Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

BODY WEIGHT EFFECT ON JOINT SPACE WIDTH AND TIBIO FEMORAL ANGLE OF KNEE JOINT MEASUREMENT FOR OSTEOARTHRITIS DETECTION USING IMAGEJ Agung Nugroho Setiawan; Suryono Suryono; Sugiyanto Sugiyanto; Fatimah Fatimah; Gatot Murti Wibowo
Proceedings of the International Conference on Applied Science and Health No. 1 (2017)
Publisher : Yayasan Aliansi Cendekiawan Indonesia Thailand (Indonesian Scholars' Alliance)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Radiograph of knee joint with Kellgren and Lawrence classification system is the gold standard for assessing knee osteoarthritis. However, these grades are still obstacles. It is sometimes not appropriate to assess the progress of osteoarthritis and very long time to see the results of such progress. Osteoarthritis diagnosis and classification have been relying on qualitative visual interpretation by a radiologist. Probably difficult to determine whether there OA in the knee or not. Image quantification of digital radiography is done by measuring the joint space width and tibio femoral angle of the knee joint using the ImageJ software, with body weight variance as one factor that could affect it. Aims: This research aims to get information of body weight effect on the measurement of the joint space width and tibio femoral angle of knee joint in OA detection. Methods: This is a cross-sectional study. Subjects were digital images of the knee joint anteroposterior (AP) projection using Computed Radiography (CR) from 21 respondents with specific criteria. Image is then quantified using ImageJ software to measure the joint space width and tibio femoral angle. Print out of examination visually evaluated by one radiologist to confirm the diagnosis of OA of the knee joint. Results: The value of the right knee joint space width lateral and medial (3.81 ± 1.18 and 2.42 ± 0.77), while the left lateral and medial (3.49 ± 1.11 and 2.69 ± 0.83). Tibio femoral angle range 168.44 to 178.39 with the average tibiofemoral angle right knee 175.18 ± 2.04 and 173.80 ± 2.44 left knee. Body weight has a significant correlation to the tibiofemoral angle of knee joint (p value < 0,03). Conclusion: The joint space width values that taken from digital quantificationcan be baseline data of respondents, especially for those respondents who had grade 2 or indicated osteoarthritis, to be observed or compared in the next examination.The tibio femoral angle can be addition information in relation with knee pain to detect osteoarthritis. 
TUNTUTAN GANTI RUGI ATAS KEHILANGAN BARANGDIDALAM CONTAINER OLEH PENGGUNA JASATERMINAL PETIKEMAS BELAWANPT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I Suryono Suryono; Isnaini Isnaini
JURNAL MERCATORIA Vol 2, No 2 (2009): JURNAL MERCATORIA DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/mercatoria.v2i2.685

Abstract

Terminal petikemas sebagai salah satu badan usaha yang terkait dalam penyelenggaraan angkutan petikemasmelalui laut, didalam operasionalnya menangani bongkar muat petikemas dari dan ke kapal, selanjutnya melayani jasa penumpukan petikemas dilapangan penumpukan dan jasa-jasa lainnya, selalu dihadapkan pada masalah tuntutan ganti kerugian atas kerusakan, kekurangan atau kehilangan barang didalam petikemas selama berada diterminal petikemas. Sehubungan dengan penggangkatan dilaut maka tanggunghjawab yang berkaitan dengan tuntutan ganti kerugian oleh pihak-pihak yang mengajukannya semakin dirasakan sebagai suatu hal yang penting demi kepentingan pemilik atas keselamatan barang yang diangkut dan merupakan suatu kebutuhan yang semakn diperlukan. Permasalahan tuntutan ganti kerugian atas kerusakan, kekurangan ataupun kehilangan didalam petikemas sering terjadi dan tidak jarang menimbulkan konflik di antara para pihak, apalagi didalam undang-undang tidak ada ketentuan yang mengatur khusus tentang perjanjian  penanganan angkutan petikemas. Perjanjian ini biasanya hanya di dasarkan pada kesempatan para pihak dan mengacu pada kebiasaan yang berlaku dalam pengangkutan, sehingga menimbulkan persepsi yang berbeda-beda, dimana antara teori dan prakteknya tidaklah selalu berjalan karena adanya ketentuan-ketentuan yang dibuat sendiri oleh para pihak yang mengait mereka sebagai undang-undang. Tuntutan penggantian kerugian oleh pengguna jasa terminal petikemas baik dari pihak pengirim barang maupun penerima barang, biasanya terjadi pada saat barang diserahkan dari pengangkutkepada sipenerima setelah petikemas ditumpuk dilapangan penumpukan karena adanya kekurangan jumlah barang atau terjadi kerusakan pada barang ataupun petikemas.
ANALISIS PENENTUAN INTERVAL WAKTU PERAWATAN FINISH MILL BERDASARKAN DOWNTIME PADA PT. SEMEN TONASA Muh Rusdi; Muhammad Arsyad Suyuti; Aditya P H; Suryono Suryono
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 15, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.852 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v15i1.1174

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan cara mengolah data downtime dari masing-masing subsitem atau komponen, yang diubah menjadi data waktu antar kegagalan. Kemudian dilakukan pengujian data distribusi untuk mengetahui distribusi yang sesuai. Berdasarkan parameter yang diperoleh dapat digunakan untuk menentukan fungsi keandalan masing-masing subsistem atau komponen. Sehingga, nilai keandalan setiap komponen pada periode waktu tertentu dapat dihitung. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab kegagalan utama Unit Finish Mill selama bulan Maret 2010 – Maret 2013 adalah komponen atau subsistem 419BE01, 421BE01, 419WF01, 419FM01, 419AP01, 419FG03, 419SC01, 419FA07, 419OP01, 419AS02, 419OP10, 419BC01, 419FG04, 421GA01, 419MD02, 419OP06, 418PC07. Sehingga kehandalan difokuskan pada komponen atau subsistem tersebut, selanjutnya dilakukan penyusunan interval waktu perawatan sebagai strategi perawatan secara grup untuk mencapai kehandalan sistem yang ditargetkan.
Dampak Keterkenalan Objek Wisata Terhadap Perubahan Guna Lahan di Kota Tomohon Allfia Esterlita Mengko; Veronica A Kumurur; Suryono Suryono
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 9 No. 2 (2020): SABUA : JURNAL LINGKUNGAN BINAAN DAN ARSITEKTUR
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v9i2.31731

Abstract

Kota Tomohon memiliki kondisi karakteristik wilayah yang spesifik sehingga terdapat banyak objek wisata yang terkenal serta adanya pembangunan tempat-tempat wisata baru. Hal ini telah mempengaruhi perubahan guna lahan seperti lahan kosong menjadi lahan terbangun berupa sarana penunjang pariwisata. Tujuan penelitian ini mengukur tingkat keterkenalan objek wisata di Kota Tomohon dan menganalisis dampak keterkenalan objek wisata terhadap perubahan guna lahan di Kota Tomohon. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis formula milgram dengan kuesioner dan analisis spasial dengan menggunakan aplikasi ArcGIS. Berdasarkan hasil analisis maka tingkat keterkenalan objek wisata pertama bukit doa dengan perubahan guna lahan 31%, kedua danau linow dengan perubahan guna lahan 31%, ketiga welu dengan perubahan guna lahan 12%, keempat kaisanti dengan perubahan guna lahan 11%, kelima valentine dengan perubahan guna lahan 6%, keenam puncak tintingon dengan perubahan guna lahan 9%. Sehingga disimpulkan semakin tinggi nilai keterkenalan suatu objek wisata maka perubahan guna lahan pada kawasan sekitar objek wisata tersebut semakin bertambah dengan adanya perubahan guna lahan dari lahan tidak terbangun menjadi lahan terbangun. Perubahan penggunaan lahan juga tidak hanya di pengaruhi oleh keterkenalan objek wisata tetapi juga terjadi karena adanya pertambahan jumlah penduduk yang semakin meningkat sehingga permintaan akan lahan permukiman bertambah. Kata kunci: Keterkenalan, Objek Wisata, Perubahan Guna Lahan
PENGEMBANGAN KAWASAN PRIORITAS PARIWISATA DI KABUPATEN BANGGAI Evita D.S.A. Kusnanto; Pingkan P. Egam; Suryono Suryono
SPASIAL Vol. 11 No. 1 (2023): Volume 11 no.1 2023
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kabupaten Banggai merupakan salah satu dari Kabupaten di Sulawesi Tengah memiliki objek pariwisata yang potensial untuk dikembangkan. Pada penelitian ini diambil 4 objek wisata yang dijadikan objek penelitian, yaitu Pantai Kilo Lima, Pulau Dua, Teluk Lalong dan Air Terjun Salodik yang merupakan wisata unggulan di Kabupaten Banggai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketersediaan sarana dan prasarana wisata unggulan serta menganalisis usulan pengembangan prioritas pariwisata di Kabupaten Banggai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis AHP dengan menggunakan 5 variabel ukur; Daya Tarik Wisata, Aksesibilitas, Akomodasi, Ketersediaan Fasilitas Penunjang dan Ketersediaan Sarana Prasarana. Proses analisis metode AHP ada tiga tahap yaitu (1) tujuan analisis: menentukan prioritas pengembangan objek wisata, (2) kriteria: daya tarik wisata, aksesibilitas, akomodasi, ketersediaan fasilitas penunjang, ketersediaan sarana prasarana, (3) alternatif: Pantai Kilo Lima, Pulau Dua, Teluk Lalong, Air Terjun Salodik. Hasil penelitian dari analisis AHP menunjukan bahwa nilai keseluruhan masing-masing alternatif objek wisata di Pantai Kilo Lima sebesar (0,46), Pulau Dua sebesar (0,18), Teluk Lalong sebesar (0,14) dan Air Terjun Salodik sebesar (0,19). Maka objek wisata yang lebih diprioritaskan dalam pengembangan kawasan prioritas pariwisata Kabupaten Banggai yaitu Pantai Kilo Lima dengan bobot nilai (0,46). Kata Kunci : Pengembangan, AHP, Kawasan Prioritas, Kabupaten Banggai
Sistem Pakar Untuk Menentukan Tingkat Risiko Ibu Hamil Pada Klinik Bersalin Pratama Umi Rahma Menggunakan Metode Forward Chaining Suryono Suryono; Lisna Dewi
JURNAL PENELITIAN SISTEM INFORMASI (JPSI) Vol. 1 No. 4 (2023): NOVEMBER : JURNAL PENELITIAN SISTEM INFORMASI
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jpsi.v1i4.1240

Abstract

Umi Rahma Maternity Clinic which provides pregnancy and childbirth examination services. Eclampsia ranks second in causes of maternal death. Preeclampsia diagnosis, which is a precursor to eclampsia, needs to be implemented to reduce maternal and child mortality rates. The aim of this research is to create an expert system for early diagnosis of preeclampsia in pregnant women using the Forward Chaining method. Research methodology stages include literature study, observation, interviews, data collection, primary and secondary. data preprocessing, database design, system design, analysis the calculation results. ,Gestational Age, Maternal Age, Edema. From the system output results, namely the diagnosis of mild preeclampsia and severe preeclampsia. The use of this expert system is web-based using the PHP programming language. To find out the accuracy of the system, a system evaluation was carried out by comparing the expert results with the system results on 10 testing data, and getting 1 result indicating an incorrect result and 9 correct results. Thus, the system accuracy percentage is 90%. So this research was carried out by creating an expert system which aims to make it easier to access information regarding the symptoms of preerclampsia in pregnant women and is able to provide knowledge to pregnant women online to make it more accurate. This research uses the extreme programming method in developing an expert system which will be built using the PHP and MySQL programming languages ​​as the database and using Unified Modeling Langueage (UML) modeling.
Pengaruh Efektifitas dan Kualitas Layanan Sistem Informasi Akademik Berbasis Web terhadap Tingkat Kepuasan Mahasiswa Pada STMIK Pranata Indonesia Bekasi Suryono Suryono
Merkurius : Jurnal Riset Sistem Informasi dan Teknik Informatika Vol. 3 No. 6 (2025): November: Merkurius: Jurnal Riset Sistem Informasi dan Teknik Informatika
Publisher : Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/merkurius.v3i6.1143

Abstract

The use of information technology has become a non-negotiable necessity, as the availability of integrated information is increasingly crucial in supporting efforts to create efficient and competitive company/organizational systems. Good academic information system management is essential for providing services to those in need and resulting in improved performance in education delivery. Accuracy and precision in presenting information are important factors in managing information. From the results of the t-test calculation calculated using SPSS 20 partially, it was found that the t-value for the effectiveness variable was 3.819 and the convenience variable was 1.745 and the quality variable was 1.933 when compared with the t-table of 1.663, it was concluded that Ho was rejected and H1 was accepted, thus partially the independent variable influenced the dependent variable, namely student satisfaction. From the results of the F-test calculation, it was found that the F-count was 9.628> from the F-table, which was 2.48, and the significance level was 0.00, which was smaller than 0.05, and this meant that overall the independent variables had an effect on the dependent variable. From the results of the R test, it was found that the determinant coefficient was 0.599 and R2 was 0.359, this meant that the influence of the independent variables on the dependent variable was 35.9% and the remaining 64.1% was influenced by other variables that had not been studied.
Potential of Mangosteen Peel Extract Jelly Candy (Garcinia mangoestana L) To Control The Blood Glucose Level in Diabetes Mellitus Patients Ratna Kurniawati; Suryono Suryono
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 1sp (2023): Special Issue Outcome PDP
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1sp.538

Abstract

Latar belakang: kulit manggis (Garcinia mangostana) memiliki kandungan senyawa bioaktif seperti antioksidan yang dapat menurunkan kadar glukosa dalam darah. Kulit manggis dapat dimanfaatkan menjadi permen jelly bagi pasien diabetes mellitus. Pengendalian glukosa darah merupakan hal penting dalam penanganan diabetes melitus. Tujuan: pemanfaatan ektrak kulit manggis menjadi permen bertujuan untuk meningkatkan semangat pasien dalam mengendalikan gula darah secara mudah, sederhana dan meyenangkan. Metode: penelitian menggunakan pre ekperimental, pre test-post test desaign, jumlah sampel 16 responden tak acak, secara purposive sampling. Hasil: dari penelitian 0,81% mengalami penurunan glukosa darah (13 reponden) dan 0,25 % (3 responden meningkat) nilai signifikansi (α 0,05). Jelly candy kulit manggis dikonsumsi tiga kali sehari sebelum makan. Nilai penurunan terbesar 240 mg/dl dan penurunan ter kecil 10 mg/dl. Kesimpulan: penggunaan ekstrak kulit manggis dalam bentuk jelly candy dapat membantu mengendalikan glukosa darah. Faktor penganggu penurunan kadar glukosa dalam darah diantaranya penyakit penyerta seperti hipertensi dan pola makan.
Manipulation of the aquatic physical environment and its relationship with ectoparasitic infection in dumbo catfish (Clarias sp) Suratno Suratno; Suryono Suryono; Muhammad Naswir
Depik Vol 12, No 3 (2023): DECEMBER 2023
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.12.3.33182

Abstract

Fish disease is an obstacle in the cultivation of Dumbo catfish (Clarias sp.) which can result in fish death. The need for information on how to prevent and treat fish diseases is very necessary. This study aims to determine the effect of aeration duration on water quality, ectoparasite intensity, prevalence, dominance, survival and condition factors, then correlate water quality with ectoparasite intensity. This study used a Complete Randomized Design (CRD) with five treatments and four replications. Treatment includes aeration 0 hours/day, 6 hours/day, 12 hours/day, 18 hours/day and 24 hours/day. Data analysis using ANOVA of a certain level of significance. If there is a noticeable difference from each treatment, proceed to the DUNCAN test. Test the correlation of water quality with ectoparasite intensity. The result of this study is that long aeration can increase oxygen solubility, acidity but reduce ammonia and nitrite. The correlation value of oxygen solubility in ectoparasite intensity is 0.828, acidity (pH) is 0.849, ammonia is -0.888, nitrite is -0.592. The prevalence value of P0 and P1 is 0%, P2 is 89%, P3 and P4 is 100%. The intensity of ectoparasites in Dumbo catfish (Clarias sp.), at P0 is 2, P1 is 13, P2 is 75, while at P3 and P4 is 100. The dominance of ectoparasites that infect is Trichodina sp. by 71.7-100% and Dactylogyrus sp. by 0-28.4%. The survival rate of fish at P0 was highest with a value of 89%, P1 at 84%, P2 at 71%, P3 and P4 rates at 0%. The value of the condition factor then P0 and P1 have a value of 1, P2, P3 and P4 have a condition factor value of 1. It is concluded that the longer aeration is given, the solubility of oxygen increases which results in an increase in the intensity and prevalence of ectoparasite infections, the pH of the water becomes neutral and decreases the content of ammonia and nitrite. There is a moderate to very strong correlation between water quality and ectoparasite intensity. There is an increase in the prevalence of infection, ectoparasite intensity and fish mortality so that it can reduce the survival and condition factors of Dumbo catfish (Clarias sp.).Keywords:AerationInfectionEctoparasitesClarias sp
Aktivitas Renoprotektif Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk) pada Tikus Model Diabetes Mellitus Tipe 2 Miranda Dewi; Suryono Suryono; Pipiet Wulandari
Journal of Pharmascience Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v9i2.13188

Abstract

Indonesia negara dengan kekayaan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan, papan dan kesehatan. Daun kelor merupakan bagian dari sumber kekayaan alam Indonesia. Daun kelor memiliki senyawa aktif flavonoid yang memiliki khasiat antioksidan sehingga dapat membantu menurunkan stress oksidatif pada multiorgan akibat hiperglikemia, misalnya pada ginjal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lamk.) terhadap kadar serum kreatinin tikus Wistar jantan yang diinduksi streptozotosin. Penelitian ini merupakan penelitian true experimental design dengan rancangan post test only control group design. Penelitian ini menggunakan 28 ekor tikus Wistar jantan (Rattus novergicus) sebagai populasi dengan berat 200-300 gram yang dibagi menjadi 7 kelompok melalui metode simple random sampling. Pemberian dosis ekstrak daun kelor dibagi menjadi 5 kelompok yaitu dengan dosis 62,5 kgBB, 125, 250, 500, dan 1000 mg/kgBB. Analisis data yang digunakan adalah uji korelasi Spearman. Pada penelitian ini menunjukkan p< 0,001 yang dapat disimpulkan bahwa adanya korelasi yang signifikan antara dosis ekstrak daun kelor dan kadar serum kreatinin. Kata Kunci: Daun Kelor, Streptozotosin, Hiperglikemik Indonesia is a country with natural resources that can be used as food, basic necessities and health. Moringa leaves are part of Indonesia's natural resources. Moringa leaves have flavonoid active compounds that have antioxidant properties so that they can help reduce oxidative stress in multiple organs due to hyperglycemia, for example in the kidneys. The purpose of this study was to determine the effect of giving moringa leaf extract (Moringa oleifera Lamk) on serum creatinine levels of male Wistar rats induced by streptozotocin. This research is a true experimental design with a post test only control group design. This study used 28 male Wistar rats (Rattus novergicus) as a population weighing 200-300 grams which were divided into 7 groups through simple random sampling method. The doses of moringa leaf extract were divided into 5 groupsdoses of 62.5, 125, 250, 500 and 1000 mg/kgBW. Analysis of the data used was the Spearman correlation test (p < 0.001) which could be concluded that the correlation between the dose of moringa leaf extract and serum creatinine levels had a significant effect.