Santoso, Imam
Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Published : 90 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

IDENTIFIKASI WAJAH MANUSIA DENGAN ANALISIS KOMPONEN BEBAS Muhammad Arif Siddiq; Imam Santoso; Ajub Ajulian Zahra
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 2, JUNI 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.016 KB) | DOI: 10.14710/transient.v6i2.254-259

Abstract

Manusia dapat mengenali manusia lainnya berdasarkan ciri-ciri khusus dari manusia yang akan dikenalinya. Dengan skema yang sama, sebuah sistem komputer dapat mengidentifikasi seseorang manusia berdasarkan ciri-ciri fisiknya. Ciri-ciri ini disebut ciri biometrika, sedangkan sistem yang dapat melakukan pengenalan menggunakan ciri-ciri tersebut adalah sistem biometrika. Pada teknik pengolahan citra digital, ciri biometrika wajah dapat digunakan pada sistem pengenalan wajah dengan melakukan proses ekstraksi ciri dari citra wajah tersebut menggunakan beberapa metode ekstraksi ciri yang ada, salah satunya metode Analisis Komponen Bebas (Independent Component Analysis atau ICA). Pada Penelitian ini dirancang sebuah perangkat lunak sistem pengenalan wajah manusia. Pengenalan dilakukan pada 15 Individu berbeda dengan 10 variasi ekspresi dan posisi wajah. Proses pengenalan wajah manusia dilakukan dengan tahap prapengolahan citra, ektraksi ciri citra dengan menggunakan ICA, dan pengenalan dengan metode jarak minimal. Variasi perhitungan jarak yang akan digunakan adalah jarak Manhattan, Euclidean, dan Minkowski. Berdasarkan pengujian pada keseluruhan data dengan variasi jumlah ciri yang dipertahankan 74, 60, 40, 20 dan 5, tingkat keberhasilan tertinggi adalah pada penggunaan jarak Manhattan, Euclidean dan Minkowski orde 1 dan 2 pada variasi jumlah ciri sebanyak 74 dengan nilai persentase akurasi dan sensitivitas pada variasi ini 82,67%. Sedangkan spesifisitas sistem pada variasi ini adalah 98,76%.
ANALISIS PERBANDINGAN TEKNOLOGI GPON DAN XGPON UNTUK PERANCANGAN JARINGAN FIBER TO THE HOME Ian Amri Dinina; Imam Santoso; Teguh Prakoso
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 5, NO. 4, DESEMBER 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.413 KB) | DOI: 10.14710/transient.v5i4.465-472)

Abstract

Fiber to the home (FTTH) merupakan infrastruktur jaringan serat optik yang dapat memberikan layanan suara, data, dan video. Penelitian ini membandingkan teknologi GPON dan XGPON dalam perancangan jaringan FTTH untuk menghasilkan rekomendasi teknologi manakah yang lebih tepat untuk diterapkan. Penelitian ini dimulai dengan melakukan peramalan jumlah pelanggan, merancang jaringan, menentukan perangkat dan spesifikasi, serta membuat simulasi jaringan menggunakan Optisystem. Berdasarkan hasil analisis, nilai rise time budget sistem untuk GPON adalah 0,19 ns downstream (syarat 0,28 ns) dan 0,38 ns upstream (syarat 0,56 ns), sedangkan untuk XGPON adalah 0,05 ns downstream (syarat 0,07 ns) dan 0,19 ns upstream (syarat 0,28 ns). Untuk ONT terjauh, link power budget yang diperoleh adalah 22,44 dB (syarat 25 dB). Daya terima hasil perhitungan adalah -19,44 dBm downstream dan -20,44 dBm upstream, sedangkan hasil simulasi adalah -19,78 dBm downstream dan -20,78 dBm upstream (syarat ≥-28 dBm). Q-factor minimal yang diperoleh adalah 9,01 (standar ≥6,3). BER maksimal hasil perhitungan adalah 1,03 x 10-19, sedangkan hasil simulasi adalah 8,63 x 10-20 (standar ≤10-10). Jadi, jaringan FTTH GPON maupun XGPON yang dirancang layak untuk diterapkan karena memenuhi standar yang ditetapkan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dan ITU-T.
APLIKASI METODE KODE RANTAI UNTUK MENENTUKAN PANJANG DAN KELILING OBJEK DUA DIMENSI TIDAK BERATURAN Pinkan Dyah; Imam Santoso; Ajub Ajulian Zahra
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.426 KB) | DOI: 10.14710/transient.v4i2.229-235

Abstract

Abstrak Kode rantai merupakan salah satu metode pengolahan citra digital yang mampu  merepresentasikan kurva, garis, atau kontur suatu bidang. Kode rantai menghasilkan kode-kode berupa deretan angka berdasarkan arah mata angin. Deretan angka ini dihitung sehingga menghasilkan nilai panjang, dan disesuaikan dengan nilai sesungguhnya berdasarkan faktor skala. Dalam Penelitian ini, kode rantai diaplikasikan untuk menentukan panjang dan keliling objek dua dimensi  tidak beraturan. Objek dua dimensi berasal dari hasil akuisisi kamera yang divariasi berdasarkan bentuk, jarak, dan perbesaran. Untuk meningkatkan penelusuran kode rantai ini diterapkan penghilangan derau dengan morfologi penutupan. Tolak ukur keberhasilan adalah perbandingan panjang simulasi dengan panjang sebenarnya. Selain itu beberapa gangguan saat pengambilan data diterapkan, seperti tingkat kecerahan pada citra uji, adanya derau di sekitar objek citra uji. Pada pengujian sistem ini dilakukan beberapa variasi, yaitu variasi bentuk kontur terbuka, pengujian kontur terbuka jarak kamera terhadap objek 20 cm – 40 cm, pengujian dengan jarak kamera terhadap objek 50 cm – 200 cm, variasi perbesaran objek 1kali-3kali, dan pengujian keliling pada kontur tertutup. Dari hasil pengujian terhadap sistem, seperti pengujian kontur terbuka jarak kamera terhadap objek 20 cm – 40 cm memiliki presentase rata-rata 1,452%. Hasilnya kode rantai dapat digunakan untuk menghitung panjang dan keliling objek dua dimensi tidak beraturan dengan kesalahan yang dapat ditoleransi. Kata Kunci : Kontur Tidak Beraturan, Dua Dimensi, Panjang, Keliling, Kode Rantai  Abstract Chain Codes is one of the techniques in image analysis that is able to represent lines, curves or contour of an area, and to determine shape factor of an object. Further more chain codes can be applied to count length and perimeter of object based on distance. Chain code’s producing the codes which is containing a line of number based on the direction. In this final assignment, chain codes are applied to count length and perimeter of two dimensional irregular object. Two dimensional object are using the capture image as the object tests. On the other hand, morphological closing  was applied to improve chain code’s tracking.  And comparison of actual length to simulasion length will be used as parameters of success. Beside that, some interference were applied such as brightness level and some noise around the object. In this program, there are five variation tests, those are the shape variation of opened contours, the opened contours with 20 cm - 40 cm camera to object’s distances, the opened contours objects with 50 cm - 200 cm camera to object’s, camera’s zoom variations for opened contours, and shape variations of closed contours. For an example, opened contours with 20 cm - 40 cm camera to object’s distances with minimum error percentage 0%, maximum 2,881%, and mean 1,452%. As a result, chain code can be applied to count length of two dimensional irregular contours with acceptable error. Keywords: Irregular contours, two dimensions, length, perimeter, Chain Code
SIMULASI PENGENALAN WAJAH MANUSIA MENGGUNAKAN METODE ANALISIS DISKRIMINAN LINEAR DUA DIMENSI (2D-LDA) DENGAN JARAK MANHATTAN, CANBERRA DAN EUCLIDEAN Rivaldi MHS; Ajub Ajulian Zahra; Imam Santoso; R. Rizal Isnanto
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 2, JUNI 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.313 KB) | DOI: 10.14710/transient.v6i2.298-304

Abstract

Wajah merupakan salah satu ciri biometrika yaitu ciri dari tiap-tiap individu yang unik yang tidak dimiliki individu lainnya selain individu tersebut. Pada teknik pengolahan citra digital ciri biometrika wajah dapat digunakan pada sistem pengenalan wajah dengan melakukan proses ekstraksi ciri nilai piksel citra wajah tersebut menggunakan beberapa metode ekstraksi ciri yang ada, salah satunya metode Analisis Diskriminan Linear Dua Dimensi (2-Dimensional Linear Discriminant Analysis atau 2D-LDA). Pada Tugas Akhir ini dirancang sebuah perangkat lunak simulasi pengenalan wajah manusia berdasarkan variasi posisi dan ekspresi tertentu wajah. Pada simulasi ini proses pengenalan wajah manusia diawali dengan tahap prapengolahan dan selanjutnya tahap ekstraksi ciri dari citra wajah manusia menggunakan metode 2D-LDA. Tahap terakhir adalah proses pengenalan dengan melakukan perhitungan jarak terkecil vektor ciri citra yang akan dikenali dengan semua vektor ciri yang ada di basis data yaitu dengan menggunakan 3 variasi jarak yaitu Jarak Manhattan, Canberra dan Euclidean. Berdasarkan pengujian pada keseluruhan data dengan variasi jumlah ciri yang dipertahankan 100, 75, dan 50, tingkat keberhasilan tertinggi adalah pada penggunaan jarak Canberra dengan nilai persentase akurasinya sama pada saat jumlah ciri yang dipertahankan 100, 75 maupun 50 yaitu sebesar 96,67%. Selain citra wajah yang sudah terdaftar, terdapat pula pengujian citra luar yang tidak terdaftar pada basis data dan nilai persentase akurasi tertinggi diperoleh dengan menggunakan jarak Canberra  dengan nilai akurasinya sama untuk semua variasi jumlah ciri yang dipertahankan yaitu 80%.
PERANCANGAN ANTENA DUAL CIRCULAR LOOP SEBAGAI PENERIMA SIARAN TELEVISI DIGITAL PADA RENTANG FREKUENSI UHF (ULTRA HIGH FREQUENCY) Hanardi Satrio; Imam Santoso; Teguh Prakoso
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.335 KB) | DOI: 10.14710/transient.v4i4.972-978

Abstract

Antena dual circular loop merupakan pengembangan dari antena loop lingkaran dengan tambahan beberapa elemen. Antena loop memiliki beberapa keunggulan yaitu berbentuk sederhana, mudah untuk dibuat, berpita lebar, gain yang relatif tinggi, memiliki polarisasi dan Front-to-Back Ratio (FBR) yang rendah. Parameter penting antena yang perlu diperhatikan seperti Voltage Standing Wave Ratio (VSWR), frekuensi resonansi, frekuensi operasi, return loss, lebar pita, gain dan pola radiasi. Pada penelitian ini dilakukan perancangan antena dual circular loop dengan frekuensi resonansi 620,8 MHz. Fabrikasi antena berjari-jari 7,5 cm menggunakan aluminium pejal dengan ketebalan 10 mm. Berdasarkan optimasi pada CST Studio Suite 2011, pemilihan celah feed point 2 cm, panjang feed point 5 cm, ukuran reflektor 15 cm x 30 cm, dan jarak antena dengan reflektor 27 cm. Hasil pengujian antena dual circular loop didapatkan nilai VSWR sebesar 1,02 lebih baik dari antena pembanding PF Indoor HD 14 yang menghasilkan nilai VSWR 1,28. Pengolahan data uji didapatkan frekuensi resonansi 530 MHz dan 610 MHz, frekuensi operasi 480 MHz – 710 MHz, lebar pita 230 MHz, gain 7,05 dB, dan pola radiasi directional. Hasil pengujian sebagai penerima siaran televisi digital, kinerja antena dual circular loop lebih baik daripada antena pembanding PF Indoor HD 14 dan PF200 Indoor.
KINERJA ROUTING AODV DAN AOMDV PADA JARINGAN WPAN 802.15.4 ZIGBEE DENGAN TOPOLOGO MESH Hanitya Triantono Widya Putra; Sukiswo Sukiswo; Imam Santoso
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.409 KB) | DOI: 10.14710/transient.v2i1.9-15

Abstract

Abstrak   Wireless Personal Area Network (WPAN) adalah jaringan yang menghubungkan perangkat-perangkat dalam jangkauan personal yang dihubungkan tanpa kabel atau nirkabel. WPAN merupakan jaringan tanpa kabel yang mempunyai data rate rendah, konsumsi daya rendah, dan area cakupan yang cukup luas. Salah satu teknologi yang digunakan WPAN adalah Zigbee. Zigbee termasuk dalam kelompok WPAN yang digunakan untuk melakukan sensor dan kendali aplikasi berdaya rendah. Dalam penelitian ini, dibuat pemodelan jaringan Wireless Personal Area Network (WPAN) dengan zigbee menggunakan software simulator 2, yaitu NS-2 (Network Simulator 2) dalam topologi mesh. Penilaian kinerja jaringan menggunakan parameter-parameter Quality of Service (QoS), seperti throughput, paket hilang (packet loss), PDR (Packet Delivery Ratio) dan  waktu tunda (delay). Penggunaan protokol routing Ad-hoc On-demand Distance Vektor (AODV) dan Ad-hoc On-demand Multi path Distance Vektor (AOMDV) dalam penelitian ini diharapkan dapat mengetahui kinerja jaringan WPAN seperti nilai throughput, packet delivery ratio, waktu tunda dan paket hilang Dari hasil simulasi didapatkan bahwa routing AOMDV lebih baik dibandingkan dengan routing AODV, dimana AOMDV dengan nilai parameter seperti throughput dan PDR yang lebih besar sedangkan nilai paket hilang dan waktu tunda yang lebih kecil. Kata Kunci: WPAN, AODV, AOMDV, NS2     Abstract Wireless Personal Area Network (WPAN) is a network that connects devices within range of personal connected wirelessly. WPAN is wireless network that have low data rate, low consumption power and in boundery coverage area.One of technologies used in WPAN is Zigbee. Zigbee is kind of WPAN groups that uses at sensor and control for home application. In this research, modeling WPAN with zigbee using NS-2 (Network Simulator 2) in mesh topology. The values of performance QoS (Quality of Service) wireless network uses three parameters such as throughput, packet loss, packet delivery ratio(PDR) and delay. With routing protocol Ad-hoc On-demand Distance Vektor (AODV) and Ad-hoc On-demand Multi path Distance Vektor (AOMDV) in this study are expected to know the performance of WPAN network like throughput, packet delivery ratio, delay and packet loss ratio. From the simulation was found that AOMDV routing is better than the AODV routing, that the AOMDV with parameter values such as throughput and PDR are greater, while packet loss and delay the smaller ones. Keywords: WPAN, AODV, AOMDV, NS2
PERANCANGAN ANTENA 5/8λ BERPOLARISASI CIRCULAR PADA BAND VHF (30-300 MHz) Yuli Christyono; Imam Santoso; Budi Setiawan
Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 11, No 1 (2009): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.177 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.11.1.53-59

Abstract

Since Hertz and Marconi, antennas have became increasingly important to our society until now they are indispensable. They are everywhere: at home and workplaces, on cars and aircraft, also in ships and satellites. So far most used antenna is an antenna with a single polarization, the horizontal polarization or vertical polarization only. The advantage of circular polarization is the radiation of antenna can be well received by the vertical receiving antenna or horizontal receiving antenna. The purpose of this research is to design and build a circular polarized antenna. Then the values of the parameters measured using Hewlett Packard 8656B Signal Generator as a transmitter and Hewlett Packard 8901A Modulation Analyzer as a receiver. Both measuring devices were used to determine the frequency and power generated by the antenna. SX-1000 SWR meter as a measuring VSWR and analog VU meters are used to determine the signal strength of the antenna. The result shows that the antenna works well on a predetermined frequency (144 MHz), has omni directional radiation pattern and its VSWR is 1.09. The result of the antenna radiation can also be well received, using vertical and horizontal polarization antenna. VU meter shows that the highest value when antenna used as transmitter is 10 μV and 11 μV when antenna is used as receiver antenna. Keywords: Antenna, vertical polarization, horizontal polarization, circular polarization.
APLIKASI PEREDAMAN DERAU AKTIF METODE PHI PHASE SHIFT PADA KAWASAN FREKUENSI Dwi Anasthasia Pasaribu; Achmad Hidayatno; Imam Santoso
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.36 KB) | DOI: 10.14710/transient.v3i4.609-615

Abstract

Abstrak  Derau merupakan gelombang suara  yang mampu masuk ke sistem pendenngaran manusia dan cenderung memberikan rasa tidak nyaman bahkan mengakibatkan sinyal informasi tidak dapat diterima dengan baik. Berkaitan dengan sinyal gangguan tersebut, metode phi phase shift (balik fase) merupakan salah satu metode untuk meghilangkan gelombang derau. Metode phi phase shift merupakan metode pemanfaatan sifat destruktif dari penggabungan dua buah gelombang yang salah satunya berfase kebalikan. Berdasarkan hal tersebut dirancang peredaman derau aktif metode phi phase shift pada kawasan frekuensi yang diterapkan secara non real time. Adapun untuk menguji kinerjanya akan diberikan 3 jenis gelombang gangguan yaitu gelombang gangguan variasi frekuensi, derau putih, dan lima gelombang gangguan dengan variasi durasi dan amplitudo. Sedangkan untuk tolak ukur kinerja akan digunakan nilai MSE (Mean Square Error) dan SNR (Signal to Noise Ratio) hasil peredaman. Dari hasil pengujian dengan berbagai variasi gangguan yang diujicobakan, sistem ini mampu melakukan eliminasi gelombang derau. Penambahan derau dengan variasi frekuensi menghasilkan nilai MSE terbesar yaitu 8,16x10-32 dan SNR terkecil 3,37x1027. Dengan penambahan derau putih diperoleh MSE terbesar yaitu 2,26 x10-17 dan SNR terkecil 1,22x1013, Dan pada variasi 5 gelombang pengganggu diperoleh MSE terbesar 7,37x10-33dan SNR terkecil 1,91x1028. Kata Kunci : PengolahanSinyal Digital, phi phase shift  Abstract Noise is an audible sound wave that can be listened in human’s hearing system. It makes hearing unconfortable and even can disturb the quality of signal information. Phi phase shift is created as a method to reduce noise by using a destructive result of combination between two waveforms which one of the signal’s phase is opposite. In that codensidertion, it will be created an active noise cancellation with phi phase shift in frequency methode designed in non real time system. The system will be given 3 variations od noise such as frequency varied noise, varied power level white noise, and 5 variation of durations and amplitudes noise waves. MSE (Mean Square Error) and SNR (Signal to Noise Ratio) will be used as parameters of success in this noise reduction system. It can be concluded in this research  that the system worked well to eliminate all types of added noise. Maximum MSE in frequencies varied noise is 8,16x10-32and the minimum SNR is 3,37x1027. Maximum MSE in power level varied noise is 2,26 x10-17 and the minimum SNR is 1,22x1013. Maximum MSE in characterictics varied noise is 7,37x10-33and the minimum SNR is 1,91x1028. Keywords : Digital signal processing, phi phase shift
ANALISIS HCS (HIERARCHICAL CELL STRUCTURES) PADA SISTEM GSM TRIPLE BAND Fiska Jelita Puspitasari; Sukiswo Sukiswo; Imam Santoso
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.309 KB) | DOI: 10.14710/transient.v1i4.258-265

Abstract

Abstrak Permintaan layanan sistem komunikasi bergerak selular GSM yang terus menerus meningkat telah menimbulkan permasalahan terhadap kapasitas karena keterbatasan alokasi spektrum frekuensi yang tersedia untuk GSM 900. Maka operator GSM mulai memproses lisensi untuk penerapan sistem GSM 1800 dan 3G (Generasi Ketiga). Pada umumnya operator memanfaatkan sel makro untuk mengatasi masalah daerah cakupan dan memanfaatkan sel mikro untuk mengatasi masalah kapasitas. Akibat penggunaan sel mikro adalah terjadi peningkatan jumlah handover. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan metode agar operator dapat memanfaatkan sel mikro dan sel makro secara efektif yaitu dengan Hierarchical Cell Structures (HCS). Metode ini dipergunakan untuk menempatkan MS pada sel yang telah diberi lapisan prioritas supaya alokasi cakupan MS efektif sesuai dengan kebutuhan. Pada penelitian ini, analisis dilakukan pada sistem GSM triple band yaitu GSM 900, DCS 1800, dan 3G (WCDMA). Pengukuran dilakukan dengan cara drive test dengan MS dalam kondisi idle mode dan dedicated mode, serta untuk jenis sel adalah sel makro, mikro, dan indoor. Penelitian dilakukan untuk menganalisis kondisi sel yang sudah diatur menggunakan HCS dengan memasang parameter-parameter yang dapat mempengaruhi MS untuk tetap berada pada sel tertentu, apakah sudah sesuai yang diharapkan atau belum. Dari penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa apabila MS dicakup oleh sel yang sesuai dengan struktur metode HCS, berarti sistem berjalan efektif. Apabila MS dicakup oleh sel yang berada diluar aturan metode HCS, maka sistem tidak efektif. Kata kunci : GSM, 3G, Hierarchical Cell Structures (HCS) Abstract Demand services GSM cellular mobile communication system that continuously increases have led to capacity problems due to limited available frequency spectrum allocation for GSM 900. GSM operator then start processing licenses for the application of the GSM 1800 and 3G (Third Generation). In general, operators utilizing a macro cell to solve problems and take advantage of the coverage area of ​​the cell microenvironment to overcome capacity issues. Due to the use of micro cells is an increase in the number of handover. To overcome these problems required the operator to utilize the method of micro cells and macro cells effectively is by Hierarchical Cell Structures (HCS). This method is used to put MS on the layer of cells that have been given priority so that effective allocation MS coverage as needed. In this study, analysis was performed on a triple band GSM system is GSM 900, DCS 1800, and 3G (WCDMA). Measurements done by test drive with MS in idle mode and dedicated mode, as well as for the type of cell is the cell macro, micro, and indoor. The study was conducted to analyze the state of the cell is set up using HCS by setting parameters that can affect MS to remain in a particular cell, whether it is as expected or not. From the research that has been done, it can be concluded that if the MS covered by the cell in accordance with the structure of the HCS method, the system is operating effectively. If MS is covered by cells that are outside the rules HCS method, then the system is not effective. Keyword : GSM, 3G, Hierarchical Cell Structures (HCS)
Sistem Monitoring Suhu Berbasis Web Dengan Akuisisi Data Melalui Port Paralel PC Imam Santoso; R. Rizal Isnanto; Achmad Chaerodin
Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 10, No 2 (2008): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.408 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.10.2.77-81

Abstract

Many industrial activities need remote monitoring facilities to perform their works. One of monitoring technology implementation is temperature monitoring system application. Temperature value is required in many physical calculation, starting from chemical reaction until machine efficiency. Conventional monitoring system has some weaknesses such as impracticability and data inaccuracy. Therefore, it is required to develop a temperature monitoring system which can be accessed via web using automatic acquisition. The purpose of this Final Project is to make a temperature monitoring system which can be accessed via web using data acquisition via parallel port in the computer (PC). In developing this temperature monitoring system, it uses LM35 temperature sensor as a transducer. Visual Basic 6.0 is used in developing a data acquisition software and Microsoft Access file as a temperature database. PHP is used as a web programming language. System development steps which have been done are literature study, hardware and software design based on literature study, implementation of hardware and application program which has beendesigned, and research to the system.From the research, it can be obtained that temperature data acquisition can be done automatically via parallel port. Data from the acquisition using temperature sensor has an average difference of 0.58°C when it is compared with the thermometer reading. From the system testing, it can be obtained that temperature monitoring can be done in real time. Temperature data searching can be done from the web which has been created. This searching result can be shown in table or temperature chart. Keywords: temperature monitoring system, parallel port, web, PHP, Visual Basic
Co-Authors Abdul Hamid Alfauzi Achmad Chaerodin Achmad Hidayatno Adela Ika Anindita Adhi Susanto Afrian Ramadhan Afriandi Ferdinan Aghus Sofwan Agnes Yora Gracia Simatupang Agung Dwi Prastowo Ajub Ajulian Z Ajub Ajulian Zahra Ajub Ajulian Zahra Macrina Ajub Ajulian ZM Al Anwar Alia Rizkinawati Andrew Ishak Budiman Andrio Ghara Pratama Anky Setyadewa Antaresa Mayuda Apriliani Nabila Anjani Apriliani Sulistyoningrum Ardea Satya Hasnanta Ardhian Ainul Yaqin Ardianto Eskaprianda Arif Mustakim Ariyono Rohmadi Aulia Jasmine Ramadhanti Bambang Winardi Brilian Dermawan Budi Setiawan Budi Utomo Dane Kurnia Putra Dani Wijayanto Dania Eridani Darjat Darjat Dwi Anasthasia Pasaribu Enggar Hindami Hadyan Erizco Satya Wicaksono Erlin Dolphina Erna Supriyatna Fandi Yusuf Nugroho Farich Novriana Sandy Fiska Jelita Puspitasari Frans Sugiharto Hanardi Satrio Hana’ Ad’ha Rodhiah Hanitya Triantono Widya Putra Hayu Pratista Hutama Arif Bramantyo Ian Amri Dinina Ibrahim Ibrahim Ifki Arifatul Utami Iwan Setiawan Jasmine Firja Salsabila Kevin Maulana Azhar Khoerul Fajri Kresna Lita Maulana Lulu Maftukhatul Jannah Luluk Arifatul Chalida M. Fajri Fitrianto M. Lukmanul Hakim Melia Dewi Murni Mikail Ilham Bramantya Mirna Tria Pratiwi Mohammad Yanuar Siddiq Muhammad Arif Siddiq Muhammad Fatkhur Rahman Muhammad Rifqi Fadhilah Muhammad Salman Lubis Munawar Agus Riyadi Muthia Nur Fajrina Nafi Arrizqi Nicholas Audric Adriel Novita Sari Harianja Pinkan Dyah Putrantyono Putrantyono R Rizal Isnanto Rahmat Dwi Cahyo Rini Indah Sulistiyawati Riska Aristantya Aristantya Rivaldi MHS Riyadi, Munawar Rizal Yunan Rifai Rosalinda Tri Wahyuni Rosyid Haryadi Rudi Prasetio Samuel Pangihutan Hutagalung Seto Ayom Cahyadi Sri Widodo, Thomas Stefani Dian Hutami Sudjadi Suhardjo Suhardjo Sukiswo Sukiswo Sumardi . Teguh Dwi Prihartono Teguh Prakoso Tunjung Dwi Madyanto Umi Nur Hikmah Velayati Habsyah Wahyul Amien Syafei Wike Septi Fadhila Wildand Angesti Yama Aryadanangjaya Yosua Alvin Adi Soetrisno Yudhitya Sorrenti Yuli Christiyono Yuli Christyono Yuli Christyono Yuli Christyono Yusuf Septiawan Zuhrotul Maulida