Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENGGUNAAN MEDIA VISUAL UNTUK PENGENALAN KOSA KATA BAKU PADA ANAK-ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI DESA BOLIHUANGGA Meiarni, Ita; Irawati, Wa Ode; Mamonto, Mutiara; Maliki, Puput; Rahman, Nella Putri; Ajadah, Warda H.; Halim, Aulia
MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 1 No. 4 (2024): MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment, JULI 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/99zxq675

Abstract

Bahasa baku merupakan salah satu ragam bahasa yang dapat dijadikan standar untuk kepentingan nasional, seperti pendidikan atau acara resmi kenegaraan lainnya. Bahasa baku  menjadi salah satu pokok pembelajaran pada setiap jenjang pendidikan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode deskriptif kualitatif.  Tujuan pengabdian ini adalah untuk membantu anak-anak dalam mengenal kosakata baku, meningkatkan pemahaman anak dalam membedakan kosakata baku dan tidak baku, dan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak. Media visual dibuat oleh tim pengabdi dengan tujuan untuk mempermudah pengenalan kosakata baku dan tidak baku kepada anak-anak usia sekolah dasar di Desa Bolihuangga.  Berdasarkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan, terlihat bahwa pemahaman terkait bahasa baku dan tidak baku bagi anak-anak usia sekolah dasar, khususnya di Desa Bolihuangga masih rendah. Hal ini terlihat pada wajah anak-anak yang tampak bingung ketika mendengar istilah baku dan tidak baku. Namun, setelah dijelaskan dan ditunjukkan beberapa perbedaan antara bahasa baku dan tidak baku oleh tim pengabdi, terlihat beberapa anak sudah mulai antusias untuk menjawab setiap tebak-tebakan yang disampaikan oleh tim pengabdi.
Pelatihan Literasi Digital bagi Remaja Desa Ulapato A Irawati, Wa Ode
Abdi Nusantara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2025): ABDI NUSANTARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : PT Media Edukasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64198/abdinusantara.v1i4.92

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi digital remaja melalui pelatihan penulisan konten edukatif dan santun di media sosial di Desa Ulapato A, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. Permasalahan mitra menunjukkan bahwa remaja telah memiliki akses terhadap media sosial, namun belum sepenuhnya memahami etika komunikasi digital dan prinsip kebahasaan yang baik. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi studi kasus, praktik menulis konten, serta evaluasi dan umpan balik. Sasaran kegiatan adalah 25 remaja anggota Karang Taruna. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 85% peserta memahami konsep literasi digital dan 80% mampu menghasilkan konten edukatif dengan struktur dan bahasa yang santun. Selain itu, terbentuk komitmen bersama untuk memanfaatkan media sosial secara bijak dan produktif. Kegiatan ini berdampak pada meningkatnya kesadaran kritis peserta terhadap bahaya hoaks dan cyberbullying, serta munculnya inisiatif promosi potensi desa melalui media sosial. Program ini efektif sebagai model penguatan literasi digital berbasis bahasa dan karakter di masyarakat desa.
Revitalizing Gorontalo Vocabulary through Bilingual Comics in Coastal Environmental Contexts Salman Alade; Ita Meiarni; Wa Ode Irawati; Wiwik Pratiwi; Fitriya Dessi Wulandari
IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Vol. 14 No. 1 (2026): IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Lite
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/ideas.v14i1.10882

Abstract

The declining use of regional languages among children has become a growing concern in Indonesian communities, including Gorontalo, where intergenerational language transmission is increasingly disrupted by the dominance of national and global languages. Despite existing studies on comic-based learning and bilingual instruction, research integrating bilingual comics with local environmental contexts specifically for regional language revitalization among children remains limited. This study aims to examine the effectiveness of bilingual comic-assisted learning with coastal environmental contexts in improving children’s Gorontalo vocabulary acquisition. A pre-experimental one-group pretest-posttest design was employed involving 15 children aged 8–10 years in a coastal community of Gorontalo. Data were collected through validated vocabulary tests administered before and after two learning sessions using the bilingual comic Perahu dan Rahasia Air. The findings revealed substantial improvement: mean pretest score was 3.40, increasing to 8.87 posttest (mean gain = 5.47). A Wilcoxon signed-rank test confirmed the improvement was statistically significant (Z = −3.41, p < 0.001). Before the intervention, 73.3% of participants belonged to poor or very poor categories; after the intervention, 93.3% reached good or very good categories. The novelty of this study lies in its integration of bilingual comics, contextual environmental narratives, and regional language revitalization within children’s literacy practices. Findings suggest that culturally grounded bilingual visual media can support vocabulary acquisition and contribute meaningfully to regional language revitalization efforts. Limitations related to sample size and intervention duration are acknowledged, and directions for future research are discussed.
The Meaning of the Lyrics of Gorontalo Regional Songs in Rizky Onefyt's Album: A Semiotic Study by Roland Barthes Nurhalima Mangilo; Ellyana Hinta; Wa Ode Irawati
Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2026): Mei 2026
Publisher : Raja Zulkarnain Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55909/jpbs.v5i3.1457

Abstract

This research is motivated by the declining interest of the younger generation in regional songs due to the dominance of popular music in the digital space, which has resulted in a diminished understanding of local cultural values. Gorontalo regional songs serve not only as entertainment but also as a medium for transmitting values, identity, and the community’s outlook on life. This study aims to describe the representation of Gorontaloan life in song lyrics and uncover their meanings through a semiotic study. This study uses a descriptive method with a Roland Barthes semiotic approach. The research data consists of song lyrics from Rizky Onefyt’s Gorontalo folk song album. The data were collected through reading and note-taking techniques, then analyzed by identifying signifiers and signifieds, and examining meaning at three levels: denotation, connotation, and myth. The research results show that at the denotative level, song lyrics represent the concrete realities of Gorontalo society, such as places, activities, and events. At the connotative level, meaning develops into emotional and cultural representations, such as longing, togetherness, conflict, and social relationships. At the mythical level, song lyrics reproduce naturalized social values, such as identity, loyalty, sacrifice, social roles, and views on life and migration. The lyrics of Gorontalo regional songs in Rizky Onefyt’s album serve not only as aesthetic expression but also as a representation of the socio-cultural life and ideology of the community. This research is expected to contribute to literary and cultural studies and support the preservation of regional songs as a form of local cultural identity.