Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam dalam Revitalisasi Kurikulum: Kajian Literatur dengan Analisis Isi Mefi Aneresanti mefi; Rifa’i
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to explore and revitalize core Islamic values reflected in the PAI curriculum by employing a qualitative descriptive approach, library research, grounded theory strategy, and content analysis. The findings indicate that values such as honesty, responsibility, tolerance, and spirituality are not explicitly or comprehensively embedded in curriculum documents and instructional materials. Therefore, a curriculum redesign that systematically emphasizes moral and value education is urgently needed. This study also proposes strategies for revitalizing the curriculum through the integration of Islamic values into learning objectives, instructional approaches, and the teacher’s role as a moral exemplar. These results reaffirm previous findings that the internalization of Islamic values must be deliberately designed rather than left solely to individual teacher interpretation. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan merevitalisasi nilai-nilai inti dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) yang tertuang dalam kurikulum, dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, studi pustaka, strategi Grounded Theory, serta teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam seperti kejujuran, tanggung jawab, toleransi, dan spiritualitas belum terimplementasi secara eksplisit dan mendalam dalam struktur kurikulum, terutama dalam dokumen kebijakan dan bahan ajar. Oleh karena itu, dibutuhkan pembaruan konsep kurikulum yang lebih menekankan pada pendidikan nilai dan karakter secara terstruktur. Penelitian ini juga menyusun strategi revitalisasi kurikulum melalui integrasi nilai-nilai ke dalam tujuan pembelajaran, pendekatan pengajaran, dan peran guru sebagai teladan nilai. Studi ini memperkuat temuan-temuan sebelumnya bahwa internalisasi nilai-nilai PAI harus didesain secara sistematis dan tidak hanya diserahkan kepada interpretasi praktis guru.
Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam dalam Revitalisasi Kurikulum: Kajian Literatur dengan Analisis Isi Mefi Aneresanti mefi; Rifa’i
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to explore and revitalize core Islamic values reflected in the PAI curriculum by employing a qualitative descriptive approach, library research, grounded theory strategy, and content analysis. The findings indicate that values such as honesty, responsibility, tolerance, and spirituality are not explicitly or comprehensively embedded in curriculum documents and instructional materials. Therefore, a curriculum redesign that systematically emphasizes moral and value education is urgently needed. This study also proposes strategies for revitalizing the curriculum through the integration of Islamic values into learning objectives, instructional approaches, and the teacher’s role as a moral exemplar. These results reaffirm previous findings that the internalization of Islamic values must be deliberately designed rather than left solely to individual teacher interpretation. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan merevitalisasi nilai-nilai inti dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) yang tertuang dalam kurikulum, dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, studi pustaka, strategi Grounded Theory, serta teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam seperti kejujuran, tanggung jawab, toleransi, dan spiritualitas belum terimplementasi secara eksplisit dan mendalam dalam struktur kurikulum, terutama dalam dokumen kebijakan dan bahan ajar. Oleh karena itu, dibutuhkan pembaruan konsep kurikulum yang lebih menekankan pada pendidikan nilai dan karakter secara terstruktur. Penelitian ini juga menyusun strategi revitalisasi kurikulum melalui integrasi nilai-nilai ke dalam tujuan pembelajaran, pendekatan pengajaran, dan peran guru sebagai teladan nilai. Studi ini memperkuat temuan-temuan sebelumnya bahwa internalisasi nilai-nilai PAI harus didesain secara sistematis dan tidak hanya diserahkan kepada interpretasi praktis guru.
Arah Baru Pengembangan Pendidikan Agama Islam di Sekolah: Telaah Kurikulum dan Model Pembelajaran Novitasri; Rifa’i
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In schools, Islamic Religious Education (PAI) encounters significant obstacles in addressing the modern era, including the secularization of values that causes changes in students' moral compass, the effects of digitization, and character crises. In addressing the needs of 21st-century education, PA learning, which is still the norm and less contextual, is deemed to be ineffective. The goal of this research is to investigate novel strategies for creating the PAI curriculum and learning models that integrate Islamic principles with current issues. This is a literature review that takes a conceptual approach, using critical analysis of Islamic education theories, national curriculum materials, and academic literature. The findings emphasize the necessity of a more inclusive and value-oriented PAI curriculum design that places emphasis on religious moderation, tolerance, and character development. Furthermore, in order for pupils to successfully incorporate Islamic principles into their everyday lives, PAI instruction should use active, cooperative, and practical approaches. As a result, the future advancement of PAI must incorporate Islamic principles, twenty-first-century needs, and pedagogical techniques that foster the complete development of students' personalities. Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah menghadapi tantangan serius di era modern, seperti krisis karakter, digitalisasi, dan pengaruh nilai-nilai sekuler yang melemahkan moral siswa. Pembelajaran PAI yang bersifat normatif dan kurang kontekstual dianggap belum efektif menjawab tuntutan pendidikan abad ke-21. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi arah baru dalam pengembangan kurikulum dan metode pengajaran PAI yang relevan dengan kebutuhan zaman. Studi ini menggunakan kajian pustaka dengan pendekatan konseptual serta analisis kritis terhadap literatur ilmiah, kebijakan kurikulum nasional, dan teori pembelajaran Islam. Hasil kajian menunjukkan perlunya kurikulum PAI yang inklusif dan berbasis nilai, dengan fokus pada moderasi beragama, toleransi, dan pembentukan karakter. Selain itu, metode pembelajaran perlu diarahkan pada pendekatan aktif, kolaboratif, dan aplikatif agar nilai-nilai Islam dapat diinternalisasi secara nyata dalam kehidupan siswa. Dengan demikian, pengembangan PAI perlu mengintegrasikan prinsip Islam dengan kebutuhan pendidikan modern.
Arah Baru Pengembangan Pendidikan Agama Islam di Sekolah: Telaah Kurikulum dan Model Pembelajaran Novitasri; Rifa’i
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In schools, Islamic Religious Education (PAI) encounters significant obstacles in addressing the modern era, including the secularization of values that causes changes in students' moral compass, the effects of digitization, and character crises. In addressing the needs of 21st-century education, PA learning, which is still the norm and less contextual, is deemed to be ineffective. The goal of this research is to investigate novel strategies for creating the PAI curriculum and learning models that integrate Islamic principles with current issues. This is a literature review that takes a conceptual approach, using critical analysis of Islamic education theories, national curriculum materials, and academic literature. The findings emphasize the necessity of a more inclusive and value-oriented PAI curriculum design that places emphasis on religious moderation, tolerance, and character development. Furthermore, in order for pupils to successfully incorporate Islamic principles into their everyday lives, PAI instruction should use active, cooperative, and practical approaches. As a result, the future advancement of PAI must incorporate Islamic principles, twenty-first-century needs, and pedagogical techniques that foster the complete development of students' personalities. Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah menghadapi tantangan serius di era modern, seperti krisis karakter, digitalisasi, dan pengaruh nilai-nilai sekuler yang melemahkan moral siswa. Pembelajaran PAI yang bersifat normatif dan kurang kontekstual dianggap belum efektif menjawab tuntutan pendidikan abad ke-21. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi arah baru dalam pengembangan kurikulum dan metode pengajaran PAI yang relevan dengan kebutuhan zaman. Studi ini menggunakan kajian pustaka dengan pendekatan konseptual serta analisis kritis terhadap literatur ilmiah, kebijakan kurikulum nasional, dan teori pembelajaran Islam. Hasil kajian menunjukkan perlunya kurikulum PAI yang inklusif dan berbasis nilai, dengan fokus pada moderasi beragama, toleransi, dan pembentukan karakter. Selain itu, metode pembelajaran perlu diarahkan pada pendekatan aktif, kolaboratif, dan aplikatif agar nilai-nilai Islam dapat diinternalisasi secara nyata dalam kehidupan siswa. Dengan demikian, pengembangan PAI perlu mengintegrasikan prinsip Islam dengan kebutuhan pendidikan modern.