Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

KEANEKARAGAMAN JENIS DAN DISTRIUSI FITOPLANKTON SECARA VERTIKAL DI PERAIRAN PULAU BOKORI Padang, Reny W.A Lolo; Nurgayah, Wa; Irawati, Nur
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 5, No 1: Februari 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v5i1.10947

Abstract

Fitoplankton organisme yang berperan sebagai produsen primer di perairan laut, baik secara langsung maupun tidak langsung mendukung kehidupan organisme laut. Komposisi maupun kelimpahan fitoplankton sangat berpengaruh terhadap keberadaan sumber daya hayati laut lainnya di perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis dan distribusi fitoplankton secara vertikal di perairan Pulau Bokori. Pengambilan sampel fitoplankton dilakukan selama 6 minggu dengan interval waktu pengambilan sampel dua minggu sekali dari bulan Desember 2018 sampai Januari 2019. Variable utama dalam penelitian ini adalah keanekaragaman dan distribusi fitoplankton, sedangkan variable pendukung adalah parameter fisika dan kimia yang diukur langsung dari tempat penelitian dan laboratorium. Sampel fitoplankton disaring menggunakan jarring plankton ukuran 25 µm. pengambilan sampel dengan metode purposive sampling, yaitu pada masing-masing stasiun terbagi dalam 3 variasi kedalaman yaitu 0,5, 5 dan 10 meter. Hasil penelitian menunjukkan komposisi jenis fitoplankton yang ditemukan di Perairan Pulau Bokori berjumlah 4 kelas yaitu terdiri dari kelas Bacillariophycea (11 genera), kelas Dinophyceae (4 genera), kelas Cyanophyceae dan Coscinodiscophyceae masing-masing terdiri dari 1 genus. Kelimpahan fitoplankton berkisar 185-1601 ind/L. kelimpahan fitoplankton didominasi kelas Bacillariophyceae (Chetoceros sp). Kelimpahan tertinggi fitoplankton terdapat pada stasiun III kedalaman 0,5 meter. Sedangkan kelimpahan terendah fitoplankton stasiun II pada kedalaman 5 meter. Keanekaragaman fitoplankton pada perairan Pulau Bokori termasuk rendah dan pola distribusi fitoplankton di perairan Pulau Bokori yaitu mengelompok.Kata Kunci : fitoplankton, kedalaman berbeda, Pulau Bokori
Perbandingan Jumlah Tegakan Filamentous Alga pada thallus Kapapphycus alvarezii dan Eucheuma denticulatum di Perairan Desa Tanjung Tiram Devi, Devi; Kasim, Ma`ruf; Irawati, Nur
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alga filamen yang banyak menempel pada thallus Kapapphycus alvarezii sebagian besar adalah Chaetomorpha crassa, Cladophora sp. dan Elachista flaccida dan beberapa filamen Rhodophyta dan Phaeophyta. Keberadaan alga penempel pada budidaya rumput laut akan menimbulkan persaingan dalam mendapatkan cahaya matahari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan jumlah tegakan filamen alga yang menempel pada thallus Kapapphycus alvarezii dan Eucheuma denticulatum di Perairan Desa Tanjung Tiram. Hasil menunjukkan bahwa Filamen yang paling banyak mendominasi menempel pada thallus Eucheuma denticulatum yaitu jenis Chaetomopha crassa dengan jumlah filamen tertinggi sebanyak 155,6 tegakan/cm2 dengan berat basah 2,98 g, Cladophora sp. sebanyak 13,8 tegakan/cm2. Sedangkan pada thallus Kapapphycus alvarezii filamen yang mendominasi menempel yaitu dari jenis Elachista flaccida dengan jumlah filamen sebanyak 17,8 tegakan/cm2 terdapat pada hari ke-20. Hasil pengukuran parameter fisika-kimia perairan menujukkan bahwa suhu perairan berkisar antara 29-30°C, kecerahan pada lokasi penelitian yaitu 9,1-9,35 m, kecepatan arus berkisar 0,092-0,49 m/s. Parameter kimia perairan diperoleh salinitas berkisar 30-33 ppt, nitrat berkisar 0,0237-0,0416 mg/L, Fosfat berkisar 0,0015-0,0036 mg/L dan DO berkisar 5,7-6,4 mg/L. Hasil analisis korelasi pearson menegaskan bahwa pertumbuhan rumput laut mempunyai korelasi positif terhadap kecepatan arus dan Nitrat.Kata Kunci : Alga filamen, Jumlah tegakan, Parameter lingkungan, Analisis korelasi pearson
Perbandingan Kepadatan dan Keanekaragaman Diatom (Bacillariophyceae) pada Thallus Kappaphycus alvarenzii dan Eucheuma denticulatum pada Kedalaman Berbeda di Perairan Desa Tanjung Tiram Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan Ulfa, Hartina; Kasim, Ma`ruf; Irawati, Nur
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 1 (2020): Februari
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diatoms or bacillariophycea are very important as contributors to primary productivity in both pelagic and benthic waters. This study aims to determine the ratio of density and diversity of diatoms (Bacillariophyceae) on the thallus K. alvarezii and E. denticulatum at different depths. This research was carried out in the waters of Tanjung Tiram Village, North Moramo District, Konawe Selatan District. Water quality analysis and sample identification were conducted at the UHO FPIK Testing Laboratory, research was conducted in June to August 2019. Sampling is done randomly on the third inside. Sampling at each depth of 6 thallus is divided into 2 types of marine assemblage 3 of E. denticulatum and 3 of K. alvarezii so the total sample at the 10th day of observation was 18 thallus. This also applies to sampling the 20th and 30th day. The result of diatom density from seaweed K. alvarezii and E. denticulatum obtained diatom density between K. alvarezii seaweed 50 cm depth 454535 Cell / cm2 Depth 100 cm that is 118918 Cell / cm2 and depth 200 cm that is 74357 Cell / cm2 sea E. denticulatum depth of 50 cm is 17876 cells / cm2, depth of 100 cm is 58109 cells / cm2 and and depth of 200 cm is 47237 cells / cm2. Diversity value in seaweed K. alvarezii Depth of 50 cm is 0.136 Cell / cm2, depth of 100 cm is 0.168 Cell / cm2, and depth of 200 cm is 0.167 Cell / cm2, while seaweed E. denticulatum depth of 50 cm is 0.152 Cell / cm2, a depth of 100 cm is 0.124 cells / cm2, and a depth of 200 cm is 0.151 cells / cm2, there is no high diversity this is because the number of species found is still very small so the value of diversity is also low.Keywords: Density, Diatoms, Diversity, Waters of Tanjung Tiram, Verty Net
Biologi Kebiasaan Makan Ikan Kembung Perempuan (Rastrelliger brachysoma) di Perairan Teluk Staring Konawe Selatan Sulawesi Tenggara Putra, Apriawan Arufi; Asriyana, Asriyana; Irawati, Nur
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 6, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perairan Teluk Staring merupakan perairan semi terbuka yang berada di wilayah administrasi Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara. Ikan kembung adalah ikan pelagis kecil yang ditemukan hampir di seluruh perairan Indonesia termaksud di perairan Teluk Staring. Penelitian ini bertujuan untuk mendekskripsikan kebiasaan makanan dari ikan kembung yang tertangkap di perairan Teluk Staring konawe selatan. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan, mulai dari bulan Agustus sampai Oktober 2019 di perairan Teluk Staring Kabupaten Konawe Selatan Sulawesi Tenggara. Pengambilan contoh ikan kembung Perempuan dilakukan dengan interval waktu 2 kali pada setiap bulannya  menggunakan alat tangkap payang. Pengidentifikasian dilakukan dengan mengamati ciri-ciri morfologi, morfometrik, dan meristik ikan contoh.Ikan kembung yang telah ditangkap, diukur panjang total dan ditimbang bobotnya sehingga kebiasaan makanannya dapat dibandingkan berdasarkan kelompok ukuran panjang dan jenis kelamin.Pengukuran dilakukan dengan menggunakan mistar dengan ketelitian 1 mm. Selanjutnya berat total ditimbang dengan menggunakan timbangan analitik dengan ketelitian 0,1 g.Kata kunci : kembung perempuan, kebiasaan makan, Teluk Staring, Sulawesi Tenggara
Community Empowerment Based on Potential of Marine Resources in Tanjung Tiram Village, South Konawe District, Southeast Sulawesi . Asriyana; Nur Irawati; . Haslianti
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2018): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.4.1.12-21

Abstract

The village of Tanjung Tiram is a coastal area with considerable fishery resource potential. Community services activity through Program of student study service and community empowerment (KKN-PPM) program for 45 days from May 20th–July 16th 2017. The activity aims to provide knowledge and empower the community of Tanjung Tiram Village through the enhancement of value added potential of aquatic resources (seaweed and fish). The activity was conducted through training to make various processed food products based on seaweed and fish so that economic value of fishery products increases. In addition there are also alternative jobs for fishermen/communities who have been doing the utilization of natural resources that damage (no eco-friendly). The result that had been obtained in this activity was the community understand the method of processing and packaging of processed seaweed and fish products, and they have succeeded in making processed products in packaging that is ready to be marketed.
GROWTH OF GOSTFISH, Upeneus sulphureus IN KENDARI BAY, SOUTHEAST SULAWESI Asriyana Asriyana; Nur Irawati
AQUASAINS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.485 KB)

Abstract

Research on growth and condition factor of goatfish were carried out from May 2015 to November 2015 in Kendari Bay, Southeast Sulawesi. The purpose of this researchwas to analyze growth and condition factor of goatfish in Kendari Bay, Southeast Sulawesi. Fish samples were collected using bottom experimental gillnets and trammel nets with different mesh sizes ¾, 1, 1¼, and 1½ inch.Growth parameters were analyzed following von Bertalanffy formula using ELEFAN I software of package program of FiSAT II. A total of 386 individual fish was caught with ranged from 46–176 mm in the total length and 3,1 – 67,1g in weight. The length-weight relationship of goatfish is Lt= 184,42 {1E–1;5(t006)}
KOMPOSISI JENIS MAKROALGA DI PERAIRAN PULAU HARI SULAWESI TENGGARA (Spesies Composition Of Makroalga In Hari Island, South East Sulawesi) Ira Ira; Rahmadani Rahmadani; Nur Irawati
Jurnal Biologi Tropis Vol. 18 No. 2 (2018): Juli - Desember
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.47 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v18i2.770

Abstract

AbstractMakroalga is a large algae with a thallus body structure and has a chlorophyll pigment. Macroalga has an important role in marine waters both ecologically and economically. This study aims to provide information about the diversity of macroalgae in the waters of the Hari Island and the wealth of macroalgae in South East Sulawesi. The study was conducted in the waters of Hari Island, South East Sulawesi from mei to juli 2016. The observation was done by observing all types of macroalgae found in the area traversed. The results of the study found that the number of macroalgae species consisted of 25 species consisting of 11 orders, 14 families, 17 genera. The species composition was dominated by chlorophyta class (44%), rhodophyta class (28%) and phaeophyta class (28%). The water quality of Hari Island waters is still within the range that supports macroalgae growth. Keywords: Composition, macroalgae, Hari Island AbstrakMakroalga merupakan alga yang berukuran besar dengan struktur tubuh berupa thallus dan memiliki pigmen klorofil. Makroalga memiliki peranan penting di perairan laut baik secara ekologi maupun ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang keanekaragaman jenis makroalga di perairan Pulau Hari, sehingga diharapkan dapat memberikan gambaran kekayaan makroalga di Sulawesi Tenggara. Penelitian dilaksanakan di perairan Pulau Hari Kabupaten Konawe Selatan pada bulan mei-juli 2016. Pengamatan dilakukan dengan sistim jelajah yaitu mengamati semua jenis makroalga yang ditemukan pada area yang dilalui. Hasil penelitian jumlah jenis makroalga yang ditemukan terdiri atas 25 spesies yang meliputi 11 ordo, 14 famili, 17 genus. Komposisi jenis didominasi oleh kelas Chlorophyta (44 %), kelas Rhodophyta (28 %) dan kelas Phaeophyta (28 %). Kualitas air di perairan Pulau Hari masih berada dalam kisaran yang mendukung pertumbuhan makroalga. Kata kunci: Komposisi jenis, makroalga, pulau hari
Empowerment of Housewives in Utilizing Household Waste through Decoupage Handicrafts in Mokoau Village, Kendari City, Southeast SulawesiA Yusuf, Satira; Irawati, Nur; Dharmawati, Tuti
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Madani (JPMM) Vol. 5 No. 1 (2021): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Madani (JPMM) (DOAJ & SINTA 3 Indexed)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/10.21009/JPMM.005.1.08

Abstract

The problem faced by housewives in Mokoau Subdistrict of Kambu Kota Kendari is the lack of creativity and productivity, whare the absence of activities oriented towoards economic independence limited capital to start a business and a lack of skills both and hard skills in the world of entrepreneurship. This resulted in housewives beings perceived as being less able to help the family economy. The solution offered is through entrepreneurial activities in the form of utilization of household waste in the form of used can and glass bottles combined with tissue decoupage handicrafts. Throught this activity is to increase the incamo of housewives, especially in terms of utilization of household waste, so that it general the economic empowerment of the community can also increase.