Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Artificial Insemination in Local Beef Cattle Breeding Using Various Breeds of Males in West Lombok Regency: An Evaluation of Its Success Rate lukmanHy lukmanHy; Enny Yuliani; Lalu Ahmad Zaenuri; I Wayan Lanus Sumadiasa; Mardiansyah Mardiansyah; Ryan Aryadin Putra
JURNAL TRITON Vol 14 No 2 (2023): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v14i2.501

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keberhasilan Inseminasi Buatan (IB) pada pembibitan sapi potong lokal dengan menggunakan berbagai bangsa pejantan berdasarkan Service Per Conception (S/C), Non-Return Rate (NRR), dan Conception Rate (CR) di Kabupaten Lombok Barat. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei dan observasi terhadap 270 ekor sapi dengan masing-masing sebanyak 90 ekor akseptor IB per kecamatan dengan pejantan sapi Bali, Simmental, Limousin, Brahman, dan Angus. Peternak yang menjadi sampel ditentukan secara quota sampling dari 3 kecamatan di Kabupaten Lombok Barat. Data yang diperoleh ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif untuk mendapatkan persentase S/C, NRR, dan CR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan IB terbaik berdasarkan S/C adalah dengan menggunakan semen sapi Bali, Simental, dan Limousin (1,15, 1,16, dan 1,25), sedangkan untuk sapi Angus dan Brahman 1,30 dan 1,33. Semen sapi Bali, Simental, dan Limousin menghasilkan NRR (84,55; 78,84; 75,0%), sedangkan Angus 66,66%. Nilai CR untuk semen sapi Bali, Simental, Limousin, Brahman, dan Angus masing-masing adalah 79,41; 71,15; 72,5; 66,66; dan 69,69%. Sapi jantan Bali, Simental, dan Limousin merupakan pejantan terbaik untuk keberhasilan IB, sedangkan sapi jantan Brahman dan Angus kurang diminati (12,22 dan 3,30%). Disimpulkan bahwa tingkat keberhasilan Inseminasi Buatan yang paling tinggi ditunjukkan pada penggunaan semen sapi Bali dibandingkan dengan penggunaan semen sapi Simental, Limousin, Brahman, dan Angus.
Peningkatan Keterampilan mahasiswa Melalui Kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka Dalam Bentuk Magang Penyamakan Kulit Bulkaini; Aldian Maulana; Fatahullah; Djoko Kisworo; Elsya Mayori; Muhammad Haikal Fikri; Enny Yuliani; Lalu Ahmad Zainuri; Gde Bidura
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 2 (2025): April-Juni 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i2.11825

Abstract

Kegiatan merdeka belajar kampus merdeka (MBKM) dalam bentuk magang penyamakan kulit bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam bidang penyamakan kulit dan untuk menumbuhkan semangat jiwa wirausaha dengan mengoptimalkan pemanfaat hasil samping pemotongan sapi berupa kulit. Magang MBKM dilaksanakan mulai dari tanggal 8 Agustus 2024 sampai dengan 6 Desember 2024 yang bertempat di PT. Garut Makmur Perkasa, Jawa Barat. Metode pelaksanaan magang: Magang dilakukan melalui beberapa pendekatan antara lain: wawancara, pengamatan lapangan dan diskusi. Bentuk kegiatan secara keseluruhan dari program magang terdiri atas: persiapan program, menjalin kerjasama antara Fakultas Peternakan Universitas Mataram dengan PT. Garut Makmur Perkasa Jawa Barat. Pelaksanaan program magang melibatkan 2 orang dosen sebagai pembimbing dan 2 orang karyawan PT. Garut Makmur Perkasa Jawa Barat sebagai inumerator, melakukan monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan magang: peserta magang memahami profil perusahaan, mengetahui sejarah singkat perusahaan termasuk visi dan misi perusahaan, mengenal fasilitas perusahaan, dan peserta magang dapat mengetahui proses penyamakan kulit mulai dari penyediaan bahan baku sampai menjadi kulit samak dan siap untuk dipasarkan. Kesimpulan: Proses penyamakan kulit adalah transformasi kulit mentah menjadi kulit tersamak yang stabil dan tahan lama, serta siap untuk berbagai aplikasi produk. Proses ini melibatkan serangkaian tahapan, termasuk pra-penyamakan (soaking, liming, deliming, bating, dan pickling), penyamakan (menggunakan bahan nabati atau mineral seperti krom), dan finishing untuk meningkatkan kualitas dan penampilan kulit.
Pengaruh Lama Inkubasi Sexing Spermatozoa X Dan Y Dengan Metode Albumin Putih Telur Terhadap Kualitas Spermatozoa Kambing Boer Baiq Pralika Trisna Kistarini; Enny Yuliani; Lalu Ahmad Zaenuri; I Wayan Lanus Sumadiasa; Lukman HY; Aminurrahman Aminurrahman
Maduranch : Jurnal Ilmu Peternakan dan Ilmu Agribisnis Vol. 11 No. 1 (2026): Maduranch : Jurnal Ilmu Peternakan dan Ilmu Agribisnis
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53712/maduranch.v11i1.3011

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama inkubasi pada sexing spermatozoa terhadap kualitas spermatozoa kambing Boer. Proses sexing menggunakan metode albumen putih telur. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan lima kali ulangan yakni P1: Lama inkubasi 30 menit, P2: Lama inkubasi 40 menit dan P3: Lama inkubasi 50 menit. Parameter yang diamati yaitu motilitas, viabilitas, abnormalitas dan rasio spermatozoa X dan Y. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motilitas tertinggi terdapat pada lapisan atas dan lapisan bawah terdapat pada perlakuan P1 dan P2 (81.80±3.11% dan 79.20±1.78%) dan motilitas terendah pada perlakuan P3 (75.60±6.26% dan 73.00±9.08%). Selain itu, persentase viabilitas spermatozoa tertinggi pada lapisan atas pada perlakuan P1 dan lapisan bawah pada P2 (83.20±3.27% dan 81.00±0.70%). Sedangkan abnormalitas terendah terdapat pada lapisan atas dan lapisan bawah terdapat pada perlakuan P1 (3.00±0.70% dan 2.20±0.83%). Proporsi spermatozoa X dan Y tertinggi terdapat pada perlakuan P1, yakni 54.80±11.40% spermatozoa X dan 46.20±11.40% spermatozoa Y pada labisan atas dan 41.00±13.41% spermatozoa X dan 59.00±13.41% spermatozoa Y pada labisan bawah. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa variasi lama inkubasi 30–50 menit belum menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kualitas spermatozoa kambing Boer, namun inkubasi 30 menit cenderung menghasilkan proporsi pemisahan spermatozoa X dan Y yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya.
Peningkatan Pengetahuan Peternak Tentang Tanda Birahi Sapi Siap Inseminasi Buatan di Desa Barabali Kecamatan Batukliang Lombok Tengah Enny Yuliani; Lukman HY Lukman HY; I Wayan Lanus Sumadiasa; Lalu Ahmad Zaenuri; Aminurrahman Aminurrahman; Muhammad Rifky Ramadhan; Siti Aisyah
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpimi.v5i2.11340

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peternak mengenai tanda-tanda birahi induk sapi yang siap diinseminasi buatan di Desa Barabali, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah. Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode partisipatif dan edukatif melalui penyuluhan, demonstrasi, diskusi interaktif, serta pendampingan kepada peternak. Materi yang disampaikan meliputi fisiologi reproduksi, siklus estrus, identifikasi tanda-tanda birahi berdasarkan perubahan perilaku dan fisik, waktu inseminasi yang tepat, serta pencatatan reproduksi sederhana. Evaluasi dilakukan berdasarkan partisipasi, antusiasme, dan perubahan pemahaman peserta selama proses kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa peternak mengalami peningkatan pengetahuan dalam mengenali tanda-tanda birahi, seperti peningkatan aktivitas, gelisah, standing heat, pembengkakan dan kemerahan vulva, serta keluarnya lendir serviks yang jernih. Selain itu, peternak mulai memahami pentingnya pencatatan reproduksi untuk memantau siklus birahi, waktu inseminasi, kebuntingan, dan kelahiran sebagai dasar evaluasi efisiensi reproduksi. Kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran peternak mengenai pengaruh faktor nutrisi dan lingkungan terhadap ekspresi birahi dan keberhasilan inseminasi buatan. Disimpulkan bahwa penyuluhan dan pendampingan secara partisipatif efektif meningkatkan literasi reproduksi peternak sehingga berpotensi meningkatkan keberhasilan inseminasi buatan, efisiensi reproduksi, dan produktivitas usaha peternakan sapi di Desa Barabali Kecamatan Batukliang Lombok Tengah.