Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Innovative and Creativity

Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Penjamah Makanan Dengan Pengelolaan Hygiene Sanitasi Makanan Pada Rumah Makan Puti Minang Pringsewu Kabupaten Pringsewu Yuke Yuristya Utami; Desti Ambar Wati; Lara Ayu Lestari; Dera Elva Junita
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3624

Abstract

Penyelenggaraan makanan yang hygiene dan sehat menjadi prinsip dasar penyelenggaraan makanan institusi. Hygiene sanitasi penjamah makanan merupakan syarat utama agar tidak kontaminasi penyakit terhadap makanan yang di sajikan. Salah satu faktor yang mempengaruhi praktik hygiene sanitasi penjamah makanan adalah pengetahuan dan sikap dalam pengelolaan hygiene sanitasi makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap penjamah makanan dengan pengelolaan hygiene sanitasi makanan pada rumah makan Puti Minang Pringsewu Kabupaten Pringsewu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan desain penelitian cross sectional. Total Populasi penelitian ini adalah  42 orang tenaga penjamah dan sampel pada penelitian ini adalah 32 penjamah makanan pada rumah makan Puti Minang Pringsewu yang telah dilakukan pada bulan Oktober s/d bulan November 2024 di rumah makan Puti Minang Pringsewu. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh penjamah rumah makan Puti Minang Pringsewu dengan teknik pengambilan total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahun, kuesioner sikap dan lembar check list pengelolaan hygiene sanitasi makanan. Analisis bivariat pada penelitian ini menggunakan uji Fisher’s Exact. Hasil penelitian didapatkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan (p=0,045) dan sikap (p=1,000) dengan pengelolaan hygiene sanitasi makanan. Diharapkan pihak rumah makan Puti Minang Pringsewu menfasilitasi tenaga penjamah untuk mengikuti pelatihan tentang hygiene sanitasi makanan, melakukan pengawasan dalam penerapan prinsip-prinsip hygiene sanitasi makanan dan menyediakan sarana prasarana atau fasilitis untuk dapat memenuhi syarat penerapan higiene sanitasi.  
Hubungan Pola Pemberian Makan Dan Riwayat Penyakit Infeksi Dengan Status Gizi Balita Usia 12-36 Bulan Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Ibu Dan Anak Puri Betik Hati Bandar Lampung Tahun 2024 Ayu Enggar Nilawati; Lara Ayu Lestari; Aftulensi Nurhayati; Mayesti Akhriani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5065

Abstract

Wasting merupakan masalah status gizi dimana berat badan balita menurun drastis, atau bahkan berada di bawah rentang normal dimana berat badan balita tidak sesuai dengan tinggi badan. Wasting pada awal kehidupan anak terutama pada periode dua tahun pertama, dapat menyebabkan kerusakan yang permanen. Berdasarkan hasil riset Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, permasalahan wasting di Indonesia masih cukup tinggi yakni 8,5%. Prevalensi wasting di Provinsi Lampung mencapai 7%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola pemberian makan dan riwayat penyakit infeksi dengan status gizi balita di Rumah Sakit Ibu dan Anak Puri Betik Hati Bandar Lampung Bandar Lampung tahun 2024. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional yang dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2024. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pasien anak usia 12-36 bulan dalam kurun waktu bulan Mei-Juni yang berjumlah 75 balita dan sampel pada penelitian ini sebanyak 49 balita menggunakan teknik Purposive Sampling. Analisis data yang digunakan adalah korelasi gamma. Hasil penelitian menyatakan bahwa sebagian besar anak memiliki wasting yaitu 27 anak (51,9%), sebagian besar dengan pola pemberian makan tidak tepat yaitu 30 anak (57,7%), dan sebagian dengan riwayat penyakit infeksi dan tidak memiliki masing-masing 26 (50%). Ada hubungan yang signifikan antara pola pemberian makan dengan status gizi dengan p = 0,001 dan angka koefisien korelasi sebesar 0,492 atau cukup kuat. Ada hubungan yang signifikan riwayat penyakit infeksi dengan status gizi dengan p = 0,021 dan koefisien korelasi sebesar 0,320 atau lemah.