Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Bagian-Bagian Jalan Nasional, Studi Kasus di Ruas Jalan MERR Surabaya Dewi, Dyah Kusuma; Soemitro, Ria Asih Aryani; Suprayitno, Hitapriya; Budianto, Herry
Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas Vol 4, No 3 (2020): Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1040.085 KB) | DOI: 10.12962/j26151847.v4i3.7103

Abstract

Jalan nasional merupakan salah satu infrastruktur trasportasi darat yang kewenangan pengelolaannya adalah pemerintah. Jalan mempunyai bagian-bagian jalan yang pemanfaatannya tidak hanya untuk menghubungkan daerah satu dengan daerah lain, namun juga dapat dimanfaatakan untuk keperluan pihak-pihak lain. Pemanfaatan bagian-bagian jalan dapat dilakukan oleh pihak perorangan, perusahaan maupun pemerintah dengan mendapat izin dari pengelola jalan nasional yaitu Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional/Balai Pelaksanaan Jalan Nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif.  Hasil observasi menunjukkan di Jln. Ir Soekarno (MERR Surabaya) ada pemanfaatan bagian-bagian jalan berupa utilitas, iklan dan media informasi serta bangunan-bangunan yang berupa jalan keluar masuk. Pemanfaatan jalan ada yang belum berizin ke penyelenggara jalan nasional yaitu Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional.  
PEMIKIRAN AWAL TENTANG KERANGKA DASAR ANALISIS INFRASTRUKTUR PUBLIK BAGI PEMBANGUNAN Suprayitno, Hitapriya; Soemitro, Ria Asih Aryani
IPTEK Journal of Proceedings Series No 5 (2018): Seminar Nasional Teknologi dan Perubahan (SEMATEKSOS) 3 2018
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23546026.y2018i5.4435

Abstract

Pembangunan merupakan salah satu nafas bagi kehidupan wilayah atau negara. Telah jelas terlihat bahwa keberadaan Infrastruktur mutlak perlu bagi pembangunan. ITS telah membuka Program Studi Pembangunan. Oleh karena itu penelitian tentang hubungan timbal balik antara infrastruktur publik dengan pembangunan mutlak perlu untuk dikembangkan di ITS, untuk itu diperlukan suatu Kerangka Dasar Analisis. Makalah ini menyampaikan upaya awal untuk menyusun Kerangka Dasar bagi Analisis Hubungan antara Infrastruktur dengan Pembangunan. Kerangka Dasar disusun berdasarkan 4 pemahaman utama: infrtruktur, pembangunan, keterkaitan antara infrastruktur dengan pembangunan dan manajemen aset infrastruktur. Kerangka Dasar Analisis harus didasarkan pada Kebutuhan akan Infrastruktur disesuaikan dengan Kondisi Wilayah dan Program Pembangunan Wilayah; pada Katagori Infrastruktur Publik atau Infrastruktur Swasta; pada Analisis Manfaat dan Biaya; pada Analisis Kelayakan Teknis, Ekonomi dan Sosial; pada Pengelolaan Infrastruktur Berkelanjutan; pada penggolongan Infrastruktur Publik tidak diusahakan dan disusahakan; pada Fungsi Infrastruktur; pada Tipe Bangunan Fisik Infrastruktur; pada Klasifikasi Infrastruktur : baik klasifikasi penanggung jawab, klasifikasi fungsi dan klasifikasi lain
Penerapan Soil-Water Characteristic Curve (SWCC) Pada Pemodelan Tanggul Menggunakan Material Lumpur Sidoarjo Yang Distabilisasi Dengan Kapur Cupasindy, Dyah Ayu Rahmawati; Soemitro, Ria Asih Aryani; Indarto, Indarto; Satrya, Trihanyndio Rendy
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 18, No 2 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.894 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v18i2.7398

Abstract

This research is a modeling geotechnical auxiliary programs with secondary data processing from previous research. The purpose of this modeling is to analyze the stability of the embankment due to the application of the matric suction value on the Soil-Water Characteristic Curve (SWCC) to see the effect of changes in water content in the lime stabilized LuSi material which can be used as embankment embankment material. The matric suction value used with a value of 1-480 kPa greatly affects the stability of the embankment and the relation to the value of the safety value. The effect of groundwater level elevation gives the value of the safety factor of the embankment in a safe condition with a range of 1.3-2.6 at the variation in height (6-10 m) and embankment slope (1: 1, 1: 1.5 and 1: 2). The effect of the height of the LuSi sediment provides a value of the safety factor of the embankment in a safe condition with a range of 1.25 - 2.12 on a 1: 2 slope at height (1-7 m). The rate of immediate settlement on the embankment ranges from 14 - 40 cm every 200 days for variations in height (6-10 m) and embankment slope (1: 1, 1: 1.5 and 1: 2).
Studi Sebaran Air Lindi Berdasarkan Korelasi Data Resistivitas 2D, Data Uji Laboratorium Dan Data Pemboran Tpa Ngipik Kabupaten Gresik Arsyadi, Ahmad Qomaruddin; Warnana, Dwa Desa; Sutra, Nila; Soemitro, Ria Asih Aryani
Jurnal Geosaintek Vol 3, No 3 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1263.607 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v3i3.3216

Abstract

TPA Ngipik Kabupaten Gresik dalam perencanaannya dibuat dengan menerapkan sistem Sanitary Landfill. Namun saat ini TPA Ngipik telah beroperasi dengan sistem pengelolaan Open Dumping sejak tahun 2003. Penerapan sistem Open Dumping menyebabkan pencemaran mudah terjadi baik pencemaran air, tanah dan udara. Penelitian ini mengorelasikan data resistivitas 2D, uji resistivitas skala laboratorium dan data hasil pemboran. Penelitian ini ditujukan untuk mengidentifikasi sebaran lindi dan kedalamannya berdasarkan korelasi data tersebut. Telah dilakukan pengukuran Resistivitas 2D Konfigurasi Wenner-Schlumberger dengan spasi 0.5 m dan total panjang 15.5 m pada musim kemarau dan musim penghujan. Dilakukan pula pengujian resistivitas skala laboratorium sebagai data korelasi Resistivitas 2D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil inversi pengukuran sesuai dengan  litologi lempung dengan rentang resistivitas sebesar 0.1 – 43.78 Ωm dan telah sesuai dengan data hasil pemboran berupa litologi lempung hingga kedalaman 30 m. Pada lintasan pengukuran juga telah teridentifikasi terdapat sebaran air lindi dengan nilai resistivitas sebesar 0.1 – 1.5 Ωm.  Kedalaman sebaran air lindi dari hasil penelitian ialah lebih besar dari 1 meter.
Preliminary Reflexion on Road Basic Components for Road Infrastructure Preservation Works – a Review Soemitro, Ria Asih Aryani; Suprayitno, Hitapriya
Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas Vol 6 (2022): Edisi Khusus : Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26151847.v6i0.12070

Abstract

Road Maintenance Program has been changed as Road Preservation Program. This is due to the years of permanent distress on flexible pavement even if yearly maintenance works have been always done. This concept changing give various several important questions. One of these is how the road components should be classified. Finally, it can be noted that classification must be built based on road space and road physical components and the importance level in carrying out the road function. Brief, first the basic road physical components for flowing the traffic, second the road physical components for facilitating basic public facilities that must be placed along the road network.  The first components basically consist of pavement, drainage, sign & marking, guard-rail, shoulder. While the second components consist of greenery, and facility, such as for electrical line, telephone line, potable water pipe, gas pipe, etc.
Preliminary Reflexion on Basic Principle of Infrastructure Asset Management Suprayitno, Hitapriya; Aryani Soemitro, Ria Asih
Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.176 KB) | DOI: 10.12962/j26151847.v2i1.3763

Abstract

Infrastructure is vital for regions life, mean while the infrastructure is always onerous and complex. The region must be able to manage its infrastructure well. Therefore the Basic Principle of Infrastructure Asset Management need to be well defined. This paper presents the result of an attempt to define the Basic Principle Infrastructure Asset Management. The Infrastructure Asset Management is defined as the science, the knowledge and the program to manage the infrastructure life in order to be able to well function in sustainable way, efficient and effective. The Infrastructure Asset Management knowledge consists of 7 basic knowledges, i.e on infrastructure, infrastructure function, infrastructure physical structure infrastructure externalities, infrastructure life cycle, infrastructure economy, and infrastructure managing organization. To master the Infrastructure Asset Management analyse tools must be added such as: statistics, decision making, risk management, quality management, strategic management, etc.
Developing a Framework for Infrastructure & Facility Asset Management Knowledge & Science Development by Using Concept Mapping Suprayitno, Hitapriya; Asih Aryani Soemitro, Ria
Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.604 KB) | DOI: 10.12962/j26151847.v2i2.4344

Abstract

Infrastructure and Facility are capital for region’s life. Therefore, Infrastructure & Facility Asset Management Knowledge must be developed and implemented. Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas was established for developing this. The development needs a framework. A Knowledge Development Framework has been thought and formulated. The framework is presented by concept mapping. It consists of  an Infrastructure & Facility Asset Management Conceptual Model, an Infrastructure & Facility Asset Management Basic Model and 6 Basic Knowledges. The 6 Basic Knowledges are about : the Infrastructure & Facility, Infrastructure & Facility Managing Organization, Infrastrucutre & Facility Asset Management, Organization Management, Tools for Analyses, and Related Software can be used for Asset Management
Pemikiran Awal tentang Prinsip Tindakan Mitigasi Preventif Resiko Bencana Alam bagi Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas Suprayitno, Hitapriya; Soemitro, Ria Asih Aryani
Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas Vol 3 (2019): Edisi Khusus 1 : Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26151847.v3i0.5187

Abstract

Indonesia berada pada Kawasan Rawan Bencana, karena letaknya pada Kawasan Cincin Api Dunia. Gempa tektonik yang beberapa tahun terkahir ini terjadi di Indonesia seharusnya bisa memberi pelajaran yang sangat berharga. Terkait hal ini, Ilmu Pengetahuan Manajemen Aset Infrastruktur mempunyia pertanyaan yang sangat penting : Seperti apakah Pemikiran Awal tentang Prinsip Tindakan Mitigasi Preventif yang harus dilakukan untuk menghadapi Bencana Alam ?Hasil penelitian menunjukkan bahwa Resiko Bencana Alam yang harus diperhitungkan meliputi resiko-resiko berikut ini : banjir, gempa tektonik, gempa vulkanik, tsunami, likuefaksi, longsor, angin puyuh, kekeringan. Tindakan terhadap resiko harus terdiri dari tindakan preventif, tindakan pertolongan, tindakan evakuasi dan tindakan rehabilitasi. Bentuk tindakan mengatasi resiko harus lebih dirumuskan dalam bentuk tindakan menghindari resiko dan menghadapi resiko, dan bukan mengalihkan resiko. Beberapa resiko bencana alam belum berhasil diperhitungkan dengan baik, antara lain : tsunami, likuefaksi, gempa tektonik pada sesar. Resiko sebaiknya dikenali dalam aspek : lokasi terjadinya, magnitudo besarnya resiko dan kapan terjadinya resiko. Nilai kemungkinan terjadinya resiko bencana alam harus diperhitungkan berdasarkan data statistik berulangnya bencana dan angka perkiraan berdasarkan teori fenomena terjadinya bencana. Angka keamanan untuk infrastruktur dan fasilitas publik harus lebih tinggi dari pada infrastruktur dan fasilitas pribadi.
Studi Pengaruh Pembebanan Statis dan Dinamis Terhadap Pondasi Dangkal dengan Perkuatan Tiang Buis dari Komposisi Optimal Beton yang Menggunakan Material Limbah di Kabupaten Bangkalan (Pemodelan di Laboratorium) Wahyu Ady Sulistyo; Ridha Annisa Imaniar; Ignasius Rahmat Santoso; Trihanyndio Rendy Satrya; Ria Asih Aryani Soemitro
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.715 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.2107

Abstract

Pondasi pendukung suatu bangunan atau penyangga konstruksi yang paling dasar adalah tanah. Jenis tanah yang kita pakai adalah tanah andosol yang ada di kabupaten Bangkalan. Tanah andosol merupakan  tanah lempung yang berasal dari sisa abu vulkanik dari letusan gunung berapi yang  memiliki nilai kembang susut yang cukup tinggi, sehingga tanah tidak stabil dan mudah menimbulkan penurunan/settlement. Salah satu desain pondasi untuk struktur tahan gempa pada rumah sederhana adalah menggunakan buis beton sebagai perkuatan pada pondasi dangkal. Dengan inovasi baru pada konstruksi buis beton yaitu menggunakan material tambahan yaitu fly ash, copper slag, dan batu putih. Limbah batu putih yang digunakan dalam penelitian ini terdapat di Kabupaten Bangkalan. Penelitian dilaksanakan di laboratorium menggunakan tanah yang dikondisikan seperti tanah di Bangkalan dengan nilai LL 78,32%. Berupa campuran pasir 56,16% bentonite 43,84%. Pondasi menggunakan komposisi campuran 1:2:3 dengan perbandingan 50%:50% untuk tiap bahan utama dan limbah, yang memiliki nilai kuat tekan besar. Kemudian pondasi diberi beban statis vertikal 10 kg - 40 kg, untuk kombinasi beban statis dan dinamis digunakan boks getar. Pemodelan pondasi yang digunakan adalah segitiga dan persegi dengan dan tanpa buis beton, diameter buis 0,3m, jarak pemasangan tiang buis beton S = 3D dan kedalaman 1m dengan skala 1:10. Penelitian di laboratorium  mendapatkan hasil, pondasi dengan luas telapak pondasi terkecil memiliki penurunan terbesar dibandingkan dengan luas telapak besar. Pondasi tanpa perkuatan memiliki penurunan terbesar daripada pondasi dengan perkuatan dan penurunan pondasi pada percepatan gempa 0,2g lebih besar dari pada 0,15g. Semakin besar volume berat tanah (γt), geser tanah (C), derajat kejenuhan (Sr), dan Porositas (n) penurunan besar, sedangkan semakin kecil angka pori (e) penurunan semakin besar.
Studi Pengaruh Pembebanan Statis dan Dinamis Terhadap Pondasi Dangkal dengan Perkuatan Tiang Buis dari Komposisi Optimal Beton yang Menggunakan Material Limbah di Kabupaten Gresik (Pemodelan di Laboratorium) Jaka Propika; Ifnul Manaf; Agustina Dwi Atmaji; Trihanyndio Rendy Satrya; Ria Asih Aryani Soemitro
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.041 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.2109

Abstract

Tanah merupakan bagian penting dalam suatu konstruksi yang mempunyai fungsi menyangga konstruksi di atasnya. Salah satunya adalah tanah alluvial yang ada di Kabupaten Gresik. Tanah alluvial merupakan tanah lempung yang memiliki nilai kembang susut yang cukup tinggi, sehingga belum tentu tanah tersebut baik digunakan untuk pendukung kekuatan struktur. Tidak mengherankan apabila sering terjadi naik turunnya tanah pada pondasi bangunan rumah sederhana tiga lantai yang diakibatkan penurunan tanah. Dalam perkembangan konstruksi saat ini, kebutuhan material konstruksi semakin meningkat sehingga menghasilkan inovasi-inovasi baru teknologi konstruksi. Adanya berbagai material baru yang diambil dari limbah-limbah industri yang bisa digunakan sebagai pengganti beberapa material yang lain. Beberapa limbah industri yang masih bisa dimanfaatkan adalah flyash, batu putih, dan copper slag, yang ada di Kabupaten Gresik. Penelitian ini akan dilaksanakan di laboratorium dengan menggunakan tanah yang dikondisikan seperti tanah di daerah Gresik, yaitu tanah yang dibuat dari campuran pasir 66,34% bentonit 33,66% dengan nilai LL 62,43%. Pemodelan pondasi yaitu model segitiga dan persegi (L/B = 2) dengan/tanpa perkuatan tiang buis beton dengan beban arah vertikal sebesar 10 kg, 20kg, 30kg, 40kg. Pondasi dengan komposisi campuran 50%:50% memiliki penurunan yang lebih besar dibandingkan dengan komposisi campuran 80% flyash:20% semen. Luas telapak pondasi yang lebih kecil (persegi L/B= 2) memiliki penurunan lebih besar dibandingkan dengan luas telapak besar (segitiga). Pondasi tanpa perkuatan memiliki penurunan terbesar dari pada pondasi dengan perkuatan dan penurunan pondasi pada percepatan gempa 0,2g lebih besar dari pada 0,15g dan semakin besar volume berat tanah (γt), geser tanah (C), derajat kejenuhan (Sr), dan porositas (n) penurunan besar sedangkan semakin kecil angka pori (e) penurunan besar.