Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

A NEW SPECIES OF FREYCINETIA (PANDANACEAE) FROM JAMBI, SUMATRA, INDONESIA Elizabeth Anita Widjaja; Nursahara Pasaribu; Arief Hidayat
Reinwardtia Vol. 12 No. 5 (2009)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

WIDJAJA, E.A., PASARIBU, N., HIDAYAT, A. 2009. A new species Freycinetia (Pandanaceae) from Jambi, Sumatra, Indonesia. Reinwardtia 12 (5): 441–442. — Freycinetia berbakensis Widjaja, Pasaribu & Hidayat is proposed as a new species.
The new pteridophyte classification and sequence employed in the Herbarium Bogoriense (BO) for Malesian ferns Wita Wardani; Arief Hidayat; Dedy Darnaedi
Reinwardtia Vol. 13 No. 4 (2012)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BO followed sequences written in the first Flora Malesiana series II for Malesian fern specimen arrangement and flora listing, which then updated as revision for pteridophyte families done successively. However, the sequence in this incomplete flora to some extent is problematic. Recent advancement in pteridophyte classification is available and expected to stabilize delimitation of families and genera. The paper reviews the two sequences and presents a consensus for specimen arrangement and flora listing of Malesian fern.
PENDEKATAN SKALOGRAM DAN SENTRALITAS UNTUK PENENTUAN PUSAT PERTUMBUHAN WILAYAH: STUDI KASUS KABUPATEN MAHAKAM ULU Umar Mustofa; Arief Hidayat; Riki Herliansyah
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 3: Agustus 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi pusat pertumbuhan bertujuan untuk menganalisis potensi dan strategi pengembangan pusat pertumbuhan di Kabupaten Mahakam Ulu. Dengan latar belakang pertumbuhan infrastruktur dan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, kawasan ini memiliki peluang signifikan untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Timur Indonesia. Namun, tantangan berupa keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan serta budaya lokal perlu dikelola secara hati-hati. Penelitian ini menggunakan pendekatan komprehensif yang mencakup analisis kebijakan tata ruang dan pembangunan infrastruktur berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi analisis skalogram dan indeks sentralitas untuk mengidentifikasi hierarki pusat pelayanan serta potensi pertumbuhan di setiap kecamatan. Hasil penelitian ini memberikan rekomendasi strategis bagi pemerintah daerah dalam mengembangkan wilayah Mahakam Ulu secara berkelanjutan, mencakup perencanaan infrastruktur, pariwisata, serta pelestarian lingkungan. Dengan implementasi kebijakan yang tepat, Kabupaten Mahakam Ulu diharapkan mampu berkontribusi secara optimal dalam pertumbuhan ekonomi wilayah serta kesejahteraan masyarakat setempat
ANALISIS KINERJA ANGKUTAN PENUMPANG DAN ANGKUTAN BARANG DI KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA DALAM MENDUKUNG IBUKOTA NUSANTARA Arief Hidayat; Umar Mustofa
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 4: September 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi kinerja transportasi umum dan angkutan barang di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggunakan Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA). Hasil analisis kinerja transportasi umum menunjukkan tingkat kepuasan sebesar 53,43% dengan kategori "Very Poor". Faktor dengan kinerja tertinggi mencakup kelancaran perjalanan (4,74) dan ketepatan waktu (4,68), sedangkan keselamatan (3,86), kapasitas (2,93), dan kenyamanan (2,84) menjadi kelemahan utama. Prioritas utama perbaikan mencakup peningkatan keselamatan, keteraturan, dan kapasitas layanan. Pada angkutan barang, CSI sarana mencapai 52,5% (cukup puas) sedangkan prasarana hanya 43,9% (tidak puas). Indikator prioritas perbaikan pada sarana meliputi kenyamanan, keteraturan, efisiensi, dan dampak polusi. Untuk prasarana, indikator seperti kualitas jalan, keteraturan lalu lintas, dan keterpaduan menjadi perhatian utama. Meskipun beberapa indikator seperti keselamatan, kapasitas, dan aksesibilitas menunjukkan kinerja yang baik, masalah seperti tarif tinggi dan efisiensi masih memerlukan perhatian
Implementasi Sistem Informasi dalam Diplomasi Militer Terhadap Pengambilan Keputusan Strategis Arief Hidayat; Yotanabey A.M; Ahmad G. Dohamid
Nusantara Journal of Information and Library Studies (N-JILS) Vol. 7 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/n-jils.v7i1.3772

Abstract

The Ten-Dash Line represents China's unilateral territorial claim over the South China Sea. Indonesia is firmly defending its sovereignty while prioritizing peaceful diplomatic efforts to resolve the conflict in the Natuna Sea. Diplomacy employs military diplomacy or defense diplomacy. The success of a country's defense diplomacy strategy is the collaboration of diplomacy, defense, and development components integrated within an information system. In the complex and sensitive context of the South China Sea conflict, decision-making requires accurate, timely, and up-to-date information to formulate effective policies. The research method used was a qualitative case study approach. Data were obtained through interviews and literature review. The results illustrate that the role of information systems is increasingly crucial in supporting the implementation of effective military diplomacy. Meanwhile, information systems as a support for military diplomacy are not yet optimal because each data center and information center within the Ministry of Defense and within the Indonesian National Armed Forces (TNI) are not fully integrated. Hedging methods are decided based on in-depth analysis obtained from information systems. However, without interoperability, considerable time and resources are spent addressing system differences, thereby reducing the overall effectiveness and efficiency of implementing military diplomacy strategies. To achieve the full potential of information systems, ongoing investment in technology development, personnel training, and increased inter-agency collaboration is required.
DAMPAK PENGGANDA OUTPUT SEKTOR INDUSTRI KUNCI TERHADAP PEREKONOMIAN KALIMANTAN SELATAN Arief Hidayat; M Handry Imansyah
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 10 No 1 (2026): Edisi Januari - April 2026
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v10i1.6778

Abstract

This study focuses on estimating the output multiplier impact of 12 main manufacturing industry subsectors in South Kalimantan Province. Using the Miyazawa Input-Output Model framework, the output multiplier value for each subsector is obtained, which reflects the increase in total output per Rp 1 million increase in final demand. The identification results indicate that the Metal Goods, Computers, Electronics, Optics, and Electrical Equipment subsector (2.504) has the highest multiplier, followed by Furniture (2.317) and Textiles & Apparel (2.006). Conversely, the Chemicals, Pharmaceuticals, and Traditional Medicines subsector (1.254) and Transportation Equipment (1.268) show the lowest multipliers. These findings provide an empirical basis for prioritizing subsectors with the greatest economic chain effects in sustainable industrialization policies in South Kalimantan.
Elemen Interior Terhadap Keamanan Sirkulasi Lansia Dara Fitriani; Arief Hidayat
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 7 No. 1 (2018): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.7.3.124

Abstract

Lanjut usia (lansia) membutuhkan kemudahan dalam beraktivitas dan pemahaman tentang lingkungan huniannya, sehingga mereka dapat melakukan aktivitas tanpa hambatan, menggunakan energi minimal dan menghindari cedera. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penataan elemen aksesibilitas ruang dalam terkait keamanan sirkulasi lanjut usia di panti jompo. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan paradigma rasionalistik. Teknik pengambilan sampel subjek dan objek dilakukan dengan menggunakan teknik sampling Non-Probability Sampling dengan metode Purposive Sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penataan elemen aksesibilitas pada hunian lansia di panti jompo dapat membentuk pola dan frekuensi sirkulasi lansia di dalam ruang. Ketersediaan elemen aksesibilitas dengan penataan yang tepat dapat meningkatkan keamanan sirkulasi lansia di dalam huniannya.