Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Produktivitas primer perifiton di perairan air terjun Tinonggoli (Nanga-nanga) Kota Kendari Sulawesi Tenggara Fatmawati, .; Salwiyah, .; Irawati, Nur
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.456 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas primer perifiton di Perairan Air Terjun Tinonggoli Kota Kendari Sulawesi Tenggara.Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan mulai Februari sampai Maret 2016.Lokasi pengambilan sampel di bagi dalam tiga titik sampling. Titik sampling I (bagian atas air terjun), titik sampling II (di air terjun), dan titik sampling III  (di bendungan air terjun). Proses pengambilan sampel di lakukan dengan menggunakan metode rancangan acak (random sampling). hasilpengukuran parameter penunjang, yakni,: 0.022 ̶ 0.136 mg/L, : 0.0032 ̶ 0.0066 mg/L, suhu 23, kecerahan:  70-100%, pH: 5, kecepatan arus 0.02 ̶ 0,10. Produktivitas primer perifiton pada Air Terjun Tinonggoli (Nanga-Nanga) tergolong tinggi produktivitas primer kotor 382.81 ̶ 1.046.87 mg C//4 jam, produktivitas bersih 34.13 ̶ 187.50 mg C//4 jam, respirasi 348.69 ̶ 859.38 mg C//4 jam. Hasil regresi linear sederhana kecerahan sangat mempengaruhi produktivitas primer perifiton dengan persamaan   Y= 192.329 + 2.239 X, koefisien korelasi R = 0,092 dan koefisien  = 0.018 atau 18 % ,, dengan ragam didapatakan nilai   p = 0.001< 0.05 di sebabkan adanya pengaruh nyata. Nitrat Y = 0.68 +  -5.6145 X, dengan nilai  (Koefisien Determinasi) = 073 atau 73 % dan nilai R (Koefisien Korelasi) = 270. Hasil analisis sidik ragam di dapatkan nilai  p = 0.004< 0.05, adanya hubungan nitrat yang terhadap produktivitas primer perifiton. Dan fosfat Y = 0.04 + X ̶ 8.0408 nilai koefisien determinansi  rendah 0.30 dan nilai R= 012. Hasil analisis sidik ragam didapatkan nilai p = 0.002<0.05, adanya hubungan yang lemah fosfat terhadap produktivitas primer perifiton di perairan.Kata Kunci: produktivitas primer, perifiton, air terjun Tinonggoli.
Perbandingan kepadatan dan keanekaragaman perifiton pada subtrat buatan yang berbeda di Perairan Air Terjun Tinonggoli (Nanga-Nanga) Kota Kendari Sulawesi Tenggara Nasria, Rima; Salwiyah, .; Irawati, Nur
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.82 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kepadatan dan keanekaragaman perifiton pada substrat buatan yang berbeda di Perairan Air terjun Tinonggoli di kotakendari Sulawesi tenggaradi laksanakan selama dua bulan dari Februari sampai dengan bulan Maret 2016.Penentuan lokasi di dasarkan pada karakteristik perairan air terjun tinonggoli kota kendari dengan menggunakan metode rancangan acak (random sampling). Hasil pengukuran parameter utama, yakni NH3 dan PO4,0,022–0,136 mg/L, 0,0032–0,0066 mg/L. Hasil pengukuran parameter penunjang yakni suhu,kecerahan, pH, kecepatan arus, 23 °C, 70–100%,5–6, 0,02–0,10. Terdapat empat kelas yang menempati Perairan Air terjun TinonggolikotaKendari terdiri dari kelas Bacillariophyceae, kelas Cyanophyceae, kelas Zygnematophyceae,dan kelas Xantophyceae.Kelas Bacillariophyceae merupakan kelas yang paling dominan di perairan air terjun tinonggoli. Kepadatan perifiton pada bulan februari sampai maret berkisar 683,4–1348,8 sel/cm2. Kepadatan tertinggi ditemukan pada substrat batu alam yakni berjumlah 1348 sel/cm2.sementara yang terendah ditemukan pada substrat batako yakni berjumlah 683,4 sel/cm2. Kata Kunci: Kepadatan, Keanekaragaman, Perifiton, Air Terjun Tinonggoli
Keanekaragaman jenis dan kepadatan makroepifit pada (Eucheuma denticulatum) dalam Rakit Jaring Apung di perairan Desa Tanjung Tiram Kabupaten Konawe Selatan Supriatno, .; Kasim, Ma'ruf; Irawati, Nur
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 1, No 3 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.919 KB)

Abstract

Keberadaan makroepifit pada thallus rumput laut dapat menggangu keberhasilan budidaya. Makroepifit yang menempel pada thallus dapat mengurangi daya tahan rumput laut terhadap penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman jenis dan kepadatan makroepifit yang menempel pada rumput laut E. denticulatum yang dibudidaya menggunakan metode rakit jaring apung di Perairan Desa Tanjung Tiram Kabupaten Konawe Selatan. Analisis yang digunakan adalah rumus komposisi jenis, indeks keanekaragaman Shannon-Wienner, kepadatan relatife, indeks keseragaman rumus evenness dan indeks Dominansi Simpson. Hasil penelitian menunjukan bahwa Komposisi jenis makroepifit yang diperoleh yaitu 16 jenis, diantaranya 8 jenis dari kelas Rhodophyta, 6 jenis dari kelas Chlorophyta dan 2 jenis dari kelas Phaeophyta. Keanekaragaman jenis makroepifit tergolong pada kategori rendah yang berkisar antara 0,127 ̶ 0,336, keseragaman jenis berkisar 0,251 ̶ 1,151, yang mana keseragaman tertinggi pada hari ke-10 (1,117) dan hari ke-30 (1,151). Dominansi jenis berkisar 0,140 ̶ 0,555, dominansi tertinggi pada hari ke-30.. Hasil pengukuran kualitas perairan yang diperoleh kisaran suhu 29 ̶ 30oC, kecerahan 66 ̶ 83%, kecepatan arus 0,0479 ̶ 0,0752 m/det, pH 6 ̶ 7, salinitas 30 ̶ 33 ppt, nitrat 0,0040 ̶ 0,0510 mg/L, phospat 0,0030 ̶ 0,0153 mg/L, DO (oksigen terlarut) 6,6 ̶ 7,8 mg/L.Kata kunci : Makroepifit, Rakit Jaring Apung, Keanekaragaman, E. denticulatum
Komposisi By-catch Perikanan Lele Laut (Famili Plotosidae) di Perairan Teluk Kolono, Sulawesi Tenggara Asriyana, Asriyana; Halili, Halili; Irawati, Nur
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 4, No 1 (2020): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v4i1.10201

Abstract

The by-catch on the gill net fisheries is the current global fisheries problems and issues. This study aimed to analyze by-catch composition of fishery eel catfish (Plotosidae) in Kolono Bay, Southeast Sulawesi. Sampling was done monthly from April to July 2019, with bottom experimental gillnets of ¾, 1¼, 1½, 1 ¾, and 2 inches mesh sizes. The highest proportion of catches was found in by-catch (62.72%) than the main target, the family Plotosidae (37.28%). The by-catch includes 23 families consisting of two groups namely the useable by-catch 55.57% (19 families) and discarded by-catch 7.15% (4 families). Out of these 23 families, 44 species belong to the Least Concern (LC) and 24 species Not Evaluated (NE) categories on the IUCN red list 2019. The results showed that the use of bottom gillnets in eel catfish fisheries has a low selectivity which is characterized by high diversity and low dominance of by-catch.
Studi Tingkat Eksploitasi Kerang Simping (Placuna placenta. Swennen 2001) di Perairan Langere Kecamatan Bonegunu Kabupaten Buton Utara ., Hajaniar; ., Bahtiar; Irawati, Nur
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 4, No 3 (2019): Agustus
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerang simping (Placunaplacenta) merupakan bivalvia yang hidup di daerah intertidal dengan substrat berlumpur sampai lumpur lunak, yang saat ini berada dalam kondisi tertekan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat eksploitasi kerang simping, tingkat mortalitas alami, tingkat mortalitas penangkapan, dan tingkat eksploitasi kerang simping.Penelitian tentang Kerang simping dilakukan di Perairan Langere Kecamatan Bonegunu Kabupaten Buton Utara Provinsi Sulawesi Tenggara, yang merupakan daerah penangkapan kerang simping.Penelitian ini dilakukan selama bulan Januari sampai Maret 2018.Sampel diambil secara acak sederhana (random sampling) dan pengambilannya  dilakukan manual dengan menggunakan alat bantu pisau. Data dianalisis dengan menggunakan FiSAT II versi 3.0. Hasil analisistentang ukuran kerang pada bulan Januari sampai Maret yaitu ukuran kerang minimum 4,2 cm, sedangkan ukuran maksimum yang didapat yaitu 11,2 cm. Kelompok ukuran yang banyak ditemukan pada saat penelitian yaitu 6,92–10,31 cm, dan ukuran 7,6–8,95 cm. Ukuran kerang simping 4,2–6,9 cm tidak didapatkan pada bulan Maret. Parameter pertumbuhan kerangsimping di Perairan Langere panjang maksimum (L∞) 11,44 cm, Nilai koefisien pertumbuhan(K) 2,30, Nilai pertumbuhan(to) 1,81. Nilai Mortalitas dan Eksploitasi kerang simpingdi perairan Langere adalah Laju mortalitas penangkapan (F); 0.07, Laju mortalitas alami(M); 4.09, Mortalitas total(Z); 5.64, dan Tingkat eksploitasi(E); 0.017.Kata Kunci : Kerang Simping, Tingkat Eksploitasi, Perairan Langere
Studi Produktivitas Primer Fitoplankton Di Perairan Danau Motonuno Desa Lakarinta Kecamatan Lohia Kabupaten Muna Munirma, Munirma; Kasim, Ma`ruf; Irawati, Nur; Halili, Halili; Nadia, La Ode Abdul Rajab; S, Salwiyah
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 1 (2020): Februari
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas primer merupakan laju produksi karbon organik (karbohidrat) oleh organisme tumbuhan hijau yang memanfaatkan cahaya matahari untuk berfotosintesis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas primer fitoplankton dengan menggunakan metode oksigen botol terang dan botol gelap di perairan Danau Motonuno. Hasil penelitian produktivitas primer fitoplankton tertinggi dan terendah adalah 48.83 mg C/m3/ jam dan 20.41 mg C/m3/ jam. Hasil pengukuran parameter fisik dan kimia menunjukan bahwa kisaran nitrat 0.036 -0.0425 mg/L, phosphat 0.0161-0.0241 mg/L, intensitas cahaya 167.291-603.912 Lux, suhu 25-26°C dan kecerahan 5 meter, 2 meter dan 3 meter. Parameter lingkungan yang optimum dan tipe produktivitas primer fitoplankton yang diperoleh memberikan dampak positif terhadap kesuburan perairan.Kata Kunci: Produktivitas Primer Fitoplankton, Danau Motonuno, Parameter fisika dan Kimia Perairan.
STUDI KESUBURAN PERAIRAN BERDASARKAN UNSUR HARA DAN KLOROFIL-a DI PERAIRAN PULAU SAPONDA LAUT KECAMATAN SOROPIA, KABUPATEN KONAWE Harianto, Fahrunnisa; Nurgayah, Wa; Irawati, Nur
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 2, No 1: Februari 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v2i1.3591

Abstract

Penelitian inibertujuan untuk menganalisis tingkat kesuburan  perairanberdasarkan unsur hara dan klorofil-a di Perairan Pulau Saponda Laut. Penelitian ini dilaksanakan bulan November sampai dengan Desember 2015. Lokasi pengambilan sampel dibagi dalam dua stasiun. Stasiun I terletak di bagian Utara dan stasiun II terletak dibagian Selatan. Penentuan lokasi didasarkan pada karakteristik perairan Pulau Saponda Laut dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasil pengukuran parameter utama, yakni NO3, NO2, NH3 danPO4, 0,029 ̶ 0,03 mg/L, 0,004 ̶ 0,006 mg/L, 0,0156 ̶ 0,0238 mg/L dan 0,005 ̶ 0,006 mg/L. Hasil pengukuran parameter penunjang, yakni suhu, kecerahan, pH, salinitas dan DO perairan berkisar 29 ̶ 30°C, 12 ̶ 13 m, pH 7, 34 ̶ 35 ppt dan 7,4 ̶ 7,6 mg/L. Hasil pengukuran Klorofil-adi Pulau Saponda Laut rata-rata 0,97 ̶ 1,205 mg/L. Terdapat empat kelas fitoplankton yang menempati perairan Pulau Saponda Laut, yaitu kelas Bacillariophyceae, Cyanophyceae, Dinophyceae dan Chlorophyceae. Kelas Bacillariophyceae merupakan kelas yang paling dominan di perairan Pulau Saponda Laut. Kelimpahan fitoplankton tertinggi ditemukan pada Bulan Desember sebesar 375 ind/L Kategori kesuburan perairan dan klorofil-aPerairan Pulau Saponda Laut masuk dalam kategori perairan oligotrofik.Kata kunci: Fitoplankton,Kesuburan Perairan, Klorofil-a, Saponda Laut.
HUBUNGAN KLOROFIL-a KAITANNYA DENGAN PARAMETER FISIKA KIMIA DI PERAIRAN DESA TANJUNG TIRAM KECAMATAN MORAMO UTARA KABUPATEN KONAWE SELATAN Irman, .; Nurgayah, Wa; Irawati, Nur
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 2, No 4: November 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v2i4.3817

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan klorofil-a kaitannya dengan parameter fisika-kimia perairan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2016 di Perairan Desa Tanjung Tiram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dan analisis data menggunakan analisis deskripsi yaitu data disajikan dengan menjelaskan dan menggambarkan keadaan yang sesungguhnya. Parameter yang diamati meliputi kecerahan, arus, suhu, salinitas, pH, DO, nitrat, ortofosfat, dan klorofil-a. Berdasarkan hasil penelitian nilai klofil-a tertinggi pada stasiun III (karamba) dengan kosentrasi klorofil-a sebesar 1,425 mg/L. Tingginya kosentrasi klorofil-a pada stasiun III diduga masih adanya pengaruh aktifitas Karamba Jaring Apung yang dilakukan oleh masyarakat seperti pemberian pakan pada organisme yang dipelihara di Karamba jaring Apung. berdasarkan hasil pengukuran nilai klorofil-a pada keempat stasiun berkisar 0,775–1,425 mg/L. Hasil analisis deskripsi menunjukkan kontribusi parameter kimia perairan, korelasi yang signifikan terhadap klorofil-a adalah nitrat dan ortofosfat sedang parameter suhu, DO, pH, salinitas, dan arus tidak menunjukkan adanya hubungan.Kata Kunci :Tanjung Tiram, Klorofil-a, Fisika Kimia
STRUKTUR KOMUNITAS DAN POLA SEBARAN ZOOPLANKTON DI PERAIRAN DESA SAWAPUDO KECAMATAN SOROPIA KABUPATEN KONAWE Lilis, .; Nurgayah, Wa; Irawati, Nur
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 4, No 4: November 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v4i4.10767

Abstract

Zooplankton merupakan salah satu komponen dalam rantai makanan dalam kaitannya dengan produktivitas suatu ekosistem. Hal ini dikarenakan zooplankton berperan ganda sebagai baik konsumen level satu maupun level dua, yang juga menjadi rantai penghubung pada plankton dan nekton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Struktur Komunitas dan Pola Sebaran Zooplankton Di Perairan Desa Sawapudo, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe. Penentuan stasiun sampling menggunakan metode purposive sampling. Pengolahan data meliputi Komposisi Jenis, Kelimpahan, Indeks Keanekaragaman, Indeks Keseragaman, Indeks Dominansi, dan Indeks Morisita. Parameter perairan yang terukur ialah suhu, salinitas, kescerahan, kecepatan arus, derajat keasaman (pH), dan intensits cahaya. Hasil kelimpahan rata-rata zooplankton berkisar antara 31-50 ind/L pada pukul 06.00-07.00, 28-42 ind/L pada pukul 12.00-13.00 dan 30-51 ind/L pada pukul 18.00-19.00. Nilai indeks keanekaragaman berkisar antara 1,05 1,26; indeks keseragaman 0,75-0,88; dan indeks dominansi 0,06-0,21. Berdasarkan penelitian diperoleh hasil sebaran zooplankton seragam pada ketiga stasiun penelitian. Hasil peneltian menunjukan jenis zooplankton yang mendominasi perairan Sawapudo dari genus Copepoda, Nauplius, dan Tortanus sp. dari kelas Crustacea.Kata Kunci : Perairan Sawapudo, Struktur Komunitas, Pola Distribusi, Zooplankton
STUDI SEBARAN SUHU PERMUKAAN LAUT DI PERAIRAN TELUK BONE MENGGGUNAKAN CITRA AQUA MODIS Sunarni, Esse; Yasir Haya, La Ode Muhammad; Irawati, Nur
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 5, No 3: Agustus 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v5i3.13456

Abstract

Suhu permukaan laut merupakan salah satu parameter  oseanografi yang sangat penting bagi kehidupan organisme di lautan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran suhu permukaan laut dengan menggunakan citra satelit Aqua MODIS pada perairan Teluk Bone secara spasial dan temporal. Data yang digunakan yaitu data suhu permukaan laut bulanan April 2018-Maret 2019 yang diperoleh dari sensor satelit Aqua MODIS level-3 yang diunduh dari NASA (OCEAN COLOR atau link http://modis.gfsc.nasa.gov/data kemudian pengolahan data citra dilakukan menggunakan software SeaDas. Hasil dari data citra sebaran suhu permukaan laut tertinggi pada Mei 2018 berkisar antara 29,13-32,00oC terletak di perairan Palopo dan suhu permukaan laut terendah berada pada bulan Maret 2019 berkisar antara 27,10-30,60oC. terletak di perairan Bulukumba.Kata kunci: Teluk Bone, satelit Aqua MODIS, suhu permukaan laut.