Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Strategi Pengembangan Agribisnis Manggis di Kecamatan Kiarapedes Kabupaten Purwakarta Ardelia Salwa Pratiwi; Ivan Chofyan
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.8145

Abstract

Abstract.Mangosteen (Garcinia Mangostana L) is one of the leading commodities in Purwakarta District and has been recognized by the Decree of the Minister of Agriculture Number 571/KPTS/SR.120/9/2006 which states that the mangosteen fruit of Purwakarta Regency is recognized as a superior variety called Manggis Wanayasa. Kiarapedes sub-district is one of the mangosteen-producing sub-districts in Purwakarta District, which has a large potential area for developing mangosteen. In Kiarapedes sub-district, there is also mangosteen agricultural land belonging to the Food and Agriculture Service of Purwakarta District as an integrated demonstration garden. The potential possessed by Kiarapedes Sub-district has not been utilized optimally because there are still farmers who do not understand the importance of regulations and there is no advanced processing industry for mangosteen. Therefore, the purpose of this research is to determine the condition of the mangosteen commodity agribusiness in Kiarapedes Sub-district and to formulate strategies that can be implemented to support the development of mangosteen commodities in Kiarapedes Sub-district. The approach method of this research is descriptive quantitative, and the analytical method used is descriptive statistical analysis and SWOT analysis. From the results of the analysis of the condition of mangosteen agribusiness in Kiarapedes District, there are 8 internal factors, namely 4 strengths and 4 weaknesses, and 5 external factors, namely 3 opportunities and 2 threats. The mangosteen agribusiness development strategy in Kiarapedes Sub-district, especially in on farm agribusiness are in quadrant I, which is in a favorable situation, so the strategy that needs to be implemented is aggressive growth. Abstrak. Manggis (Garcinia Mangostana L) merupakan salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Purwakarta dan telah diakui dengan adanya Keputusan Menteri Pertanian Nomor 571/KPTS/SR.120/9/2006 yang menyatakan bahwa buah manggis Kabupaten Purwakarta diakui sebagai varietas unggul yang disebut dengan Manggis Wanayasa. Kecamatan Kiarapedes merupakan salah satu kecamatan penghasil manggis di Kabupaten Purwakarta yang memiliki luas areal potensi pengembangan manggis yang masih luas, di kecamatan Kiarapedes juga terdapat lahan pertanian manggis milik Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta sebagai kebun percontohan terpadu. Potensi yang dimiliki oleh Kecamatan Kiarapedes tersebut belum dimanfaatkan secara optimal karena masih adanya perilaku petani yang belum mengerti pentingnya regulasi dan belum adanya industri pengolahan lanjutan manggis. Maka dari itu tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi agribisnis komoditas manggis di Kecamatan Kiarapedes dan merumuskan strategi yang dapat dilakukan untuk mendukung pengembangan agrbisnis manggis di Kecamatan Kiarapedes. Metode pendekatan dari penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dan metode analisis yang digunakan yaitu analisis statistika deskriptif dan analisis SWOT. Dari hasil analisis kondisi agribisnis manggis di Kecamatan Kiarapedes memiliki 8 faktor internal yaitu 4 kekuatan dan 4 kelemahan, serta 5 faktor eksternal yaitu 3 peluang dan 2 ancaman. Strategi pengembangan agribisnis manggis di Kecamatan Kiarapedes khususnya pada subsistem usahatani berada pada kuadran I, yaitu berada pada situasi yang menguntungkan, sehingga strategi yang perlu diterapkan yaitu pertumbuhan agresif.
PENATAAN ZONA TAMAN HUTAN RAYA GUNUNG KUNCI DI KAWASAN PERKOTAAN SUMEDANG DINI PARAMASTUTI; IVAN CHOFYAN
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 13 No. 1 (2013)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v13i1.258

Abstract

Surat Keputusan (SK) Menteri Kehutanan Nomor 297/Menhut-II Tahun 2004 direncanakan sebagai tempat edukasi publik dan kawasan peresapan air. Kawasan Tahura yang semakin mengecil karena difungsikan sebagai lokasi pembuangan sampah dan berkembangnya permukiman penduduk. Analisis dilakukan dengan teknik komparasi antara Kebijakan RDTR Perkotaan Sumedang tahun 2005 dan Masterplan Tahura Tahun 2011 dan analisis Kesesusaian Lahan . Dari hasil analisis ini akan dilakukan penataan zona-zona untuk kawasan Gunung Kunci
PENGELOLAAN HUTAN DALAM MENGATASI ALIH FUNGSI LAHAN HUTAN DI WILAYAH KABUPATEN SUBANG RAHAJENG KUSUMANINGTYAS; IVAN CHOFYAN
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 13 No. 2 (2013)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v13i2.267

Abstract

Arahan pembinaan hutan dan arahan pengawasan hutan disusun berdasarkan konsep partisipatif. Arahan pembinaan hutan secara umum meliputi program rehabilitasi hutan, sosialisasi pembinaan dan penghijauan kepada masyarakat, penegasan sanksi bagi perambah hutan, membentuk pola enclave pada permukiman dalam kawasan hutan (khususnya hutan lindung), pemberdayaan masyarakat Kabupaten Subang dalam kegiatan pengelolaan hutan. Sedangkan, pada arahan pengawasan hutan dilakukan peningkatan alat dan sarana pengamanan hutan meliputi senjata api, alat komunikasi, alat navigasi, alat pemadam kebakaran, alat penyelamatan, kendaraan operasional, pos jaga dan pondok kerja. Penambahan alat dan sarana pengamanan hutan ini dilakukan pada dua Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) yaitu KPH Purwakarta dan KPH Bandung Utara, dimana kawasan hutan di Kabupaten Subang termasuk kedalamnya
STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS CABAI MERAH DI KAWASAN AGROPOLITAN KABUPATEN CIAMIS Muhammad Tito Apriyanto; Ivan Chofyan
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 16 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v16i1.285

Abstract

Tanaman Cabai Merah merupakan komoditas unggulan di Kawasan Agropolitan, Kabupaten Ciamis. Produksinya banyak dengan memiliki kualitas yang baik. Walaupun harganya fluktiatif, tapi banyak diminati oleh konsumen luar daerah maupun pasar induk. Permasalahan yang terjadi di kawasan Agropolitan Kabupaten Ciamis yaitu adanya produksi cabai merah yang terus turun setiap tahunnya, keterbatasan sarana prasarana penunjang kegiatan pertanian yang belum berjalan secara optimal untuk mendistribusikan hasil produksi dan sarana, serta pemasaran belum berjalan secara optimal. Akibatnya, mobilisasi sarana produksi dan hasil produksi cenderung membutuhkan biaya yang besar dan para petani lebih memilih untuk menjual kepada tengkulak karena lebih menguntungkan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi 5 (lima) subsistem agribisnis cabai merah dan merumuskan strategi pengembangan agribisnis cabai merah. Untuk pengembangan cabai merah digunakan analisis deskriptip kualitatif. Sementara itu, analisis SWOT untuk menyusun strategi pengembangan agribisnis cabai merah. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa kondisi agribisnis cabai merahterdapat pada kuadran III. Artinya strategi mengarah pada pemanfaatan peluang yang ada dengan meminimalisir kelemahan. Oleh karena itu, strategi yang digunakan adalah melakukan berbagai inovasi cara bertanam dengan berbagai bibit dengan kualitas baik yang dapat meningkatkan hasil produksi cabai merah dan serta dapat meminimalisir hama penyakit yang dapat terjadi, meningkatkan prasarana jalan, khususnya jalan usaha tani dan sarana transportasi untuk para petani dalam mobilisasi dan distribusi hasil pertanian, serta memberikan penyuluhan untuk usaha olahan dari cabai merah demi terciptanya nilai tambah dan harga kompetitif.
PENERAPAN KONSEP BUKIT BERTERAS DENGAN KOMBINASI TANAMAN CAMPURAN Rossa Adilah; Ivan Chofyan
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 16 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v16i1.287

Abstract

Lahan pertanian di Kecamatan Cimenyan berada di wilayah perbukitan. Lahan pertanian tersebut ditanami dengan tanaman semusim yaitu bawang daun, kentang, bawang merah, tomat, cabe, kol dan lobak. Tanaman semusim memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dari tanaman semusim dapat dengan cepat memberikan hasil panen untuk petani. Sedangkan kelemahan tanaman semusim, yaitu kurang memiliki lebar tajuk yang besar sehingga mengakibatkan air hujan yang turun langsung mengenai permukaan tanah tanpa adanya penghalang dan saat musim panen lahan pertanian menjadi gundul sehingga dapat menyebabkan erosi. Pada tahun 2018 telah terjadi banjir bandang di kawasan Jatihandap dan Cicaheum Bandung. Salah satu penyebab banjir tersebut adalah karena terjadinya alih fungsi lahan di Kecamatan Cimenyan bagian hulu, yang asalnya ditanami tanaman tahunan diganti menjadi tanaman semusim. Penanaman tanaman semusim di wilayah perbukitan menyebabkan kerusakan lingkungan, seperti erosi. Kajian ini bertujuan untuk mengajukan penerapan konsep bukit berteras dengan kombinasi tanaman campuran. Teras yang digunakan adalah teras bangku, sementara tanaman yang ditanam adalah tanaman kopi dan tanaman kayu-kayuan. Model analisis yang digunakan dalam kajian ini adalah analisis kemampuan lahan dan analisis kesesuaian lahan. Penerapan konsep ini dimaksudkan untuk mengurangi erosi dan kerusakan lingkungan lainnya.
Pengembangan Budidaya Minapadi berdasarkan Preferensi Petani: Studi Kasus: Desa Cikurutug Kecamatan Cireunghas Kabupaten Sukabumi Muhammad Fadhil Naufal; Ivan Chofyan
Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota (JRPWK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpwk.v2i2.1385

Abstract

Abstract.. The application of Minapadi cultivation in Cikurutug Village did not last long because fish predators and the selling price for fish makes loss. This study aims to identify the magnitude of the potential for the development of Minapadi cultivation in Cikurutug Village, to determine the preferences of farmers towards the development of Minapadi cultivation, and to develop a strategy for developing Minapadi cultivation based on the preferences of farmers. To achieve this goal, the researcher uses a quantitative approach with data collection methods, namely literature study, interviews, observation, and documentation. As well as using oil and gas potential analysis, farming analysis, farmer preference tabulation analysis, and SWOT analysis. The results are about the strategy for developing Minapadi cultivation based on farmer preferences. The strategy for developing Minapadi cultivation in Cikurutug Village is to facilitate the provision of rice seeds, fish seeds, tile planting system with a trench or caren for protect fish, when a leak occurs, making it easier to harvest fish, maintain water quality, and excessive use of water for Minapadi which can affect water needs outside of Minapadi cultivation activities. Abstrak. Penerapan budidaya minapadi di Desa Cikurutug tidak bertahan lama dikarenakan terdapat permasalahan yang menyebabkan mayoritas petani mengalami kegagalan. Penyebab utama para petani menyerah dalam budidaya minapadi ialah dikarenakan predator pemangsa ikan dan harga jual untuk produksi ikan yang seringkali merugikan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi besarnya potensi pengembangan budidaya minapadi di Desa Cikurutug, untuk mengetahui preferensi petani terhadap pengembangan budidaya minapadi, dan untuk menyusun strategi pengembangan budidaya minapadi berdasarkan preferensi petani. Untuk mencapai tujuan tersebut peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pengumpulan data yaitu studi literatur, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Serta menggunakan analisis potensi air minapadi, analisis usahatani, analisis tabulasi preferensi petani, dan analisis SWOT. Hasil dari penelitian ini yaitu mengenai strategi pengembangan budidaya minapadi berdasarkan preferensi petani. Strategi pengembangan budidaya minapadi Desa Cikurutug adalah mempermudah penyediaan benih padi, benih ikan, menerapkan sistem tanam tegel yang dilengkapi parit atau caren pada lahan budidaya minapadi agar dapat membantu melindungi ikan dari kekeringan pada saat terjadi kebocoran, memudahkan panen ikan, menjaga kualitas air agar tidak tercemar, ketersediaan air mencukupi, dan penggunaan air yang berlebihan untuk minapadi yang dapat mempengaruhi kebutuhan air diluar kegiatan budidaya minapadi.
Educational Spread of Buntet Boarding School in A Rural Area Chofyan, Ivan; Agustina, Ina Helena; Chamid, Chusharini; Rosenda, Diden; Saputra, Dika Lukmana; Sukmawati, Lathansya Mulya; Yanto, Muhtadin
TA'DIB: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 12, No 2 (2023): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v12i2.11924

Abstract

The Buntet Islamic Boarding School was first founded in 1750 by Kyai Muqayim bin Abdul Hadi, known as Mbah Muqayim. He was the chief of the Kanoman Palace. Since its establishment, this pesantren has had relations with the palaces in Cirebon. The history and tradition of this boarding school are tied to the growth of Islam in West Java. The purpose of this study is to investigate how education is disseminated at Buntet pesantren in rural areas. The study used a mixed-methods technique, which combines qualitative and quantitative data analysis. Employing the snowball method to get information from informants while doing field observations. Data processing involves categorizing data in accordance with groups of recurring themes. Additionally, map data was gathered and processed using ArcGIS software to observe changes in space from 2002 to 2022. The findings demonstrates that the transmission of education can build the social character of the village community as well as the propagation of spatial changes.
The Regencies and Municipalities Population Food Availability and Affordability in Eastern Priangan Noormansyah, Zulfikar; Chofyan, Ivan; Djuliansah, Dedi; Faqihuddin
MIMBAR : Jurnal Sosial dan Pembangunan Volume 39, No. 1, (June 2023) [Accredited Sinta 2, No 10/E/KPT/2019]
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mimbar.v39i1.2152

Abstract

The realization of national food security is expected to be built on regional food security. Local governments are obliged to build their own regional food security, and contribute to national security. This is in line with the mandate of Law No. 23/2014 on Regional Government, which states that food is a mandatory matter for the central and regional governments. In relation to this background, this study aims to determine the availability and affordability of food in the East Priangan region, as one of the food production centers of West Java Province. The research method used is mixed method research with the dominance of quantitative design. Based on the results of the analysis, the research can be concluded that the food security conditions of regencies and municipalities in the East Priangan region are categorized as strong. However, based on the results of the comparative analysis among the regencies and cities, it shows a quite unique condition. The condition of the level of food availability (independent) is inversely proportional to the condition of the level of affordability. Regencies and municipalities that have a high marketable surplus of food tend to have a relatively low level of affordability. Conversely, regencies and municipalities with high food affordability have low marketable surplus.
Kajian Peranan Pariwisata Halal Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika Untuk Peningkatan Sektor Pariwisata Pulau Lombok Gita Nararya, Arina; Chofyan, Ivan; Pranggono, Bambang
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 17 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v17i1.592

Abstract

Islam memberikan dorongan kepada umatnya untuk berinovasi dalam keilmuan selama yang terkandung di dalamnya tidak menyimpang dari syariat Islam. Salah satunya kegiatan melakukan perjalanan atau pariwisata. Dalam nawacita terdapat program pengembangan 10 (sepuluh) destinasi wisata nasional, salah satunya berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Pulau Lombok yang akan dibangun dalam konsep pariwisata halal. Hasil analisis menunjukan kriteria yang diperlukan dalam pariwisata halal diantaranya terdapat fasilitas ibadah yang layak, terdapat makanan halal atau jaminan makanan tidak mengandung babi dan olahan bahan haram lainnya, serta kegiatan yang dilakukan terhindar dari kemusrikan, dan tindakan tercela lainnya. Pulau Lombok pernah mengalami bencana gempa bumi berkekuatan 7 (tujuh) Skala Ritchers yang mengakibatkan banyak korban jiwa dan kerugian karena hancurnya rumah penduduk dan sarana prasarana pariwisata. Peranan KEK Mandalika untuk meningkatkan kembali sektor pariwisata di Lombok, yaitu menguatkan hubungan manusia dengan Allah, memberikan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Lombok, membantu pelestarian budaya masyarakat lokal.
Kajian Penerapan Kebijakan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan di Daerah Kota Bandung Mahardika, Galih; Syaodih, Ernady; Chofyan, Ivan
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 18 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v18i1.1642

Abstract

Laju alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan non pertanian di Kota Bandung semakin tinggi, yang tidak saja mengancam ketahanan pangan, tetapi juga mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan. Menindaklajuti penerapan Undang Undang Nomor 41 tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, perlu dibuat Kajian Penerapan Kebijakan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) di Daerah Kota (Studi Kasus: Kota Bandung). Arahan kebijakan KP2B Kota Bandung sudah terdapat Peraturan Daerah Nomor 18 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bandung Tahun 2011-2031 yaitu mempertahankan kawasan pertanian tanaman pangan melalui intensifikasi lahan pertanian di 3 kecamatan. Namun belum eksplisit menyebutkan KP2B, detail lokasi dan luasannya baru berupa arahan kecamatan. Penelitian ini menggunakan metoda Analisa overlay dan SWOT. Dari hasil analisa overlay Kecamatan Mandalajati tidak dapat lagi dimasukan kedalam usulan KP2B karena sudah beralih fungsi menjadi Lahan Pemakaman. Lokasi KP2B yang sesuai dan dapat dipertahankan adalah yang berlokasi di Kecamatan Ujung Berung dan Kecamatan Cibiru. Diperlukan penetapan Kawasan pertanian pangan berkelanjutan (KP2B) secara eksplisit dalam batang tubuh maupun peta perda Revisi RTRW Kota Bandung agar memiliki kekuatan hukum.