Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : Jurnal Dampak

Analisis Intrusi Air Laut dengan Pengukuran Total Dissolved Solids (TDS) Air Sumur Gali di Kecamatan Padang Utara Reri Afrianita; Tivany Edwin; Aroiya Alawiyah
Jurnal Dampak Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.14.1.62-72.2017

Abstract

This research aims to analyze the effect of seawater intrusion with measurement of TDS dug well water in Padang Utara Subdistrict. The measurements of TDS carried out in three villages in Padang Utara Subdistrict, namely the Village are Air Tawar Barat, Ulak Karang Selatan, and Ulak Karang Utara with twice sampling frequency: on November 2015 and February 2016. TDS concentration in November 2015 is in the range of 20 to 9000.8 mg / L, while the measurement of TDS concentration in February 2016 is in the range of 160.8 to 735.2 mg / L. Measurement of TDS in November 2015 showed that there were three wells that indicated to seawater intrusion, i.e. the ULS 8 (1101.6 mg / L), ULS 9 (9000.8 mg / L), and ULU 6 (1926.4 mg / L). Correlation between TDS concentration with coastline distance have a value r amounted to 0,118-.095. The results showed that there are some wells that indicated to seawater intrusion along the coast in Padang Utara Subdistrict.Keywords : distance, dug wells Padang Utara Subdistrict, , seawater intrusion, TDSAbstrak-Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intrusi air laut dengan pengukuran TDS pada air sumur gali di Kecamatan Padang Utara. Pengukuran TDS dilakukan di tiga kelurahan di Kecamatan Padang Utara yaitu Kelurahan Air Tawar Barat, Ulak Karang Selatan, dan Ulak Karang Utara dengan frekuensi pengambilan sampel sebanyak dua kali yaitu pada bulan November 2015 dan Februari 2016. Konsentrasi TDS pada November 2015 berada dalam rentang 20-9000,8 mg/L, sedangkan pengukuran konsentrasi TDS pada Februari 2016 berada dalam rentang 160,8-735,2 mg/L. Pengukuran TDS pada ovember 2015 menunjukkan bahwa terdapat tiga sumur yang yang terindikasi mengalami intrusi air laut, yaitu ULS 8 (1101,6 mg/L), ULS 9 (9000,8 mg/L), dan ULU 6 (1926,4 mg/L). Hubungan antara jarak sumur dari bibir pantai terhadap nilai TDS memiliki koefisien korelasi sebesar 0,118 0,095, hal ini menunjukkan tidak adanya pengaruh antara jarak dengan nilai TDS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa sumur yang terindikasi mengalami intrusi air laut di sepanjang pesisir di Kecamatan Padang Utara.Kata kunci : intrusi air laut, jarak, Kecamatan Padang Utara, sumur gali, TDS
ANALISIS LC50 LOGAM Pb, Co dan Cr TERHADAP IKAN MAS (Cyprinus carpio. L) PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI PERCETAKAN KOTA PADANG Taufiq Ihsan; Tivany Edwin; Ravany Yolanda Vitri
Jurnal Dampak Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.14.2.98-103.2017

Abstract

The purpose of this study is to determine the LC50 value of wastewater from printing industry in Padang and to analyze the effect of Pb, Co, and Cr contained in the wastewater towards LC50 value. The results of the analysis of the characteristics of the printing industry wastewater, Pb concentration of 0.3 mg/l, Cr 0.8 mg/l and Co 0.9 mg/l. These concentrations exceed the quality standards in Indonesia according to PermenLH No. 05 of 2014 on Wastewater Quality Standard. Acute toxicity test was conducted in 96 hours observation using common carp (Cyprinus carpio.L) as animal testing with two replications. The value of LC50 was calculated using Probit Method by processing the data of testing animal mortality. The average value of LC50 was 128.05%. It can be proven from this study that Pb, Co and Cr affected the LC50 value indicated that a higher LC50 is related to a Pb, Co and Cr higher concentrations in wastewater and vice versa.Keywords: LC50, metals of printing industies, common carp, wastewater, PadangABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai LC50 dari limbah cair industri percetakan Kota Padang yang mengandung logam berat seperti timbal (Pb), kromium (Cr) dan kobalt (Co), terhadap ikan mas (Cyprinus carpio L.). Hasil analisis karakteristik limbah cair industri percetakan yakni konsentrasi Pb 0,3 mg/l, Cr 0,8 mg/l dan Co 0,9 mg/l. Konsentrasi ini melebihi baku mutu menurut Peraturan Pemerintah Negara Lingkungan Hidup Nomor 05 Tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah, yakni Pb 0,1 mg/l, Cr 0,5 mg/l dan Co 0,4 mg/l. Uji toksisitas akut dilakukan dalam waktu 96 jam pengamatan terhadap ikan mas dengan dua kali pengulangan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai LC50 dengan menggunakan Metode Probit sebesar 128,05% dengan nilai LC50 untuk logam Pb yakni 0,38 mg/l, logam Cr 1,02 mg/l dan logam Co 1,15 mg/l. Analisis korelasi karakteristik limbah terhadap nilai LC bernilai r=0,98 yang berarti korelasi bernilai sangat kuat.Kata Kunci: LC50, logam limbah cair industri percetakan, ikan mas (Cyprinus carpio L.), Padang
KINERJA BIOSAND FILTER DALAM MENYISIHKAN TOTAL COLIFORM DI AIR TANAH DANGKAL Tivany Edwin; Yommi Dewilda
Jurnal Dampak Vol 12, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.12.1.17-26.2015

Abstract

Kota Padang memiliki kualitas air tanah yang kurang baik di beberapa daerah karena adanya pencemar total coliform. Salah satu teknologi tepat guna yang dapat digunakan masyarakat untuk menyaring air adalah biosand filter. Biosand filter adalah saringan air menggunakan media pasir dengan penumbuhan lapisan biofilm. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kinerja biosand filter dalam menyisihkan pencemar total coliform dari air tanah. Dimensi reaktor biosand filter yang digunakan berukuran 30cmx30cmx90cm. Media penyaring yang digunakan adalah pasir lokal berupa pasir andesit yang mudah diperoleh di Sumatera Barat. Penumbuhan biofilm dilakukan selama 21 hari. Debit air yang digunakan adalah 0,6L/menit. Pembanding dalam penelitian ini dibuat reaktor kontrol tanpa penumbuhan biofilm. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, penyisihan total coliform pada biosand filter berkisar antara 85,45%-93,18%, sedangkan pada reaktor kontrol diperoleh penyisihan total coliform sebesar 65%-92,42%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penyisihan total coliform efektif menggunakan biosand filter.Kata kunci: Biosand filter, Batuan andesit, Total coliform, Air tanah dangkal
KINERJA BIOSAND FILTER BERBAHAN DASAR BATUAN ANDESIT DALAM MENURUNKAN KONSENTRASI BOD DAN COD PADA AIR TANAH DANGKAL Tivany Edwin; Yommi Dewilda
Jurnal Dampak Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.11.1.59-66.2014

Abstract

Air tanah dangkal merupakan opsi sumber air bersih yang umum digunakan masyarakat. Tingginya kadar Biochemical Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen demand (COD) terkadang ditemukan pada air tanah dangkal yang menandakan tercemarnya air tersebut. Oleh karena itu diperlukan teknologi tepat guna pengolahan air yang relatif murah dan efisien untuk skala rumah tangga masyarakat seperti biosand filter. Penelitian bertujuan untuk menganalisis kinerja biosand filter dalam menurunkan parameter BOD dan COD pada sampel air tanah dangkal dari sumur penduduk. Biosand filter didesain dengan dimensi reaktor 30x30x90 cm dengan perbandingan ketinggian media pasir halus:pasir kasar:kerikil sebesar 50:5:5 cm. Media yang digunakan merupakan batuan andesit yang mudah ditemukan di daerah Sumatra Barat. Debit air yang dialirkan pada biosand filter adalah 0,6 L/menit. Waktu penumbuhan biofilm selama 21 hari dan pengoperasian reaktor selama 14 hari. Setelah dilakukan analisis, reaktor biosand filter mampu menyisihkan parameter BOD dan COD. Efisiensi penyisihan konsentrasi BOD oleh reaktor biosand filter sebesar 75%-87%, dan efisiensi penyisihan konsentrasi COD oleh reaktor biosand sebesar 65%-70%. Maka dapat disimpulkan bahwa reaktor biosand filter cukup efektif dalam menyisihkan parameter BOD dan COD.Kata-kata Kunci : Air Tanah Dangkal, Andesit Biosand Filter, BOD, dan COD,
Sebaran Nilai Daya Hantar Listrik dan Salinitas pada Sumur Gali di Pesisir Pantai Kecamatan Padang Barat Tivany Edwin; Rinda Andhita Regia; Fauzia Rahmi
Jurnal Dampak Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.15.1.43-50.2018

Abstract

This study aims to determine the distribution of electrical conductivity and salinity values in dug well water as an indication of sea water intrusion. The study was conducted on the coastal area of Padang Barat District with 30 sample points and variation of 0-500 m distance from shore to the land. Measurement of electical conductivity values is measured in the field using conductivity meter while for salinity by argentometric method to analyze chloride ions which are then converted to Knudsen Equation. The range of conductivity values is 163.4-5260,8 μS / cm while the salinity value is 0.303-0.564 ‰. The relation of electrical conductivity and salinity values shows a very strong correlation with a value of 0.9373. The relation of the electrical conductivity value with the distance from the shoreline and the depth of the well shows no correlation with values of 0.264 and 0.054. The salinity value with the distance from the shoreline and the depth of the well also showed no correlation with the values of 0.205 and 0.003. The comparison of measured values with groundwater classification known as 2 points is slightly brackish water as an indication of sea water intrusion found in Purus and Berok Nipah sub-districts.
KEMAMPUAN BATU APUNG SEBAGAI ADSORBEN PENYISIHAN LOGAM BESI (Fe) AIR TANAH Suarni Saidi Abuzar; Tivany Edwin
Jurnal Dampak Vol 12, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.12.1.1-9.2015

Abstract

Air tanah sebagai salah satu sumber air baku biasanya memiliki kandungan logam besi (Fe) yangrelatif tinggi sehingga perlu diolah.. Salah satu alternatif pengolahan yang dapat dilakukan adalahadsorpsi. Salah satu material yang dapat digunakan sebagai adsorben adalah batu apung. Batuapung banyak terdapat di alam dan belum banyak dimanfaatkan, salah satunya di Sungai Pasak,Pariaman Timur. Sehubungan dengan itu perlu dilakukannya penelitian penyisihan Fe air tanahmenggunakan batu apung sebagai adsorben. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kemampuanbatu apung sebagai adsorben penyisihan Fe air tanah. Penelitian dilakukan secara batch denganvariasi dosis adsorben, waktu kontak, diameter adsorben, pH adsorbat dan konsentrasi adsorbat padalarutan artifisial dan sampel air tanah. Konsentrasi Fe diukur dengan Spektrofotometer Serapan Atom(SSA). Hasil penelitian menunjukkan, kondisi optimum penyisihan Fe pada larutan artifisial terjadipada : dosis adsorben 0,03 g/l, waktu kontak 1 jam, diameter adsorben < 149 ?m, pH adsorbat 5 dankonsentrasi adsorbat 15 mg/l. Efisiensi penyisihan Fe pada larutan artifisial sebesar 91,25% dengankapasitas penjerapan 45,63 mg/g dan pada sampel air tanah sebesar 81,78% dengan kapasitaspenjerapan 40,41 mg/g. Persamaan isoterm terpilih adalah isoterm Langmuir dengan kapasitasserapan maksimum Fe 38,43 mg/g. Dapat disimpulkan, penggunaan batu apung sebagai adsorbenmampu menyisihkan Fe dengan baik.Kata kunci: Air tanah, logam besi (Fe), adsorpsi, batu apung, batch
EFISIENSI DAN KAPASITAS PENYERAPAN FLY ASH SEBAGAI PENYISIHAN MINYAK DAN LEMAK DARI LIMBAH CAIR HOTEL DENGAN METODE MULTI SOIL LAYERING (MSL) Tivany Edwin; Shinta Indah; Denny Helard
Jurnal Dampak Vol 10, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.10.1.38-45.2013

Abstract

ABSTRAKMetode Multi Soil Layering (MSL) diujicobakan untuk menyisihkan minyak dan lemak pada limbah cair hotel yang berasal dari dapur dan laundry. Hasil analisis karakteristik limbah cair tersebut menunjukkan bahwa konsentrasi minyak dan lemak melebihi baku mutu Surat Keputusan Gubernur Sumatera Barat Nomor 26 Tahun 2001 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Hotel di Propinsi Sumatera Barat. Pada penelitian ini digunakan 2 buah reaktor berbahan akrilik dengan dimensi 50 x 15 x 100 cm, terdiri dari dua macam lapisan batuan kerikil berdiameter 3-5 mm serta lapisan yang terdiri dari campuran tanah dan material organik. Kedua reaktor dibedakan atas material organik, dimana reaktor 1 terdiri dari campuran tanah andisol dan arang, sedangkan reaktor 2 terdiri dari campuran tanah andisol dengan serbuk gergaji. Limbah cair dialirkan pada Hydraulic Loading Rate (HLR) dengan variasi 500, 750, dan 1.000 l/m2hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua reaktor mampu menyisihkan minyak lemak dengan efisiensi 27,8 -89,5 % pada reaktor 1, serta efisiensi 23,8-62,5% pada reaktor 2. Variasi material organik dalam campuran tanah berpengaruh pada efisiensi penyisihan konsentrasi minyak dan lemak, dimana secara keseluruhan reaktor 1 lebih baik dalam menyisihkan minyak dan lemak dibandingkan reaktor 2. Efisiensi penyisihan minyak lemak didapatkan lebih tinggi pada reaktor 1 dengan pengaliran limbah cair pada HLR 500 l/m2hari. Secara umum MSL dapat menyisihkan minyak dan lemak pada limbah cair hotel.Kata Kunci : MSL, limbah cair hotel, minyak dan lemakABSTRACTMulti soil layering (MSL) method was tested to remove oil and grease in a hotel laundry and kitchen waste water which was exceeded water quality standard on hotel wastewater quality standard issued by West Sumatera Governor Number 26 Year 2001. There were two acrylic reactors utilized in this research with dimension of 50 x 15 x 100 cm. Each reactor aws arranged with layers of 3-5mm diameters gravels and soil and organic materials mixtures, organic material used were different in each reactor. Reactor 1 used charcoal as organic material in soil mixture, while reactor 2 used sawdust. Waste water was set to flow at 500, 750, and 1.000 l/m2day Hydraulic Loading Rate (HLR). The results showed that both reactors were able to remove oil and grease with efficiency range of 22.8,-89.5% by usnig Reactor 1, and 23.8-62.5% by using Reactor 2. The difference in organic material on soil mixture affected the removal efficiency which was higher in Reactor 1. Removal efficiency of oil and grease the highest at HLR of 500 l/m2day compared to other rates. Generally, MSL is able to remove oil and grease from hotel waste water. Keywords: MSL, hotel waste water, oil and grease
Uji Toksisitas Akut Logam Timbal (Pb), Krom (Cr) dan Kobalt (Co) terhadap Daphnia Magna Edwin, Tivany; Ihsan, Taufiq; Pratiwi, Windy
Dampak Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.14.1.33-40.2017

Abstract

This study aimed to analyze the LC50 value of metallic lead (Pb), chromium (Cr), and cobalt (Co) contained in the printing industry wastewater to Daphnia magna and analyze the relationship of these metals to the LC50 value. The measurement results konsnetrasi Pb and Cr do not exceed the quality standards established, but the metals Co exceeds quality standards. Toxicity of Pb, Cr, and Co were tested in static test using artificial solution of Pb, Cr, and Co in accordance with the concentration measured in the wastewater. Tests carried out consisted of two stages: a preliminary test and test base. Daphnia magna mortality data were analyzed using Probit method with the EPA program Probit Analysis Program Version 1.5. 24-hour LC50 value of Pb, Cr, and Co to Daphnia magna is 1.052% and the LC50 values of Pb, Cr, and Co are respectively 0.003 mg / l, 0.008 mg / l and 0.009 mg / l. All three metals have included the category of very toxic to Dahnia magna.Keywords: Pb, Cr, Co, Daphnia magna, LC50Abstrak-Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai LC50 logam timbal (Pb), Krom (Cr), dan Kobalt (Co) yang terdapat pada limbah cair industri percetakan terhadap Daphnia magna serta menganalisis hubungan logam tersebut terhadap nilai LC50. Hasil pengukuran konsnetrasi logam Pb dan Cr tidak melebihi baku mutu yang ditetapkan, namun logam Co melebihi baku mutu. Toksisitas logam Pb, Cr, dan Co diuji dalam static test menggunakan larutan artifisial logam Pb, Cr, dan Co sesuai dengan konsentrasi terukur pada limbah cair. Pengujian dilakukan terdiri dari 2 tahap yaitu uji pendahuluan dan uji dasar. Data kematian Daphnia magna dianalisis menggunakan Metode Probit dengan program EPA Probit Analysis Program Version 1.5. Nilai LC50 24 jam logam Pb, Cr, dan Co terhadap Daphnia magna adalah 1,052% dan nilai LC50 logam Pb, Cr, dan Co berturut-turut adalah 0,003 mg/l, 0,008 mg/l, dan 0,009 mg/l. Ketiga logam ini termasuk kategori sangat toksik terhadap Dahnia magna.Kata Kunci: Pb, Cr, Co, Daphnia magna, LC50
Penyisihan Nitrat Menggunakan Kolom dengan Media Biochar dan Busa Poliuretan Edwin, Tivany; Mera, Mas; Komala, Puti Sri; Zulkarnaini, Zulkarnaini; Nabila, Alya Sausan
Dampak Vol 21, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.21.2.1-6.2024

Abstract

This study examined the removal of nitrate from wastewater using column adsorption method with variations in the ratio of biochar and polyurethane foam, as well as variations in flow rate. The results showed that the highest adsorption capacity was obtained at a flow rate of 30 mL/min compared to other flow rate variations. At that flow rate, the nitrate sorption capacity reached 4.10 mg/g with biochar, 0.20 mg/g using biochar : polyurethane foam (1 : 1) media, and 13.12 mg/g using biochar : polyurethane foam (2 : 1) media. The biochar : polyurethane foam (2 : 1) media showed the highest nitrate adsorption capacity, which was caused by an increase in the contact time of the flow in the media due to more polyurethane foam volume. This study concludes that sufficient contact time between the contaminant and the adsorption media in the column is a key factor for nitrate removal optimization in addition to the adsorbent material used.Keywords: Adsorption, Biochar, Polyurethane foam, Nitrate ABSTRAKPenelitian ini mengkaji penyisihan nitrat dari limbah cair menggunakan metode adsorpsi kolom dengan variasi rasio biochar dan busa poliuretan, serta variasi laju alir. Hasil penelitian menunjukkan kapasitas adsorpsi tertinggi diperoleh pada laju alir 30 mL/menit dibandingkan variasi laju alir lainnya. Pada laju alir tersebut, kapasitas sadorpsi nitrat mencapai 4,10 mg/g dengan biochar, 0,20 mg/g menggunakan media biochar : busa poliuretan (1 : 1), dan 13,12 mg/g menggunakan media biochar : busa poliuretan (2 : 1). Media biochar : busa poliuretan (2 : 1) menunjukkan kapasitas adsorpsi nitrat paling tinggi, yang disebabkan oleh peningkatan waktu kontak aliran dalam media akibat kandungan busa poliuretan yang lebih banyak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa waktu kontak yang cukup antara kontaminan dan media adsorpsi dalam kolom merupakan faktor kunci untuk optimasi penyisihan nitrat selain material adsorben yang dipakai.Kata kunci: Adsorpsi, Biochar, Busa poliuretan, Nitrat
Penyisihan Nitrat Menggunakan Kolom dengan Media Biochar dan Busa Poliuretan Edwin, Tivany; Mera, Mas; Komala, Puti Sri; Zulkarnaini, Zulkarnaini; Nabila, Alya Sausan
Dampak Vol. 21 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.21.2.1-6.2024

Abstract

This study examined the removal of nitrate from wastewater using column adsorption method with variations in the ratio of biochar and polyurethane foam, as well as variations in flow rate. The results showed that the highest adsorption capacity was obtained at a flow rate of 30 mL/min compared to other flow rate variations. At that flow rate, the nitrate sorption capacity reached 4.10 mg/g with biochar, 0.20 mg/g using biochar : polyurethane foam (1 : 1) media, and 13.12 mg/g using biochar : polyurethane foam (2 : 1) media. The biochar : polyurethane foam (2 : 1) media showed the highest nitrate adsorption capacity, which was caused by an increase in the contact time of the flow in the media due to more polyurethane foam volume. This study concludes that sufficient contact time between the contaminant and the adsorption media in the column is a key factor for nitrate removal optimization in addition to the adsorbent material used.Keywords: Adsorption, Biochar, Polyurethane foam, Nitrate ABSTRAKPenelitian ini mengkaji penyisihan nitrat dari limbah cair menggunakan metode adsorpsi kolom dengan variasi rasio biochar dan busa poliuretan, serta variasi laju alir. Hasil penelitian menunjukkan kapasitas adsorpsi tertinggi diperoleh pada laju alir 30 mL/menit dibandingkan variasi laju alir lainnya. Pada laju alir tersebut, kapasitas sadorpsi nitrat mencapai 4,10 mg/g dengan biochar, 0,20 mg/g menggunakan media biochar : busa poliuretan (1 : 1), dan 13,12 mg/g menggunakan media biochar : busa poliuretan (2 : 1). Media biochar : busa poliuretan (2 : 1) menunjukkan kapasitas adsorpsi nitrat paling tinggi, yang disebabkan oleh peningkatan waktu kontak aliran dalam media akibat kandungan busa poliuretan yang lebih banyak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa waktu kontak yang cukup antara kontaminan dan media adsorpsi dalam kolom merupakan faktor kunci untuk optimasi penyisihan nitrat selain material adsorben yang dipakai.Kata kunci: Adsorpsi, Biochar, Busa poliuretan, Nitrat