk atau tugas pengenalan.Pada Penelitian ini, dirancang perangkat lunak untuk mendekomposisi bentuk biner dua dimensi menjadi poligon konveks dengan menggunakan teori morfologi dan pendekatan secara heuristik. Proses dekomposisi dilakukan dengan menentukan aproksimasi konveks dari citra yang diolah. Penentuan aproksimasi konveks didapat dari penyusutan bentuk untuk mengambil bentuk primitif dasar, kemudian mengembangkan kembali bentuk tersebut sehingga menjadi poligon konveks. Hasil dari proses ini berupa komponen konveks dan representasinya.Hasil uji coba membuktikan bahwa komponen konveks yang dihasilkan dari bentuk dengan tepi yang tidak banyak lekukan akan lebih sedikit daripada bentuk dengan banyak lekukan pada tepinya. Selain itu jumlah komponen konveks yang dibutuhkan untuk menghasilkan pendekatan bentuk asal, lebih sedikit bila dibandingkan dengan algoritma Wang, algoritma Pitas dan Skeleton Transform.Kata Kunci : bentuk biner, poligon konveks, morfologi, komponen konveks.
PENGEDITAN DETIL KURVA DENGAN METODE CURVE ANALOGIES MENGGUNAKAN PUSTAKA KURVA MULTIRESOLUSI Nanik Suciati; Rizky Yuniar Hakkun
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 4, No 1 Januari 2005
Publisher : Department of Informatics, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.187 KB) | DOI: 10.12962/j24068535.v4i1.a240

Abstract

Pembuatan gambar dua dimensi membutuhkan suatu perangkat lunak yang mendukung. Seringkali perangkat lunak tersebut membutuhkan kemampuan pengguna dalam hal menggambar, sehingga sulit bagi pengguna biasa untuk menghasilkan suatu bentuk sesuai keinginan. Penelitian ini membuat suatu perangkat lunak editor gambar yang dapat memudahkan pengguna untuk membentuk suatu gambar baru. Gambar ini direpresentasikan ke dalam bentuk kurva. Perangkat lunak dapat membuat kurva contoh dan membentuk kurva baru mirip dengan kurva contoh yang diberikan pada suatu bentuk dasar. Metode pembentukan kurva baru dari kurva contoh yang diberikan menggunakan suatu metode yang dinamakan metode Curve Analogies. Metode Curve Analogies merupakan metode pembentukan kurva baru dari kurva contoh yang diberikan dengan mengikuti suatu bentuk tertentu, selain itu kurva yang dihasilkan mirip dengan kurva contoh. Kurva contoh yang diberikan merupakan kurva B-Spline Kubik multiresolusi sehingga dengan representasi multiresolusi akan mendapatkan beberapa bentuk kurva yang berbeda. Kurva B-Spline yang digunakan merupakan kurva B-Spline kubik sedangkan kurva polylines digunakan sebagai bentuk dasar dalam pembentukan kurva baru. Perangkat lunak dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman Borland Delphi 5 pada sistem operasi Windows XP. Berdasarkan ujicoba yang dilakukan, perangkat lunak dapat bekerja dengan baik.. Perangkat lunak mampu membentuk pustaka kurva dan membuat kurva baru yang mirip dengan kurva contoh yang diberikan. Perangkat lunak mampu mensintesa kurva contoh pada bentuk dasar yang diberikan. Perangkat lunak juga mampu melakukan representasi multiresolusi pada kurva B-Spline yang dibuat.   Kata Kunci : Curve Analogies, B-Spline Curve, Multiresolution Curve.
CLUSTERING DATA NON-NUMERIK DENGAN PENDEKATAN ALGORITMA K-MEANS DAN HAMMING DISTANCE STUDI KASUS BIRO JODOH Darlis Heru Murti; Nanik Suciati; Daru Jani Nanjaya
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 4, No 1 Januari 2005
Publisher : Department of Informatics, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.152 KB) | DOI: 10.12962/j24068535.v4i1.a245

Abstract

Clustering adalah salah satu metode populer yang telah digunakan di berbagai bidang penelitian mulai dari kecerdasan buatan, teknologi jaringan syaraf, pengenalan pola, hingga pengolahan gambar. Salah satu teknik yang digunakan dalam clustering adalah dengan menggunakan algoritma k-means. Namun sayangnya, algoritma k-means hanya bisa digunakan untuk dataset yang atributnya bernilai numerik. Padahal dalam kenyataannya, suatu database bisa terdiri atas data-data yang bernilai numerik maupun non-numerik. Dalam penelitian ini akan dibahas mengenai penggunaan algoritma k-means pada suatu clustering data non-numerik (categorical), dengan dibantu Hamming Distance sebagai alat untuk mengukur distance dari masing-masing atribut categorical-nya. Kasus yang diambil adalah pada dataset suatu biro jodoh yang mana akan menjadi menarik karena dengan clustering ini dapat diketahui bagaimana pola pembentukan grup-grup yang memiliki karakteristik hampir sama di dalam keanggotaan suatu  biro jodoh. Pada penelitian ini juga akan diberikan implementasi penggunaan clustering dalam pencarian individu di suatu data biro jodoh. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini meliputi beberapa tahapan. Tahapan pertama adalah persiapan data, yaitu data-data keanggotaan biro jodoh. Tahapan selanjutnya adalah proses modifikasi data dari non-numerik menjadi numerik. Kemudian tahap perhitungan distance antar-data. Lalu tahapan clustering pada data yang teleh bernilai jarak. Dan diakhiri dengan tahapan ringkasan dari hasil proses-proses tersebut. Uji coba dan evaluasi dilakukan dengan menggunakan dataset nyata yaitu data biro jodoh Grasco, Sakinah Surabaya, Libe, dan O'Diva. Dari uji coba tersebut didapatkan bahwa clustering dapat dilakukan pada atribut-atribut categorical yang ditransformasikan terlebih dahulu ke dalam bentuk numerik. Selain itu, kesamaan (similarity) dan karakterisktik dari masing-masing keanggotaan biro jodoh bisa diketahui.   Kata Kunci : Data Mining, Clustering, Unsupervised Learning, K-Means.
JSP DAN JAVA SERVLET GENERATOR UNTUK APLIKASI DATABASE BERBASIS WEB DENGAN MENGIMPLEMENTASIKAN FRAMEWORK JAKARTA STRUTS Imam Kuswardayan; Nanik Suciati; Dody Rachmat Wicaksono
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 3, No 2 Juli 2004
Publisher : Department of Informatics, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.53 KB) | DOI: 10.12962/j24068535.v3i2.a264

Abstract

Untuk meningkatkan produktifitas dalam pengembangan aplikasi, seringkali digunakan tool-tool untuk mempercepat proses pengkodean. Salah satu jenis tool yang mulai banyak digunakan adalah tool yang mampu mengkodekan sebuah aplikasi hanya dengan memberikan data-data logic, dan tanpa perlu melakukan pengkodean. Dalam penelitian ini akan dibuat aplikasi code generator untuk bahasa java, khususnya JSP dan JavaServlet. Spesifikasi dari aplikasi yang akan dihasilkan oleh code generator ini adalah aplikasi yang memiliki arsitektur J2EE, yaitu dengan mengimplementasikan framework Jakarta Struts yang berdasarkan pada blue print Model View Controller. Framework Jakarta Struts akan bekerja sama dengan framwork iBATIS yang akan menangani Persistent Database Layer. Kedua framework akan bekerja bersama-sama membangun pondasi yang kokoh dalam membangun aplikasi berarsitektur J2EE. Uji coba dilakukan dengan sebuah skenario pembuatan aplikasi PIM (Personal Info Manager). Hasil uji coba menunjukkan bahwa aplikasi JSP dan Servlet Generator berjalan dan berfungsi sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Kata Kunci : Struts, iBATIS, J2EE, MVC, Servlet, JSP, code generator.
PENGENALAN ANGKA TULISAN TANGAN ONLINE MENGGUNAKAN METODE STRUCTURAL MATCHING Nunut Priyo Jatmiko; Nanik Suciati; Andi K. I.
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 3, No 2 Juli 2004
Publisher : Department of Informatics, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.484 KB) | DOI: 10.12962/j24068535.v3i2.a266

Abstract

Pengenalan tulisan tangan telah dilakukan lebih dari tiga dekade. Berbagai teknik pendekatan telah dilakukan dengan tujuan untuk lebih memudahkan manusia berinteraksi dengan mesin. Dalam penelitian ini akan mengimplementasikan perangkat lunak yang dapat mengenali satu digit angka tulisan tangan secara online menggunakan metode structural matching. Ada beberapa tahap yang dilakukan dalam proses pengenalan. Tahap pertama adalah ekstraksi dan rekonstruksi struktur, tahap kedua adalah structural matching dan tahap ketiga adalah pasca proses. Pada tahap pertama yaitu ekstraksi dan rekonstruksi struktur, tulisan tangan dibagi menjadi beberapa ruas garis sesuai dengan nilai arah, dikelompokkan dan ditentukan tatabahasanya yaitu Up, Down, Loop, atau Line sebagai perwakilan dari tipe kurva sedangkan nilai arah diwakili dengan angka 0 sampai dengan 7. Pada tahap kedua, tatabahasa yang dihasilkan dari proses sebelumnya dibandingkan dengan tatabahasa pada data aturan sehingga dihasilkan himpunan angka yang memiliki struktur tatabahasa seperti pada tahap ekstraksi dan rekonstruksi struktur. Tahap ketiga, menentukan angka yang sesuai dengan tulisan tangan dari himpunan angka yang dihasilkan pada tahap structural matching. Dari uji coba perangkat lunak yang telah dilakukan menunjukkan bahwa perangkat lunak yang dibuat mampu mengenali angka tulisan tangan dengan cepat yaitu kurang dari satu detik. Kelengkapan data aturan menjadi hal yang utama untuk menunjang kemampuan perangkat lunak dalam mengenali tulisan tangan. Kata kunci : structural matching, pengenalan