Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELENGKAPAN PENGISIAN RESUME MEDIS PADA TINDAKAN SECTIO CAESAREA DI RS. dr. DRAJAT PRAWIRANEGARA KOTA SERANG Ita Latho; Nuria Fitri Adista; Ika Apriyanti
Journal Of Applied Health Research And Development Vol 3 No 2 (2021): Journal Of Applied Health Research And Development
Publisher : Poltekkes 'Aisyiyah Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13695.876 KB) | DOI: 10.58228/jahrd.v3i2.107

Abstract

Rumah sakit adalah sebuah instalasi yang meyelenggarakan pelayanan kesehatan secara profesional. Dalam menjalankan fungsinya rumah sakit harus mampu menyediakan pelayanan yang berkualitas dan bermutu terhadap pasien. Rumah sakit wajib menyelenggarakan kegiatan rekam medis sesuai dengan undang-undang nomor 44 tahun 2009 tentang rumah sakit. Permenkes 269/Menkes/Per/III/2008, merupakan landasan hukum penyelenggaraan rekam medis, semua tenaga medis dan para medis di rumah sakit yang terlibat penyelenggaraan rekam medis dapat melaksanakannya. Dalam rangka meningkatkan mutu serta efisiensi pelayanan kesehatan di rumah sakit perlu adanya dukungan dari beberapa faktor yang terkait. Salah satunya faktor yang mendukung keberhasilan upaya tersebut adalah terlaksananya rekam medis yang sesuai dengan standar yang berlaku. Di dalam penyelenggaraan rumah sakit salah satu penunjang yang penting adalah terselenggaranya rekam medis secara baik dan benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelengkapan pengisian resume medis pada tindakan Sectio Caesaria di RS. Dr. Drajat Prawiranegara Kota Serang. Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan desain potong lintang (cross sectional). Populasi pada penelitian ini adalah semua petugas yang bekerja di Ruang Bersalin dan Unit Kerja Rekam Medis yang berjumlah 31 petugas. Hasil penelitian Lebih dari setengahnya kelengkapan Resume Medis Tindakan Sectio Caesaria di RS.Drajat Prawiranegara Kota Serang adalah lengkap sebesar (61,3%), lebih dari setengahnya pendidikan respoLebih dari setengahnya pemahaman responden adalah negative sebesar 56,6%, lebih dari setengahnya masa kerja petugas ≥ 2 tahun sebesar 67,7%, lebih dari setengahnya sarana prasarana lengkap sebesar 54,8%. Terdapat hubungan antara pendidikan dengan p value 0,002, antara masa kerja petugas p value 0,021, antara sarana prasarana dengan dengan kelengkapan pengisian resume medis pada tindakan Sectio Caesaria dengan p value 0,02.
Pengaruh penyuluhan mencuci tangan dengan media poster terhadap praktik cuci tangan pada kelompok usia anak sekolah di kampung Pejaten Kramatwatu Serang Adista, Nuria Ffitri; Yulvia, Novrita Tri
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 5, No 2 (2021): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v5i2.181

Abstract

Latar belakang: Perilaku Sehat Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) merupakan salah satu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Fokus CTPS ini adalah Anak sekolah sebagai “Agen Perubahan” dengan simbolisme bersatunya seluruh komponen keluarga, rumah dan masyarakat dalam merayakan komitmen untuk perubahan yang lebih baik dalam berperilaku sehat melalui CTPS). Tujuan penelitian: Diketahuinya pengaruh penyuluhan dengan menggunakan media poster dengan perubahan perilaku sebelum dan setelah model tersebut diterapkan. Metode: Desain penelitian menggunakan pre experimental design dengan rancangan one group pretest posttest design. Populasi seluruh anak usia sekolah dengan kelompok usia 6-12 tahun di Kampung Pejaten Serang Banten. Jumlah sampel 464 anak dengan kelompok usia 6-12 tahun yang diambil secara accidental sampling. Data yang digunakan adalah data primer dengan metode observasi. Instrumen menggunakan poster dan lembar checklist. Data dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat kesalahan (ɑ = 0,05). Hasil: Praktik cuci tangan sebelum diberikan intervensi 52,6% baik. Setelah dilakukan penyuluhan dengan media poster, terdapat 71,6% anak praktik cuci tangannya baik. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai signifikasi 0,000 (p 0,05), nilai Z hitung sebesar 17.411. Simpulan: ada pengaruh penyuluhan mencuci tangan dengan media poster terhadap praktik cuci tangan pada kelompok usia anak sekolah 6-12 tahun di kampung Pejaten Kramatwatu Serang.
Hubungan kualitas pelayanan posyandu dengan minat kunjungan ibu di posyandu Kemuning XII desa Cibeber Cilegon Tu'sadiah, Halimah; Adista, Nuria Fitri
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 5, No 2 (2021): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v5i2.185

Abstract

Latar belakang: Tingkat kunjungan Ibu hamil dan ibu yang memiliki bayi dan balita di Posyandu Kemuning XII Desa Cibeber Cilegon masih rendah. Kunjungan posyandu hanya sekitar 40% setiap bulannya dari total jumlah 150 bumil atau ibu yang memiliki bayi dan balita di tahun 2020 dalam pemantauan 3 bulan terakhir, begitu juga pada tahun 2019. Tujuan penelitian: untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan dengan minat kunjungan ibu di posyandu Kemuning XII Desa Cibeber Cilegon. Metode: Penelitian menggunakan metode analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah semua ibu yang berkunjung ke posyandu Kemuning XII desa cibeber Cilegon kurun waktu Januari-Maret berjumlah 150. Tehnik pengambilan sampel dengan cara  accidental sampling. Data yang digunakan adalah data primer dengan Instrumen menggunakan Kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan Chi Square dengan tingkat kesalahan (ɑ = 0,05). Hasil: Sebagian besar responden menyatakan kualitas pelayanan sudah baik sebesar 80,4%, Terdapat responden yang menyatakan kualitas layanan baik dan juga memiliki minat kunjungan baik sebanyak 95,1%. Hasil P Value=0.000 (p=0.000). Simpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara kualitas pelayanan dengan minat kunjungan ke Posyandu Kemuning XII Desa Cibeber Cilegon.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini di igd maternal RSUD. dr. Dradjat Prawiranegara Serang Adista, Nuria Fitri; Apriyanti, Ika; Muhida, Vega
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 5, No 2 (2021): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v5i2.182

Abstract

Latar belakang: Kematian Ibu sekitar 10-20% disebabkan oleh infeksi. Salah satu penyebab infeksi adalah Ketuban Pecah Dini. Penyebab Ketuban Pecah Dini (KPD) belum diketahui secara pasti. Faktor risiko KPD adalah infeksi yang terjadi secara langsung pada selaput ketuban dari vagina atau serviks, fisiologi selaput ketuban yang abnormal, serviks inkompetensia, kelainan letak janin, usia, faktor golongan darah, faktor graviditas, usia kehamilan, merokok, preeklampsia, keadaan sosial ekonomi, pendarahan antepartum, riwayat abortus dan persalinan preterm sebelumnya, riwayat KPD sebelumnya, defisiensi gizi yaitu tembaga atau asam askorbat, ketegangan rahim yang berlebihan, kesempitan panggul, kelelahan ibu dalam bekerja, hidramnion, kehamilan ganda, pendular abdomen serta trauma yang didapat misalnya hubungan seksual, pemeriksaan dan amniosintesis. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini. Metode : Penelitian analitik dengan metode case – control. Populasi  berjumlah 2.219 yakni ibu bersalin yang mengalami ketuban pecah dini. Jumlah sampel 194 ibu bersalin yang terdiri dari 97 kasus dan 97 kontrol. Sampel penelitian diambil dengan teknik consecutive sampling. Penelitian ini berupa data sekunder, instrumen penelitian menggunakan daftar checklist. analisis data univariat, bivariat, dan multivariat. Uji statistik yang digunakan adalah uji regresi logistik berganda dengan model prediksi. Hasil: Dari analisis univariat didapatkan hasil bahwa 66% ibu yang mengalami KPD berusia 20 atau 35 tahun, 67% dengan riwayat gravida primipara, mengalami 54% mengalami preeklamsi, 31% ibu dengan riwayat anemia, 19% letak sungsang dan 10% gemelli. Terdapat hubungan yang signifikan antara variabel usia ibu, gravida, preeklampsi, anemia, letak sungsang, gemeli, dengan kejadian ketuban pecah dini (p-value 0.05). Simpulan: Variabel yang paling dominan mempengaruhi kejadian ketuban pecah dini yaitu variabel gravida  dengan nilai OR dari gravida adalah = 8,773.
Analisis Dampak Konseling SADARI terhadap Pengetahuan dan Kompetensi WUS dalam Deteksi Dini Kanker Payudara Adista, Nuria Fitri; Apriyanti, Ika
Faletehan Health Journal Vol 11 No 02 (2024): Faletehan Health Journal, Juli 2024
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v11i02.707

Abstract

Breast-Self Examination (BSE) is an effective method for the early detection of breast cancer, potentially reducing mortality rates by 25-30%. Women with low knowledge about breast cancer and BSE need education starting from adolescence. This study aimed to measure and analyze changes in the ability of Women of Childbearing Age (WCA) to perform BSE before and after counseling in Pejaten Village, Kramatwatu, Serang, Banten. The method used was analytical survey. The results of the study showed a significant increase in WCA knowledge about BSE from 21% (good) in the pretest to 83% (good) in the posttest after counseling. Before the counseling, 98% of WCA were unable to perform BSE, but after it 95% were able to perform it. The Wilcoxon test showed a significance of 0.000 (p<0.05), indicating that the counseling had a significant impact on the knowledge and ability of WCA to perform BSE. Village, health workers, and the community were recommended to collaborate to regularly conduct counseling to improve understanding and skills in the early detection of breast cancer.
Upaya Pencegahan Anemia Remaja Putri Melalui Edukasi Leaflet dan Tes Hb di Pondok Pesantren Ma'had Darul Arqom Serang 2024 Muhida, Vega; Adista, Nuria Fitri
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Kesehatan untuk Masyarakat Vol 2, No 1 (2024): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Kesehatan untuk Masyarakat
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jppkm.v2i1.4364

Abstract

Hasil penyuluhan pencegahan anemia pada remaja putri melalui distribusi leaflet kepada 28 santriwati menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan. Analisis menunjukkan nilai p sebesar 0.000, menandakan pengaruh penyuluhan terhadap pemahaman santriwati tentang anemia. Peningkatan nilai rata-rata dari pretest (58,3) ke post-test (71,1) setelah penyuluhan juga terlihat. Penelitian Anggoro (2020) bahwa tingkat pengetahuan penting dalam mengubah sikap remaja terhadap pencegahan anemia, konsisten dengan temuan ini. Santriwati dengan skor pretest rendah menunjukkan hasil pemeriksaan Hb yang tidak sesuai standar (17,8%), dari observasi ditemukan bahwa belum pernah menerima edukasi tentang anemia. Menurut buku revisi Kemenkes (2018), pencegahan anemia pada remaja putri memerlukan dukungan dan Intervensi perubahan perilaku memerlukan pedoman dan media komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) yang efektif, termasuk leaflet. Notoatmodjo (2016) bahwa media leaflet berperan penting dalam menyampaikan pesan kesehatan dan memudahkan penerimaan dimasyarakat. Pendidikan kesehatan melalui media ini dapat meningkatkan minat, mencapai target audiens lebih baik, dan mendorong pemahaman yang lebih baik. Leaflet diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi pembaca langsung tetapi juga sebagai alat edukasi di sekolah atau keluarga. Pelatihan guru di UKS atau mata pelajaran terkait, serta penyuluhan kepada siswa dan orang tua oleh guru, akan memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa terhadap anemia. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang bahaya anemia dan pentingnya pencegahan, siswa diharapkan lebih menerima konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) dan mengubah perilaku menuju gaya hidup lebih sehat. Penyuluhan telah menunjukkan hasil positif dalam peningkatan nilai post-test responden. Dengan meningkatnya pengetahuan di kalangan santriwati, masalah anemia di masa depan dapat lebih mudah diatasi. Kata kunci: 1; Pengetahuan _kunci2; Anemia
Analisis pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan santri tentang personal hygiene di pondok pesantren Ma’had Darul Arqom Muhammadiyan kota Serang Banten tahun 2023 Adista, Nuria Fitri; Muhida, Vega; Avenzoar, Nur
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 8, No 1 (2024): Juni
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v8i1.270

Abstract

Latar belakang: Pemeliharaan kebersihan pribadi (personal hygiene) memiliki peran penting dalam menentukan status kesehatan seseorang, di mana individu secara sadar dan mandiri menjaga kebersihan untuk mencegah timbulnya penyakit. Kebersihan perorangan ini dipengaruhi oleh nilai-nilai serta praktik yang dijalankan oleh individu tersebut. Tujuan penelitian: Mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan santri tentang personal hygiene di Pondok Pesantren Ma’had Darul Arqom Muhammadiyah Serang Banten Tahun 2023. Metode: Penelitian ini menggunakan metode survei dengan desain pra-eksperimen yang menerapkan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi penelitian meliputi seluruh santri di Pondok Pesantren Ma'had Darul Arqom Muhammadiyah, Kota Serang, Banten tahun 2023 dan sampel diperoleh melalui teknik accidental sampling. Data primer dikumpulkan menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan responden. Analisis data dilakukan dengan uji wilcoxon rank test pada tingkat signifikansi (ɑ = 0,05). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada hasil pretest sebagian besar santri (73 orang atau 98%) memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori kurang. Setelah intervensi, hasil post-test memperlihatkan peningkatan dengan mayoritas santri (60 orang atau 81%) memiliki pengetahuan dalam kategori baik. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai p sebesar 0,000 0,05 sehingga disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Simpulan: Terdapat pengaruh signifikan terhadap pengetahuan santri tentang personal hygiene sebelum dan sesudah penyuluhan diberikan.
Analisis pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan siswi tentang risiko kehamilan usia dini di SMA IT Darussalam Pipitan Serang Banten tahun 2023 Adista, Nuria Fitri; Muslihah, Liana; Muhida, Vega; Tu’sadiah, Halimah
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 8, No 1 (2024): Juni
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v8i1.271

Abstract

Latar belakang: Kehamilan pada usia remaja meningkatkan risiko tinggi terhadap kematian ibu dan bayi. Di Provinsi Banten Angka Kematian Ibu (AKI) pada tahun 2018 tercatat mencapai 247 kasus yang kemudian mengalami penurunan menjadi 212 kasus pada tahun 2019. Rendahnya tingkat pengetahuan ibu mengenai dampak kehamilan pada usia remaja serta kurangnya persiapan mental dapat memengaruhi hubungan ibu dengan bayi dan pola asuh yang diterapkan. Tujuan penelitian: Mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan siswi tentang resiko kehamilan usia dini di SMA IT Darussalam Pipitan Serang Banten Tahun 2023. Metode: Penelitian ini menggunakan metode survei dengan desain pra-eksperimen (pre-experiment design) yang mengadopsi pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari seluruh siswa putri di SMA IT Darussalam Pipitan Serang Banten pada tahun 2023. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswi sebesar (64,7%) dari pretest ke posttest serta pengaruh signifikan dari penyuluhan terhadap pengetahuan siswi tentang risiko kehamilan usia dini dengan hasil uji wilcoxon P=0,000. Simpulan: Terdapat pengaruh signifikan terhadap pengetahuan siswi tentang risiko kehamilan usia dini sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan.
PENGARUH MEDIA PROMOSI KESEHATAN BOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN CALON PENGANTIN TENTANG PENCEGAHAN PENULARAN HIV/AIDS DI KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN WALANTAKA KOTA SERANG BANTEN TAHUN 2024 Muhida, Vega; Tu’sadiah, Halimah; Musllihah, Liana; Adista, Nuria Fitri
Ensiklopedia of Journal Vol 7, No 1 (2024): Vol. 7 No. 1 Edisi 3 Oktober 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v7i1.1835

Abstract

Abstract: This study aims to assess the effectiveness of media booklets in enhancing prospective couples' knowledge about HIV/AIDS prevention. HIV/AIDS is a global health issue with 37.9 million people living with the condition, including 1.7 million children under 15 and 36.2 million adults (UNAIDS, 2019). Insufficient knowledge about HIV/AIDS complicates efforts for early detection and control, leading to increased AIDS-related deaths (Ministry of Health of the Republic of Indonesia, 2022; Purnamawati, 2016). Therefore, early detection and diagnosis are crucial for reducing transmission and improving life expectancy. This research employs an experimental method with a pretest-posttest design. The sample consisted of 110 prospective couples who received a media booklet as an intervention. Analysis results indicate that the media booklet significantly improved the prospective couples' knowledge, with a P-value of 0.000. These findings suggest that the media booklet is an effective educational tool, presenting information in a straightforward yet comprehensive manner. This supports previous research highlighting the positive impact of media booklets on health education, reinforcing memory, and clarifying information. The study also aligns with the educational principles in Surah Al-Imran (3:110), emphasizing the importance of conveying goodness and preventing wrongdoing. Based on the study’s results, it is recommended that media booklets be integrated into every counseling and guidance session for prospective couples by the Religious Affairs Office (KUA) and related institutions. Media booklets should be considered a primary strategy in health promotion programs for disease prevention, given their significant impact on improving public health literacy. The outcomes of this study include publication in accredited journals and the application for intellectual property rights (IPR) for the media booklet as a health education tool.Keywords: Booklet, HIV/AIDS Preventio
Peningkatan Pengetahuan Siswa tentang Pencegahan Pergaulan Bebas melalui Penguatan Karakter Islam dan Edukasi Reproduksi di SMPN 1 Kramatwatu Muslihah, Liana; Tu'sadiyah, Halimah; Rostiaty, Tety; Adista, Nuria Fitri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.17703

Abstract

ABSTRAK Pergaulan bebas merupakan masalah sosial yang sering dihadapi oleh remaja di berbagai belahan dunia. Remaja, termasuk siswa SMP, rentan terhadap dampak negatif pergaulan bebas yang memiliki resiko terhadap kesehatan reproduksi dan perkembangan moral yang tidak sehat. Dengan demikian penting untuk melakukan upaya pencegahan dalam rangka menekan kasus ini dengan meningkatkan pengetahuan remaja/siswa SMPN 1 Kramatwatu kelas VII tentang pergaulan bebas melalui penguatan karakter islami dan Pendidikan Kesehatan. Edukasi tentang bahaya pergaulan bebas sangat diperlukan demi menjaga generasi muda dari bahaya pergaulan  bebas.  Edukasi terhadap remaja merupakan  strategi  penting  yang  perlu dilakukan  untuk  meningkatkan pengetahuan peserta tentang  bahaya  pergaulan  bebas yang dilakukan seperti merokok, mengkonsumsi narkoba dan seks bebas. Mengetahui tingkat pengetahuan remaja sebelum dan sesudah penyuluhan terhadap bahaya pergaulan bebas melalui media video animasi penguatan karakter Islam di SMPN 1 Kramatwatu. Metode yang digunakan adalah metode survey. Riset menunjukkan bahwa dari 44 siswa terjadi peningkatan signifikan dalam pengetahuan siswa, dengan nilai rata-rata pre-test 57 dan post-test 79. Kendala utama adalah penyesuaian waktu penyuluhan dengan jadwal akademik siswa yang tidak serentak. Program ini menegaskan pentingnya edukasi upaya pencegahan pergaulan bebas dan penggunaan media yang menarik seperti video animasi. Video animasi terbukti menjadi alat yang sangat efektif dalam pembelajaran di sekolah, karena mampu menampilkan konsep yang sulit dengan cara yang menarik dan mudah dimengerti. Penggunaan video animasi dalam upaya pencegahan pergaulan bebas tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa, tetapi juga kesadaran mereka terhadap resikonya melalui penguatan karakter Islam dan Pendidikan Kesehatan reproduksi. Kata Kunci: Pergaulan Bebas, Video Animasi ABSTRACT Promiscuity is a social problem that is often faced by teenagers in various parts of the world. Adolescents, including junior high school students, are vulnerable to the negative impacts of promiscuity which poses risks to reproductive health and unhealthy moral development. Thus, it is important to make preventive efforts in order to suppress this case by increasing the knowledge of teenagers/students of SMPN 1 Kramatwatu class VII about promiscuity through strengthening Islamic character and Health Education. Education about the dangers of promiscuity is very necessary to protect the younger generation from the dangers of promiscuity.  Moreover, education for teenagers is an important strategy that needs to be carried out to increase participants' knowledge about the dangers of promiscuity such as smoking, consuming drugs and free sex. To determine the level of knowledge of teenagers before and after counseling on the dangers of promiscuity through animated video media strengthening Islamic characters at SMPN 1 Kramatwatu. The method used is the survey method. Research shows from 44 students that there has been a significant increase in students' knowledge, with an average pre-test score of 57 and post-test 79. The main obstacle is adjusting counseling time to students' non-simultaneous academic schedules. This program emphasizes the importance of education in efforts to prevent promiscuity and the use of interesting media such as animated videos. Animated videos have proven to be a very effective tool in learning at school, because they are able to present difficult concepts in an interesting and easy to understand way. The use of animated videos in efforts to prevent promiscuity not only increases students' understanding, but also their awareness of the risks through strengthening Islamic characters and reproductive health education. Keywords: Promiscuity, Animated Video