Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PEMBINAAN KREATIVITAS SENI TARI PADA SISWA SMPN 2 KOTA BUKITTINGGI Nursyam, Yesriva; Nasution, Hendra; Yeni, Fitri; Anggraini, Nova
Batoboh Vol 1, No 1 (2016): Batoboh -Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bt.v1i1.124

Abstract

Pembinaan kreativitas seni tari pada siswa SMPN 2 Kota Bukittinggi dilaksanakan sebagai bentuk pengembangan kesenian khususnya seni tari. Sekolah ini perlu mendapat pembinaan karena minimnya pengetahuan dan apresiasi guru terhadap seni tari khususnya tari kreasi baru. Pembinaan ini dilaksanakan  melalui  beberapa  metode  yang  langsung  diterapkan  kepada siswa SMPN 2 Kota Bukittingi yang dimulai dari apresiasi melalui video- video tari kreasi, penjelasan mengenai teknik kepenarian, pemberian materi teknik secara langsung, memberikan ragam-ragam gerak, hingga penataan tari sampai menjadi sebuah karya tari kreasi baru. Melalui metode ini dapat membentuk kemampuan menari yang bagus pada siswa dalam menciptakan karya tari kreasi baru yang utuh dan diiringi musik pengiring tarian.
PELATIHAN SENI TARI GUNA MENINGKATKAN WAWASAN DAN KETERAMPILAN GURU SENI BUDAYA SMP SE-KAB. LIMA PULUH KOTA Nursyam, Yesriva
Batoboh Vol 2, No 1 (2017): Batoboh -Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bt.v2i1.273

Abstract

Pelatihan seni tari guna meningkatkan wawasan dan keterampilan guru seni budaya SMP se-Kabupaten Lima Puluh Kota ini dilaksanakan melalui beberapa metode, diantaranya memberikan materi secara teori, mendemonstrasikan gerak dan latihan secara berkelompok. Kegiatan ini dilaksanakan karena minimnya pengetahuan dan keterampilan guru terhadap seni tari khususnya tari kreasi baru. Melalui kegiatan ini guru-guru dibekali ilmu tentang kiat dan prinsip menggarap tari kreasi baru yang langsung diterapkan kepada siswa guru seni budaya SMP di Kabupaten Lima Puluh Kota. Guru-guru dibina dengan memberikan materi secara teori maupun praktek yang langsung dipraktekkan oleh masing-masing kelompok yang telah dibagi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini berupa penjelasan teori, mendemostrasikan dan praktek. Hasil kegiatan ini nantinya berupa sebuah karya tari kreasi baru yang diciptakan oleh kelompok masing-masing dengan mengusung tema sesuai dengan keinginan kelompok. Wawasan dan keterampilan yang telah didapatkan selama pelatihan akan dipraktekan di sekolah masing-masing, sehingga tiap sekolah akan mengutus tim keseniannya dalam festival dan lomba seni yang ada baik di tingkat daerah hingga nasional.
Fungsi properti dalam mendukung suspense adegan fighting film the night comes for us sutradara timo tjahjanto Fikri, Irsyad; Yandi, Adri; Nursyam, Yesriva
Cinelook: Journal of Film, Television, and New Media Vol 2, No 1 (2024): Cinelook: Journal of Film, Television, and New Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/cl.v2i1.4353

Abstract

Film merupakan sebuah media berbasis teknologi yang digunakan sebagai penyampaian suatu ide, pesan dan gagasan pencipta untuk disampaikan kepada penonton. Film The Night Comes For Us menggunakan genre Action, Mystery, dan Thriller dengan tujuan utama yaitu memberi rasa ketegangan, penasaran, dan ketidakpastian pada penonton. Pesan moral yang ingin di sampaikan pada film ini yaitu bahwa siklus kekerasan ini sulit untuk dihentikan, dan sering kali berakhir dengan konsekuensi yang merusak bagi semua yang terlibat. Film The Night Comes For Us, penulis mewujudkan penata artistik dari segi penataan seting dan properti. Tata artistik pada karya film ini, didukung dengan teori mise en scene terutamanya suspense. Perancangan tata artistik dimulai dari mengkonsep seting dan properti. Proses dari penelitian karya film ini dilakukan dengan tahap pencarian data yaitu melakukan riset wawancara dengan Iqbal Marjono selaku Art Director dan Sahny Pratama selaku Graphic Designer untuk mendapatkan informasi tentang fungsi properti dalam mendukung ketegangan. Selain itu, tahap pencarian data juga dapat melalui studi kepustakaan yang diperoleh dari jurnal dan buku. Artistik pada film The Night Comes For Us menerapkan konsep seting dan properti yang memperlihatkan unsur kehidupan keseharian di kota.
Tari Katera Sebagai Bentuk Ungkapan Budaya Masyarakat Kota Bengkulu Nada Naqiah Rahmadini; Yesriva Nursyam; Yan Stevenson; Ninon Syofia
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): JUNI-JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/n163sh18

Abstract

Penelitian ini membahas Tari Katera sebagai bentuk ungkapan budaya masyarakat Kota Bengkulu. Tari Katera merupakan tari kreasi yang diciptakan oleh Iswanto pada tahun 1991 sebagai hasil pengembangan dari Tari Saputangan Bengkulu. Tari ini berkembang dalam kehidupan masyarakat Kota Bengkulu dan sering ditampilkan dalam acara adat perkawinan, khususnya pada acara bimbang gedang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Tari Katera sebagai bentuk ungkapan budaya masyarakat Kota Bengkulu. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Katera memiliki bentuk pertunjukan yang terdiri atas unsur gerak, penari, musik, busana, rias, properti, dan tempat pertunjukan. Sebagai bentuk ungkapan budaya masyarakat Kota Bengkulu, Tari Katera mencerminkan nilai-nilai kebersamaan, keharmonisan, kegembiraan, dan identitas budaya masyarakat. Kehadiran Tari Katera dalam upacara perkawinan adat menunjukkan hubungan yang erat antara seni dan kehidupan masyarakat. Selain itu, Tari Katera memiliki fungsi sebagai bagian dari upacara adat, fungsi nilai budaya, fungsi identitas budaya, dan fungsi hiburan bagi masyarakat Kota Bengkulu.
Karya Tari Galuik Dantiang Piriang di Era Digital: Kajian Eksistensi Elfira Rosa Nasution; Yesriva Nursyam; Eva Riyanti; Auliana Mukhti Maghfirah
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): JUNI-JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/8wtbkq87

Abstract

This study analyzes how the current digital era significantly influences the way the Galuik Dantiang Piriang dance is recognized, valued, and sustained; it aims to understand how this dance continues to thrive in the digital age. A qualitative research method was employed. Drawing on Jean-Paul Sartre’s theory that "existence precedes essence" meaning something acquires meaning through its actual existence and continued presence via actions and lived processes the study reveals that the dance is flourishing both on digital platforms and within the community, as technological advancements facilitate its continued development and preservation.
Studi Kasus Tari Mulo Pado pada Masyarakat Nagari Padang Magek Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar: Kajian Teks dan Konteks Rani Rahayu; Yesriva Nursyam; Muhammad Fikri; Auliana Mukhti
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-MARET
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/b1976862

Abstract

Tari Mulo Pado merupakan tari tradisional Minangkabau yang berkembang di Nagari Padang Magek, Kabupaten Tanah Datar, dan berfungsi sebagai media hiburan sekaligus komunikasi budaya yang memuat nilai sosial, sejarah, dan identitas masyarakat. Seiring modernisasi, fungsi dan intensitas penyajiannya dalam konteks adat mengalami pergeseran. Penelitian ini bertujuan mengkaji Tari Mulo Pado melalui aspek teks dan kontekstual. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis yang mana melalui teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan teks dan konteks dari  Y. Sumandiyo Hadi dan dukung dengan pendekatan semiotika dari Ferdinand De Sausuree. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Mulo Pado memiliki struktur gerak yang khas dan sarat makna simbolik yang merepresentasikan perjalanan nenek moyang Minangkabau serta nilai penghormatan, kebersamaan, usaha, dan dinamika sosial. Tari ini berfungsi sebagai bagian dari upacara adat dan simbol identitas masyarakat Nagari Padang Magek, serta memiliki potensi besar untuk terus dilestarikan sebagai warisan budaya Minangkabau.
Kreativitas Sanggar Sekintang Dayo Dalam Melestarikan Tradisi Topeng Labu Di Kota Jambi Provinsi Jambi Filza Lusaphira; A.A.I.A Citrawati; Auliana Mukhti Maghfirah; Yesriva Nursyam
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1405

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kreativitas Sanggar Sekintang Dayo dalam Melestarikan tradisi Topeng Labu di Kota Jambi Provinsi Jambi. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif bersifat deskriptif analisis, yaitu seluruh data yang diperoleh baik data lapangan dijabarkan kemudian dianalisis sesuai dengan permasalahan yang dirumuskan. Pendapat yang digunakan adalah tentang teori kreativitas oleh Robby Hidajat, teori pelestarian oleh Edy Sedyawati dan teori bentuk oleh Soedarsono. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas Sanggar Sekintang Dayo dalam melestarikan Topeng Labu diwujudkan melalui penciptaan tari kreasi Tudung Muko. Pelestarian yang dilakukan Sanggar Sekintang Dayo mencakup aspek perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan melalui kegiatan latihan, pewarisan kepada generasi muda, serta pementasan tari dalam berbagai kegiatan seni dan budaya sehingga tradisi Topeng Labu tetap dikenal dan dilestarikan oleh masyarakat.
Tari Piriang Badarai Sebagai Sumber Inspirasi Ekonomi Kreatif Pada Sanggar Seni Di Sumatera Barat Annisa Meitawardani; Eva Riyanti Riyanti; Yesriva Nursyam; Sri Meiweni Basra
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/87pp7755

Abstract

Tari Piriang Badarai merupakan tari kreasi yang berkembang di Sumatera Barat dan diciptakan oleh Rasmida. Tari ini tidak hanya berfungsi sebagai seni pertunjukan, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai sumber inspirasi ekonomi kreatif bagi sanggar seni dan pelaku seni. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Tari Piriang Badarai sebagai sumber ekonomi kreatif pada sanggar seni di Sumatera Barat, serta melihat bentuk pengemasan tari dan nilai tambah ekonomi yang dihasilkan bagi pengelola sanggar, penari, dan pemusik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada tiga sanggar seni, yaitu Sanggar Seni Sarueh di Kota Padang Panjang, Sanggar Seni Putri Nan Tungga di Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, dan Sanggar Seni Galatiak di Kabupaten Pesisir Selatan. Analisis data menggunakan teori ekonomi kreatif yang didukung oleh pendapat tentang seni pertunjukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Piriang Badarai dapat menjadi sumber inspirasi ekonomi kreatif melalui kegiatan pertunjukan dan pengemasan tari yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Pengemasan dilakukan dengan penyesuaian pada gerak, pola lantai, kostum, iringan musik, dan durasi pertunjukan tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisional Minangkabau. Kegiatan ini memberikan nilai tambah ekonomi bagi pengelola sanggar, penari, dan pemusik, serta berkontribusi dalam pelestarian budaya lokal. Dengan demikian, Tari Piriang Badarai tidak hanya berperan sebagai seni pertunjukan, tetapi juga sebagai ekonomi kreatif berbasis budaya yang mendukung keberlanjutan sanggar seni di Sumatera Barat