Ricky Setiawan
Department Of Elementary Teacher Education, Faculty Of Education, Universitas Negeri Surabaya, Indonesia

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Aktivitas STEAM dalam “Miniatur Crane” dengan Berbasis Proyek untuk Meningkatkan Keterampilan Abad 21 Mulyani Mulyani; Budiyono Budiyono; Hitta Alfi Muhimmah; Zaenal Abidin; Ricky Setiawan; Nurul Istiq'faroh
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i4.4919

Abstract

Aktivitas STEAM adalah rangkaian kegiatan dalam pembelajaran yang mengintegrasikan empat keterampilan abad 21. Hal ini dikarenakan siswa harus memanfaatkan keempat keterampilan tersebut untuk menghasilkan suatu karya. Siswa harus melakukan beberapa aktivitas dalam pembelajaran ini, mulai dari merencakan, membuat, mempresentasikan, dan mengujicobakan hasil karyanya dalam bentuk “Miniatur Crane”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan aktivitas STEAM dalam Miniatur Crane dengan berbasis proyek untuk meningkatkan keterampilan abad 21. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif data hasil angket respons siswa. Pengambilan data menggunakan angket. Populasi sejumlah 25 siswa dan sampel dengan jumlah 25 siswa. Berdasarkan hasil analisis angket diketahui bahwa siswa menyatakan bahwa 97% sangat setuju dengan adanya aktivitas STEAM. Siswa dapat meningkatkan keterampilan abad 21 melalui rangkaian aktivitas STEAM dalam pembuatan Miniatur Crane yaitu berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah aktivitas STEAM dalam “Miniatur Crane” dengan berbasis proyek dapat meningkatkan keterampilan abad 21 bagi siswa.
Pelatihan Retorika untuk Guru Sekolah Dasar Menggunakan Strategi Podcast Ika Rahmawati; Hendrik Pandu Paksi; Farida Istianah; Ricky Setiawan
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v6i1.10046

Abstract

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara terhadap beberapa guru Sekolah Dasar di Kabupaten Banyuwangi diperoleh data masih banyak guru yang mengeluh kesulitan dalam menyampaikan materi karena kurangnya keterampilan menjelaskan materi. Kebanyakan siswa generasi alpha mudah bosan apabila guru terlalu banyak ceramah. Dari analisis situasi yang dilakukan, permasalahan utama terdapat pada kurangnya kemampuan guru dalam beretorika sehingga apa yang disampaikan terkesan monoton dan menjenuhkan. Maka dari itu, Tim Pelaksana PKM Unesa tergerak untuk ikut memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut dengan memberikan Pelatihan Retorika untuk Guru SD menggunakan Strategi Podcast. Podcast dalam arti yang sederhana adalah rekaman audio. Dengan podcast seorang guru dapat merekam terlebih dahulu penjelasan materi pelajaran dan kemudian bisa disajikan dalam berbagai platform yang dapat diakses siswa secara langsung dan tidak langsung. Seiring perkembangan teknologi digital, podcast berkembang dari yang dulu hanya sekedar rekaman audio menjadi audio visual dan bisa dilakukan secara live atau realtime. Pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 22 Juli 2023 tepatnya pada hari Sabtu di Kabupaten Banyuwangi dan berlokasi di SDN 4 Wringinpitu Tegaldlimo Kabupaten Banyuwangi dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab, praktik terbimbing dan bimbingan pasca pelatihan. Pelatihan ini menghasilkan output utamanya berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru dalam beretorika menggunakan strategi podcast dalam pembelajaran. According to the findings of observations and interviews with various elementary school teachers in Banyuwangi Regency, many teachers still complain about challenges in delivering the curriculum due to a lack of ability to explain the information. Most alpha-generation pupils become easily bored if the teacher teaches too much. According to the situation analysis, the fundamental issue is the teacher's lack of rhetorical talent, which causes what is given to appear monotonous and dull. As a result, we felt compelled to help solve this problem by providing Rhetoric Training for Elementary School Teachers through the Podcast Strategy. In the most basic sense, podcasts are audio recordings. A teacher can use podcasts to first record an explanation of the lesson topic before presenting it on multiple platforms that students can access directly or indirectly. Podcasts have evolved from only audio recordings to audiovisuals that may be done in life or real-time as digital technology has advanced. This training was held on Saturday, July 22, 2023, in Banyuwangi Regency and is located in SDN 4 Wringinpitu Tegaldlimo Banyuwangi Regency. The lecture method, question and answer, guided practice, and post-training guidance are used. The main output of this program is an increase in teachers' knowledge and skills in rhetoric through podcast tactics in learning. 
Pelatihan Manajemen Kelas Bagi Guru-Guru di Padang Besar Municipality Thailand Ricky Setiawan; Ima Widiyanah; Nurul Istiqfaroh; Vania Ardelia; Ade Luh Febiola Kristanti
Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): November 2023
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/kontribusi.v4i1.276

Abstract

Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk memfasilitasi guru-guru di Padangbesar Municipality Thailand dalam mengelola kegiatan pembelajaran yang inovatif dan kreatif, sekaligus untuk membantu guru-guru di Padangbesar Thailand dalam meningkatkan kemampuan memanajemen pembelajaran. Hal ini sangat penting karena untuk memberikan pemahaman serta mengembangkan kemampuan aplikatif dalam memanajemen pembelajaran yang efektif dan inovatif agar guru- guru dapat bekerja secara professional dan terampil. Manajemen kelas merupakan kegiatan yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Demi menunjang kegiatan tersebut maka akan dilakukan Kerjasama dengan Sekolah Padangbesar Municipality Thailand. Metode yang dilakukan yaitu pelatihan secara langsung dengan mendatangkan beberapa narasumber dari Indonesia. Kegiatan ini akan dilakukan selama 2 hari dan ditindak lanjuti dengan kegiatan refleksi agar pelatihan manajemen kelas dalam penerapan kurikulum merdeka dapat di implementasikan oleh guru-guru Padangbesar Municipality Thailand.
PELATIHAN PENYUSUNAN ASESMEN LITERASI MATEMATIS BAGI GURU UNTUK DIAGNOSTIK AWAL SISWA DI SEKOLAH DASAR TRENGGALEK Zaenal Abidin; Ika Rahmawati; Farida Istianah; Hendrik Pandu Paksi; Ricky Setiawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i2.6927

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman guru sekolah dasar dalam menyusun asesmen literasi matematis yang dapat digunakan sebagai instrumen diagnostik awal untuk mengidentifikasi kemampuan peserta didik. Asesmen yang digunakan guru selama ini masih didominasi oleh soal yang mengukur penguasaan konsep, sehingga belum mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai kemampuan siswa dalam bernalar, memecahkan masalah, dan menerapkan konsep matematika dalam berbagai konteks kehidupan. Tujuan PKM ini adalah meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun asesmen literasi matematis melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan. Metode PKM terdiri atas tahap perencanaan dan persiapan, pelaksanaan pelatihan, serta evaluasi dan monitoring. Sasaran kegiatan adalah guru sekolah dasar di Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur. Pelaksanaan PKM dilaksanakan selama dua bulan pada Juli–Agustus 2023. Instrumen yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan lembar angket, sedangkan hasil kegiatan dianalisis secara deskriptif. Hasil PKM menunjukkan bahwa guru mengalami peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam menyusun asesmen literasi matematis yang kontekstual, valid, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar sebagai dasar pelaksanaan diagnostik awal pembelajaran. Dengan demikian, pelaksanaan pelatihan dan pendampingan mampu meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun asesmen literasi matematis untuk mendukung pembelajaran yang lebih efektif dan berpusat pada kebutuhan belajar siswa.
Pelatihan Manajemen Stres Berbasis Mindfulness: Efektivitas Pendekatan MBSA CR8+ terhadap Peningkatan Strategi Koping Positif Tenaga Kerja Indonesia di Hong Kong Mochamad Nursalim; Wulan Patria Saroinsong; Sherrin Nurlita Widya; Ricky Setiawan; Ni Made Marlin Minarsih; Nanda Audia Vrisaba; Hitta Alfi Muhimmah; Shelly Andari; Dhian Gowinda Luh Safitri; Vania Ardelia; Ima Widiyanah
Transformasi dan Inovasi : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): Volume 6, Nomor 1, Januari 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpm.v6n1.p29-33

Abstract

Indonesian migrant workers (TKI) in Hong Kong face significant psychological stress due to heavy workloads, social isolation, and cultural adaptation pressures. Limited access to mental health services exacerbates this condition. This community service program aims to improve the stress management skills of Indonesian migrant workers through the Mindfulness-Based Stress Approach (MBSA) CR8+. The program was implemented comprehensively with a training design using a participatory and educational approach that was oriented towards increasing individual capacity in managing stress through mindfulness techniques. This training was attended by 200 participants.. The intervention included online training (Zoom and Google Classroom) and offline training in Hong Kong, with the MBSA CR8+ module covering mindfulness techniques, progressive relaxation, emotion regulation, and guided breathing. Pre-test results showed that 45% of participants experienced high stress and 40% experienced moderate stress, with the dominant complaints being heavy workloads (55%) and limited rest time (48%). Post-test results showed a decrease in physical symptoms (40% to 35%) and negative emotions (30% to 25%), as well as a significant increase in positive coping strategies from 10% to 20%. The MBSA CR8+ approach has been proven effective in increasing self-awareness and stress regulation in Indonesian migrant workers. This model has potential for replication in migrant worker communities in other countries. This program produces a mindfulness-based training module that can be sustainably adopted by community partners.
Empowering Elementary School Teachers through the Integration of Education for Sustainable Development (ESD) into the National Curriculum to Create Sustainable Schools Ricky Setiawan; Wulan Patria Saroinsong; Sujarwanto Sujarwanto; Zeni Zakia Zamania; Rifka Anisa Ummami; Moch. Naufal; Zinni Akmalia
Abimanyu : Jornal of Community Engagement Vol 7 No 1 (2026): February 2026 (In Press)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ESD (Education for Sustainable Development) is oneof the important approaches in realizing 21st century learning that isoriented towards sustainability. However, teachers at SD Labschool 2 UNESA still have limited understanding of integrating the concept of ESD into thenational curriculum. In addition, the unavailability of implementation guidelines andsystematic learning resources has resulted in suboptimal sustainability-based learning practices. Objective: This program aims to empower teachers in education management through the integration of Education for Sustainable Development (ESD) into the elementary school curriculum and the development of the ESD Connect platform as a collaborative tool to connect sustainable learning practices in schools. Methods: The method used in this study was the Project Action Plan (PAP), which was divided into three stages: (1) the preparation stage, (2) the implementation stage, and (3) the monitoring stage. Results: Based on the test results, the success rate for website creation was 100%, the participant attendance rate for the training was 86.67%, and the material delivery rate was 100%. Furthermore, based on observations, participants' ability to understand the material and fill in web content was considered good.Conclusion: These results show that the service program has been able to improve participants' ability to share and adopt best practices from other schools in sustainable education. Keywords: Teacher Empowerment; Education for Sustainable Development (ESD); National Curriculum.
MEMBANGUN KONEKSI DI KELAS: PELATIHAN STRATEGI KOMUNIKASI EFEKTIF UNTUK PENINGKATAN KOMPETENSI SOSIAL GURU SD Putri Rachmadyanti; Delfia Ikhlasiah Rahman; Ari Metalin Ika Puspita; Ricky Setiawan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36086

Abstract

Abstrak: Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi sosial guru Sekolah Dasar (SD) di Pacitan melalui strategi komunikasi efektif, guna mendukung pembelajaran di kelas. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Pengabdian kepada Masyarakat, dengan sasaran 16 guru SD di Pacitan. Metode pelatihan meliputi diskusi, role play, dan juga penugasan, di akhir kegiatan dilakukan evaluasi menggunakan instrumen angket kepuasan. Kegiatan evaluasi menggunakan dua metode penilaian: (1) evaluasi proses melalui observasi, lapangan catatan, dan partisipasi peserta dalam diskusi, bermain peran, dan latihan praktis; dan (2) evaluasi hasil melalui partisipasi mahasiswa. Indikator keberhasilan meliputi peningkatan pemahaman tentang strategi komunikasi yang efektif, kemampuan menerapkan komunikasi asertif dan simpatik dalam simulasi, dan tingkat minat mahasiswa terhadap materi, sumber penyampaian, dan relevansi studi. Hasil menunjukkan kepuasan keseluruhan yang tinggi, dengan semua peserta memberikan umpan balik positif. Aspek yang dinilai tertinggi adalah manfaat peningkatan kompetensi sosial 96%, diikuti oleh kejelasan penyampaian narasumber 94% dan keterlibatan peserta 92%. Kesesuaian waktu dan durasi mendapat skor 86%, sementara relevansi materi mendapat skor 84%. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan dianggap sangat bermanfaat, relevan, dan efektif dalam memberikan pengalaman belajar yang bermakna.Abstract: This training aims to improve the social competence of elementary school teachers in Pacitan through effective communication strategies, to support classroom learning. This activity was organized as a Student Creativity Program (PKM) Community Service, targeting 16 elementary school teachers in Pacitan. The training methods included discussions, role-plays, and assignments. At the end of the activity, an evaluation was conducted using a satisfaction questionnaire instrument. Evaluation activities use two assessment methods: (1) process evaluation through observation, field notes, and participant participation in discussions, role-playing, and practical exercises; and (2) outcome evaluation through student participation. Indicators of success include increased understanding of effective communication strategies, the ability to apply assertive and sympathetic communication in simulations, and the level of student interest in the material, delivery sources, and relevance of the study. The results showed high overall satisfaction, with all participants providing positive feedback. The aspect that was rated highest was the benefit of improving social competence (96%), followed by the clarity of the speaker's delivery (94%) and participant engagement (92%). The appropriateness of time and duration received a score of 86%, while the relevance of the material received a score of 84%. These findings indicate that the training was considered very useful, relevant, and effective in providing a meaningful learning experience.
Analysis of Politeness in Bilingual Indonesian–English Language Use in Elementary School Environments Ricky Setiawan; Wahyu Sukartiningsih; Ulhaq Zuhdi; Bambang Edi Siswanto; Donne Jone Panizales Sodusta; Zeni Zakia Zamania
Studies in Learning and Teaching Vol. 7 No. 2 (2026): August
Publisher : CV Sinergi Ilmu dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46627/silet.v7i2.841

Abstract

In elementary schools, the use of Indonesian and English not only serves as communication but also reflects the norms of politeness in social interactions. This study aims to describe the practice of politeness principles in Indonesian and English, as well as to analyze the level of politeness based on Brown and Levinson's scale in learning interactions in bilingual elementary schools, an area that has not been previously explored. This study uses a descriptive qualitative approach with data in the form of speech acts recorded during observations in the 5th grade of one of the elementary schools in Surabaya. Data were collected through listening, recording, and note-taking techniques. Data were analyzed using thematic analysis through the process of coding, categorization, and identification of language politeness patterns. Data validity was ensured through source triangulation, method triangulation, and member checking. The results showed that bilingual interactions were dominated by the directness and positive politeness strategies. Negative politeness and off-record strategies appear with limited frequency, especially when the level of stress is high or when teachers want to avoid direct criticism. These results suggest that politeness practices in bilingual classrooms are a balance between the need to foster a supportive learning atmosphere and hierarchical demands.
Peran Program Sekolah Got Talent sebagai Strategi Peningkatan Kepercayaan Diri dan Potensi Bakat Minat Siswa di SDN Simomulyo VIII/497 Kota Surabaya Nely Dias Febrianti; Ricky Setiawan
Dinamis : Jurnal Inovasi dan Transformasi Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2026): Juni: Dinamis: Jurnal Inovasi dan Transformasi Pendidikan
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/dinamis.v1i2.308

Abstract

Kepercayaan diri dan pengembangan potensi bakat minat merupakan aspek penting yang perlu dikembangkan sejak sekolah dasar. Salah satu upaya yang dapat dilakukan sekolah adalah menyediakan program yang memberi kesempatan kepada siswa untuk mengekspresikan kemampuan yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran Program Sekolah Got Talent dalam meningkatkan kepercayaan diri dan mengembangkan potensi bakat minat siswa, menggambarkan pengalaman siswa selama mengikuti program, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan terdiri atas kepala sekolah, penggagas program, guru kelas, dan siswa di SDN Simomulyo VIII/497 Kota Surabaya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña dengan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Sekolah Got Talent menjadi wadah bagi siswa untuk menampilkan kemampuan, mengekspresikan diri, serta mengembangkan bakat dan minat. Program ini membantu meningkatkan keberanian, kepercayaan diri, dan kemampuan berinteraksi siswa. Faktor pendukung meliputi dukungan sekolah, guru, teman sebaya, dan fasilitas yang memadai, sedangkan faktor penghambat meliputi rasa malu, gugup, dan perbedaan tingkat kepercayaan diri siswa. Program ini memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan karakter dan potensi siswa sekolah dasar.
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP EDUCATION FOR SUSTAINABLE DEVELOPMENT PADA SISWA KELAS 5 SDN PUTAT JAYA II/378 SURABAYA Zinni Akmalia; Ricky Setiawan; Hitta Alfi Muhimmah; Ali Fakhrudin
Dinamis : Jurnal Inovasi dan Transformasi Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2026): September: Dinamis: Jurnal Inovasi dan Transformasi Pendidikan
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/dinamis.v1i3.338

Abstract

Pola asuh orang tua merupakan cara yang digunakan orang tua dalam mendidik dan membimbing anak yang terdiri dari empat jenis, yaitu demokratis, otoriter, permisif, dan pengabaian. Keberagaman latar belakang sosial ekonomi orang tua di kawasan Putat Jaya Surabaya menjadikan pola pengasuhan sebagai faktor penting yang perlu dikaji, khususnya dalam pembentukan perilaku berkelanjutan pada anak melalui Education for Sustainable Development (ESD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pola asuh yang diterapkan orang tua, tingkat penerapan nilai-nilai ESD pada siswa, serta pengaruh pola asuh orang tua terhadap ESD pada siswa kelas 5 SDN Putat Jaya II/378 Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan regresi logistik ordinal, didukung data kualitatif melalui wawancara semiterstruktur. Sampel penelitian sebanyak 37 orang tua siswa kelas 5 SDN Putat Jaya II/378 Surabaya. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara kepada lima narasumber yang mewakili masing-masing jenis pola asuh. Uji instrumen dilakukan dengan uji validitas dan reliabilitas, kemudian data dianalisis menggunakan SPSS melalui fungsi link logit (PLUM). Berdasarkan hasil penelitian, pola asuh demokratis merupakan pola asuh paling dominan yang diterapkan orang tua sebesar 78,4%, diikuti otoriter 16,2%, permisif 5,4%, dan tidak ditemukan pola asuh pengabaian. Tingkat penerapan nilai-nilai ESD secara umum berada pada kategori sedang (59,5%) dengan rata-rata skor 76,78 dari skor maksimal 100, dan tidak ada siswa yang berada pada kategori rendah. Berdasarkan hasil analisis regresi logistik ordinal, pola asuh orang tua secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap ketiga aspek ESD, yaitu lingkungan (Sig. = 0,048), ekonomi (Sig. = 0,005), dan sosial (Sig. = 0,022). Secara parsial, pola asuh demokratis merupakan satu-satunya variabel yang konsisten berpengaruh signifikan terhadap ketiga aspek ESD dengan nilai Nagelkerke R-Square sebesar 39,1%, 50,5%, dan 44,1%. Semakin tinggi penerapan pola asuh demokratis oleh orang tua, semakin besar peluang siswa berada pada kategori ESD yang lebih tinggi.