Bambang Saiful Ma’arif
Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, Universitas Islam Bandung

Published : 32 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pola Komunikasi Dakwah dalam Pembinaan Pemahaman Keagamaan Masyarakat Dusun Cikoneng Desa Cikoneng Kecamatan Ganeas Kabupaten Sumedang: Studi Kasus Masjid Al-Amin Jihan Azhari; Bambang Saiful Ma'arif; Parihat Kamil
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v3i1.6250

Abstract

Abstract. Da’wah is an effort to foster religious understanding in society. The function of dawah is to spread Islam to mankind as members of society, so that they have good morals and behavior according to Islamic guidance. The purpose of this study was to find out the da'wah agenda at Al-Amin Mosque in fostering religious understanding of the congregation, the congregation’s participation and response in da'wah activities, supporting and inhibiting factors in da’wah communication, and da'wah communication patterns in fostering religious understanding of the people of Cikoneng Hamlet, Cikoneng Village, Ganeas District Sumedang District. The method used in this research is a qualitative method with a descriptive qualitative research type. Data found through observation, interviews, and documentation. The informants in this study amounted to 8 people. The results of the study found that the pattern of da’wah communication used by the preacher in fostering religious understanding of the people of Cikoneng Hamlet, Cikoneng Village, Ganeas District (a case study at Al-Amin Mosque) is the pattern of group da’wah communication in the ta’lim assembly and Madrasah Diniyah, the pattern of interpersonal da’wah communication in hospitality to residents’ homes, and patterns of public da’wah communication in the implementation of compensation to people in need. The research was analyzed with Persuasive Communication Cognitive Learning Theory which is relevant according to the delivery of da’wah. Abstrak. Dakwah merupakan upaya untuk membina pemahaman keagamaan masyarakat. Fungsi dakwah adalah untuk penyebaran Islam kepada umat manusia sebagai anggota masyarakat, agar memiliki akhlak dan perilaku baik sesuai tuntunan Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui agenda dakwah di Masjid Al-Amin dalam membina pemahaman keagamaan jamaah, partisipasi jamaah dan responnya dalam kegiatan dakwah, faktor penunjang dan penghambat dalam komunikasi dakwah, dan pola komunikasi dakwah dalam pembinaan pemahaman keagamaan masyarakat Dusun Cikoneng Desa Cikoneng Kecamatan Ganeas Kabupaten Sumedang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Data ditemukan melalui hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian ini berjumlah 8 orang. Hasil penelitian menemukan bahwa, Pola komunikasi dakwah yang digunakan dai dalam pembinaan pemahaman keagamaan masyarakat Dusun Cikoneng Desa Cikoneng Kecamatan Ganeas (studi kasus Masjid Al-Amin) adalah pola komunikasi dakwah kelompok dalam majelis ta’lim dan Madrasah Diniyah, pola komunikasi dakwah antarpribadi dalam silaturahmi ke rumah warga, dan pola komunikasi dakwah publik dalam pelaksanaan santunan kepada masyarakat yang membutuhkan. Penelitian dianalisis dengan Teori Belajar Kognitif Komunikasi Persuasif yang relevan sesuai dengan penyampaian dakwah.
Pola Komunikasi DKM Al-Muttaqien SMA PGII 1 Bandung dalam Meningkatkan Aspek Keagamaan terhadap Remaja Masjid Andy Ridwan; Bambang Saiful Ma'arif; Parihat Kamil
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v3i1.6854

Abstract

Abstract. The development of the times has led to a condition where the way students speak is not good when communicating with peers and with teachers. This study aims to determine the da'wah program, da'wah messages, da'wah methods, barriers to da'wah, and communication patterns of DKM Al-Muttaqien Da'wah at SMA PGII 1 Bandung. This study uses a qualitative type with a descriptive approach to find the pattern of da'wah communication used by DKM Al-Muttaqien SMA PGII 1 Bandung in preaching to mosque youth. The results showed that the da'wah communication pattern used by DKM Al-Muttaqien SMA PGII 1 Bandung was the pattern of interpersonal communication and the pattern of group communication. Interpersonal communication is carried out during mentoring between mentors and students, mentors carry out interpersonal communication through an individual approach to students with the aim that students who have problems can be specifically fostered while group communication mentors carry out group communication patterns during mentoring activities with holding activities about understanding the basics of Islam in which all members communicate with all members. The point is the pattern of communication between mentors and students, students with mentors, students with students. This pattern explains that the communication that occurs is two-way and all parties are involved. Two-way communication, namely communication that is informative and persuasive and requires results. When students feel comfortable with the pattern of communication, the Da'wah of DKM Al-Muttaqien SMA PGII 1 Bandung will be well received by students. Abstrak. Perkembangan jaman telah mengantarkan kepada kondisi dimana cara berbicara siswa kurang baik ketika berkomunikasi dengan teman sebaya maupun dengan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program dakwah, pesan-pesan dakwah, metode dakwah, hambatan dakwah, dan pola komunikasi dakwah DKM Al-Muttaqien SMA PGII 1 Bandung. Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk menemukan pola komunikasi dakwah yang digunakan oleh DKM Al-Muttaqien SMA PGII 1 Bandung dalam berdakwah terhadap remaja masjid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi dakwah yang digunakan oleh DKM Al-Muttaqien SMA PGII 1 Bandung yaitu pola komunikasi antarpribadi dan pola komunikasi kelompok. Komunikasi antarpribadi dilakukan pada saat mentoring antara pementor dan siswa-siswi, pementor melakukan komunikasi antarpribadi melalui pendekatan individu kepada siswa-siswi yang bertujuan agar siswa-siswi yang mempunyai masalah dapat dibina secara khusus sedangkan komunikasi kelompoknya pementor melakukan pola komunikasi kelompok pada saat kegiatan mentoring dengan mengadakan kegiatan tentang memahami dasar islam yang dimana semua anggota berkomunikasi dengan semua anggota. Maksudnya adalah pola komunikasi pementor dengan siswa-siswi, siswa-siswi dengan pementor, siswa-siswi dengan siswa-siswi. Pola seperti ini menjelaskan bahwa komunikasi yang terjadi yaitu dua arah dan semua pihak terlibat. Komunikasi dua arah yaitu komunikasi yang bersifat informatif dan persuasif serta memerlukan hasil. Ketika siswa-siswi merasa nyaman dengan pola komunikasinya maka dakwah DKM Al-Muttaqien SMA PGII 1 Bandung akan diterima oleh siswa-siswi dengan baik.
Pola Komunikasi Dakwah pada Instagram Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Jawa Barat dalam Memotivasi Masyarakat Untuk Berzakat, Berinfak dan Bersedekah Pada Periode 2020-2022 Sarah Aulia Pebrian; Bambang Saiful Ma'arif; Asep Ahmad Siddiq
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v3i1.6887

Abstract

Abstract. Nn The da'wah communication pattern is a role contained in the Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Jawa Barat program. On that basis, this research focuses on finding out the factors that influence da'wah communication patterns and examines more deeply how da'wah communication patterns are carried out by Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Jawa Barat. In this study the researchers focused on "patterns of da'wah communication at Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Jawa Barat in motivating people to give zakat, give alms and give alms in the 2020-2022 period." This study used qualitative research methods through field research with a phenomenological approach to the people of West Java who were sampled. The aim of the research is to obtain an effective da'wah communication pattern about programs organized by Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Jawa Barat in motivating people to give zakat, donate and give alms. The results of the study found that first, the programs contained in Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Jawa Barat consisted of education, health, social, piety and economy. Second, the da'wah technique carried out by Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Jawa Barat is by the bi al-hikmah method, mau'izatul hasana and mujjadi billati hiya ahsan. In addition to these three methods, and softseling and hardseling methods. Third, opportunities are the high level of community generosity and access to increasingly sophisticated technology that makes it easy for people to access information related to zakat, donations and alms. The obstacles faced are the lack of public awareness of zakat, lack of public trust in institutions, lack of knowledge and understanding of the community. Fourth, the pattern of da'wah communication that is carried out provides motivation in behaving positively in tithing, infaq and alms. Abstrak. Pola komunikasi dakwah merupakan peranan yang terdapat dalam program Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Jawa Barat. Atas dasar itu, penelitian ini berfokus pada, untuk mencari tahu faktor-faktor yang mempengaruhi pola komunikasi dakwah dan mengkaji lebih dalam bagaimana pola komunikasi dakwah yang dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Jawa Barat. Di penelitian ini peneliti berfokus kepada “pola komunikasi dakwah pada instagram badan amil zakat nasional provinsi jawa barat dalam memotivasi masyarakat untuk berzakat, berinfak dan bersedekah pada periode 2020-2022.” Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif melalui penelitian penelitian lapangan dengan pendekatan fenomenologi terhadap mayarakat Jawa Barat yang diambil sampel. Tujuan penelitian, untuk memperoleh pola komunikasi dakwah yang efektif tentang program yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Jawa Barat dalam memotivasi masyarakat untuk berzakat, berinfak dan bersedekah. Hasil penelian menemukan, bahwa yang pertama, program yang terdapat di Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Jawa Barat terdiri atas, pendidikan, kesehatan, sosial, takwa dan ekonomi. Kedua, teknik dakwah yang dilakukan Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Jawa Barat adalah dengan metode bi alhikmah, mau’izatul hasana dan mujadalah billati hiya ahsan. Selain ketiga metode tersebut, dan metode softseling dan hardseling. Ketiga, peluang adalah tingkat kedermawanan masyarakat yang tinggi dan akses teknologi yang semakin cangih ini membuat masyarakat mudah dalam mengakses informasi terkait zakat, infak dan sedekah. Adapun kendala yang dihadapi adalah kurangnya kesadaran masyarakat terhadap berzakat, kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga, kurangnya pengetahuan dan pemahaman masyaraka. Keempat, pola komunikasi dakwah yang dilakukan memberikan motivasi dalam berperilaku positif dalam berzakat, infak dan sedekah. Kata Kunci: Pola Komunikasi, Komunikasi, Dakwah, Motivasi
Da'wah Strategy of West Java Nahdlatul Ulama (NU) with Health Message Content in Facing the Covid-19 Pandemic Bambang Saiful Ma'arif; Asep Ahmad Siddiq
Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 17, No 1 (2023): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Publisher : Faculty of Da'wah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/idajhs.v17i1.21474

Abstract

This research aims to discuss the da'wah strategy of the Islamic organization Nahdlatul Ulama (NU) of West Java in dealing with the COVID-19 pandemic. A lot of information about health is received by the congregation; some are true and some are not. Unfortunately, many residents and congregations are influenced by things that are not true, making them reluctant to be vaccinated. This research method is qualitative with in-depth interview techniques. This study concludes that the PWNU (Nahdlatul Ulama Regional Boards) da'wah strategy begins with the organization's view of COVID-19 which gave birth to NU's da'wah policy and its da'wah strategy. COVID-19 is a test that needs to be addressed and overcome properly. NU policy leads to actions to overcome the pandemic, which are synergized with the government and society by utilizing organizational resources to foster jam'iyyah and congregational health. Da'wah is carried out by conveying religious messages combined with spiritual and mental health information to achieve physical health, accompanied by worship and good endeavor. In addition, reading the Qur'an can also bring happiness that affects physical endurance and health. Communication media are used to deliver da’wah messages from West Java NU, namely through mass media and social media, in which social media is more intensely used for da'wah than mass media. The implication of this research is that da'wah by Islamic organizations can still be carried out during a pandemic by using communication media, both social and mass media.  
Pola Komunikasi Dakwah dalam Pembinaan Pemahaman Keagamaan Masyarakat Dusun Cikoneng Sumedang Jihan Azhari; Bambang Saiful Ma’arif
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam Volume 3, No.1, Juli 2023, Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrkpi.vi.2258

Abstract

Abstract. Da’wah is an effort to foster religious understanding in society. The function of dawah is to spread Islam to mankind as members of society, so that they have good morals and behavior according to Islamic guidance. The purpose of this study was to find out the da'wah agenda at Al-Amin Mosque in fostering religious understanding of the congregation, the congregation’s participation and response in da'wah activities, supporting and inhibiting factors in da’wah communication, and da'wah communication patterns in fostering religious understanding of the people of Cikoneng Hamlet, Cikoneng Village, Ganeas District Sumedang District. The method used in this research is a qualitative method with a descriptive qualitative research type. Data found through observation, interviews, and documentation. The informants in this study amounted to 8 people. The results of the study found that the pattern of da’wah communication used by the preacher in fostering religious understanding of the people of Cikoneng Hamlet, Cikoneng Village, Ganeas District (a case study at Al-Amin Mosque) is the pattern of group da’wah communication in the ta’lim assembly and Madrasah Diniyah, the pattern of interpersonal da’wah communication in hospitality to residents’ homes, and patterns of public da’wah communication in the implementation of compensation to people in need. The research was analyzed with Persuasive Communication Cognitive Learning Theory which is relevant according to the delivery of da’wah. Abstrak. Dakwah merupakan upaya untuk membina pemahaman keagamaan masyarakat. Fungsi dakwah adalah untuk penyebaran Islam kepada umat manusia sebagai anggota masyarakat, agar memiliki akhlak dan perilaku baik sesuai tuntunan Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui agenda dakwah di Masjid Al-Amin dalam membina pemahaman keagamaan jamaah, partisipasi jamaah dan responnya dalam kegiatan dakwah, faktor penunjang dan penghambat dalam komunikasi dakwah, dan pola komunikasi dakwah dalam pembinaan pemahaman keagamaan masyarakat Dusun Cikoneng Desa Cikoneng Kecamatan Ganeas Kabupaten Sumedang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Data ditemukan melalui hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian ini berjumlah 8 orang. Hasil penelitian menemukan bahwa, Pola komunikasi dakwah yang digunakan dai dalam pembinaan pemahaman keagamaan masyarakat Dusun Cikoneng Desa Cikoneng Kecamatan Ganeas (studi kasus Masjid Al-Amin) adalah pola komunikasi dakwah kelompok dalam majelis ta’lim dan Madrasah Diniyah, pola komunikasi dakwah antarpribadi dalam silaturahmi ke rumah warga, dan pola komunikasi dakwah publik dalam pelaksanaan santunan kepada masyarakat yang membutuhkan. Penelitian dianalisis dengan Teori Belajar Kognitif Komunikasi Persuasif yang relevan sesuai dengan penyampaian dakwah.
MILITANSI DAKWAH MUHAMMADIYAH DAN NAHDLATUL ULAMA (NU) DI MASA PANDEMI COVID-19 Bambang Saiful Ma'arif
HIKMAH : Jurnal Dakwah dan Sosial Volume 1, No.2, Oktober 2021
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/hikmah.vi.2542

Abstract

This paper aims to see progressive values of Muhammadiyah and Nahdlatul Ulama (NU) are implemented in da'wah. Al- Islam is understood contextually and substantively, while progressive is interpreted constructively. This study begins with an explanation of militancy meaning and implementation in da'wah by two Islamic organizations in Covid-19 era. This article discusses: 1) The meaning of militancy and the Islamic perspective on it, 2) Da'wah: its meaning and practice, and 3) The militancy of Muhammadiyah and Nahdlatul Ulama da'wah during Covid-19. This article is an outcome of the 2021 research. The research finds that militancy is a progression to seek various opportunities, techniques and approaches in implementing Islam. In Covid-19 Pandemic era, da'wah militancy sparked in two Islamic organizations to seek breakthrough da’wah implementation in isolation. Da'wah conveys doctrine, displays Muslims action in doing good deeds. Syiar is maintained and expanded according to the structure and culture of Muahammadiyah and NU. Although militant ideology is often born fundamentalism and radicalism, but in COVID-19 pandemic era, these two organizations have not lost their da'wah innovation in spreading Islam intensely and increasing in frequency even though the quality feels stagnant. Da'wah billisan and bilhal Muhammadiyah and NU can still be felt by the congregation who split their jam'iyyah. Tulisan ini bertujuan untuk melihat bagaimana nilai-nilai progresif Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) diimplementasikan dalam dakwah, sehingga membentuk dakwah yang progresif sebagai inti dari militan. Al-Islam dipahami secara kontekstual dan substantif, sedang progresif dimaknai secara konstruktif. Kajian ini diawali dengan paparan makna militansi dan implementasinya pada dakwah oleh kedua organisasi di era Covid-19. Secara rinci artikel ini membahas tentang: 1) Makna militansi dan perspektif Islam terhadapnya, 2) Dakwah: makna dan praksisnya, dan 3) Militansi dakwah Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama saat Covid-19. Artikel ini merupakan luaran penelitian 2021. Penelitian menemukan bahwa militansi adalah progresivitas untuk mencari berbagai peluang, teknik dan pendekatan dalam melaksanakan Islam. Di era pandemi covid-19 militansi dakwah berbinar pada dua organisasi Islam ini dalam mencari terobosan di tengah keterbatasan pelaksanaan dakwah Islam ditengah penyekatan. Dakwah menyampaikan ajaran, menampilkan tindakan Muslim dalam beramal shaleh. Syiar dipertahankan dan dimekarkan sesuai dengan struktur dan kultur Muahammadiyah dan NU. Meski paham militan seringkali menjadi basis bagi lahirnya fundamentalisme dan radikalisme, namun di tengah era pandemic covid-19 kedua organisasi ini tidak kehilangan inovasi dakwah dalam menyebarkan Islam dengan intens dan lebih meningkat frekuensinya meski secara kualitas terasa stagnan. Dakwah billisan dan bilhal Muhammadiyah dan NU tetap dapat dirasakan oleh jemaahnya yang memekarkan jam’iyyahnya.
HAM, AHMADIYAH DAN HETERODOKSI BERAGAMA Bambang Saiful Ma'arif
Millah: Journal of Religious Studies Vol. XII, No. 1, Agustus 2012 Islam dan Hak Asasi Manusia
Publisher : Program Studi Ilmu Agama Islam Program Magister, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/millah.vol12.iss1.art2

Abstract

This working paper elaborates guarantee of Universal Declaration of Human Rights (DUHAM) and the Basic Constitution (UUD) 1945 on freedom of religion and its implementation in Indonesia, as well as how the Ahmadiyah, which is regarded as a religions heterodoxy, gets the freedom. Individual freedom to live make them do accordance with their will is guaranteed by Universal Declaration of Human Rights (DUHAM), including freedom of religion and belief. But in practice, especially in Indonesia, Ahmadiyah get many obstacles to practice their faith, particularly when doctrine (understanding) believed by a person or group does not accord with the given or old understanding. As a result, the freedom of religion is tied. In fact, human freedom is guaranteed by Universal Declaration of Human Rights (DUHAM).
Videogram sebagai Sarana Media Dakwah (Studi Deskriptif pada Akun Instagram @jalantojannah) Arjun kurniawati; Bambang Saiful Ma'arif; Muhammad Fauzi Arif
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v4i1.11551

Abstract

Abstract. In today's era, preachers are required to be more careful in utilizing social media as a means to convey the message of da'wah (Islamic preaching). The @jalantojannah account is one of various Instagram accounts that present content related to Islamic studies. With effective packaging of da'wah content, the @jalantojannah account is able to attract the attention of Instagram users to view and listen to the da'wah messages conveyed through the videogram feature. As of now, the @jalantojannah account has amassed a total of 669 followers. This research aims to explore the use of videograms as a medium for da'wah, including discussions on da'wah topics related to creed, sharia, and ethics. It also delves into the account owner's opinions on preaching through electronic media and the followers' responses to the @jalantojannah account. The research employs a descriptive method with a qualitative approach, utilizing data collection techniques such as interviews and documentation. The findings reveal that the @jalantojannah account utilizes videogram features to convey da'wah messages through videos with a maximum duration of 60 seconds. The account owner believes that preaching through electronic media is highly effective, as each da'wah post can be viewed by anyone, anywhere. The chosen da'wah materials are categorized into three main subjects: Creed, Sharia, and Ethics. Abstrak. Dewasa ini, para pelaku dakwah dituntut untuk lebih cermat dalam menggunakan media sosial sebagai sarana untuk menyampaikan pesan dakwah, akun @jalantojannah merupakan salah satu dari berbagai akun instagram yang menyajikan konten-konten terkait kajian keislaman. Dengan pengemasan konten dakwah yang baik, akun @jalantojannah mampu menarik perhatian pengguna instagram untuk melihat serta mendengarkan pesan dakwah yang disampaikan dengan menggunakan fitur videogram (video gram). Tercatat hingga saat ini akun @jalantojannah telah memiliki sebanyak 669 followers. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan videogram sebagai sarana media dakwah, yang mana didalamnya terdapat pula pembahasan mengenai materi dakwah tentang aqidah, syariah dan akhlak, pendapat pemilik akun terhadap berdakwah di media elektronik, serta respon followers terhadap akun @jalantojannah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan datanya melalui wawancara dan dokumentasi. Penelitian yang dilakukan terhadap akun instagram @jalantojannah memberikan hasil bahwa akun @jalantojannah menggunakan fitur videogram untuk menyampaikan pesan dakwah dengan jenis video berdurasi maksimal 60 detik. Pendapat pemilik akun @jalantojannah terhadap berdakwah melalui media elektronik yaitu sangatlah efektif dikarenakan setiap postingan dakwah yang diunggah bisa dilihat oleh siapapun dan dimanapun. Terkait materi yang dipilih untuk disampaikan dikategorikan kedalam 3 bahasan materi, yaitu: Akidah, Syariah dan Akhlak.
Peran Humas dalam Perspektif Islam dalam Studi Kasus di Badan Pengawas Pemilu Provinsi Jawa Barat dalam Pelaksanaan Pemilu Fazri Rahmat Syafitri; Bambang Saiful Ma'arif; Malki Ahmad Nasir
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v4i1.11675

Abstract

Abstract. This dissertation explores the field of public relations by analyzing its role from an Islamic perspective, with a specific focus on the Election Supervisory Board in West Java Province during election periods, the aim of this study is to comprehend how the role of public relations, as viewed through the lens of Islam, is applied within the context of election oversight, through a qualitative approach, this research gathers data through in-depth interviews and the analysis of relevant documents, the research findings reveal that the role of public relations, within the Islamic perspective, involves honest and transparent communication, aimed at fostering trust within the community. Public relations acts as a bridge between institutions and the public, prioritizing Islamic ethical values in information dissemination. In the context of the Election Supervisory Board in West Java Province, public relations plays a crucial role in ensuring fair and transparent election proceedings in accordance with Islamic principles. This study contributes to understanding how Islam can provide a conceptual framework for the role of public relations in the context of election oversight. Abstrak. Disertasi dalam humas dengan menganalisis peran Humas dalam perspektif Islam, dengan studi kasus di Badan Pengawas Pemilu Provinsi Jawa Barat selama pelaksanaan pemilu. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana peran Humas dalam pandangan Islam diterapkan dalam konteks pengawasan pemilu. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dan analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Humas dalam perspektif Islam melibatkan komunikasi yang jujur, transparan, dan membangun kepercayaan dengan masyarakat. Humas bertindak sebagai jembatan antara institusi dan publik, mengedepankan nilai-nilai etika Islam dalam menyampaikan informasi. Di Badan Pengawas Pemilu Provinsi Jawa Barat, peran Humas membantu memastikan penyelenggaraan pemilu yang adil dan transparan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami bagaimana Islam dapat membentuk kerangka kerja konseptual bagi peran Humas dalam konteks pengawasan pemilu.
Pola Komunikasi Ustadz Komaruddin dalam Membina Akhlak Remaja Masjid Al-Kaafi Kelurahan Babakan Sari Kecamatan Kiaracondong Kota Bandung Muchlis Dzulhijjah Rachmat; Bambang Saiful Ma'arif; Parihat Kamil
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v4i1.11822

Abstract

Abstract. The background to this research problem is how Ustadz Komaruddin uses communication patterns in developing the morals of Al-Kaafi Mosque teenagers. The aim of this research is to determine the Communication Patterns of Ustadz Komaruddin in the Development of Adolescent Morals at the Al-Kaafi Mosque, Babakan Sari Village, Kiaracondong District, Bandung City. This type of research is qualitative, while the research method is descriptive research. The data collection techniques are interviews, observation and documentation. The results of this research still show that the secondary communication pattern from Harold D. Lasswell's formulation is that there are religious figures who discuss religious knowledge, including morals. Various programs from the Mosque Youth Association organization have had an impact in the form of changing teenagers who are often disobedient to rarely disobedient. Those who used to often say harsh words now no longer say harsh words. Those who were previously dating are no longer dating. Abstrak. Latar belakang masalah penelitian ini adalah bagaimana Ustadz Komaruddin menggunakan pola komunikasi dalam membina akhlak Remaja Masjid Al-Kaafi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pola Komunikasi Ustadz Komaruddin Dalam Membina Akhlak Remaja Masjid Al-Kaafi Kelurahan Babakan Sari Kecamatan Kiaracondong Kota Bandung. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, sedangkan metode penelitian ini adalah studi deskriptif. Teknik pengumpulan datanya adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini masih terlihat bahwa pola komunikasi sekunder dari formula Harold D. Lasswell yaitu ada Tokoh Agama yang mengatakan perihal Ilmu Agama, termasuk Akhlak. Berbagai program dari organisasi Ikatan Remaja Masjid telah memberikan dampak berupa perubahan remaja yang sering membangkang menjadi jarang membangkang. Mereka yang dahulu sering berkata kasar kini tak lagi berkata kasar. Mereka yang sebelumnya berpacaran kini tidak lagi berpacaran.