Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PEMERIKSAAN IVA TEST KERJASAMA PKBI JAWA TENGAH DI LAPAS BULU KELAS II SEMARANG JAWA TENGAH Novita Nining Anggraini; Nuke Devi Indrawati; Erna Kusumawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 2, No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpmk.v2i1.5369

Abstract

Kanker leher rahim atau biasa dikenal dengan kanker serviks merupakan salah satu penyebab kematian terbesar bagi perempuan, setidaknya setiap tahun diseluruh dunia lebih dari 270.000 kematian terjadi akibat kanker leher Rahim.  IVA tes (inspeksi visual dengan asam asetat) merupakan cara sederhana untuk mendeteksi kanker leher rahim sedini mungkin. IVA tes merupakan pemeriksaan leher rahim (serviks) dengan cara melihat langsung (dengan mata telanjang) leher rahim setelah memulas leher rahim dengan larutan asam asetat 3-5%. Solusi dan Metode Pendekatan dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang IVA Test ke wanita usia subur di LAPAS BULU Kelas II, Melakukan sosialisasi tentang cara melakukan IVA Test dengan benar, Pendampingan  wanita  usia  subur  untuk  melakukan  IVA Test dengan benar. Melalui penyuluhan dan melakukan pemeriksaan IVA Test diharapkan wanita usia subur di LAPAS BULU Kelas II tetap teratur mengikuti program deteksi kanker leher rahim ini. Prosedur kerja pengabdian masyarakat  ini merupakan aplikasi teori PROCEED oleh L. Green (1991) yang berisi implementasi kepada masyarakat, evaluasi proses dan hasilnya .Universitas Muhammadiyah Semarang khususnya program studi D III Kebidanan berkerjasama dengan PKBI Jawa Tengah diharapkan melaksanakan program penyuluhan dan pemeriksaan IVA Test dan berkelanjutan sehingga bisa dijadikan pengalaman dalam memberikan asuhan kebidanan secaara cepat dan tepat khususnya pada gangguan reproduksi perempuan.
PENGABDIAN BIDAN PEMASANGAN DAN PELEPASAN KONTRASEPSI IUD, IMPLANT DAN PEMERIKSAAN IVA KERJASAMA UNIMUS, PKBI DAN P2KP DI KOTA SEMARANG Nuke Devi Indrawati; Dewi Puspitaningrum; Erna Kusumawati; Alja Elmi Untari; Ika Puspita Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpmk.v2i2.5946

Abstract

Data Kemenkes per 31 Januari 2019, terdapat angka kanker payudara 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk dan kanker serviks sebesar 23,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 13,9 per 100.000 penduduk. Kemenkes telah berupaya untuk pencegahan dan pengendalian kanker di Indonesia dengan cara deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks pada perempuan usia 30-50 tahun. Data Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan terdapat dua jenis kanker yang paling banyak diderita masyarakat Indonesia, yakni kanker payudara dan kanker leher rahim (serviks). Tujuan pengabdian ini memberikan pemeriksaan IVA Test dan melakukan pemasangan dan pelepasan Implant dan IUD. Metode pengabdian ini menggunakan studi lapangan, FGD, Pemeriksaan langsung, meliputi : Penyuluhan dan pemeriksaan IVA Test, Pendidikan Kesehatan tentang KB MKJP IUD dan Implant serta pemasangan dan pelepasan Implant dan IUD. Hasil : di kelurahan Bandarharjo wanita usia subur yang positif  sejumlah 7 orang (20 %), peserta yang IVA Test yang negatif sejumlah 28 orang (80 %). Pemeriksaan IVA di Test di Lapas Bulu dari total 22 yang diperiksa hasilnya 95,45 % IVA Test Negatif. Sasaran Safari KB adalah PUS warga Kelurahan Kalicari, Kota Semarang. Implant ada 8 PUS dan IUD ada 3 PUS. Simpulan pengabdian ini dapat memberikan informasi kepada WUS tentang deteksi dini Lesi Pra Kanker dan pemasangan Implant dan IUD gratis pada akseptor lama MKJP.
LITERATUR REVIEW : HUBUNGAN FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PREEKLAMSIA PADA IBU HAMIL Devi Rahma Nila Latifi; Nuke Devi Indrawati; Dewi Puspitaningrum; Siti Nurjanah
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preeklampsia adalah sekumpulan gejala yang timbul pada wanita hamil,bersalin dan nifas yangterdiri dari hipertensi, edema dan proteinuria yang muncul pada kehamilan 20 minggu sampai akhirminggu pertama setelah persalinan. Data dari Bank Dunia menyatakan bahwa rasio AKI diIndonesia sebesar 177 per 100.000 kelahiran hidup pada 2017 . Dalam tujuan PembangunanBerkelanjutan / Sustainable Development Goals (SDGs), target  AKI adalah 70 per 100.000 kelahiranhidup pada tahun 2030. Masalah penelitian ini adalah faktor – faktor yang berhubungan dengankejadian preeklampsia pada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebabkejadian preeklampsia pada ibu hamil. Sesuai dengan permasalahan tersebut, maka menjadi sangatmenarik apabila mengkaji mengenai faktor- faktor yang terdiri dari usia, pendidikan, paritas danpekerjaan yang menyebabkan kejadian preeklampsia pada ibu hamil. Metode yang digunakan dalampenelitian ini yaitu literatur review dengan menganalisis sejumlah artikel yang ditentukan. Dalampenelitian ini digunakan sebanyak 8 artikel mengenai preeklampsia dan kehamilan . Dari hasilanalisis literature review disimpulkan bahwa ada banyak faktor penyebab preeklampsia pada ibuhamil adalah Faktor usia , pekerjaan , pendidikan , riwayat kesehatan ibu , berat badan,pengetahuan , dan pekerjaan . Dengan adanya faktor ini diharapkan menjadi screening dalampenanganan kasus preeclampsia dilapangan dan peningkatan kesehatan ibu dalam penurunan AKI diIndonesia  Kata Kunci : Kehamilan, Paritas, Pendidikan , Pekerjaan, Umur
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KANKER SERVIKS DENGAN PEMERIKSAAN PAP SMEAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEGANDAN KOTA SEMARANG TAHUN 2011 Yulia Puspitasari; Nuke Devi Indrawati; Ninik Pujiati
Jurnal Kebidanan Vol 1, No 1 (2012): February 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.19 KB) | DOI: 10.26714/jk.1.1.2012.67-72

Abstract

Mengetahui hubungan pengetahuan dan tingkat pendidikan ibu tentang kanker serviks dengan pemeriksaan Pap Smear di Puskesmas Pegandan Kota Semarang Tahun 2011. Jenis penelitian adalah analitik. Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah populasi 7218 responden. Sampel penelitian menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Uji Statistik yang digunakan Chi-Squere.Jumlah sampel 99 responden dan kuesioner sebagai instrumennya. Mayoritas responden yang berpengetahuan baik tentang kanker serviks sebanyak 50 responden (50%). Mayoritas responden memiliki tingkat pendidikan menengah yaitu sebanyak 51 responden (51,5%). Mayoritas responden tidak pernah melakukan pemeriksaan Pap Smear yaitu sebanyak 82 responden (82,8%). Hasil uji hubungan yaitu tidak adahubungan tingkat pengetahuan bermakna antara tingkat pengetahuan ibu tentang kanker serviks dengan pemeriksaan Pap Smear dan tidak ada hubungan bermakna antara tingkat pendidikan ibu dengan pemeriksaan Pap Smear.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PNEUMONIA DAN CARA PENANGANAN PADA ANAK BALITA DI WILAYAH PUSKESMAS NGESREP KOTA SEMARANG Lidya Rizcha Hasyim Hasibuan; Nuke Devi Indrawati; Wening Andarsari
Jurnal Kebidanan Vol 4, No 2 (2015): August 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.222 KB) | DOI: 10.26714/jk.4.2.2015.8-10

Abstract

Latar belakang   : WHO 2006 mengatakan lebih 2 juta balita meninggal akibat pneumonia. Data Indonesia 7-13% kasus berat. Menurut Dinas kesehatan Jawa Tengah tahun 2012 angka pneumonia 24,74% angka ini menurun jika dibandingkan tahun 2011 sebesar 25,5%. Puskesmas Ngesrep bulan januari-april 2014 mencatat 400 balita terkena pneumonia. Tujuan  : Mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang pneumonia dan cara penanganan pada anak balita diwilayah kerja puskesmas Ngesrep Kota Semarang. Metode Penelitian : Jenis penelitian deskriptif, rancangan survey, pendekatan cross sectional, populasi 46 orang , sampel jenuh 46 orang dengan menggunakan instrument kuesioner. Hasil :  Sebagian besar Pengetahuan ibu tentang pneumonia kurang yaitu sebanyak 19 orang, hal ini dikarenakan kurangnya pemberian informasi dari tenaga kesehatan. Sedangkan mayoritas pengetahuan cara penanganan tergolong cukup yaitu 17 orang , hal ini dikarenakan responden sudah diberi langsung setelah berobat oleh tenaga kesehatan. Kesimpulan : Mayoritas Pengetahuan ibu tentang pneumonia kurang sebanyak 17 orang (41,3%) sedangkan mayoritas pengetahuan ibu tentang cara penanganan cukup sebanyak17 orang (37,0%).
PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG PERAWATAN TALI PUSAT BAYI DI RUMAH BERSALIN NURHIKMAH DESA KUWARON GUBUG GROBOGAN Tri Hartini; Ratih Sari Wardani; Nuke Devi Indrawati
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 2 (2013): August 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.837 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.2.2013.77-82

Abstract

Latar belakang: Salah satu cara untuk mencegah infeksi Tetanus Neonatarum, meka tali pusat yaitu menjaga agar luka tali pusat tetap bersih, tidak terkena air kencing, kotoran bayi atau nanah. Di Rumah Bersalin Nurhikmah Desa Kuwaron 2 bayi ( 5%) dari 40 bayi mengalami infeksi pada tali pusat dikarenakan ibu membubuhkan ramu-ramuan tradisional pada tali pusat bayi. Dari 40 ibu bersalin tersebut 21 ibu (52,5%) menyatakan masih kebingungan dalam merawat tali pusat bayi berdasarkan hal itu perlu dilakukan penyuluhan sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang perawatan tali pusat pada bayi.Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan ibu tentang perawatan tali pusat bayi di Rumah Bersalin Nurhikmah Desa Kuwaron Gubug Grobogan.Metode : Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dan menggunakan rancanganone group pre test – post test. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai bayi yang bersalin di Rumah Bersalin Nurhikmah Desa Kuwaron Gubug Grobogan sebanyak 56 orang, besar sampel adalah 37 orang dan pengambilan teknik sampel yang dipakai adalahsampling quota sampling. Analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxson’s.Hasil : Hasil penelitian diperoleh mayoritas pengetahuan ibu tentang perawatan tali pusat sebelum penyuluhan adalah cukup sebanyak31 orang (83,8%). Mayoritas pengetahuan ibu tentang perawatan tali pusat setelah penyuluhan adalah baik sebanyak 31 orang (83,8%). Ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan (p=0,000) Simpulan : Ada perbedaan yang signifikan rata-rata pengetahuan ibu tentang perawatan tali pusatbayi sebelum dan sesudah penyuluhan.
GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU HAMIL YANG MENDERITA KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) DI KECAMATAN WONOSALAM KABUPATEN DEMAK Nora Puspita Sari; Nuke Devi Indrawati; Novita Kumalasari
Jurnal Kebidanan Vol 1, No 1 (2012): February 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.087 KB) | DOI: 10.26714/jk.1.1.2012.81-86

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik ibu hamil yang menderita kekurangan energi kronis (KEK) di BPS DL kecamatan Wonosalam Kabupaten Demak. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pengambilan data dilakukan secara survei wawancara.Metode sampling yang digunakan adalah non random sampling dengan sampel jenuh. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitasnya. Data yang dikumpulkan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden memiliki pengetahuan cukup tentang kekurangan energi kronis (KEK) sebanyak 15 orang (50%), sebagian besar responden memiliki tingkat pendidikan tamat SMA sebanyak 15 orang (50%), dan sebagian besar ibu hamil yang menderita kekurangan enegi kronik (KEK) memiliki status ekonomi yang tinggi yaitu sebanyak 18 orang (60%). Responden yang menderita kekurangan energi kronis mempunyai pengetahuan cukup tentang kekurangan energi kronis dengan tingkat pendidikan tamat SMA dan mempunyai status ekonomi yang tinggi.Tidak semua ibu hamil yang menderita kekurangan energi kronis (KEK) mempunyai tingkat pendidikan rendah dan status ekonomi yang rendah juga, tetapi masih banyak ibu hamil yang mempunyai tingkat pendidikan tinggi dan status ekonomi yang tinggi juga dapat menderitakekurangan energi kronis (KEK) .
PERBEDAAN PENGETAHUAN DAN SIKAP WANITA USIA SUBUR TENTANG DETEKSI DINI CA MAMMAE DI RW I KELURAHAN BERINGIN, KECAMATAN NGALIYAN, KOTA SEMARANG Zakiyah Sefiani Ridwan; Nuke Devi Indrawati; Siti Istiana
Jurnal Kebidanan Vol 5, No 1 (2016): February 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.334 KB) | DOI: 10.26714/jk.5.1.2016.53-60

Abstract

Latar Belakang: Hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan peneliti pada 10 Wanita Usia Subur menunjukkan bahwa WUS tidak tahu tentang deteksi dini Ca mammae karena belum pernah dilakukan sosialisasi dari puskesmas tentang deteksi dini Ca mammae. Tujuan: Mengetahui perbedaan pengetahuan dan sikap Wanita Usia Subur tentang deteksi dini Ca mammae sebelum dan sesudah penyuluhan di RW I, Kelurahan Beringin, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian Quasi Experiment dengan teknik pengambilan sampling menggunakan proportional random sampling. Penelitian ini menggunakan rancangan One Group Pre Test dan Post Test Design dengan 71 responden Wanita Usia Subur usia 15-49 tahun. Hasil: Sebelum dilakukan penyuluhan WUS memiliki pengetahuan baik tentang deteksi dini ca mammae sebanyak 57,7%, dan sikap WUS sebelum penyuluhan yang tidak mendukung sebanyak 54,9%. Setelah dilakukan penyuluhan tentang deteksi dini ca mammae, pengetahuan WUS meningkat menjadi baik yaitu 91,5%, dan sikap WUS yang mendukung setelah penyuluhan menjadi 80,3%. Ada perbedaan pengetahuan dan sikap tentang deteksi dini ca mammae sebelum dan sesudah penyuluhan dengan nilai p-value 0,000. Simpulan: Ada perbedaan pengetahuan dan sikap WUS tentang deteksi dini Ca mammae sebelum dan sesudah penyuluhan di RW I Kelurahan Beringin Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang.Kata kunci : Pengetahuan, sikap, penyuluhan, deteksi dini Ca mammae
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG HIV/AIDS DAN VCT DENGAN SIKAP TERHADAP KONSELING DAN TES HIV/AIDS SECARA SUKARELA DI PUSKESMAS KARANGDORO SEMARANG Titik Nuraeni; Nuke Devi Indrawati; Agustin Rahmawati
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 1 (2013): February 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.31 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.1.2013.%p

Abstract

Kasus HIV/AIDS bagaikan gunung es, yang nampak hanya permukaan belaka namun kasus yang sesungguhnya jauh lebih besar daripada kasus yang nampak.Karena HIV/AIDS sendiri merupakan salah satu penyakit yang masih ditakuti orang pada umumnya.Tidak terkecuali pada ibu hamil. Karena apabila ibu hamil mengidap HIV/AIDS, sang janin juga dapat tertular apabila tidak ada intervensi yang baik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik korelasi dengan menggunakan desain cross sectional. Subyek dalam penelitian ini adalah 45 ibu hamil yang melakukan ANC di Puskesmas Karangdoro Semarang bulan Juli-Agustus 2011. Proses pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan uji Chi Kuadrat. Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu hamil tentang HIV/AIDS dan VCT dengan sikap terhadap konseling dan tes HIV/AIDS di Puskesmas Karangdoro Semarang sebesar X2 hitung 7,240>3,841. Hasil uji korelasi Chi Square didapatkan hasil ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu hamil tentang HIV/AIDS dan VCT dengan sikap terhadap konseling dan tes HIV/AIDS secara sukarela di Puskesmas Karangdoro Semarang. Kata Kunci : ibu hamil, HIV/AIDS, VCT
HUBUNGAN UMUR DAN PARITAS IBU DENGAN BERAT BAYI LAHIR DI RB CITRA INSANI SEMARANG TAHUN 2012 Siti Dewi Endriana; Nuke Devi Indrawati; Agustin Rahmawati
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 1 (2013): February 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.212 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.1.2013.%p

Abstract

Berat Bayi Lahir merupakan salah satu indikator bahwa bayi baru lahir yang sehat. Umur ibu dan paritas mempengaruhi Berat Bayi Lahir. Angka Kematian Bayi pada tahun 2010, Indonesia masih sangat tinggi, dimana sekitar 82,5% dengan normal berat bayi yang dilahirkan (2500-4000 gram) dan 17,5% normal berat lahir terdiri 11,1% dengan berat badan lahir rendah (<2500 gram) dan 6,4% dari berat bayi yang dilahirkan (> 4000 gram). Yang kemungkinan itu terjadi yang berkaitan dengan usia ibu dan paritas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan umur Ibu dan paritas dengan Bayi Baru Lahir Berat. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik retrospektif. Sampel penelitian ini adalah semua populasi ibu bersalin di Rumah Sakit Bersalin Citra Insani dari Maret hingga Juni 2012. Ada 184 sampel tanpa berdasarkan kriteria apapun. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel jenuh. Instrumen penelitian ini adalah lembar observasi. Dari 159 orang (86,4%) dalam data ibu bersalin yang paling Rumah Sakit Bersalin Citra Insani adalah antara 20-35 usia. Sebagian besar dari mereka memiliki multipara paritas (102 orang / 55,4%) Dari uji Korelasi Rank Spearman, nilai koefisien korelasi (r) usia ibu adalah 0215. Ini memiliki korelasi yang rendah dan memiliki pola linier positif. Dari uji hipotesis, nilai p = 0,003 (p <0,05). The (r) nilai Paritas 0194. Ini memiliki korelasi yang sangat rendah dan memiliki pola linier positif. Dari uji hipotesis, nilai p = 0,008 (p <0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara usia dan paritas dengan Berat Bayi Lahir. Kata kunci: Usia, Paritas, Berat bayi lahir