Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN PENGENTASAN KEMISKINAN DI PERDESAAN Hastuti hastuti
Informasi Vol 26, No 1 (1998): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3848.116 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v1i1.6753

Abstract

Perdesaan yang sebagian besar penduduknya menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian dengan pertumbuhan jumlah penduduk setiap tahun berarti lahan usaha taninya menjadi semakin sempit. Apabila sektor perta­nian tetap menjadi tumpuan sumber pendapatan tanpa pengelolaan lebih maju maka kemiskinan akan melanda penduduk di perdesaan. Oleh karena itu untuk mengelola sumber daya yang terbatas tersebut memerlukan sumber daya manusia yang dapat diandalkan. Dalam rangka pengentasan kemiskinan dengan keterbatasan sumber daya di perdesaan diperlukan peng embangan sumber daya manusia untuk memanfaatkan sumber daya yang ada secara optimal. Peng embang an sumber day a manusia dilaksanakan melalui berbagai upaya antara lain melalui pendidikan, peningkatan kesehatan dan peningkatan pendapatan. Melalui langkah pengembangan sumber daya manusia tersebut diharapkan mampu menciptakan kondisi perdesaan yang progresif, kondusif dan inova~ tif. Dengan kondisi perdesaan sedemikian tersebut diharapkan 'secara nyata membebaskan penduduknya dari belenggu kemiskinan.
Riwayat Aktivitas Gunung Merapi: Potensi dan Ancamannya Bagi Sektor Pariwisata Edi Widodo; Hastuti Hastuti
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 17, No 1 (2019): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.431 KB) | DOI: 10.21831/gm.v17i1.28296

Abstract

Vulkan Merapi selain dikenal sebagai vulkan teraktif di Indonesia bahkan Dunia, juga menjadi tersohor karena masyarakatnya yang secara sosial budaya mempercayai keberadaan “Mbah Merapi”. Selain itu objek pariwisata banyak berkembang di Kawasan Rawan Bencana (KRB) Merapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui riwayat aktivitas vulkanik Merapi serta potensi ancamannya terhadap sektor pariwisata. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan metode survei dan dokumentasi kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Merapi memiliki catatan sejarah letusan yang panjang dengan magnitude dan dampak kerugian yang bervariasi. Objek pariwisata juga banyak berkembang di KRB Merapi. Meningkatnya jumlah penduduk di sekitar Merapi dan semakin berkembangnya objek pariwisata di KRB Merapi akan menjadi faktor tambahan terkait potensi besarnya kerugian. Untuk itu diperlukan upaya mitigasi bencana secara struktural maupun non struktural baik di lokasi permukiman penduduk lokal maupun pada objek pariwisata di KRB Merapi, disesuaikan dengan karakteristik morfologi, aksesibilitas dan bahaya yang ada.
DINAMIKA KONSEP DAN PENDEKATAN GEOGRAFI Hastuti Hastuti
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 4, No 2 (2006): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4842.189 KB) | DOI: 10.21831/gm.v4i2.17840

Abstract

AbstrakGeografi sebagai ilmu mengalami dinamika dalam menentukan konsep dan metode pengembangan keilmuannya. Dinamika tersebut berkaitan dengan perkembangan peradaban cipta, rasa dan karsa manusia untuk mencapai kesejahteraan hidup di muka bumi ini. Geosfer, meliputi: atmosfer, litosfer, hidrosfer, biosfer, dan antroposfer menjadi obyek kajian geografi, tentu saja berdampingan dengan disiplin ilmu lain yang memiliki obyek kajian serupa. Geografi sebagai disiplin ilmu holistik yang memadukan unsur alam dan manusia memiliki pendekatan utama yang membedakan dengan disiplin ilmu lain agar tidak saling bertabrakan. Pendekatan geografi keruangan, kelingkungan dan kewilayahan memerlukan alat bantu pemecahan masalah dan perkembangan ilmu, seperti: peta, citra radar, statistik, matematika, dan Sistem Informasi Geografi. Dinamika pengkajian konsep dan metode geografi senantiasa selalu memerlukan perhatian guna peningkatan kemapuan geografi untuk menjawab semakin kompleksnya permasalahan dimuka bumi ini.
POSITIVISMEDALAMKAJIANGEOGRAFI Hastuti Hastuti
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 10, No 1 (2012): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v10i1.3590

Abstract

Manusiasepanjanghidupnyainginmembuatkeputusanyangbaikgunamemahamikenyataanseutuhnyasecarabenardanjelasdengandialogkritis,penalaran,danpemikiranmenyeluruh.Pendekatanfilosofiinimenjadilandasanpemikiranuntukmemperolehkebenaranilmiah,takterkecualiuntukmemperolehkebenarandalamgeografi.Geografimemilikiobjekkajianmanusiadanalam,positivistikmenjadipendekatanyangpopulerdalamgeografipascarevolusikuantitatif(HammonddanWhynne,1979).Kajianilmiahdalampendekatanpositivistikberupayamenerapkanprinsip-prinsipdanmetodeilmiahuntukmemperolehkebenaran.KitchindanTate(2000)mengungkapkantentangpahampositivisticdalamkajiangeografiyangmemuattentangprediksidanpenjelasanmengenaiperilakumanusiasecarakauslmelaluidatayangdiperolehsecaraobjektif.Kajiangeografidengananalisisstatistikdanpemodelandatadiharapkanmampumengidentifikasihukum-hukumuniversalyangakanmenjelaskanperihalpola,proses,danstrukturkeruangan,sertadimanfaatkangunamemprediksimasadepanmaupunmengidentifikasipola-polatertentusecarakonstruktif.KataKunci:positivisme,geografi,filosofi
Problematika Pembelajaran di Era Pandemi COVID-19 Stud Kasus: Indonesia, Filipina, Nigeria, Ethiopia, Finlandia, dan Jerman Sutanto Trijuni Putro; Mawanti Widyastuti; Hastuti Hastuti
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 18, No 2 (2020): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v18i2.36058

Abstract

The Covid-19 pandemic has brought significant changes in the world of learning. Many countries are closing schools and universities to prevent the spread and break the chain of the covid-19 virus. As a result of the closure, distance learning was implemented through various existing media. Each country has different conditions, so learning during this pandemic experiences different challenges and problems. These differences are interesting to study to provide an overview of what is happening in the country and can be used as an evaluation in the future. This study was conducted through literature studies with various sources, both journals and selected online news. The selected countries are Indonesia, Philippines, Ethiopia, Nigeria, Finland and Germany. The selection is done randomly without any particular background, but representing the existing continents. Based on the results of the study, the responses, strategies and obstacles that occurred in the education sector during the pandemic was listed. The strategies, successes, and obstacles that occurred in each country were influenced by the readiness of infrastructure up to human resources, as well as the initial conditions of the country before the pandemic.
MEMAHAMI PARIWISATA MELALUI PENDEKATAN GEOGRAFI MANUSIA Hastuti Hastuti
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 15, No 1 (2017): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.067 KB) | DOI: 10.21831/gm.v15i1.16232

Abstract

AbstrakIndonesia memiliki keanekaragaman sosial budaya didukung kekayaan sumberdaya alam yang tersebar dari Sabang hingga Merauke maupun dari Miangas hingga Talaut, dapat dijadikan tumpuan pengembangan pariwisata yang diharapkan mampu memberikan kontribusi peningkatan penghidupan masyarakat. Indonesia gencar mempromosikan kekayaan alam, sosial, dan budaya berbagai wilayah sebagai tempat tujuan wisata yang menarik bagi wisatawan domestik dan wisatawan asing. Bali, Yogyakarta, Nusa Tenggara, serta beberapa wilayah di Sumatera dan Sulawesi potensial sebagai destinasi wisata potensial bertumpu pada sosial, budaya, dan alam. Pariwisata menarik perhatian pemerintah melalui paket-paket kebijakan seiring pariwisata juga mulai dikembangkan menjadi kajian keilmuan yang menarik pada berbagai disiplin di perguruan tinggi, tak terkecuali geografi juga mengkaji pariwisata sebagai salah satu sub-disiplin dari geografi manusia. Geografi pariwisata mulai dikenalkan sebagai cabang disiplin geografi manusia (Kitchin dan Tate, 2000). Kajian pariwisata dikembangkan dengan pendekatan geografi manusia. Geografi manusia mengenalkan pendekatan humanistic, pospositivistic, radicalism, dan femisnism untuk mengkaji aspek antroposfer (Johnston dkk, 2000). Kata kunci: Pariwisata, Geografi Manusia
MENAPAKI FEMINISME GEOGRAFI PASCA POSITIVISTIK Hastuti Hastuti
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 14, No 1 (2016): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.109 KB) | DOI: 10.21831/gm.v14i1.13742

Abstract

Geografi maskulin telah mendominasi pemikiran geografi hingga dekade 90 an ditengah gegap gempitanya paham positivistik. McDowell dan Doreen (1996), bahwa ilmu spasial yang cenderung positivistik didukung oleh rasionalitas maskulin. Kajian geografis seharusnya menolak rasionalitas demikian bahkan dituntut untuk sensitif terhadap distribusi hubungan kekuasaan dalam proses penelitian. Geografi positivistik diakui memiliki kelemahan untuk menjelaskan tentang aktifitas maupun perilaku sosial, budaya, dan ekonomi manusia secara detail. Manusia adalah makhluk kompleks yang tidak selalu berpikir dan berperilaku linier sehingga dengan mudah dibuat sebagai model sebagaimana sering diterapkan pada pemikiran positivistik. Geografi yang menfokuskan kajian tentang manusia mengusulkan untuk adopsi analisis geografis yang sensitif agar mampu menangkap kehidupan manusia yang kompleks secara mendalam. Pemikiran  post-positivistik dalam studi kualitatif menjadi alternatif analisa yang didukung oleh geograf feminis.
Ada Apa Dengan Geografi Manusia? Hastuti Hastuti
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 5, No 2 (2007): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1366.786 KB) | DOI: 10.21831/gm.v5i2.14064

Abstract

Abstrak            Geografi mengalami dinamika dalam menggambarkan muka bumi sebagai tempat dan ruang bagi manusia melangsungkan kehidupannya mulai dari identifikasi secara sederhana hingga menggunakan model pencatatan dan sketsa kemudian memanfaatkan alat bantu seperti peta, citra radar, statistik, matematika, dan Sistem Informasi Geografi. Dalam pengembangan geografi sesuai untuk menjelaskan fenomena muka bumi dalam konteks kekinian seiring dengan proses perkembangan ilmu dan teknologi. Geografi sebagai ilmu sintetik tentu saja memandang fenomena geosfer dengan pendekatan keruangan, kelingkungan dan kewilayahan diorientasikan pada pemecahan masalah sebagai pertimbangan pengambil kebijakan untuk kesejahteraan umat manusia.           Ketika menolak deterministik geografi meletakkan manusia sebagai faktor utama menawarkan posibilsm kemudian probabilisme mengandung unsur hubungan timbal balik antara alam dan manusia dalam struktur, pola dan proses pada tempat dan waktu tertentu di muka bumi kemudian menekankan kajian antropocentries. Antropocentris menekankan manusia sebagai pusat perhatian geografi sebagai awal semakin berkembangnya devisi geografi manusia. Di Indonesia ketika geografi dikembangkan mulai dari SD sampai perguruan tinggi seolah kurang konsisten terbagi dalam devisi terpisah dalam ranah ilmu alam dan ranah ilmu humaniora. Masih perlu perhatian lebih serius agar geografi manusia dapat memberikan kontribusi pada pengembangan geografi sebagai ilmu dan pemecahan persoalan manusia di muka bumi. 
KARAKTERISTIK PERINDUSTRIAN GENTENG DI DESA SIDOLUHUR KECAMATAN GODEAN KABUPATEN SLEMAN Sriadi Setywati; Hastuti Hastuti; Nurhadi Nurhadi
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 11, No 2 (2013): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.694 KB) | DOI: 10.21831/gm.v11i2.3464

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) faktor – faktor yangmenyebabkan pengusaha industri genteng tidak berproduksi lagi,(2) faktor yangmendorong dan menarik pada usaha industri genteng,(3). persebaran pengusaha industrigenteng. 4). Pemasaran dan peta pemasaran genteng di Desa Sidoluhur KecamatanGodean Kabupaten Sleman.Populasi penelitian ini adalah mantan pengusaha industrigenteng dan pengusaha industri genteng. Populasi mantan pengusaha industri gentengberjumlah 14 kepala rumah tangga, karena jumlahnya kurang dari 100, maka semuadigunakan sebagai responden. Populasi pengusaha industri genteng berjumlah 388kepala rumah tangga, tersebar pada delapan dusun. Penelitian ini mengambil sampel 126kepala rumah tangga pengusaha. Dengan area sampling diambil tiga dusun sampeldaerah penelitian, yaitu Dusun Berjo Kulon 48 kepala rumah tangga, Berjo Kidul 33 kepalarumah tangga dan Serangan 45 kepala rumah tangga. Setelah data terkumpul kemudiandianalisis, menggunakan analisis deskriptif dengan tabel persentase.Hasil penelitianmenunjukkan: 1). Faktor yang menyebabkan pengusaha industri genteng tidakberproduksi lagi, paling banyak disebabkan oleh keterbatasan modal berjumlah 6pengusaha atau 42,85 %. Paling sedikit disebabkan oleh sulit memperoleh tenaga kerja,usia dan tidak ada generasi penerus serta kurang ketrampilan berinovasi, masing–masingberjumlah 1 pengusaha atau 7,15 %. 2). Faktor pendorong industri genteng adalahmerupakan mata pencaharian utama dengan jumlah paling banyak, yaitu 108 pengusahaatau 85,71 %. Faktor pendorong yang paling sedikit yaitu usaha dirintis sendiri berjumlah5 pengusaha atau 3,97 %. Faktor penarik yang paling banyak keuntungan cukup untukmemenuhi kebutuhan berjumlah 66 pengusaha atau 52,38 % dan faktor penarik yangpaling kecil yaitu membuka lapangan pekerjaan bagi lingkungan sekitar, berjumlah 4pengusaha atau 3,97 %. 3). Persebaran pengusaha industri genteng menunjukkan polamemanjang “ linear “ searah dengan jalan dan terdapat perbedaan aglomerasi industrigenteng di tiga daerah sampel penelitian. 4). Pemasaran genteng ke luar kota, semuapengusaha yaitu 126 pengusaha atau 100 persen memasarkan ke Kota Yogyakarta.Pemasaran luar kota yang paling kecil ke Kota Semarang berjumlah 2 pengusaha atau1,59 persen.Kata kunci : Industri genteng, tidak berproduksi
PERAN PEREMPUAN DALAM MENGHADAPI BENCANA DI INDONESIA Hastuti Hastuti
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 14, No 2 (2016): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v14i2.13812

Abstract

AbstrakPenduduk perempuan di Indonesia hampir separuh dari jumlah seluruh penduduk yakni setiap 100 perempuan terdapat 101 penduduk laki-laki (BPS, 2015). Komposisi penduduk itu dihadapkan dengan kondisi wilayah Indonesia yang rawan bencana. Bencana terus melanda muka bumi ini terutama di Indonesia berupa bencana alam maupun bencana sosial. Bencana melanda dengan menimbulkan kerugian harta benda bahkan mengancam keberlangsungan kehidupan dengan korban jiwa. Perempuan merupakan kelompok yang rentan ketika terjadi bencana. Upaya mengatasi bencana terus dikaji melalui kajian ilmiah, penelitian, maupun regulasi agar dapat ditekan dampak negatif yang meluas akibat bencana. Peran serta perempuan dalam menghadapi bencana mulai disadari sedemikian penting sehingga perempuan diharapkan dapat ikut mengurangi resiko bencana. Perempuan mulai dilibatkan dalam mitigasi bencana mulai dari pemulihan, rehabilitasi, sampai rekontruksi pasca bencana. Peningkatan peran perempuan dalam menghadapi bencana dilakukan melalui pendidikan, pelatihan agar perempuan memiliki pengetahuan dan kesadaran, serta keterampilan perempuan ketika menghadapi bencana. Dampak negatif ketika terjadi bencana diharapkan dapat ditekan melalui peningkatan peran perempuan dalam mengadapi bencana Kata kunci: perempuan, bencana