Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Abu Ampas Tebu dan Kapur Terhadap Karakteristik Tanah Lempung Ekspansif (Studi Kasus : Tanah di Bojonegoro) Yanwar Eko Prasetyo; Yulvi Zaika; Arief Rachmansyah
Rekayasa Sipil Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2018.012.02.7

Abstract

In each region having different types of soil, one type of soil is expansive clay. In Indonesia, more than 1/5 of the land area in Indonesia are an expansive clay. This type of soil will affected by changes in water content and experience significant shrinkage. Therefore, to improve the soil and minimize shrinkage growth, an effort is needed, one of which is soil stabilization. Physical testing of soil with soil samples in the district Ngasem, Kab. Bojonegoro which is expansive clay soil shows that the CBR value is 3.953%, and the swelling value is 6.1858%. With such physical conditions with low carrying capacity it is necessary to stabilize the soil on clay in Bojonegoro. Stabilization efforts carried out are by chemical stabilization by mixing soil samples with additives in the form of bagasse and lime ash. The results of the physical soil test from the preliminary research conducted by the author by mixing bagasse ash in the soil with variations in levels of 8%, 10%, 12%, 14% showed a mixture of 8% bagasse ash was the optimum level for repairs to the soil. So it is used a mixture of 8% bagasse ash with the addition of variations in lime content of 4%, 6% and 8% of the total weight of the mixture. A mixture of 8% bagasse ash and 6% lime content produced a CBR value of 9,324%, this CBR value increased to 135.87%. While the swelling value is 0.1681%, with the same mixture level. This swelling value decreased to 97.28%. For the value of free development it decreased to 217.7% from the previous one which amounted to 70.59% to 22.22%.
ROCK SLOPE STABILITY OF PONOROGO - PACITAN ROAD KM 232.5 USING ROCK MASS RATING (RMR) AND ROCPLANE SOFTWARE Hasyim Alhadar; Arief Rachmansyah; Eko Andi Suryo
Rekayasa Sipil Vol 15, No 3 (2021)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Geological structures and discontinuities in the rock are weak areas and groundwater infiltration pathways. The existence of geological structures and discontinuities will reduce the level of rock shear strength and the main implication is to increase the chance of landslides. The purpose of this study was to determine the type of sliding on rock slopes, rock mass classification, and to determine the stability of the rock slopes. Kinematic analysis obtained landslide type, rock mass classification analysis including medium rock mass class with an RMR value of 53. Slope stability analysis based on the generalized criteria Hoek & Brown failure obtained a safety factor value of 1.55 with a slope angle of 60°. Slope stability analysis based on Mohr-Coulomb criteria obtained a safety factor value of 1.59 with a slope angle of 70°.
ANALISIS STABILITAS TIMBUNAN SAMPAH AKIBAT PENGARUH AIR HUJAN DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM GEOSTUDIO (Studi Kasus TPA Bestari, Jl. Anggrek, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur) Rizkishoiful Kodri; Arief Rachmansyah; Eko Andi Suryo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertambahan populasi penduduk khususnya daerah pemukiman kota meningkatkan jumlah sampah padat perkotaan. Sistem pengolahan timbunan sampah pada tempat pembuangan akhir (TPA) kurang efisien sehingga melebihi kapasitas. Pada penelitian ini, dilakukan analisis stabilitas lereng untuk mengetahui angka keamanan pada lereng yang akan ditinjau. Pemodelan timbunan sampah direncanakan tinggi timbunan sampah adalah 21 meter dan sudut timbunan sampah 40o. Angka keamanan pada program ini menggunakan limit equilibrium method dan menambahkan piezometric line atau muka air tanah untuk diperhitungkan dalam analisis stabilitas lereng timbunan sampah dalam kondisi basah. Dalam penelitian ini digunakan metode Morgenstern-Price dan Bishop. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk perbandingan hasil analisis stabilitas timbunan sampah pada saat ketinggian maksimum dalam kondisi timbunan sampah kering dan basah menggunakan analisis program geostudio. Dari penelitian yang telah dilakukan, didapatkan jenis keruntuhan lereng berupa keruntuhan pada lereng timbunan sampah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai faktor keamanan pada ketinggian timbunan sampah kering 21 meter dengan menggunakan metode Morgenstern-Price adalah sebesar 1.307 dan menggunakan metode Bishop sebesar 1,309. Hal ini menunjukkan lereng aman, sehingga timbunan sampah pada kondisi kering dianggap tidak masalah dinaikkan sampai pada ketinggian timbunan sampah mencapai 43 meter dan penentuan ketinggian timbunan akan ditentukan dari hasil analisis timbunan sampah dalam kondisi basah. Hasil analisis stabilitas lereng pada kondisi basah pada ketinggian timbunan sampah 21 meter menggunakan metode Morgenstern-Price adalah sebesar 1,046 dan menggunakan metode Bishop sebesar 1,046. Pada saat timbunan sampah mencapai tinggi maksimum dengan ketinggian timbunan sampah mencapai 23 meter didapatkan nilai faktor keamanan dengan menggunakan metode Morgenstern-Price adalah sebesar 0,994 dan menggunakan metode Bishop sebesar 0,993. Sehingga direkomendasikan timbunan sampah hanya mencapai pada ketinggian timbunan sampah 23 meter.
Analisis Stabilitas Timbunan Sampah di Lahan Miring dengan Menggunakan Finite Element Method Tarigan, Robertho Augus Zianta; Arief Rachmansyah; Yulvi Zaika
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya jumlah penduduk membuat konsumsi masyarakat juga meningkat. Peningkatan konsumsi itu membuat semakin banyak sampah yang dihasilkan dan membuat penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menjadi semakin tinggi bahkan bisa sampai kelebihan kapasitas. Salah satu penyebab terjadinya longsoran sampah adalah curah hujan yang tinggi. Untuk mencegah kelongsoran dan untuk memaksimalkan kapasitas TPA, pada penelitian ini peneliti menggunakan analisis stabilitas timbunan sampah guna memeriksa keamanan dari lereng akibat tumpukan sampah tersebut. Lereng dikatakan stabil jika gaya penahan lebih besar dari gaya penggerak, jika terjadi sebaliknya maka akan terjadi kelongsoran. Dalam penelitian ini, peneliti ingin mengidentifikasi stabilitas timbunan sampah pada saat kondisi kering maupun kondisi basah dan pada ketinggian berapa timbunan sampah akan longsor. Lokasi penelitian yang digunakan yaitu TPA Mrican Kabupaten Ponorogo pada bulan Maret 2022. Data yang digunakan bersumber dari Data Primer berdasarkan penelitian terdahulu sebagai data parameter sampah, total gaya, momen yang bekerja dan Data Sekunder berdasarkan pengumpulan data atau informasi pada jurnal-jurnal terkait. Pada penelitian ini, peneliti akan menganalisis stabilitas lereng sampah pada potongan melintang B-B’ dan potongan melintang C-C’ dengan menggunakan program plaxis. Pemodelan ketinggian awal timbunan sampah potongan B-B’ 10 meter dengan kemiringan lereng 40o dan ketinggian awal potongan C-C’ 10 meter dengan kemiringan lereng 35o. Muka air tanah akan ditambahkan pada perhitungan analisis stabilitas pada saat kondisi basah. Dari penelitian yang telah dilakukan, pada ketinggian awal nilai faktor keamanan lereng timbunan sampah potongan melintang B-B’ saat kondisi kering sebesar 2,344 dan saat kondisi basah 2,160. Dengan kenaikan setiap 4 meter, hingga ketinggian 44 meter saat kondisi kering dan saat kondisi basah tidak mengalami kelongsoran dengan nilai faktor kemanan 1,152 pada kondisi kering dan 1,128 pada kondisi basah. Sedang nilai faktor keamanan potongan melintang C-C’ saat ketinggian awal sebesar 2,280 saat kondisi kering dan 2,005 saat kondisi basah. Dengan kenaikan setiap 4 meter, hingga ketinggian 30 meter saat kondisi kering dan saat kondisi basah tidak mengalami kelongsoran dengan nilai faktor kemanan 1,421 pada kondisi kering dan 1,306 pada kondisi basah.. Berdasarkan hasil analisis, ketinggian timbunan sampah yang disarankan pada potongan melintang B-B’ 34 meter dan potongan melintang C-C’ 30 meter dikarenakan lereng timbunan sampah berada pada kondisi aman. Kata kunci : analisis stabilitas lereng, faktor keamanan, timbunan sampah dalam kondisi kering dan basah, longsor.
Perbaikan Daya Dukung Tanah Lunak dengan Kolom Granular Berintikan Bongkaran Beton Ridlo Febrian Firdianggi; Yulvi Zaika; Arief Rachmansyah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai negara berkembang, Indonesia sedang gencarnya melakukan pembangunan infrastruktur untuk menunjang permbangunan nasional. Namun, dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur tersebut sering dihadapkan pada permasalahan, salah satunya adalah tanah lunak yang tersebar hampir menyeluruh di seluruh pulau Indonesia. Apabila permasalahan terkait tanah lunak ini tidak ditangani dengan baik akan berpotensi membahayakan seperti terjadinya penurunan pada permukaan tanah akibat proses konsolidasi yang terjadi pada tanah, sehingga dapat mengakibatkan kerusakan pada infrastruktur yang dibangun di atasnya. Maka dari itu, sekarang telah banyak metode perbaikan tanah yang dikembangkan antara lain, vertical drain, kolom granular, penambahan zat aditif, dan lain-lain. Pada penelitian ini, material geosintetik yang umumnya disebut prefabricated vertical drain akan diisi dengan matrial limbah bongkaran beton dengan persentase campuran gradasi yang telah ditentukan untuk mengetahui pengaruhnya. Kata Kunci: Vertical Drain, Tanah Lunak, Limbah Bongkaran Beton
Analisis Stabilitas Timbunan Sampah pada TPA Jabon Kabupaten Sidoarjo Menggunakan Metode Elemen Hingga Hamid Syarif Hidayatullah; Arief Rachmansyah; Yulvi Zaika
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Timbulan sampah di Kabupaten Sidoarjo yang setiap hari diangkut dan ditimbun diTPA Jabon dengan sistem controlled landfill. Volume dan ketinggian timbunan sampah yang terus meningkat dibutukan pengendalian secara geoteknik dengan melakukan perhitungan stabilitas timbunan sampah supaya menghidari adanya potensi kelongsoran lereng timbunan dan timbunan sampah yang ditampung oleh TPA dapat optimal. Penelitian dilaksanakan di TPA Jabon, Kabupaten Sidoarjo pada Juli 2023 menggunakan data primer dan sekunder. Data primer meliputi parameter mekanik tanah dasar dan material sampah. Sedangkan data sekunder meliputi peta topografi timbunan sampah. Analisis stabilitas timbunan dilakukan dengan bantuan perangkat lunak menggunakan metode elemen hingga atau Finite Element Method (FEM). Analisis stabilitas timbunan sampah dilakukan untuk memperoleh angka keamanan lereng timbunan pada kondisi eksisting dan timbunan yang ditinggikan dengan sudut bervariasi. Perhitungan umur rencana timbunan juga dilakukan guna memperoleh rekomendasi geometri timbunan yang paling optimal. Berdasarkan hasil analisis, timbunan sampah di TPA Jabon pada bulan Juni 2023 memiliki ketinggian maksimum 11 m (sudut 30°) dengan nilai faktor keamanan sebesar 2,34 yang berarti lereng dalam kondisi stabil dan masih dapat ditinggikan.. Penambahan tinggi timbunan dengan kemiringan lereng 11:5 (sudut 24,5°) stabil hingga 40 m (FS = 1,4), kemiringan lereng 9:5 (sudut 29°) stabil hingga 30 m (FS = 1,27), kemiringan lereng 7:5 (sudut 35,5°) stabil hingga 15 m (FS = 1,33). Dari perhitungan umur rencana timbunan, geometri lereng timbunan 11:5 memiliki umur rencana sebesar 6 tahun 3 bulan, geometri lereng timbunan 9:5 sebesar 6 tahun 6 bulan, dan geometri lereng timbunan 7:5 sebesar 4 tahun 6 bulan. Oleh karena itu, peneliti merekomendasikan geometri lereng timbunan di TPA Jabon berbentuk bench and toe dengan panjang bench sebesar 3 m, toe kemiringan 9:5.
Pengaruh Waktu Injeksi dan Pemeraman terhadap Nilai Kuat Geser, CBR, dan Potensi Pengembangan pada Perbaikan Tanah Lempung Ekspansif Muhammad Taufani Satriagung; Arief Rachmansyah; Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cassagrande (1939) membuktikan bahwa elektrokinetik dapat diterapkan pada tanah yang memiliki butir halus dengan kadar air tinggi, penerapan elektrokinetik mampu meningkatkan teganan efektif dengan menurunkan tekanan air pori pada tanah. Hal ini menjadikan elektrokinetik banyak digunakan sebagai metode perbaikan tanah berbutir halus. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki tanah ekspansif dan mengetahui pengaruh waktu injeksi dan pemeraman terhadap nilai kuat geser, CBR, dan potensi pengembangan pada perbaikan tanah ekspansif menggunakan metode injeksi elektrokimia. Metode injeksi elektrokimia merupakan metode perbaikan tanah yang menanfaatkan fenomena elektroosmosis atau aliran yang terjadi pada material padat akibat adanya perbedaan tegangan listrik yang diberikan pada tanah. Pada penelitian ini, dilakukan injeksi larutan kimia CaCl2 dengan konsentrasi 10% dan tegangan listrik sebesar 18 volt dengan variasi waktu injeksi selama 6,9, dan 12 hari serta melalui masa pemeraman dengan variasi 7, 10, dan 14 hari. Injeksi dilakukan pada sampel tanah dengan dimensi 150x150x400 milimeter. Pada penelitian ini diketahui bahwa dengan adanya variasi perbedaan waktu injeksi dan pemeraman diperoleh bahwa nilai kuat geser tertinggi terjadi pada sampel dengan waktu injeksi 9 hari dan pemeraman 10 hari dengan nilai kuat geser sebelumnya sebesar 3.07 kN/m2 menjadi 28.9 kN/m2. Lalu nilai CBR kondisi terdendam tertinggi diperoleh pada sampel dengan waktu injeksi 10 hari dan pemeraman selama 14 hari yang sebelumnya sebesar 0.0093% menjadi 2.8% pada penetrasi 0.1’ dan pada penetrasi 0.2’ dengan nilai awal sebsar 6.8% menjadi 14.3%. Sedangkam nilai perbahan potensi pengembangan tertinggi dengan nilai awal 5.8% menjadi 0.1% terjadi pada 2 sampel. Sampel pertama dengan variasi waktu injeksi 6 hari dan pemeraman selama 7 hari, dan sampel kedua dengan variasi 12 hari waktu injeksi dan 7 hari waktu pemeraman. Kata kunci: injeksi elektrokimia, larutan CaCl2, lempung ekspansif, kuat geser, CBR, potensi pengembangan
Pengaruh Konsentrasi Larutan dan Voltase terhadap Potensi Pengembangan dan Kuat Geser pada Proses Perbaikan Tanah Ekspansif dengan Metode Injeksi Larutan Kalsium Klorida (CaCl2) Muhammad Royhan Ferdiansyah; Arief Rachmansyah; Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan infrastruktur di Indonesia baru-baru ini sedang mengalami peningkatan yang pesat. Para kontraktor kadang terpaksa harus melakukan proyek konstruksi diatas tanah dengan kualitas yang kurang baik. Salah satunya ialah tanah ekspansif, yaitu tanah yang cenderung mengalami pembengkakan ketika terpapar air dan penyusutan ketika kehilangan air. Cassagrande (1939) membuktikan bahwa elektrokinetik dapat diterapkan pada tanah yang memiliki butir halus dengan kadar air tinggi. Penerapan elektrokinetik mampu meningkatkan tegangan efektif dengan menurunkan tekanan air pori pada tanah. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki tanah ekspansif dan mengetahui pengaruh konsentrasi larutan dan voltase terhadap nilai kuat geser dan potensi pengembangan pada perbaikan tanah ekspansif menggunakan metode injeksi elektrokimia. Pada penelitian ini, dilakukan injeksi larutan kimia kalsium klorida (CaCl2) dengan variasi konsentrasi larutan sebesar 5%, 10%, 15% dan variasi voltase sebesar 15 volt,18 volt, dan 24 volt. Proses injeksi dilakukan selama 6 hari. Setelah itu, dilanjutkan dengan masa pemeraman selama 10 hari. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh dari variasi konsentrasi larutan dan voltase. Nilai kuat geser tertinggi terjadi pada sampel dengan variasi konsentrasi larutan kalsium klorida (CaCl2) sebesar 15% dan variasi voltase sebesar 24 volt, dengan nilai kuat geser sebelumnya sebesar 3.07 kN/m2 menjadi 10.2 kN/m2. Sedangkan nilai penurunan potensi pengembangan terbesar terjadi pada sampel dengan variasi konsentrasi larutan kalsium klorida (CaCl2) sebesar 15% dan variasi voltase sebesar 18 volt, dengan nilai potensi pengembangan sebelumnya 6.48% menjadi 0.01%. Kata Kunci: injeksi elektrokimia, larutan CaCl2, lempung ekspansif, kuat geser, potensi pengembangan
Pengaruh Curah Hujan dan Gempa terhadap Lereng pada Proyek Pembangunan Taman Teknologi Tower Turyapada dengan Metode Kesetimbangan Batas anita febrianti; Yulvi Zaika; Arief Rachmansyah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek Pembangunan Taman Teknologi Tower Turyapada terletak di Provinsi Bali, dimana pada lokasi tersebut rawan mengalami gempa bumi dan terletak di perbukitan sehingga memiliki curah hujan tinggi. Pada lereng yang ditinjau akan dibangun perkerasan jalan sehingga dibutuhkan analisis stabilias lereng menggunakan geostudio untuk mengetahui nilai keamanan (SF) lereng. Analisis tersebut akan dilakukan dengan pengaruh curah hujan dan gempa terhadap lereng. Pada penelitian ini memasukkan parameter tanah berupa nilai kohesi, berat jenis tanah, sudut geser dalam, dan permeabilitas. Untuk pembebanan yang digunakan berupa beban perkerasan jalan, beban kendaraan, beban akibat curah hujan, dan beban gempa. Didapatkan nilai SF lereng alami sebesar 1,882; lereng galian sebesar 3,228; lereng galian dengan perkerasan jalan sebesar 3,173; lereng galian dengan perkerasan jalan dipengaruhi curah hujan sebesar 2,906; lereng galian dengan perkerasan jalan dipengaruhi gempa sebesar 2,637. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa lereng termasuk lereng stabil dan tidak perlu perkuatan. Kata kunci: stabilitas lereng, bishop, safety factor
Pengaruh Besaran Tegangan Listrik dan Konsentrasi Larutan CaCl2 pada Metode Injeksi Elektrokimia terhadap Sifat Mekanis Tanah Lempung Ekspansif Rindra Desta Vionanda; Arief Rachmansyah; Yulvi Zaika
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan infrastruktur yang pesat di Indonesia telah menyebabkan berkurangnya lahan konstruksi dengan kualitas tanah yang baik. Kualitas tanah sangat penting untuk menunjang beban infrastruktur, dan kondisi tanah yang kurang ideal dapat mempengaruhi proses konstruksi secara signifikan. Seringkali, kontraktor harus membangun di tanah yang kurang ideal, seperti tanah ekspansif, yang menggembung saat basah dan menyusut saat kering, sehingga memerlukan perlakuan khusus sebelum pembangunan. Cassagrande (1939) menunjukkan bahwa elektrokinetika dapat diterapkan pada tanah berbutir halus dengan kandungan air tinggi. Penggunaan elektrokinetika dapat meningkatkan tegangan efektif dengan cara menurunkan tekanan air pori tanah, membuatnya menjadi metode yang sering digunakan untuk memperbaiki tanah berbutir halus. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki tanah ekspansif dan mengkaji pengaruh konsentrasi larutan dan tegangan terhadap kekuatan geser dan ekstensibilitas tanah ekspansif dengan menggunakan metode electrospray. Metode ini melibatkan elektroosmosis (pergerakan air melalui bahan padat dalam medan listrik) atau aliran larutan yang dapat terpolarisasi oleh tegangan atau arus. Dalam penelitian ini, larutan kalsium klorida (CaCl2) dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15%, serta tegangan 15V, 18V, dan 24V diinjeksikan ke dalam tanah. Penyuntikan berlangsung selama 9 hari, dilanjutkan dengan masa penyembuhan 7 hari. Sampel tanah berukuran 150x150x400 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan konsentrasi larutan dan tegangan mempengaruhi hasil pengujian. Nilai kekuatan geser tertinggi diperoleh pada sampel dengan penurunan kemampuan pengembangan terbesar, yang terjadi pada sampel X39 dengan konsentrasi larutan CaCl2 5% dan tegangan 24V, dimana kemampuan pengembangannya menurun dari 6,48% menjadi 0,03%. Kata Kunci: injeksi elektrokimia, larutan CaCl2, lempung ekspansif, kuat geser, potensi pengembangan.