Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Menangani Kenakalan Siswa di SMP Negeri 1 Kota Kupang: Indonesia Filce Imelda Tulle; Ferdinan Leonadus Lopo
Ciencias : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Persatuan Guru 1945 NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam menangani kenakalan siswa di SMP Negeri 1 Kupang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian berada di SMP Negeri 1 Kupang, Jl. Prof. Dr. W. Z. Johannes No. 30, Kelurahan Oetete, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang. Subjek penelitian terdiri dari 5 orang, yaitu 1 guru BK dan 4 siswa yang memiliki permasalahan kenakalan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru BK memiliki peran yang signifikan dalam menangani kenakalan siswa melalui berbagai layanan dan pendekatan yang terarah. Berdasarkan hasil wawancara, guru BK tidak hanya berperan sebagai konselor, tetapi juga sebagai pembimbing, mediator, dan motivator dalam proses pembinaan siswa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa peran guru BK sangat penting dalam mencegah dan menangani kenakalan siswa, terutama jika didukung oleh komunikasi yang efektif dan program pembinaan yang berkelanjutan.
Literasi Sosial Siswa Melalui Konseling Kelompok pada Siswa SMP Negeri 5 Nekamese: Indonesia Ferdinan Leonadus Lopo; Jeff Wilfred Mesah
Ciencias : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Persatuan Guru 1945 NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan literasi sosial siswa serta peran konseling kelompok dalam meningkatkan literasi sosial siswa di SMP Negeri 5 Nekamese. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas satu orang guru Bimbingan dan Konseling dan enam orang siswa SMP Negeri 5 Nekamese. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi sosial siswa sebelum mengikuti konseling kelompok berada pada kategori rendah hingga sedang. Pelaksanaan konseling kelompok dilakukan melalui tahapan pembentukan, peralihan, kegiatan inti, dan penutup, serta memanfaatkan dinamika kelompok sebagai sarana pembelajaran sosial. Setelah mengikuti konseling kelompok, siswa menunjukkan perubahan positif dalam literasi sosial, seperti meningkatnya kemampuan komunikasi, empati, kerja sama, serta berkurangnya konflik antar siswa.
Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mengatasi Perilaku Bullying di SMP Negeri 5 Kota Kupang: Indonesia Damatrrius Yulyanto Tunu; Ferdinan Leonadus Lopo
Ciencias : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Persatuan Guru 1945 NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam mengatasi perilaku bullying di SMP Negeri 5 Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian berada di SMP Negeri 5 Kota Kupang, Jl. Frans Seda, RT 31/RW 14, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang. Subjek penelitian terdiri dari 5 orang, yaitu 1 guru BK dan 4 siswa yang terlibat dalam kasus bullying. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru BK memiliki peran penting dalam menangani perilaku bullying melalui layanan konseling individu, konseling kelompok, serta kegiatan pembinaan yang berkesinambungan. Berdasarkan hasil wawancara, guru BK berperan sebagai konselor, fasilitator, mediator, dan motivator dalam membantu siswa memahami dampak negatif bullying dan membentuk perilaku yang positif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa peran guru BK sangat penting dalam mengatasi perilaku bullying di sekolah, terutama jika didukung oleh pendekatan yang tepat, program pencegahan yang terstruktur, dan kerjasama yang baik antara pihak sekolah dan orang tua.