Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGGUNAAN MEDIA VISUAL UNTUK PENGENALAN KOSA KATA BAKU PADA ANAK-ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI DESA BOLIHUANGGA Meiarni, Ita; Irawati, Wa Ode; Mamonto, Mutiara; Maliki, Puput; Rahman, Nella Putri; Ajadah, Warda H.; Halim, Aulia
MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 1 No. 4 (2024): MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment, JULI 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/99zxq675

Abstract

Bahasa baku merupakan salah satu ragam bahasa yang dapat dijadikan standar untuk kepentingan nasional, seperti pendidikan atau acara resmi kenegaraan lainnya. Bahasa baku  menjadi salah satu pokok pembelajaran pada setiap jenjang pendidikan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode deskriptif kualitatif.  Tujuan pengabdian ini adalah untuk membantu anak-anak dalam mengenal kosakata baku, meningkatkan pemahaman anak dalam membedakan kosakata baku dan tidak baku, dan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak. Media visual dibuat oleh tim pengabdi dengan tujuan untuk mempermudah pengenalan kosakata baku dan tidak baku kepada anak-anak usia sekolah dasar di Desa Bolihuangga.  Berdasarkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan, terlihat bahwa pemahaman terkait bahasa baku dan tidak baku bagi anak-anak usia sekolah dasar, khususnya di Desa Bolihuangga masih rendah. Hal ini terlihat pada wajah anak-anak yang tampak bingung ketika mendengar istilah baku dan tidak baku. Namun, setelah dijelaskan dan ditunjukkan beberapa perbedaan antara bahasa baku dan tidak baku oleh tim pengabdi, terlihat beberapa anak sudah mulai antusias untuk menjawab setiap tebak-tebakan yang disampaikan oleh tim pengabdi.
Doa dalam Bahasa Daerah pada Prosesi Adat Bahasa Buol : Penelitian Indriani; Moh. Karmin Baruadi; Wa Ode Irawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4911

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur, makna, dan fungsi doa dalam bahasa daerah Buol yang digunakan pada prosesi adat masyarakat Buol. Doa merupakan salah satu unsur penting dalam kehidupan masyarakat Buol karena mengandung nilai-nilai religius, sosial, dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Metode penelitian yang di gunakan adalah pendekatan kualitatif data di peroleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari tokoh agama, pemangku adat, dan masyarakat setempat yang terlibat langsung dalam pelaksanaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur doa dalam bahasa daerah Buol tersusun secara sistematis, meliputi bagian pembuka, isi, dan penutup. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa doa dalam bahasa daerah Buol merupakan wujud nyata warisan budaya takbenda yang memiliki nilai historis, religius, dan filosofis yang tinggi, sehingga perlu dilestarikan sebagai bagian dari identitas dan kearifan lokal masyarakat Buol.
Pelatihan Literasi Digital bagi Remaja Desa Ulapato A Irawati, Wa Ode
Abdi Nusantara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2025): ABDI NUSANTARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : PT Media Edukasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64198/abdinusantara.v1i4.92

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi digital remaja melalui pelatihan penulisan konten edukatif dan santun di media sosial di Desa Ulapato A, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. Permasalahan mitra menunjukkan bahwa remaja telah memiliki akses terhadap media sosial, namun belum sepenuhnya memahami etika komunikasi digital dan prinsip kebahasaan yang baik. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi studi kasus, praktik menulis konten, serta evaluasi dan umpan balik. Sasaran kegiatan adalah 25 remaja anggota Karang Taruna. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 85% peserta memahami konsep literasi digital dan 80% mampu menghasilkan konten edukatif dengan struktur dan bahasa yang santun. Selain itu, terbentuk komitmen bersama untuk memanfaatkan media sosial secara bijak dan produktif. Kegiatan ini berdampak pada meningkatnya kesadaran kritis peserta terhadap bahaya hoaks dan cyberbullying, serta munculnya inisiatif promosi potensi desa melalui media sosial. Program ini efektif sebagai model penguatan literasi digital berbasis bahasa dan karakter di masyarakat desa.