Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Ramatekno

STUDI GETARAN MESIN ROTOR 0,4 KW BELT KONDISI PARALEL MISALIGNMENT MENGGUNAKAN INDUSTRIAL VIBRATION ANALYZER Rachmanu, Fatkur; widodo; Is Subekti, Mokhamad; Wira Manggala, Dimas; Turmudi, Agung
JURNAL RAMATEKNO Vol 5 No 2 (2025): Jurnal_Ramatekno_vol_5_no_2_2025
Publisher : LPPM Politeknik Enjinering Indorama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61713/jrt.v5i2.264

Abstract

Pengujian getaran merupakan kegiatan pemeliharaan pada sebuah mesin berputar. Getaran yang tinggi pada suatu mesin dapat disebabkan oleh kasus Misalignment. Studi vibrasi ini bertujuan untuk mengetahui grafik FFT yang dihasilkan oleh getaran pada kondisi Misalignment. Metode pengukuran getaran dilakukan dengan menggunakan Vibration analyzer yang dapat membaca nilai RMS (Root Means Square) velocity suatu getaran pada posisi aksial pada bearing (pillow block) UCP 202 yang dapat diolah menjadi grafik FFT. Berdasarkan pengujian nilai velocity dan frequensi yang dihasilkan kondisi misalignment dengan kecepatan putara poros 1500 RPM menghasilkan nilai velocity 1x RPM tertinggi yaitu 2,44 mm/s dengan frekuensi 24,6 Hz yang terdapat pada posisi 3A bearing DE, dan nilai velocity terendah dengan kecepatan putaran poros 500 RPM menghasilkan nilai velocity 1x RPM sebesar 1,18 mm/s dengan frekuensi 8,3 Hz yang terdapat pada posisi 4A bearing NDE .
ANALISIS EFEKTIVITAS PLATE HEAT EXCHANGER PADA GAS TURBIN : ANALISIS EFEKTIVITAS PLATE HEAT EXCHANGER PADA GAS TURBIN Hiermy, Ulpen; Affris Freza Frananda, Muhamad; Zoehry, Mochammad; widodo; Syafrizal
JURNAL RAMATEKNO Vol 5 No 2 (2025): Jurnal_Ramatekno_vol_5_no_2_2025
Publisher : LPPM Politeknik Enjinering Indorama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61713/jrt.v5i2.278

Abstract

Alat penukar panas atau Heat Exchanger (HE) merupakan suatu alat yang digunakan untuk memindahkan panas dari sistem ke sistem lain tanpa perpindahan massa dan bisa berfungsi sebagai pemanas maupun sebagai pendingin. Plate Heat Exchanger  ( PHE ) merupakan salah satu jenis Heat Exchanger (HE). Plate heat exchanger (PHE) adalah salah satu komponen penting dalam sistem gas turbin yang berfungsi untuk memindahkan panas dari gas turbin ke air pendingin dan merupakan salah satu komponen utama dalam sistem pelumasan turbin gas. Permasalahn yang timbul adalah Mengetahui apakah  nilai efektivitas pada  plate heat exchanger gas turbine   masih dalam keadaan normal atau sudah mengalami penurunan performa? dengan tujuan mengetahui dan menghitung nilai efekivitas  pada plat heat echanger (PHE) pada gas turbin. Metode yang digunakan pada perhitungan ini yaitu METODE-NTU.Pada METODE-NTU ( Number Of Transfer Unit ) ini efektivitas Plate Heat Exchanger (PHE) dapat diperoleh dengan perpindahan kalor nyata ( aktual ) dibagi dengan perpindahan kalor maksimum yang mungkin ( spesifikasi ). Data yang dibutuhkan pada perhitungan ini yaitu temperature inlet dan outlet water, temperature inlet dan outlet oil, flow rate water dan flow rate oil .Dari hasil perhitungan percobaan pertama didapatkan panas ( q ) aktual dengan nilai 57 Kw dan panas ( q ) maksimum dengan nilai 96 Kw sehingga efektivitas Plate Heat Exchanger (PHE) adalah 59 % , pada hasil perhitungan percobaan ketujuh didapatkan panas ( q ) aktual 44 Kw dan panas ( q ) maksimum dengan nilai 96 Kw sehingga efektivitas Plate Heat Exchanger (PHE) adalah 45 %. Dari hasil perhitungan percobaan pertama sampai ketujuh dapat diketahui Plate HeatExchanger mengalami penuruna performa.
Peran Audit Energi dalam Pengembangan Program Manajemen Energi di Bangunan dan Industri: Sebuah Kajian Literatur: Audit Energi Khairul; Suseno, Doni; widodo
JURNAL RAMATEKNO Vol 5 No 2 (2025): Jurnal_Ramatekno_vol_5_no_2_2025
Publisher : LPPM Politeknik Enjinering Indorama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61713/jrt.v5i2.285

Abstract

Abstrak Audit energi memiliki peran penting dalam upaya meningkatkan efisiensi penggunaan energi, terutama pada bangunan dan sektor industri. Melalui audit energi, dapat diidentifikasi potensi pemborosan, peluang penghematan, serta strategi manajemen energi yang tepat guna. Penelitian ini dilakukan melalui kajian literatur terhadap berbagai sumber ilmiah, standar internasional (ISO 50001, ASHRAE Level I–III), serta laporan implementasi audit energi di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan audit energi secara sistematis dan berkelanjutan dapat menghasilkan efisiensi energi hingga 10–30% tergantung pada karakteristik sistem dan penerapan rekomendasi. Kajian juga menyoroti peran digitalisasi audit energi berbasis IoT dan AI, serta pentingnya kompetensi auditor energi bersertifikat BNSP. Keberhasilan audit energi sangat dipengaruhi oleh dukungan manajemen, ketersediaan data konsumsi energi, serta kebijakan pemerintah dalam mendorong penerapan manajemen energi nasional menuju target Net Zero Emission 2060.