Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

INSTILLING THE VALUES OF RELIGIOUS MODERATION THROUGH LOCAL CULTURE IN ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Faridah, Siti; Rahman, Sidqi Aulia; Putri, Mutammimah; Nulinnaja, Ratna
JMIE (Journal of Madrasah Ibtidaiyah Education) Vol 9, No 1 (2025): JMIE (JOURNAL OF MADRASAH IBTIDAIYAH EDUCATION)
Publisher : PD PGMI se Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32934/jmie.v9i1.655

Abstract

The issue of interfaith intolerance in Indonesia is increasingly exacerbated by the spread of misinformation and extremist doctrines through digital technology. This threatens social harmony and fosters anti-religious moderation attitudes. Amid these challenges, it is essential to environments, to create a generation that is tolerant and respectful of religious differences. This study aims to describe how the values of religious moderation are instilled through local culture at elementary school in SDN 1 Balun Lamongan, which is know for its religious diversity. The research employs a descriptive qualitative approach using observation, interviews, and documentation methods. The findings indicate that SDN 1 Balun Lamongan implements various religious and extracurricular activities involving all students, regardless of their religious backgrounds. Activities such as interfaith celebrations and artistic collaborations, involving students from Islam, Christianity, and Hinduism, are conducted. This implementation has successfully shaped students into tolerant individuals who respect each other and can cooperate despite religious differences. The application of religious moderation values through local culture at SDN 1 Balun Lamongan has had a positive impact on fostering harmony and interfaith unity among the students from an early age.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Video Animasi “Nusantara” Pada Materi Kekayaan Budaya Indonesia Kelas IV Di MI Al-Maarif 02 Singosari Nisa, Robihatun; Nulinnaja, Ratna
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 7 No. 1 (2025): Badaa: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/badaa.v7i1.2429

Abstract

Minimnya inovasi dalam memanfaatkan media pembelajaran oleh guru selama proses pembelajaran berdampak pada menurunnya antusias siswa dalam belajar. Media pembelajaran memegang peran krusial dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran, terutama era digital saat ini yang menuntut penggunaan media yang lebih interaktif dan menarik. Salah satu solusi efektif dalam mengatasi permasalahan tersebut yakni memanfaatkan media pembelajaran berbasis video animasi. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pengembangan media berbasis video animasi nusantara yang valid dan mengetahui kemenarikan media berbasis video animasi nusantara pada materi kekayaan budaya Indonesia kelas IV di MI Almaarif 02 Singosari. Penelitian ini mengadopsi pendekatan Research and Development (RnD) dengan menerapkan model Borg and Gall yang terdiri dari enam tahapan yang telah disederhanakan akibat keterbatasan waktu penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media video animasi nusantara termasuk dalam kategori valid dan menarik berdasarkan hasil validasi ahli media, materi, pembelajaran, serta angket respon kemenarikan siswa terhadap media pembelajaran. Diperoleh rata-rata persentase kevalidan 93,3% dan 85,2% respon kemenarikan siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan media pembelajaran berbasis video animasi nusantara valid dan menarik digunakan oleh siswa kelas IV-A di MI Almaarif 02 Singosari.
Emergence of Female Pembarong in Reyog Art: Gender Stereotypes and Cultural Tightness in The Javanese Perspective Sari, Ulfi Andrian; Yasri, Hayyun Lathifaty; Nulinnaja, Ratna
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 40 No 1 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v40i1.2853

Abstract

The presence of female pembarong (performers) in Java is interesting as a form of defying gender stereotypes. The female performers portray those who try to fight stereotypes and gender norms in a patriarchal society. Based on this phenomenon, this study aims to 1) explain the stereotypical experience of reyog Ponorogo female performers from the perspective of Javanese culture, 2) explain the experience of cultural tenacity of reyog Ponorogo female performers from the perspective of Javanese culture. The research was conducted in two places in Ponorogo. Sawoo Village in Sawoo Subdistrict, Ponorogo Regency which is the location of the Sardulo Nareswari reyog community and Plunturan Village in Pulung Subdistrict, Ponorogo Regency which is the location of the Putri Onggopati reyog community. This research uses a qualitative method. Data collection techniques used included interviews with female performers, observation of videos of female performers' performances from YouTube, Facebook, and Instagram, interview transcripts, triangulation of sources, and data visualization. Furthermore, the data was analyzed using an interactive model: data collection, data condensation, data display, and conclusions drawing. The labeling of the research results shows that: 1) Stereotypical views towards female performers have begun to diminish. Society began to accept their existence in reyog performance art. 2) The loosening of cultural constraints within Javanese tradition, with positive conditions that do not put aside their role as women, wives, and homemakers. These conditions provide freedom and creative opportunities for female performers.
Persepsi Guru dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di Madrasah Ibtidaiyah Ilma, Fikra Filsafa; Nulinnaja, Ratna; Putra, Kivah Aha; Fuad, M Zahrul
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 4 No. 4 (2024): August
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v4i4.351

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru terhadap implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di MI Islamiyah Kebonsari, Kota Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Alat pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, kemudian data dikondensasi untuk kebutuhan penyajian data dan selanjutnya akan menyusun kesimpulan, analisis menggunakan triangulasi data untuk keabsahan data triangulasi yang digunakan yaitu triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Guru kelas 1 dan 4 yang telah melaksanakan Kurikulum Merdeka Belajar memiliki pemahaman sesuai dengan konsep kurikulum dan keterampilan mengajar, 2) Terdapat satu guru yang membutuhkan pemahaman tambahan secara intensif untuk membantu pemahaman secara utuh, hal ini karena faktor umur. 3) Faktor pembentukan persepsi guru didapatkan dari pelatihan mandiri, sosialisasi, diseminasi antar guru dan kontribusi dari pihak yudistira sebagai fasilitator. 4) PROMARIS adalah Program Madrasah Riset yang ternyata menunjang keterlaksanaan kurikulum merdeka dan dapat memicu persepsi guru secara utuh dan positif terhadap kurikulum merdeka belajar.
EFEKTIVITAS BIMBINGAN TEKNIK DALAM MENYUSUN SOAL LITERASI NUMERASI DI MI AR RAUDHAH LAWANG Nulinnaja, Ratna; Faridah, Siti; Putra, Kivah Aha; Zulfa, Mila; Ulum, Mukhammad Bahrul; Adhim, Syahrul
Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 1 (2025): Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/mjpai.v4i1.15031

Abstract

The change in provisions in 2021 in determining student graduation will change from the national exam to a national assessment, one of its components is the AKM (minimum competency assessment). AKM consists of literacy and numeracy skills tests that are mastered by students. The AKM question is very different from the national exam. Therefore, teachers must be more disciplined in preparing themselves to equip their abilities to support the improvement of human resources in dealing with AKM which is carried out in their madrasah. To meet the needs mentioned above, technical guidance (bimtek) related to understanding numeracy is carried out. Research using Quantitative Research. In the preparation of the instrument, the variables that became the main reference for the researchers were data on the quality of teachers in preparing numeracy literacy questions before the implementation of the technical guidance and after the implementation of the technical guidance which consisted of 23 participants. The result of this research is that the implementation of technical guidance for the preparation of numeracy literacy questions is effective in improving the ability of teachers in preparing questions. Produce T-count data of 6.204650534 and t-table of 2.093024054. This means that t - count is greater than t table, so it can be concluded if H0 is rejected and H1 is accepted. So that the implementation of technical guidance is effective on the quality of numeracy literacy questions compiled by the Madrasah Ibtidaiyah teacher Ar-Raudhah Lawang. Abstrak Perubahan ketentuan pada tahun 2021 dalam menentukan kelulusan peserta didik mengalami pergeseran dari ujian nasional ke asesmen nasional, yang salah satu komponennya adalah AKM (Asesmen Kompetensi Minimum). AKM terdiri dari tes kemampuan literasi dan numerasi yang harus dikuasai oleh peserta didik. Soal-soal dalam AKM sangat berbeda dengan soal ujian nasional. Oleh karena itu, guru perlu lebih disiplin dalam mempersiapkan diri guna meningkatkan kompetensinya agar dapat mendukung penguatan sumber daya manusia dalam menghadapi pelaksanaan AKM di madrasah masing-masing. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dilaksanakan bimbingan teknis (bimtek) yang berkaitan dengan pemahaman numerasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Dalam penyusunan instrumen penelitian, variabel yang menjadi acuan utama peneliti adalah data mengenai kualitas guru dalam menyusun soal literasi numerasi sebelum dan sesudah pelaksanaan bimbingan teknis, dengan jumlah peserta sebanyak 23 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan bimbingan teknis dalam penyusunan soal literasi numerasi efektif dalam meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun soal. Data menunjukkan nilai t-hitung sebesar 6,204650534 dan nilai t-tabel sebesar 2,093024054. Karena nilai t-hitung lebih besar daripada t-tabel, maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, pelaksanaan bimbingan teknis terbukti efektif terhadap peningkatan kualitas soal literasi numerasi yang disusun oleh guru Madrasah Ibtidaiyah Ar-Raudhah Lawang.