Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Integrasi Pendekatan Empirisme dan Behaviorisme dalam Pembelajaran PAI di Era Digital Al Ihwanah; Ismail; Mardiah Astuti
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 001 Desemb (2024): Didaktika: Jurnal Kependidikan (Special Issue 2024)
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1333

Abstract

Kemajuan teknologi digital telah melahirkan transformasi substansial dalam paradigma pendidikan, terutama sehubungan dengan Pendidikan Agama Islam (PAI). Dua metodologi terkait untuk integrasi dalam era digital instruksi PAI adalah empirisme dan behaviorisme. Empirisme menggarisbawahi pentingnya pengalaman langsung dalam perolehan pengetahuan, sedangkan behaviorisme berkonsentrasi pada penguatan perilaku melalui rangsangan eksternal. Artikel ilmiah ini berusaha untuk menyelidiki penggabungan kedua metodologi dalam pendidikan PAI menggunakan metodologi tinjauan literatur. Referensi yang digunakan terdiri dari jurnal ilmiah yang diterbitkan dalam lima tahun sebelumnya. Temuan menunjukkan bahwa pendekatan empiris di PAI dapat diterapkan secara efektif melalui penggunaan teknologi interaktif seperti virtual reality (VR), yang memfasilitasi keterlibatan siswa dalam pembelajaran melalui pertemuan digital yang imersif. Sebaliknya, metodologi behavioris terbukti efektif dalam menumbuhkan praktik keagamaan siswa dengan memanfaatkan aplikasi digital yang memberi insentif pada pencapaian agama mereka. Sintesis kedua metodologi ini, melalui keterlibatan pengalaman dan komponen penguatan perilaku, memuncak dalam pendekatan pendidikan PAI yang lebih komprehensif. Teknologi digital telah menunjukkan kapasitas mereka untuk memperkuat kedua metodologi dengan secara bersamaan mengintegrasikan elemen interaktif dan mekanisme penguatan. Akibatnya, penelitian ini menyimpulkan bahwa pertemuan empirisme dan behaviorisme dalam konteks digital pendidikan PAI mampu meningkatkan pemahaman spiritual sambil menumbuhkan perilaku agama yang konsisten di antara siswa.
PENERAPAN MODEL WORD SQUARE TERHADAP KECERDASAN VISUAL-SPASIAL PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA KELAS V MI TARBIYAH ISLAMIYAH PALEMBANG Anisa Wulandari; Al Ihwanah; Agra Dwi Saputra; Ahmad Syarifuddin; Miftahul Husni
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 01 (2025): Volume 11 No. 01 Maret 2025 In Proccess
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i01.5690

Abstract

The main issue in this research is the lack of teachers using interactive learning models, resulting in less than optimal achievement of learning objectives. Therefore, this study aims to determine the Application of the Word Square Model on the Visual-Spatial Intelligence of Students in Pancasila Education Learning for Class V at MI Tarbiyah Islamiyah Palembang. This research is an experimental study with a Pretest-Posttest One Group Design. The population of this study consists of all fifth-grade students, totaling 24 individuals. The instrument used to determine the Visual-Spatial intelligence of the students consisted of a questionnaire with 17 items, observation, and documentation. The data analysis technique used is with the formula (TSR) and with the formula (t-test). Based on the TSR formula results, the average from the pretest-posttest, before using the word square model (pretest) was 61 and after using the word square model (posttest) was 81. Meanwhile, based on the (T-test) results, a sig (2-tailed) value of 0.000 was obtained, which is smaller than 0.05, thus it can be concluded that Ha is accepted. So, there is a significant influence of the word square model in Pancasila education learning on the visual-spatial intelligence of fifth-grade students at MI Tarbiyah Islamiyah Palembang. This research is expected to serve as a reference for teachers to use the word square model in the learning process so that learning objectives can be achieved optimally and can enhance visual-spatial intelligence.
Merdeka Curriculum Based EBA Learning Model in Elementary Schools Miftahul Husni; Al Ihwanah Al Ihwanah; Djoko Rohadi Wibowo; Maulana Arafat Lubis
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 10 No. 2 (2023): October 2023
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v10i2.15069

Abstract

Abstract Merdeka Curriculum is the main gate to developing the potential of elementary school-level students to learn independently through teacher guidance. Currently, the government of the Republic of Indonesia hopes that the Program for International Student Assessment (PISA) results from data in 2018 can be improved. The research objective was to improve the learning outcomes of Pancasila and Civic Education in the aspects of spiritual attitudes, social attitudes, knowledge, and skills of students by applying the EBA learning model to the subject matter of ethnic, social, and cultural diversity in Indonesia. The research subjects were 24 students of class IV of a public elementary school in Padangsidimpuan City, Indonesia. This research used the Kemmis & McTaggart class action research method, which involved planning, acting, observing, and reflecting. Data were collected by using tests, observations, and interviews. The data were analyzed descriptively with qualitative and quantitative approaches. The study's results prove that after applying the EBA learning model, students’ learning outcomes have increased from pre-test, post-test I, and II to post-test III with an average score of 86.71 and a completeness percentage of 87.5%.Keywords: curriculum merdeka, EBA learning model, elementary school.  AbstrakKurikulum Merdeka merupakan gerbang utama untuk mengembangkan potensi siswa jenjang sekolah dasar agar mampu belajar mandiri melalui bimbingan guru. Saat ini, pemerintah Republik Indonesia berharap agar hasil Program for International Student Assessment (PISA) dari data tahun 2018 dapat ditingkatkan. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan hasil belajar PKn pada aspek sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan keterampilan siswa dengan menerapkan model pembelajaran EBA pada mata pelajaran keberagaman suku, sosial dan budaya di Indonesia. Subyek penelitian adalah 24 siswa kelas IV di sebuah sekolah dasar negeri di Kota Padangsidimpuan, Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas Kemmis & McTaggart yang meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data menggunakan tes, observasi, dan wawancara. Data dianalisis secara deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian membuktikan bahwa setelah diterapkan model pembelajaran EBA, hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari pretes, postes I, dan II menjadi postes III dengan skor rata-rata 86,71 dan persentase ketuntasan 87,5. %.Kata kunci: kurikulum merdeka, model pembelajaran EBA, sekolah dasar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT-BASED LEARNING BERBASIS KEARIFAN LOKAL TERHADAP KETERAMPILAN KOLABORASI SISWA DI MI AN-NAFIRA PALEMBANG Ihsan Fadli; Amir Hamzah; Miftahul Husni; Middya Boty; Al Ihwanah
EBTIDA': Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 6 No 1 (2026): June 2026
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58788/ebtida.v6i1.9541

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Project-Based Learning (PjBL) berbasis kearifan lokal terhadap keterampilan kolaborasi siswa kelas V di MI An-Nafira Palembang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental tipe one-group pretest-posttest design. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas V yang berjumlah 30 orang. Instrumen penelitian berupa angket keterampilan kolaborasi yang terdiri dari 15 butir pernyataan berdasarkan lima indikator: partisipasi aktif, produktivitas kerja, fleksibilitas dan kompromi, sikap saling menghargai, serta tanggung jawab. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji hipotesis Paired Sample t-Test dengan SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PjBL berbasis kearifan lokal dilaksanakan melalui enam tahapan dengan mengintegrasikan nilai-nilai budaya Palembang seperti gotong royong, musyawarah, dan tanggung jawab sosial. Terdapat peningkatan signifikan keterampilan kolaborasi siswa dari rata-rata skor pretest sebesar 38,76 menjadi 63,8 pada posttest dengan selisih 25,04 poin. Hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) = 0,000 < 0,05 dan t hitung = 14,022, yang berarti terdapat pengaruh positif dan signifikan model pembelajaran Project-Based Learning berbasis kearifan lokal terhadap keterampilan kolaborasi siswa.