Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pertumbuhan dan Lulus Hidup Larva Ikan Nilem yang Diberi Pakan Awal Infusoria Bhagawati, Dian; Nuryanto, Agus; Rahayu, Diana Retna Utarini Suci; Rachmawati, Farida Nur
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2021: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.021 KB)

Abstract

Keberadaan benih ikan Nilem (Osteochilus hasselti Valencienes, 1842) di wilayah Kabupaten Banyumas, pada tingkat petani, semakin sulit diperoleh, karena seringkali mengalami kendala dalam memelihara larvanya, terutama saat larva harus beralih dari pakan endogen ke eksogen. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji pertumbuhan dan kelulushidupan larva ikan Nilem yang diberi pakan awal berupa Infusoria. Penelitian menerapkan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap, lima perlakuan yang diulang sebanyak tiga kali. Larva diperoleh dari hasil pemijahan induksi, dan telur ditetaskan dalam kotak inkubasi yang terkontrol. Pemeliharaan larva dilakukan selama 30 hari, dalam kotak kayu berukuran 90x60x20cm, dan dibagian dalam dilapisi terpal plastik, diisi air dengan ketinggian 15cm. Selama pemeliharaan larva tidak diberi aerasi dan ketinggian air dijaga agar konstan dengan cara menambah air baru. Masing-masing kotak diisi sebanyak 750 ekor larva. Perlakuan yang dicobakan yaitu pemberian pakan awal berupa Infusoria selama 7 hari, sebanyak 50 ml(A), 100ml(B); 150ml(C); 200ml(D) dan 250ml(E), mulai hari ke-5 setelah telur menetas. Mulai hari ke-13 sampai dengan ke-30, pada masing-masing perlakuan diberikan tambahan Infusoria sebanyak 50ml dan tepung pellet sebanyak 30mg. Pakan diberikan sehari sekali, pada pagi hari, antara jam 09.00-10.00. Data yang diamati adalah pertumbuhan panjang mutlak, panjang relatif, dan kelulushidupan, yang diuji dengan analysis of variance (ANOVA) selang kepercayaan 95%. Hasilnya menunjukkan, perlakuan E memberikan hasil yang terbaik, sehingga dapat disimpulkan bahwa ketersediaan Infusoria dalam jumlah yang lebih banyak dari kebutuhan pakan awal larva Nilem, memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan dan kelulushidupannya.
Karakteristik Dimorfisme dan Gambaran Histologis Gonad pada Benih Ikan Nila Hasil Alih Kelamin Bhagawati, Dian; Rachmawati, Farida Nur; Rukayah, Siti
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.863 KB)

Abstract

Kegiatan alih kelamin pada ikan sangat mungkin dilakukan mengingat proses deferensiasi gonad saat embriodapat dimanipulasi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengamati morfologi organ seks sekunder dangambaran histologis gonad benih ikan nila hasil alih kelamin. Proses pengalihan kelamin dilakukan denganteknik perendaman menggunakan hormon 17α- Metiltestosteron (MT). Pembuatan stok larutan berhormonmengacu pada Zairin (2002), yaitu dengan melarutkan 112,5 mg hormon 17-α metiltestosteron dalam 250 mlalkohol 96%. Penelitian kualitatif ini dilakukan dengan cara merendam benih ikan nila berumur tujuh hari,sebanyak 1000 ekor dalam 5 ml stok larutan berhormon yang dicampur dengan 15 liter air yang diaerasi, danperendaman dilakukan selama 24 jam. Benih yang telah diperlakukan kemudian dipelihara dalam 4 drum plastik,dengan kepadatan 250 ekor dalam 200 liter air. Identifikasi jenis kelamin dilakukan berdasarkan pengamatankarakter morfologi dan jumlah lubang urogenital serta pewarnaan gonad menggunakan larutan asetokarmin.Pengamatan dilakukan setelah satu, dua dan tiga bulan pasca perendaman, terhadap 10 ekor benih dari tiapdrum. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa secaramorfologis perbedaan jenis kelamin benih ikan nila mulai dapat dikenali dengan mudah setelah berumur duabulan. Benih ikan nila jantan memiliki satu lubang dan betina dua lubang. Pengamatan hitologis gonad jugalebih mudah dilakukan setelah benih berumur dua bulan. Gonad yang diwarnai asetokarmin mampumenggambarkan sel bakal sperma, yaitu berupa titik-titik kecil berjumlah banyak, sedangkan sel bakal telurberupa bulatan besar dan inti terdapat di tengah dengan warna lebih pucat.
Protease, Lipase and Amylase Activities in Barred Loach, Nemacheilus Fasciatus C.V. Untung Susilo; Farida Nur Rachmawati
Jurnal Biodjati Vol 5 No 1 (2020): May
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v5i1.6530

Abstract

Barred loach is wild fish in which there is no information related to its enzymatic digestive capacity yet. Therefore research on this subject needs to be conducted.  The spectrophotometry method was used to study protease, lipase, and amylase activities in barred loach. The study used 89 fish with an average weight of 3.61 ± 0.26g, and 1.68 ± 0.21g.  The results showed that pH 7.0 was the highest protease activity. Similarly, lipase activity found  between pH 7.0 and pH 8.1. Still, the amylase activity found to be high at pH 8.1. Protease activity also found to be high in the posterior intestine than in the hepato-pancreas and anterior intestine. Lipase and amylase activities did not found differences between hepato-pancreas, anterior intestine, and posterior intestine. In conclusion, the protease, lipase, and amylase activities of barred loach found along the gastrointestinal tract in both large and small fish, which shows that barred loach can digest protein, fat, and carbohydrates in diets better.