Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

OPTIMALISASI HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT BERBANTUAN WORDWALL DI SEKOLAH DASAR Fitria Handayani; Ika Rahmawati; Fitria Sucianti
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 04 (2024): Volume 10 No. 03 September 2024
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i04.5045

Abstract

The aims of this research is to improve students ability in the mathematics subject of sorting and comparing whole numbers in class IV through cooperative learning type TGT (Teams Games Tournament) assisted Wordwall. The research is classroom action research (PTK) which applies 2 cycles. To analyze the data, researcher using quantitative descriptive technique. Subjects of this research are 26 class IV students at SDN Dukuh Kupang V, consist of 12 are boy and 14 girls. The indicator for the success of this research is the percentage of completeness that students must achieve ≥75%. The results show that the learning outcomes in the pre-cycle were less than satisfactory and under the percentage of completeness, the average is 40.38 with a percentage of completeness is 19.23%. After being given action to implement TGT with Wordwall in cycle I, the average learning outcome was 58.46 and the percentage of 57.7%. On the cycle II the average student learning outcome was 77.31 with a completion percentage 80.8%. Based on the results of pre-cycle, cycle I, and cycle II, can be conclude that the value and percentage of students’ learning completion increased until reached the specified KKTP. It means, the implementation of cooperative learning type TGT assisted by Wordwall is success and give the maximum results.
PELATIHAN PENYUSUNAN ASESMEN LITERASI MATEMATIS BAGI GURU UNTUK DIAGNOSTIK AWAL SISWA DI SEKOLAH DASAR TRENGGALEK Zaenal Abidin; Ika Rahmawati; Farida Istianah; Hendrik Pandu Paksi; Ricky Setiawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i2.6927

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman guru sekolah dasar dalam menyusun asesmen literasi matematis yang dapat digunakan sebagai instrumen diagnostik awal untuk mengidentifikasi kemampuan peserta didik. Asesmen yang digunakan guru selama ini masih didominasi oleh soal yang mengukur penguasaan konsep, sehingga belum mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai kemampuan siswa dalam bernalar, memecahkan masalah, dan menerapkan konsep matematika dalam berbagai konteks kehidupan. Tujuan PKM ini adalah meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun asesmen literasi matematis melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan. Metode PKM terdiri atas tahap perencanaan dan persiapan, pelaksanaan pelatihan, serta evaluasi dan monitoring. Sasaran kegiatan adalah guru sekolah dasar di Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur. Pelaksanaan PKM dilaksanakan selama dua bulan pada Juli–Agustus 2023. Instrumen yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan lembar angket, sedangkan hasil kegiatan dianalisis secara deskriptif. Hasil PKM menunjukkan bahwa guru mengalami peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam menyusun asesmen literasi matematis yang kontekstual, valid, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar sebagai dasar pelaksanaan diagnostik awal pembelajaran. Dengan demikian, pelaksanaan pelatihan dan pendampingan mampu meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun asesmen literasi matematis untuk mendukung pembelajaran yang lebih efektif dan berpusat pada kebutuhan belajar siswa.
PELATIHAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI MENGAJAR GURU SD KABUPATEN BLITAR Wiryanto Wiryanto; Zaenal Abidin; Ramadhan Kurnia Habibie; Neni Mariana; Ika Rahmawati; Vivi Astuti Nurlaily; Nurul Rafiqah Nasution; Pradina Parameswari; Ulumah Ummah; Rafi Afrizal Saputra; Ahmad Rafi Garizah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.62191

Abstract

Guru sekolah dasar dituntut memiliki kompetensi dalam menerapkan model pembelajaran inovatif agar mampu menciptakan proses pembelajaran yang aktif, bermakna, dan berpusat pada peserta didik. Namun, hasil analisis kebutuhan di Kabupaten Blitar menunjukkan bahwa sebagian besar guru masih mendominasi pembelajaran dengan metode ceramah serta belum optimal dalam mengimplementasikan model pembelajaran yang selaras dengan karakteristik Kurikulum Merdeka. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kompetensi mengajar guru sekolah dasar melalui pelatihan penerapan berbagai model pembelajaran inovatif, yaitu Realistic Mathematics Education (RME), Open-Ended Learning, Flipped Classroom, Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), serta Project-Based Learning (PjBL). Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif yang meliputi analisis kebutuhan, perencanaan, penyampaian materi, demonstrasi, penyusunan perangkat pembelajaran, simulasi pembelajaran, pendampingan, dan evaluasi. Sasaran kegiatan adalah 40 guru sekolah dasar di Kabupaten Blitar. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi, angket respons peserta, serta tes awal dan tes akhir untuk mengukur peningkatan kompetensi guru. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang serta mengimplementasikan model pembelajaran inovatif. Rata-rata nilai kompetensi guru meningkat dari 58,6 pada pretest menjadi 87,9 pada posttest. Selain itu, peserta mampu menyusun perangkat pembelajaran yang mengintegrasikan model RME, Open-Ended Learning, Flipped Classroom, STEM, dan PjBL sesuai dengan karakteristik mata pelajaran di sekolah dasar. Respons peserta terhadap pelatihan menunjukkan kategori sangat baik dengan tingkat kepuasan lebih dari 95%. Dengan demikian, pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi profesional guru serta mendukung implementasi pembelajaran yang inovatif, kolaboratif, kreatif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik di sekolah dasar.