Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Peran Handwash Limbah Jelantah dalam Menekan Resistensi Bakteri di Kelurahan Cemani Dewangga, Vector Stephen; Sitohang, Dahlan; Abriani, Nurul Gilang; Kusdhiarningsih, Betty; Ramadhani, Fadhila Saffa Nur; Masyhuri, Muhammad Ihsan; Wahyuningsih, Putri Susilo; Pradana, Tiara Anggita; Arjune, Yonathan Christian
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v2i2.49

Abstract

Program studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional mengadakan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan kesehatan dengan judul: “Peran Handwash Limbah Jelantah dalam Menekan Resistensi Bakteri di Kelurahan Cemani”. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dikatakan berhasil sesuai dengan indikator keberhasilan yang telah dibuat dengan jumlah presentase kehadiran peserta sebesar 80% (20 peserta) yang terdiri dari kader PKK Kelurahan Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.Dalam PKM ini, dosen dan mahasiswa melakukan demonstrasi juga memberikan video cara pembuatan sabun tangan dari produk limbah jelantah. Peserta terlihat sangat antusias dalam mengikuti penyuluhan ini, terlihat dari peserta mengikuti acara dari awal sampai akhir.Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang berjudul: “Peran Handwash Limbah Jelantah dalam Menekan Resistensi Bakteri di Kelurahan Cemani” pada Senin 27 Mei 2024 dikatakan berhasil karena tingkat kehadiran peserta sebesar 80% yaitu 20 peserta dari jumlah target yang ditentukan sejumlah 25 peserta. Sesi diskusi tanya jawab berlangsung aktif dan antusias dibuktikan dengan banyaknya peserta yang bertanya lebih dari 3 orang yaitu 5 orang, peserta dapat memahami materi yang disampaikan dilihat dari peningkatan nilai post-test terhadap nilai pre-test yang signifikan.
Pemanfaatan Minyak Jelantah dalam Upaya Menekan Resistensi Bakteri Ditilik dari Kajian Pemeriksaan Molekuler di Desa Gedongan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo Dewangga, Vector Stephen; Sitohang, Dahlan; Ardhiyanto, Restu; Rohman, Dzaki Nur; Agata, Via Maya; Nuraini, Riyana Putri; Wahyuningsih, Putri Susilowati; Putri, Rachma Aulia; Abriani, Nurul Gilang; Kusdhiarningsih, Betty
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v2i4.82

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar di Desa Gedongan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo. Program ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya penggunaan minyak jelantah berulang terhadap kesehatan serta dampaknya terhadap lingkungan, sekaligus memberikan pelatihan pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi produk sabun cuci tangan (handwash) sebagai upaya menekan tren resistensi bakteri di masyarakat. Kegiatan dilakukan dalam bentuk penyuluhan, demonstrasi pembuatan sabun tangan dari minyak jelantah, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Peserta kegiatan terdiri atas 20 kader PKK Desa Gedongan dengan tingkat kehadiran sebesar 80% (16 peserta). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan berdasarkan hasil pretest dan posttest, serta tingginya partisipasi dalam sesi diskusi dan praktik pembuatan sabun. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan limbah rumah tangga serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Produk sabun yang dihasilkan, bernama “Mijel Soap”, menjadi inovasi yang ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomis. Dengan demikian, program ini tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah jelantah, tetapi juga berkontribusi terhadap upaya pengendalian resistensi bakteri di tingkat komunitas.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat Untuk Mengelola Sampah Melalui Edukasi Pencegahan Bencana Banjir Yeni Nur Rahmayanti; Dewi Wulandari; Eka Novitayanti; Betty Kusdhiarningsih; Tri Wulandari; Nurul Gilang Abriani
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i1.506

Abstract

Sampah merupakan sarana penyakit, sampah yang dibuang ke sungai dapat menyebabkan banjir. Desa Mojorejo merupakan tempat pembuangan sampah terbesar di Sukoharjo. Bencana banjir merupakan limpahan air yang melebihi tinggi muka air normal, sehingga melimpah dari palung sungai menyebabkan adanya genangan pada lahan rendah di sisi sungai. Pada umumnya banjir di sebabkan oleh curah hujan yang tinggi diatas normal sehingga sistem pengaliran air yang yang terdiri sungai dan anak sungai alamiah serta sistem drainase dangkal penampung banjir buatan yang ada tidak mampu menampung akumulasi air hujan tersebut, sehingga meluap. Bencana banjir Bandang adalah bencana banjir yang biasanya terjadi pada aliran sungai yang kemiringan dasar sungai curam. Aliran banjir yang tinggi dan sangat cepat dan limpahan dapat membawa batu besar atau bongkahan dan pepohonan serta merusak atau menghanyutkan apa saja yang di lewati namun cepat surut kembali. Dengan adanya kejadian bencana banjir tersebut maka kedepannya perlu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah untuk pencegahan terjadinya bencana banjir. Masyarakat menjadi sasaran terhadap peningkatan kapasitas dikarenakan masyarakat yang terkena bencana alam banjir. Desa Mojorejo terdapat 6 dukuh, dukuh tersebut antara lain Mojorejo, Masan, Losari, Sambilutung, Tangkil, dan Tempukrejo. Dukuh Mojorejo terdapat RT 1, 2 dan RW 1 dengan Jumlah warga desa Mojorejo 300 orang dan jumlah ibu-ibu di dukuh Mojorejo RW 01 sebanyak 43 orang dengan berbagai permasalahan yang kompleks, dan dari hasil survei dan wawancara. Para warga masih banyak kurang pengetahuan dan pemahaman warga terkait mitigasi bencana banjir.
Pengetahuan Triase Bagi Relawan Desa Tanggap Bencana (Destana) di Desa Beruk Jatiyoso Christiana Arin Proborini; Nuriyah Yuliana; Estiningtyas Estiningtyas; Betty Kusdhiarningsih; Nurul Gilang Abriani
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i1.574

Abstract

Relawan merupakan tindakan kemanusiaan yang sangat nyata. Banyak kalangan yang tertarik untuk menjadi relawan, baik itu para anak muda yang belum menamatkan pendidikan atau para orang dewasa yang sudah sukses. Para relawan tidak hanya ditempatkan di daerah bencana atau daerah konflik, tapi juga ditempatkan di daerah yang tertinggal baik dari segi fasilitas maupun segi pendidikan. Tugas menjadi seorang relawan tidaklah mudah. Seorang relawan harus memiliki keterampilan dasar. Triase adalah suatu tindakan yang sangat penting untuk pemilihan korban atau penderita berdasarkan kebutuhannya. Triase merupakan suatu keahlian yang harus dimiliki oleh tenaga pra-rumah sakit ataupun tim lapangan seperti para relawan bencana. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan di desa Beruk Jatiyoso Karanganyar dengan memberikan pendidikan tentang Triase pada bencana tanah longsor pada relawan setempat. Hasil dari pendidikan kesehatan menunjukkan antusiasme yang tinggi dari responden, dibuktikan dengan banyaknya relawan yang bertanya tentang triase. Bisa disimpulkan banyak relawan mengalami kurang pengetahuan. Setelah dilakukan pendidikan tentang triase ini menunjukkan peningkatan pengetahuan relawan dari pengetahuan rendah 71.4% menjadi pengetahuan tinggi 100%. Relawan mengatakan memiliki pengetahuan baru yang baik dan benar, serta mampu melakukan secara mandiri apabila terjadi bencana dan alur korban bencana.