Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN REMAJA DALAM SITUASI GAWAT DARURAT: EDUKASI INTERAKTIF BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) DI WILAYAH PUSKESMAS PUTAT JAYA Imam, Nurul; Siagian, Martha Lowrani; Artini, Budi; Nancye, Pandeirot M
Jurnal Booth Dharma Medika Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Booth Dharma Medika
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/pengabmas.v6i1.690

Abstract

Pendahuluan: Situasi gawat darurat seperti henti napas atau henti jantung dapat terjadi secara tiba-tiba dan memerlukan penanganan segera. Sayangnya, pengetahuan dan keterampilan remaja dalam melakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD) masih rendah, khususnya di wilayah padat penduduk seperti Puskesmas Putat Jaya, Surabaya. Oleh karena itu, diperlukan intervensi edukatif yang efektif untuk meningkatkan kesiapsiagaan remaja dalam merespons keadaan darurat. Metode: Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan edukasi interaktif dengan desain pre-eksperimental one group pre-post test. Sebanyak 40 remaja usia 10–24 tahun dilibatkan sebagai responden. Intervensi dilakukan melalui pelatihan BHD berbasis lokakarya, yang mencakup ceramah, demonstrasi, simulasi peran, dan diskusi kelompok. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan lembar observasi keterampilan BHD berdasarkan standar American Heart Association. Hasil: Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor pengetahuan setelah intervensi, yang dibuktikan melalui analisis statistik dengan p-value < 0,05. Selain itu, lebih dari separuh responden mampu melakukan keterampilan BHD dengan benar. Meski demikian, masih terdapat sebagian responden yang melakukan keterampilan secara kurang tepat atau tidak melakukan sama sekali, yang menandakan perlunya pelatihan berkelanjutan. Kesimpulan: Intervensi edukatif interaktif terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja terkait BHD. Pendekatan ini dapat dijadikan strategi edukatif yang berkelanjutan untuk membangun kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi situasi gawat darurat, khususnya pada kelompok usia remaja.
PENGARUH SAFEZONE (GAME SIMULASI INTERAKTIF) UNTUK MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN REMAJA TERHADAP GEMPA BUMI DI SURABAYA Imam, Nurul; Lataima, Nurmawati S; Tjahjono, Hendro Djoko; Artini, Budi
Bahasa Indonesia Vol 14 No 1 (2025): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v14i1.692

Abstract

Indonesia merupakan negara rawan gempa bumi, termasuk wilayah Surabaya yang memiliki tingkat kepadatan penduduk tinggi. Rendahnya kesiapsiagaan remaja terhadap bencana menjadi tantangan serius dalam mitigasi risiko gempa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan SafeZone, sebuah game simulasi interaktif, dalam meningkatkan kesiapsiagaan remaja terhadap gempa bumi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 60 remaja di Surabaya yang dipilih secara purposive. Instrumen berupa kuesioner kesiapsiagaan bencana dengan lima aspek utama, yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya (α = 0,876). Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada rata-rata skor kesiapsiagaan dari 56,8 (kategori sedang) menjadi 81,4 (kategori tinggi) setelah penggunaan game SafeZone. Seluruh aspek kesiapsiagaan mengalami peningkatan, khususnya pada aspek pengetahuan dan tindakan saat gempa. Uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa media interaktif seperti game simulasi dapat menjadi alternatif edukasi kebencanaan yang efektif untuk remaja. Disarankan agar instansi pendidikan mulai mengintegrasikan metode pembelajaran berbasis game untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana di kalangan pelajar.
PEMBERDAYAAN REMAJA MELALUI PELATIHAN PERTOLONGAN PERTAMA TERSEDAK DI WILAYAH PAKIS SURABAYA Imam, Nurul; Artini, Budi; Siagian, Martha Lowrani S; Suseno, Wahyu
Jurnal Booth Dharma Medika Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Booth Dharma Medika
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/wyt94452

Abstract

Latar Belakang: Tersedak merupakan kondisi darurat yang dapat mengancam nyawa apabila tidak segera ditangani dengan tepat. Di wilayah Pakis Surabaya, pengetahuan dan keterampilan remaja mengenai pertolongan pertama tersedak masih rendah sehingga berpotensi menghambat upaya penyelamatan dini. Pemberdayaan remaja melalui pelatihan menjadi strategi penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan respons terhadap kondisi darurat tersebut. Metode: Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif dengan melibatkan 60 remaja sebagai peserta. Pelatihan mencakup penyampaian materi, demonstrasi teknik Heimlich, serta praktik langsung menggunakan alat peraga. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk menilai perubahan pengetahuan dan keterampilan. Analisis data menggunakan uji statistik komparatif untuk mengetahui signifikansi peningkatan setelah pelatihan. Hasil: Mayoritas peserta berada pada rentang usia 15–16 tahun (46,7%) dan sebagian besar belum pernah mendapatkan pelatihan sebelumnya (83,3%). Terdapat peningkatan signifikan pada pengetahuan, dari nilai rata-rata 62,35 menjadi 85,20 setelah pelatihan (p < 0,05). Keterampilan peserta juga meningkat secara bermakna, dari rata-rata 58,10 menjadi 88,65 (p < 0,05). Selain peningkatan skor, proporsi peserta dengan kategori baik meningkat tajam baik pada aspek pengetahuan maupun keterampilan. Kesimpulan: Pelatihan pertolongan pertama tersedak terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja di wilayah Pakis Surabaya. Program ini berpotensi menjadi model pemberdayaan remaja dalam kesiapsiagaan darurat di lingkungan masyarakat. Rekomendasi diberikan untuk melanjutkan kegiatan serupa secara berkala guna memperkuat peran remaja sebagai agen penyelamat di komunitas.