Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

SOSIALISASI PERATURAN MENTERI PUPR TERKAIT SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI (SMKK) NOMOR 10 TAHUN 2021 PADA PAKET PEKERJAAN REVITALISASI STADION TELADAN MEDAN Muhammad Yusuf Parlagutan Lubis; Alexander Tuahta Sihombing; Fithriyah Patriotika; Mei Brilian Harefa
Journal of Golden Generation Abdimas Vol. 2 No. 1 (2026): Maret 2026 : Journal of Golden Generation Abdimas
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgga.v2i1.469

Abstract

Keselamatan kerja merupakan aspek fundamental dalam pelaksanaan proyek konstruksi yang memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja dan kerugian material yang tinggi. Pemerintah Indonesia melalui Peraturan Menteri PUPR Nomor 10 Tahun 2021 menetapkan Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) sebagai kerangka kerja wajib dalam penyelenggaraan jasa konstruksi. Artikel ini membahas kegiatan sosialisasi Permen PUPR No. 10 Tahun 2021 pada Paket Pekerjaan Revitalisasi Stadion Teladan Medan yang bertujuan meningkatkan pemahaman dan kapasitas pemangku kepentingan proyek, meliputi kontraktor, konsultan pengawas, manajemen proyek, dan tenaga kerja, dalam penerapan SMKK di lapangan. Metode kegiatan dilakukan melalui observasi lapangan, telaah dokumen SMKK, diskusi evaluatif, serta pemantauan implementasi keselamatan konstruksi secara langsung. Hasil sosialisasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap prinsip, komponen, dan mekanisme pelaksanaan SMKK, meskipun masih ditemukan beberapa kekurangan dalam konsistensi dokumentasi dan pelaporan implementasi di lapangan. Secara umum, kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat budaya keselamatan kerja, meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi, serta mendukung pelaksanaan proyek revitalisasi stadion yang aman, efisien, berkualitas, dan berkelanjutan.
Community Empowerment in the Landscaping of Gardens around Karo Traditional Houses to Support Cultural Ecotourism in Lingga Village Mei Brilian Harefa; Dasrizal; Nurul Adha Sitorus; Egy Bremana Ginting; Junianty Dahnita Br Purba
Journal of Golden Generation Abdimas Vol. 1 No. 2 (2025): Desember : Journal of Golden Generation Abdimas
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgga.v1i2.116

Abstract

Lingga Village in Karo Regency, North Sumatra, is a cultural village that preserves the traditional architecture of the Karo people, particularly the Siwaluh Jabu traditional house, which reflects the community’s life philosophy, social order, and spirituality. The surrounding environment of these traditional houses remains poorly organized, with vacant land left unmanaged and declining awareness of cultural preservation, resulting in suboptimal utilization of the area’s aesthetic value, cultural function, and tourism potential. This community service program aims to arrange a cultural garden around the traditional houses while empowering the local community to manage the cultural landscape in a sustainable manner, with a focus on preserving cultural identity, improving environmental quality, and strengthening the local economy through the development of cultural tourism and agrotourism. The implementation method adopts a community-based participatory approach, carried out through several stages: site observation and mapping, focus group discussions, planning and designing the cultural garden, training and knowledge transfer, collective implementation of garden arrangement, as well as evaluation and documentation. The garden design integrates the orientation of the Siwaluh Jabu house, the cosmological meaning of space, ecological landscape principles, and the selection of local vegetation with symbolic, aesthetic, and economic value, organized into aesthetic, educational, and productive zones. The results of the program indicate the establishment of a well-arranged cultural garden rich in Karo cultural symbols, increased community capacity and participation, and the creation of a sustainable cultural landscape management model that functions as a “living laboratory” combining aesthetic, educational, economic, and spiritual roles. This model positions the community as the main actor and holds potential to be replicated in other cultural villages with similar characteristics.
SOSIALISASI PERATURAN MENTERI PUPR TERKAIT SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI (SMKK) NOMOR 10 TAHUN 2021 PADA PAKET PEKERJAAN REVITALISASI STADION TELADAN MEDAN Muhammad Yusuf Parlagutan Lubis; Alexander Tuahta Sihombing; Fithriyah Patriotika; Mei Brilian Harefa
Journal of Golden Generation Abdimas Vol. 2 No. 1 (2026): Maret : Journal of Golden Generation Abdimas
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgga.v2i1.469

Abstract

Keselamatan kerja merupakan aspek fundamental dalam pelaksanaan proyek konstruksi yang memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja dan kerugian material yang tinggi. Pemerintah Indonesia melalui Peraturan Menteri PUPR Nomor 10 Tahun 2021 menetapkan Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) sebagai kerangka kerja wajib dalam penyelenggaraan jasa konstruksi. Artikel ini membahas kegiatan sosialisasi Permen PUPR No. 10 Tahun 2021 pada Paket Pekerjaan Revitalisasi Stadion Teladan Medan yang bertujuan meningkatkan pemahaman dan kapasitas pemangku kepentingan proyek, meliputi kontraktor, konsultan pengawas, manajemen proyek, dan tenaga kerja, dalam penerapan SMKK di lapangan. Metode kegiatan dilakukan melalui observasi lapangan, telaah dokumen SMKK, diskusi evaluatif, serta pemantauan implementasi keselamatan konstruksi secara langsung. Hasil sosialisasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap prinsip, komponen, dan mekanisme pelaksanaan SMKK, meskipun masih ditemukan beberapa kekurangan dalam konsistensi dokumentasi dan pelaporan implementasi di lapangan. Secara umum, kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat budaya keselamatan kerja, meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi, serta mendukung pelaksanaan proyek revitalisasi stadion yang aman, efisien, berkualitas, dan berkelanjutan.
Pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (Smkk) Nomor 10 Tahun 2021 Pada Proyek Pekerjaan Medan Islamic Center Muhammad Yusuf Parlagutan Lubis; Mei Brilian Harefa
Journal of Golden Generation Multidisciplinary Vol. 2 No. 1 (2026): Februari : Journal of Golden Generation Multidisciplinary
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggm.v2i1.474

Abstract

Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) menjadi faktor penting dalam setiap proyek konstruksi, termasuk pembangunan Medan Islamic Center. Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 10 Tahun 2021 bertujuan untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja, meningkatkan produktivitas, dan memastikan proyek berjalan sesuai standar keselamatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan studi lapangan pada proyek pembangunan Medan Islamic Center. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SMKK, meliputi identifikasi bahaya, penilaian risiko, pelatihan pekerja, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta prosedur darurat, mampu menekan risiko kecelakaan dan meningkatkan kesadaran keselamatan pekerja. Namun, masih ditemukan beberapa kendala, seperti kepatuhan pekerja terhadap prosedur dan keterbatasan pengawasan. Implementasi SMKK yang konsisten menjadi kunci keberhasilan dalam pelaksanaan pembangunan proyek Medan Islamic center.
Evaluasi Ketersediaan Sarana dan Prasarana Dasar di Huta Rakut Besi Nagori Siboras Kecamatan Pematang Silimahuta Kabupaten Simalungun Dasrizal Dasrizal; Mei Brilian Harefa; Jimmy Roi Tampubolon; Egy Bremana Ginting; Zeidan Ali Telambanua; Fery Pratama Gultom
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sarana dan Prasarana adalah kelengkapan dasar fisik lingkungan hunian yang memenuhi standar tertentu untuk kebutuhan bertempat tinggal yang layak, sehat, aman, dan nyaman yang berfungsi untuk mendukung penyelenggaraan budaya, dan ekonomi. Ketersediaan sarana dan prasarana di setiap daerah belum bisa dibilang cukup memadai karena masih jarangnya dilakukan evaluasi sarana dan prasarana di setiap daerah. Penelitian ini dilakukan untuk menilai ketersediaan dari sarana dan prasarana Huta Rakut Besi yang memiliki 4 Lingkungan. Sarana dan prasarana yang ditinjau adalah jaringan saluran air (drainase), layanan air bersih, persampah, layanan jamban, dan jaringan jalan. Penelitian terkait ketersediaan sarana dan prasarana ini dilakukan di Huta Rakut Besi, Nagori Siboras Kecamatan Pematang Silimahuta Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara. Adapun akusisi data yang dilakukan pada penelitian ini adalah survei langsung dan meminta data pada balai desa yang kemudian akan di evaluasi menggunakan GIS. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pembobotan/scoring yang mengacu pada jenis – jenis prasarana yang tersedia dan pnentuan nilai SPM dari Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 1/2014 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Hasil pembobotan/scoring dari setiap parameter prasarana tersebut kemudian di lakukan pembuatan layout yang kemudian dilakukan overlay menggunakan software GIS untuk menggabungkan semua peta parameter keseuaian sarana dan prasarana menjadi satu peta yang bernama peta kesesuaian sarana dan prasarana Desa. Berdasarkan hasil overlay tersebut didapatkan bahwa masih ada ketersediaan sarana dan prasarana di Desa Rakut Besi. Adapun tingkatan yang digunakan dalam penelitian ini terbagi menjadi 5 kelas yang diantaranya sangat baik, baik, sedang, buruk, sangat buruk. Ketersediaan sarana dan prasarana yang belum terpenuhi diantaranya jaringan jalan, jaringan drainase dan Persampahan yang belum ada ditiap kawasan. Ketersediaan sarana dan prasarana yang telah terpenuhi adalah layanan Jamban dan layanan air bersih. Penelitian ini diharapkan dapat membatu aparat desa dalam mengambil keputusan dalam memperbaiki sarana dan prasarana yang di teliti. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan perolehan data melalui pengamatan secara langsung didesa rakut besi dan akan di publikasikan secara on line menjadikan jurnal yang sudah shinta.
Ridesain Jambur di Desa Sumbul Tema: Arsitektur Neo-Vernakular Aroli Harefa; Mei Brilian Harefa; Dasrizal Dasrizal
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 1 February - May 2
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i1.427

Abstract

The Jambur is a traditional communal building of the Karo community used for social, cultural, and customary activities. Over time, many Jambur buildings have undergone transformations that reduce their traditional architectural characteristics. This condition is also found in the Sumbul Village Jambur, Berastagi District, Karo Regency. This study aims to redesign the Sumbul Village Jambur using a neo-vernacular architectural approach as an effort to preserve local cultural identity. The research employs a qualitative descriptive design method through field observation, literature review, site analysis, spatial requirement analysis, and transformation of traditional Karo architectural elements into contemporary design. The results indicate that neo-vernacular principles are implemented through the use of a rectangular building form, adaptation of traditional Karo roof forms, application of traditional Karo colors, Gerga ornaments, and modern materials representing traditional elements. The redesigned building accommodates approximately 1,200 users with a main hall area of 1,351 m². The neo-vernacular approach successfully preserves Karo cultural identity while fulfilling contemporary functional and structural requirements.
Perancangan Pusat Pasar Berastagi Kabupaten Karo Sumatera Utara (Tema: Arsitektur Neo-Vernakular) M. Afifuddin Bangun; Sufrial Hendri; Mei Brilian Harefa
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 1 February - May 2
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i1.428

Abstract

Arsitektur Neo-Vernakular adalah aliran Arsitektur Post-Modern yang timbul sebagai respons kritis terhadap Arsitektur Modern yang dianggap terlalu kaku dan mengabaikan nilai-nilai lokal. Prinsip utama Arsitektur Neo-Vernakular mencakup pertimbangan kaidah normatif, kosmologis, peran serta budaya lokal khususnya dalam konteks ini adalah Budaya Karo serta penciptaan keselarasan antara bangunan, alam, dan lingkungan sekitarnya. Pusat Pasar merupakan jantung perekonomian dan ruang interaksi sosial utama dalam suatu kota. Pasar tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi jual-beli, tetapi juga cerminan dari identitas dan aktivitas masyarakat setempat. Berastagi yang merupakan salah satu destinasi wisata populer di dataran tinggi Karo, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatra Utara, memiliki pasar tradisional yang sangat vital, terutama dalam perdagangan komoditas pertanian unggulan.
Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi Pada Pekerjaan Pembangunan Medan Islamic Center Muhammad Yusuf Parlagutan Lubis; Mei Brilian Harefa; Fithriyah Patriotika
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 5 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v5i2.1999

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan aspek penting dalam proyek konstruksi untuk meminimalkan risiko kecelakaan dan menjamin kelancaran pelaksanaan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) berdasarkan Peraturan Menteri PUPR Nomor 10 Tahun 2021 pada proyek pembangunan Medan Islamic Center. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi lapangan dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SMKK telah dilakukan melalui identifikasi bahaya, penilaian risiko, pelatihan keselamatan, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta penyusunan prosedur tanggap darurat. Penerapan tersebut mampu meningkatkan kesadaran keselamatan dan menekan potensi kecelakaan kerja. Namun, masih ditemukan kendala berupa rendahnya kepatuhan sebagian pekerja dan keterbatasan pengawasan. Penelitian ini memberikan implikasi praktis sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan efektivitas penerapan SMKK pada proyek konstruksi berskala besar.   Occupational Safety and Health (OSH) is a crucial aspect of construction projects to minimize accident risks and ensure the smooth execution of project activities. This study aims to analyze the implementation of the Construction Safety Management System (CSMS) based on the Regulation of the Minister of Public Works and Housing (PUPR) Number 10 of 2021 in the Medan Islamic Center construction project. The study employed a descriptive qualitative approach through field research, with data collected through observation, interviews, and documentation. Data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman. The findings indicate that the implementation of CSMS has been carried out through hazard identification, risk assessment, safety training, the use of personal protective equipment (PPE), and the establishment of emergency response procedures. These measures have contributed to increasing workers' safety awareness and reducing the potential for workplace accidents. However, several challenges remain, including low compliance among some workers and limited supervision. This study provides practical implications as an evaluation framework for improving the effectiveness of CSMS implementation in large-scale construction projects.