Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Peran Latihan Penguatan Otot dalam Penanganan Osteoartritis pada Wanita Menopause di Daycare Lansia Aisyiyah Banten Adista, Nuria Fitri; Apriyanti, Ika; Malahayati, Ade Putri; Rakhman, Amalia; Nisa, Nayla Khaerun
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.20518

Abstract

ABSTRAK Salah satu metode nonfarmakologis yang efektif untuk mengobati osteoarthritis (OA) adalah latihan penguatan otot. Kekurangan estrogen menyebabkan nyeri, kekakuan, dan penurunan fungsi sendi, yang merupakan gejala dari penyakit sendi degeneratif yang banyak dialami oleh wanita menopause. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana latihan penguatan otot membantu wanita menopause yang mengalami osteoartritis di Daycare Lansia Aisyiyah Banten dalam mengurangi nyeri dan meningkatkan fungsi sendi mereka. Studi ini merupakan penelitian quasi eksperimental dengan desain pre-test dan post-test tanpa kelompok kontrol. Sebanyak 26 wanita dengan keluhan OA termasuk dalam sampel penelitian. Intervensi dilakukan selama beberapa minggu dan melibatkan latihan untuk meningkatkan kekuatan otot. Sebelum dan sesudah intervensi, evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner Western Ontario and McMaster Universities Osteoarthritis Index (WOMAC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat nyeri berkurang secara signifikan setelah intervensi. Sebelum intervensi, sebanyak 57% responden mengalami nyeri dalam kategori berat hingga sangat berat. Setelah dilakukan latihan penguatan otot, sebanyak 84,6% responden mengalami penurunan tingkat nyeri, bahkan 7,6% di antaranya tidak lagi merasakan nyeri. Latihan penguatan otot terbukti efektif dalam menurunkan nyeri osteoartritis pada wanita menopause dan berpotensi meningkatkan kualitas hidup mereka di usia lanjut. Oleh karena itu, intervensi ini layak untuk diterapkan secara luas pada fasilitas yang memberikan layanan kepada kelompok lansia. Kata Kunci: Osteoartritis, Menopause, WOMAC, Lansia.  ABSTRACT One effective non-pharmacological method to treat osteoarthritis (OA) is muscle strengthening exercises. Estrogen deficiency causes pain, stiffness, and reduced joint function, which are symptoms of this degenerative joint disease commonly experienced by menopausal women. This study aims to determine how muscle strengthening exercises help menopausal women with osteoarthritis at Daycare Lansia Aisyiyah Banten reduce pain and improve their joint function. This quasi-experimental study used a pre-test and post-test design without a control group. The sample included 26 women with OA complaints. The intervention involved several weeks of exercises to improve muscle strength. The WOMAC questionnaire was used for evaluation before and after the intervention. The results showed a significant reduction in pain levels after the intervention. Before the exercises, 57% of respondents experienced moderate to severe pain. After the intervention, 84.6% of respondents reported reduced pain, and 7.6% no longer felt any pain. Muscle strengthening exercises have been proven to reduce osteoarthritis pain in menopausal women and potentially improve their quality of life in old age. This intervention is feasible to be widely implemented in elderly care service facilities. Keywords: Osteoarthritis, Menopause, Joint Pain, Elderly, WOMAC.
Update Knowledge Peningkatan Pengetahuan dan Ketrampilan Partograf, Peningkatan Level STR, dan Perpanjangan SIPB pada Bidan Octavia, Rina; Melda, Byba; Adista, Nuria Fitri; Jakiah, Ucu; Fitria, Elli
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.22253

Abstract

ABSTRAK Bidan memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan kebidanan yang komprehensif, sehingga dituntut untuk senantiasa memperbarui pengetahuan dan keterampilan agar layanan yang diberikan tetap berkualitas, aman, dan sesuai perkembangan ilmu. Salah satu instrumen penting adalah partograf yang berfungsi memantau kemajuan persalinan, mendeteksi dini komplikasi, serta mendukung pengambilan keputusan klinis. Namun, penggunaan partograf di Indonesia masih rendah, hanya sekitar 17,7% pada saat rujukan maternal, sehingga turut berkontribusi terhadap tingginya angka kematian ibu dan bayi akibat perdarahan, eklampsia, dan infeksi. Di Kota Serang, pemanfaatan partograf belum optimal meskipun telah ada berbagai program pelatihan, dan hal ini diperkuat dengan masih rendahnya pemahaman bidan mengenai proses naik level STR serta perpanjangan SIPB yang kini mensyaratkan bukti kompetensi terbaru. Untuk menjawab tantangan tersebut, kegiatan Update Knowledge seluruh ranting IBI Cabang Kota Serang tahun 2025 dilaksanakan pada 50 bidan dengan tahapan workshop partograf, sosialisasi regulasi STR dan SIPB, pendampingan administratif, inovasi media booklet ber-HKI, serta evaluasi menggunakan pretest–posttest dan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta (p=0,000), sementara booklet ber-HKI terbukti efektif sebagai media edukasi praktis dan berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan kompetensi bidan terkait penggunaan partograf serta pemahaman regulasi profesi, sekaligus memberikan kontribusi terhadap mutu pelayanan kebidanan dan keselamatan ibu serta bayi. Program ini diharapkan dapat direplikasi secara berkala di berbagai wilayah dengan dukungan pemerintah dan organisasi profesi agar peningkatan kompetensi bidan dapat berlangsung secara merata dan berkesinambungan. Kata Kunci: Bidan, Partograf, Surat Tanda Registrasi (STR), Surat Izin Praktik Bidan (SIPB).  ABSTRACT Midwives play a highly strategic role in providing comprehensive maternal health services; therefore, they are consistently required to update their knowledge and skills to ensure that the care delivered remains high-quality, safe, and aligned with scientific advancements. One essential instrument is the partograph, which functions to closely monitor the progress of labor, promptly detect complications, and effectively support timely clinical decision-making. However, the utilization of the partograph in Indonesia remains relatively low, recorded at only 17.7% during maternal referrals, thereby contributing to the persistently high maternal and neonatal mortality rates caused by hemorrhage, eclampsia, and infection. In Serang City, the application of the partograph has not yet been fully optimized despite various training programs, and this challenge is further emphasized by the limited understanding of midwives regarding the process of upgrading their Registration Certificate (STR) and renewing their Midwifery Practice License (SIPB), which currently require documented proof of updated competencies. To address these issues, the Update Knowledge program of the Serang City IBI Branch in 2025 was implemented for 50 midwives through a series of activities including a partograph workshop, dissemination of STR and SIPB regulations, administrative mentoring, the development of an HKI-registered booklet as an innovative learning medium, and evaluation using pretest–posttest as well as the Wilcoxon Signed Rank Test. The results demonstrated a statistically significant improvement in participants’ knowledge and skills (p=0.000), while the HKI-registered booklet was proven to be an effective, practical, and sustainable educational tool. Consequently, this program was shown to be highly effective in enhancing midwives’ competencies in utilizing the partograph and understanding professional regulations, while simultaneously contributing to the quality of midwifery services and the safety of mothers and newborns. It is strongly recommended that similar programs be replicated periodically in various regions with the support of government and professional organizations to ensure equitable and continuous improvement of midwives’ competencies. Keywords: Midwife, Partograph, Registration Certificate (STR), Midwifery Practice License (SIPB).
Pemanfaatan Media Poster dalam Penyuluhan Praktik Cuci Tangan dalam Menghadapi Masa Covid 19 di Desa Pegadingan Kramatwatu Apriyanti, Ika; Adista, Nuria Fitri; Mulyati, Sri
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v1i2.54

Abstract

Tujuan program ini adalah untuk memberikan penyuluhan dan kebiasaan sehari hari agar menerapkan pola perilaku hidup bersih dalam hal ini adalah cuci tangan pakai sabun. Metode Pengabdian kepada masyarakat PKM adalah Penyuluhan menggunakan poster mengenai cara cuci tangan pakai sabun dengan benar, Sasaran program PKM ini adalah kelompok masyarakat yaitu ibu yang memiliki anak SD usia 6-12 tahun di Desa Pegadingan. Hasil pengabidan kepada masyarakat menunjukkan bahwa dari 30 responden yang diberikan penyuluhan menggunakan Poster ada perbedaan hasil penilaian yaitu diperoleh Responden dengan ketrampilan praktik kurang ada sebanyak 63,7% dan yang baik ada 36,3 %. Hasil pasca penyuluhan menunjukan hasil yang berbeda yaitu responden dengan keterampilan praktik kurang menurun ada sebanyak 30% dan responden yang memiliki pengetahuan yang baik meningkat menjadi 70,0 %. Program ini diharapkan dapat diterapkan dan dapat dijadikan acuan kesehatan khususnya bagi warga Desa Pegadingan dalam menghadapi masa covid-19 ini untuk memperbaiki praktik mencuci tangan dan manfaat dari praktik mencuci tangan agar menjadi kebiasaan dalam menciptakan prilaku hidup bersih dan sehat.
Peningkatan Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Penyebab dan Risiko Keputihan Patologis Melalui Media Komunikasi Digital di Klinik Permata Bunda Tahun 2025 Adista, Nuria Fitri; Muslihah, Liana; Sari, Siva Septiana
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Kesehatan untuk Masyarakat Vol 3, No 2 (2025): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Kesehatan Untuk Masyarakat
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jppkm.v3i2.6999

Abstract

Pathological vaginal discharge in postpartum women is a reproductive health issue that is often overlooked but may lead to serious complications such as endometritis. Digital-based education provides an innovative approach to improve postpartum women’s knowledge regarding prevention and risks of pathological discharge. This community service program was conducted at Permata Bunda Clinic, Serang City, in 2025 involving postpartum mothers as participants. The method applied was health education through digital communication media including animated videos, infographics, and interactive educational messages delivered via WhatsApp Group. Evaluation was carried out using pretest and posttest. The results showed a significant improvement in participants’ knowledge, with the percentage of correct answers increasing from 40% in the pretest to 76% in the posttest, and the average score rising from 4.0 to 7.6. This demonstrates that digital communication media is effective in enhancing reproductive health knowledge. Moreover, this educational approach is consistent with Islamic values that emphasize personal hygiene and disease prevention. Therefore, this program provides a real contribution to improving postpartum women’s health and can serve as a model for developing digital-based health education in primary healthcare facilities.
Analisis Dampak Konseling SADARI terhadap Pengetahuan dan Kompetensi WUS dalam Deteksi Dini Kanker Payudara Adista, Nuria Fitri; Apriyanti, Ika
Faletehan Health Journal Vol 11 No 02 (2024): Faletehan Health Journal, Juli 2024
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v11i02.707

Abstract

Breast-Self Examination (BSE) is an effective method for the early detection of breast cancer, potentially reducing mortality rates by 25-30%. Women with low knowledge about breast cancer and BSE need education starting from adolescence. This study aimed to measure and analyze changes in the ability of Women of Childbearing Age (WCA) to perform BSE before and after counseling in Pejaten Village, Kramatwatu, Serang, Banten. The method used was analytical survey. The results of the study showed a significant increase in WCA knowledge about BSE from 21% (good) in the pretest to 83% (good) in the posttest after counseling. Before the counseling, 98% of WCA were unable to perform BSE, but after it 95% were able to perform it. The Wilcoxon test showed a significance of 0.000 (p<0.05), indicating that the counseling had a significant impact on the knowledge and ability of WCA to perform BSE. Village, health workers, and the community were recommended to collaborate to regularly conduct counseling to improve understanding and skills in the early detection of breast cancer.
The influence of cotton fabric haecting perineum (PHP) on the perineum haecting practicum competence of midwifery students of the Salsabila Serang High School Of Health Sciences Octavia, Rina; Halimatusyadiah, Leni; Lustiani, Ika; Adista, Nuria Fitri; Prihantiningsih, Anggarani
Science Midwifery Vol 12 No 2 (2024): June: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v12i2.1580

Abstract

Pantum is a tool to support the teaching and learning process and has an important role in supporting teaching and learning activities (Annisa, 2021). Perineal Haecting to stop bleeding and reconnect and restore the function of the vaginal mucosa, connective tissue and muscles (Aritonang, 2021). Perineal Haecting is one of the competencies that midwifery students must have (Elvira, 2023). The availability of Perineum Haecting Pantum (PHP) which can be used repeatedly in practicums is an ideal teaching tool because it is practical and more economical (Utami, 2023). This research uses the quantitative Quasy Experiment method with a one group pretest – posttest design. The sampling technique for this research was total sampling of 62 respondents. The research time is April-May 2024. Research methods use the Shapiro-Wilk statistical test. Based on the results of statistical tests, p = 0.001. This means that there is a significant difference between the perineal suturing abilities of the model group and the non-model group.
Peningkatan Pengetahuan Siswa tentang Bahaya Penyalahgunaan Narkoba terhadap Peningkatan Kasus Penyakit Menular Seksual melalui Video Animasi di SMK Muhammadiyah Cilegon Adista, Nuria Fitri; Apriyanti, Ika
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.15829

Abstract

ABSTRAK Penyalahgunaan narkoba dan penularan PMS memiliki kaitan yang erat bahwa penularan HIV/AIDS dikalangan pecandu narkoba terjadi amat cepat, antara lain disebabkan karena kebiasa pinjam meminjam jarum suntik tanpa disterilkan terlebih dahulu. Hal  ini menjelaskan bahwa, ada berbagai macam cara penularan PMS dan berkaitan erat dengan penyalahgunaan narkoba. Metode yang dilakukan dengan memberikan program edukasi tentang bahaya narkoba di SMK Muhammadiyah Cilegon menggunakan video animasi untuk meningkatkan pemahaman siswa. Untuk menciptakan pendekatan pembelajaran yang menarik dan efektif untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan peningkatan risiko PMS melalui video animasi. Memberikan pendidikan kesehatan berupa Pendidikan kesehatan/edukasi melalui video animasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba terhadap peningkatan kasus PMS. Menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan siswa, dengan nilai rata-rata pre-test 52.97 dan post-test 76.22. Kendala utama adalah penyesuaian waktu penyuluhan dengan jadwal akademik siswa yang tidak serentak. Program ini menegaskan pentingnya edukasi narkoba sejak dini dan penggunaan media yang menarik seperti video animasi. Video animasi terbukti menjadi alat yang sangat efektif dalam pembelajaran di sekolah, karena mampu menampilkan konsep yang sulit dengan cara yang menarik dan mudah dimengerti. Penggunaan video animasi dalam pendidikan bahaya narkoba tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa, tetapi juga kesadaran mereka terhadap risiko narkoba dan penyakit menular seksual. Kata Kunci: Edukasi, Video Animasi  ABSTRACT Drug abuse and the transmission of sexually transmitted infections (STIs) are closely related, with HIV/AIDS transmission among drug users occurring rapidly. This is largely due to the practice of sharing non-sterilized needles. This relationship highlights the various ways in which STIs can be transmitted and their strong association with drug abuse. To address this issue, an educational program using animated videos was implemented at SMK Muhammadiyah Cilegon to enhance students' understanding of the dangers of drug abuse. The goal of the program was to create an engaging and effective learning approach to increase students' awareness of the dangers of drug abuse and the associated risk of STIs Through animated videos. Health education was provided through animated videos that illustrated the risks of drug abuse and its impact on the increase in STI cases. The program showed a significant improvement in students' knowledge, with the average pre-test score being 52.97 and the post-test score rising to 76.22. The main challenge encountered was aligning the educational sessions with students' academic schedules, which were not synchronized. The program underscores the importance of early drug education and the use of engaging media such as animated videos. Animated videos have proven to be a highly effective tool in school-based education. They present complex concepts in a compelling and easily understandable manner. The use of animated videos in drug abuse education not only enhances students' comprehension but also increases their awareness of the risks associated with drug abuse and sexually transmitted infections. Keywords: Education, Animated Video