Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

STRUKTUR KALIMAT KOORDINASI BAHASA INDONESIA DALAM NOVEL DEBU BINTANG KARYA AGNES JESSICA Agri Amelia Marchya; Simon Ruruk; Resnita Dewi
Mataallo : Masyarakat Peneliti Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 5 No 1 (2023): Mataallo Mayarakat Peneliti Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/mataallo.v5i1.1951

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan struktur kalimat koordinasi yang digunakan di dalam novel Debu Bintang karya Agnes Jessica. Penelitian ini berjenis kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan (1) teknik observasi, dan teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada enam struktur kalimat koordinasi bahasa Indonesia yang ditemukan dalam novel Debu Bintang karya Agnes Jessica , adalah sebagai berikut: (1) Struktur S + P ( Subjek + Predikat ) (2) Struktur S+P+K ( Subjek + Predikat + Keterangan ) (3) Struktur S+P+O ( Subjek + Predikat + Objek ) (4) Struktur K+S+P ( Keterangan + Predikat + Objek ) ( 5) Struktur S+P+O+K ( Subjek + Predikat + Objek + Keterangan ), dan (6) Struktur K+S+P+O ( Keterangan + Subjek + Predikat + Objek )
Analisis Struktur Kalimat Dwitransitif Bahasa Indonesia Dalam Buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Simon Ruruk
AgroSainT Vol 3 No 1 (2012)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v3i1.624

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur kalimat dwitransitif bahasa Indonesia dalam buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, karangan Soenjono,dkk. Manfaat dari penelitian ini (1) menambah pengetahuan penulis mengenai kalimat dwitransitif bahasa Indonesia, (2) memberikan sumbangan terhadap pengembangan tata bahasa, khususnya kalimat dwitransitif bahasa Indonesia, dan (3) sebagai acuan penelitian bagi aspek kalimat yang lain dalam bahasa Indonesia. Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi dan teknik catat. Adapun struktur kalimat dwitransitif yang ditemukan dalam buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, karangan Soenjono,dkk. adalah sebagai berikut: Struktur S + P + O + Pel Struktur S + P + O + Pel + K
Analisis Konfiks Per-an dalam Buku Mahir Berbahasa Indonesia SMA Kelas X Simon Ruruk
AgroSainT Vol 3 No 2 (2012)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v3i2.631

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi konfiks per-an dan makna konfiks per-an dalam Buku Mahir Berbahasa Indonesia SMA kelas X. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi dan teknik catat. Adapun fungsi konfiks per-an dalam Buku Mahir Berbahasa Indonesia SMA kelas X adalah membentuk kata benda (nominal), sedangkan makna konfiks per- an bahasa Indonesia yang ditemukan dalam Buku Mahir Berbahasa Indonesia SMA kelas X sebagai berikut: menyatakan makna perihal, menyatakan makna hal atau hasil melakukan perbuatan, menyatakan makna tempat, menyatakan makna daerah dan menyatakan berbagai-bagai.
Validity of interactive learning media in computer basics course Pratama, Muh. Putra; Ruruk, Simon; Karuru, Perdy
Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan Vol 10, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jitp.v10i4.60376

Abstract

This study aims to determine the validity and practicality of interactive media in computer basics courses in the educational technology study program at Universitas Kristen Indonesia Toraja. This type of development research uses the ADDIE research model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The results of the validity and practicality tests can be used as a reference for assessing the media that has been developed. This research has conducted a content validity test; the quality of interactive media based on the assessment by teaching material expert lecturers shows an average of 3.77 from a maximum average score of 4.00. Thus, interactive media shows criteria worth using. The results of the media validity test that the quality of interactive media based on the assessment by media expert lecturers shows an average of 3.58 from a maximum average score of 4.00; thus, the module indicates very feasible criteria. The interactive media practicality test results showed that the interactive media developed an average of 3.46 from an average score of 4.00. Thus, the module showed efficient criteria.
PEMBENAHAN PATUNG PENDETA ANTONIE ARIS VAN DE LOOSDRECHT SEBAGAI DESTINASI WISATA LEMBANG MAI’TING” LEMBANG MAI’TING, KECAMATAN RINDINGALLO KABUPATEN TORAJA UTARA Yohanis Padallingan; Simon Ruruk; Aldi Nanda Setiawan
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 7: Desember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v4i7.9030

Abstract

Tulisan ini bertujuan dalam rangka memenuhi syarat kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) A.A Van de Loosdrecht adalah pekabar Injil pertama di Toraja. Salah satu wilayah yang dikunjungi adalah Pangala’ tepatnya di Kecamatan Rindingallo, Lembang Mai’ting yang menjadi tempat pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Secara umum wilayah Pangala’ memiliki sejarah penting dalam perjalanan misi pekabaran Injil oleh Antonie Aris van de Loosdrecht, yang berhasil memperkenalkan Kekristenan kepada masyarakat setempat. Patung di Lembang Mai’ting didirikan sebagai monument penghargaan atas jasa van de Loosdrecht dalam menyebarkan ajaran Injil. Pendirian patung ini berlangsung selama Sembilan tahun (2015- 2024) dan terletak di lokasi strategis yang sering dilalui masyarakat. Namun, keberadaan patung ini masih belum banyak diketahui oleh masyarakat di luar wilayah tersebut. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang melaksanakan kegiatan di Lembang Mai’ting terinspirasi untuk menjadikan patung van de Loosdrecht sebagai destinasi wisata rohani. Langkah-langkah yang dilakukan termasuk pembersihan area sekitar patung, pembaruan warna, pemasangan pagar, dan promosi melalui media sosial. Upaya ini bertujuan untuk memperkenalkan van de Loosdrecht dan dedikasinya dalam menyebarkan Injil serta menjadikan patung tersebut sebagai daya tarik wisata rohani
INOVASI PENGEMBANGAN KAWASAN DESA WISATA LEMBANG POLO PADANG, KECAMATAN KAPALA PITU, KABUPATEN TORAJA UTARA Irene Hendrika Ramopoly; Simon Ruruk; Wasty Ota
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 8: Januari 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v4i8.9313

Abstract

Lembang Polo Padang, sebuah desa di Kecamatan Kapala Pitu, Kabupaten Toraja Utara, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata. Program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Angkatan XLIII UKI Toraja tahun 2024 berfokus pada pengembangan desa ini melalui penyediaan fasilitas, seperti tempat sampah, pemasangan poster kebersihan, dan promosi kawasan desa wisata melalui wadah media sosial. Hasil dari inovasi pengembangan kawasan desa wisata ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat dan pengunjung terhadap pentingnya kebersihan lingkungan serta peningkatan minat wisatawan. Pengembangan berkelanjutan masih sangat membutuhkan edukasi, sarana promosi yang konsisten, dan perbaikan infrastruktur untuk meningkatkan kualitas layanan dan mendukung kenyamanan para wisatawan. Dengan komitmen dan kerjasama yang baik dari berbagai pihak, Lembang Polo Padang memiliki peluang besar untuk menjadi kawasan destinasi wisata unggulan di Toraja Utara, dan ikut berkontribusi pada perekonomian local, serta pelestarian kearifan local budaya setempat
PENGEMBANGAN KEBUN SEKOLAH SEBAGAI SARANA EDUKASI LINGKUNGAN DAN KEWIRAUSAHAAN PERTANIAN DI SEKOLAH DASAR MELALUI PROGRAM EKSTRA KURIKULER Patintingan, Mersilina L.; Ruruk, Simon; Pare, Sepriani
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3: September-Desember 2024
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v4i3.3759

Abstract

Kurangnya kesadaran lingkungan dan pengetahuan kewirausahaan dan di sekolah dasar menyulitkan pembentukan siswa yang mandiri secara finansial dan peduli terhadap lingkungan. Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini adalah untuk membangun kebun sekolah sebagai sarana untuk mengajarkan siswa tentang lingkungan dan kewirausahaan pertanian melalui program ekstrakurikuler. Dengan menggunakan simulasi kewirausahaan, pelatihan langsung, dan pendekatan partisipatif, program ini bertujuan untuk memasukkan praktik berkebun ke dalam pembelajaran siswa. Siswa diberi instruksi tentang cara membuat pupuk organik, cara mengelola kebun, dan cara menjual hasil panen sederhana. Hasil menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan pengetahuan siswa tentang kewirausahaan, teknik bercocok tanam, dan daur ulang. Kegiatan ini juga mendorong kerja sama antara guru, siswa, dan orang tua untuk membuat lingkungan sekolah yang lebih ramah lingkungan dan produktif. Diharapkan program ini akan menjadi contoh keberlanjutan bagi sekolah lain. erisi tentang isu dan fokus pengabdian, tujuan pengabdian, metode/pendekatan/strategi riset pengabdian, dan hasil pengabdian Masyarakat.
PENGEMBANGAN OBJEK WISATA BENTENG PONG TIKU DI LEMBANG RINDINGALLO OLEH MAHASISWA KKN-T Bandaso, Srisetyawanie; Ruruk, Simon; Mangngemba, Sintike
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38073

Abstract

Penelitian ini berawal dari masalah pengembangan objek wisata salah satu peninggalan pahlawan nasional Pong Tiku yaitu Benteng tempat pembuatan Tirrik Lada. Tempat ini sudah terbengkalai selama belasan tahun akibat kurangnya kesadaran dari masyarakat setempat dan juga medan yang cukup sulit dilalui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan objek wisata Benteng Pong Tiku. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi dan wawancaran yang dilakukan di Lembang Rindingallo. Hasil penelitian adalah a.) merintis dan menata kembali objek wisata, b.) melakukan pemberdayaan masyarakat, c.) memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya adar wisata, d.) memperbaiki dan mengadakan fasilitas objek wisata, e.) mengiklankan objek wisata melalui sosial media.
PENGABDIAN MASYARAKAT MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI BUDIDAYA HIDROPONIK DI LEMBANG LEMPO POTON, KECAMATAN RINDINGALLO Wibisono, Lisa Kurniasari; Ruruk, Simon
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38600

Abstract

Lembang Lempo Poton, Kecamatan Rindingallo, Kabupaten Toraja Utara, menghadapi masalah stunting yang signifikan, yang berdampak pada kesehatan dan pertumbuhan anak. Untuk mengatasi permasalahan ini, mahasiswa KKN Tematik dari Universitas Kristen Indonesia Toraja melaksanakan program pengabdian masyarakat melalui penerapan teknologi budidaya hidroponik. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, pemberian sarana dan prasarana, serta pendampingan dalam pengelolaan hasil panen. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam budidaya hidroponik, serta tersedianya sayuran kaya nutrisi untuk memenuhi kebutuhan gizi balita. Meskipun terdapat beberapa kendala, program ini berhasil memberikan dampak positif bagi masyarakat dan meningkatkan kemandirian pangan di Lembang Lempo Poton. Keberlanjutan program ini memerlukan dukungan dari berbagai pihak untuk memastikan dampak jangka panjang dalam mengatasi stunting.