Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN CITRA PENGINDERAN JAUH MULTI-TEMPORAL UNTUK DETEKSI URBAN HEAT ISLAND (UHI) TERHADAP PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI KABUPATEN BULELENG Adi Nugraha, A Sediyo; Atmaja, Dewa Made
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 22, No 2 (2020)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24895/MIG.2020.22-2.1046

Abstract

Fenomena Urban Heat Island (UHI) sering dipengaruhi oleh kepadatan penduduk dan perubahan penggunaan lahan. Perubahan tesebut memiliki hubungan dengan peningkatan suhu permukaan (Land Surface Temperature/LST) sebagai awal terjadinya UHI. Deteksi perubahan penggunaan lahan dan suhu permukaan dilakukan dari tahun 2000, 2010, dan 2018 pada daerah Kabupaten Buleleng dan berfokus pada Kecamatan Buleleng karena memiliki perubahan lahan terbangun lebih cepat dibandingkan kecamatan lain. Tujuannya untuk mengetahuii bagaimana fenomena UHI itu terjadi akibat dari perubahan penggunaan lahan. Selain itu, seberapa besar peningkatan suhu permukaan selama 18 tahun khususnya di Kecamatan Buleleng dengan mengetahui kondisi ditribusi dan intensitas UHI. Metode yang digunakan dalam deteksi UHI menggunakan citra penginderaan jauh multi-temporal yaitu citra Landsat 7 ETM+ dan citra Landsat 8 OLI/TIRS (The Operational Land Imager and the Thermal Infrared Scanner) sebagai data primer. Pengolahan data akan berfokus pada ekstraksi suhu permukaan dengan metode Split-Windows Algorithm Sobrino (SWA-S) untuk Landsat 8 dan metode Brightness Temperature Emissivity Correction untuk Landsat 7, kemudian Maximum Likelihood sebagai metode penggunaan lahan. Hasil pengolahan menunjukkan bahwa penggunaan metode yang berbeda memberikan dampak terhadap fenomena UHI. Perbedaan suhu selama 18 tahun sebesar sebesar ±5°C hal itu dipengaruhi dari kondisi awan dan bayangan. Perubahan penggunaan lahan dari tahun 2000 hingga 2018 terdapat peningkatan lahan terbangun di Kecamatan Buleleng dan peningkatan suhu permukan sebesar 2°-7°C dari lahan terbangun. Fenomena UHI untuk distribusi dan instensitas UHI terjadi di daerah pusat perkotaan dan kenaikan intensitas UHI sebesar 1.75°C. kesimpulannya bahwa perubahan lahan terbangun memberikan dampak kenaikan suhu permukaan dan menyebabkan fenomena UHI.
PEMETAAN UNIT LAHAN UNTUK KESESUAIAN TANAMAN KAKAO DI DESA UNGGAHAN KECAMATAN SERIRIT Atmaja, Dewa Made
Jurnal ENMAP Vol 1, No 1 (2020): Maret, Jurnal ENMAP
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pemetaan Unit Lahan Untuk  Kesesuaian Tanaman Kakao di Desa Unggahan Kecamatan Seririt”. Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui pemetaan unit lahan di Desa Unggahan Kecamatan Seririt. (2) Untuk menilai kesesuaian tanaman kakao di Desa Unggahan Kecamatan Seririt. Obyek dalam penelitian ini adalah kesesuaian lahan untuk tanaman kakao  di Desa Unggahan Kecamatan Seririt. Subyek penelitiannya adalah unit-unit lahan  yang ditanami tanaman kakao di Desa Unggahan Kecamatan Seririt. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tehnik interpretasi citra satelit, observasi, dan pencatatan dokumen. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis tehnik interpretasi dan pengamatan lapangan serta menggunakan sistem kunci penilaian kesesuaian lahan pada kategori tingkat kelas dan sub kelas tanaman kakao. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Pemetaan unit lahan diperoleh dari hasil interpretasi citra satelit, analisis peta dan uji medan sehinggga dapat dipetakan unit lahan dan diperoleh 15 unit lahan pada daerah penelitian, dan yang diteliti hanya 7 unit lahan yang ditanami kakao. (2) Lahan yang sesuai untuk tanaman kakao seluas 907 Ha atau 59,20% dan lahan yang tidak sesuai seluas 625 Ha atau 40,80%. Kelas kesesuaian untuk lahan yang sesuai termasuk S3 yaitu hampir sesuai dengan sub kelas S3ns tersebar pada satuan pemetaan 3, 5. 7, dan 9 serta sub kelas S3rns tersebar pada satuan pemetaan 15. Lahan yang tidak sesuai termasuk kelas N1 dengan sub kelas N1s tersebar pada satuan pemetaan 10 dan 12
IDENTIFIKASI POTENSI ANCAMAN BENCANA TANAH LONGSOR BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KECAMATAN BATURITI KABUPATEN TABANAN Manuaba, Ida Bagus Kade Aditya; Atmaja, Dewa Made; Putra, I Wayan Krisna Eka
Jurnal ENMAP Vol 2, No 1 (2021): Maret, Jurnal ENMAP
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi Potensi Kerentanan Bencana Tanah Longsor Berbasis Sistem Informasi Geografis di Kecamatan Baturiti Kabupeten Tabanan. Penelitian ini mengunakan metode penelitian survei dengan mengunkan teknik obserpasi dan teknik dokumentasi dalam pengumpulan data. Objek dalam penelitian ini yaitu identifikasi potensi kerentanan bencana tanah longsor berbasis system informasi geogrfis. Teknik analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan cara analisis deskriptif dan kualitatif.yang dikorelasikan dengan teknik pembobotan. Teknik ini digunakan untuk mengetahui prolehan bobot tertinggi dan bobot terendah yang nantinya akan dianalisis dan diklasifikasikan ke dalam katagori pembobotan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebaran tingkat potensi kerentanan tanah longsor yang terdapat di Kecmatan Baturuti Kabupaten Tabanan   sangat berpariasi dan memiliki keunikan tersediri. Terdapat 35 titik persebaran potensi kerentanan bencana tanah longsor. Kecamatan Baturuti merupakan salah satu dari sepulu kecamatan yang ada di Kabupaten Tabanan terletak dibagian paling uatra. Dan memiliki letak geografis daerah pegunungan, pariwisata,pertanian, merupakan andalan di Kecamtan Baturiti. Perkembangan teknologi informasi serta komunikasi yang semakin cepat. Yang dibarengi dengan kritisnya sikap masyarakat terhadap berbagai pelaksanaan dari hasil pembangunan yang sedang dilaksanalan telah mendorong pemerintah pusat, dan daerah untuk melaksanakan pemerintah secara efektif,efisien, dan transvaran.Kata Kunci: Potensi Ancaman, Tanah Longsor, Sistem Inforasi Geografis
KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA BANJIR DI DESA PENYABANGAN KECAMATAN GEROKGAK KABUPATEN BULELENG Surya Darma Yudistira; Dewa Made Atmaja; I Wayan Eka Krisna Putra
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 5 No. 1 (2017): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v5i1.20657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan, kesiapsiagaan masyarakat terkait bencana banjir serta untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir di Desa Penyabangan Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng. Penilitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, desain penelitian menggunakan rancangan korelasi bivariat dengan pendekatan ekologi. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang mengalami dampak terparah bencana banjir di Desa Penyabangan dengan total jumlah kepala keluarga sebesar 167 jiwa. Penentuan jumlah sampel ditentukan dengan tabel Isaac dan Michael dengan tingkat kesalahan 5% maka jumlah sampel sebanyak 128 responden. Data pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat diperoleh dari hasil kuisioner yang telah disebar peneliti kepada kepala keluarga di Desa Penyabangan. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa pengetahuan masyarakat terkait bencana banjir di Desa Penyabangan berada pada kategori menengah atas, sedangkan kesiapsiagaan masyarakat terkait bencana banjir berada pada kategori cukup/sedang. Berdasarkan hasil analisis korelasi dengan menggunakan rumus pearson product moment, terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir di Desa Penyabangan Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng.
ANALISIS TEKANAN PENDUDUK TERHADAP LAHAN PERTANIAN DI KECAMATAN BULELENG Ni Nyoman Tri Mahayani; Ida Bagus Made Astawa; Dewa Made Atmaja
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v5i2.20661

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Buleleng, dengan tujuan untuk, (1) menganalisis tekanan penduduk terhadap lahan di Kecamatan Buleleng, dan (2) menganalisis daya dukung lahan di Kecamatan Buleleng. Penelitian dirancang sebagai penelitian deskriptif, dengan studi populasi secara agregat. Objek dalam penelitian ini adalah tekanan penduduk terhadap lahan pertanian dan daya dukung lahan di Kecamatan Buleleng, dengan subjek penelitian lahan pertanian dan penduduk disetiap desa/kelurahan di Kecamatan Buleleng secara agregat. Data dikumpulkan dengan lembar pencatatan dokumen dan dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bawah (1) secara umum tekanan penduduk terhadap lahan pertanian belum dialami oleh sebagaian besar desa/kelurahan di Kecamatan Buleleng, kecuali di Desa Banyuning, Penglatan dan Tukad Mungga. (2) Daya dukung lahan pertanian di Kecamatan Buleleng secara keseluruhan tidak mampu swasembada pangan, kecuali desa/kelurahan Jineng Dalem, Petandakan, Sari Mekar, Alas Sangker, dan Poh Bergong. Penelitian ini secara teoritis dapat memberikan kontribusi empiris bagi ilmu Geografi Penduduk dan dapat dijadikan rujukan bagi peneliti lain, khususnya dalam menganalisis tekanan penduduk terhadap lahan pertanian. Berkenaan dengan hasil yang telah ditemukan maka saran dalam penelitian ini yaitu masyarakat sebagai pengelola lahan pertanian mampu menekan laju pertumbuhan penduduk dengan cara melaksanakan program KB, menunda usia kawin, serta meningkatkan pendidikan dan melakukan diversifikasi kegiatan ekonomi di luar pertanian, sehingga masyarakat tidak terlalu bergantung pada lahan pertanian.
KUALITAS AIR PADA SUMBER MATA AIR DI PURA TAMAN DESA SANGGALANGIT SEBAGAI SUMBER AIR MINUM BERBASIS METODE STORET Muhamad Faisal; Dewa Made Atmaja
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v7i2.20691

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgakdengan tujuan: 1) menganalisis kualitas air pada sumber mata air di PuraTaman Desa Sanggalangit sebagai sumber air minum berbasis metodestoret, 2) mendeskripsikan kelayakan air sebagai sumber air minumberbasis metode storet, 3) membandingkan kualitas air pada tahun 2001dan pada tahun 2019. Pengumpulan data menggunakan observasi, metodepencatatan dokumen, dan metode analisis laboratorium. Data yangdiperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitianmenunjukan 1) Ditinjau dari sifat fisik dan kimia memenuhi standar bakumutu air mium sedangkan dari sifat biologi mengalami pencemaranringan. 2) Masih layak untuk dikonsumsi tetapi perlu pengolahan terlebihdahulu dan 3) Perbandingan kualitas air di Pura Taman pada tahun 2001dan pada tahun 2019 ditinjau dari sifat fisik masih sama, dari sifat kimiamengalami perubahan dan dari segi biologi mengalami penurunan.
IMPLEMENTASI ASSESMENT AUTENTIK DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI KOTA SINGARAJA In'Am Azizur Romadhon .; Dr. Ida Bagus Made Astawa, M.Si. .; Drs. Dewa Made Atmaja, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v7i2.21370

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang persiapan, pelaksanaan, pelaporan, serta solusi terhadap kesulitan guru menerapkan penilaian autentik dalam kegiatan belajar mengajar pada SMA Negeri di Kota Singaraja. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif mengacu pada model Miles dan Huberman. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tiga metode, yaitu wawancara, observasi, dan pencatatan dokumen. Hasil dari penelitian ini menunjukan penilaian autentik dalam kurikulum 2013 yang dilakukan guru dalam pembelajaran geografi dinilai dari ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Persiapan penilaian autentik dilakukan dengan membuat indikator penilaian yang telah disiapkan dalam RPP. Untuk ranah sikap penilaian dilaksanakan dengan teknik observasi, penilaian diri, penilaian teman sejawat, dan jurnal catatan guru. Pada ranah pengetahuan, guru menggunakan teknik tes tulis, tes lisan, dan penugasan yang telah disiapkan pada RPP. Pelaksanaan penilaian keterampilan pada pembelajaran geografi menggunakan teknik kinerja, proyek, dan portofolio. Pelaporan penilaian autentik pada pembelajaran geografi berbentuk nilai yang sesuai dengan KKM yang telah disepakati. Solusi terhadap kesulitan guru dalam penerapan penilaian autentik bisa menggunakan format penilaian dalam ms. excel. Selanjutnya pelaporan penilaian autentik diberikan pendidik kepada peserta didik disertai dengan feedback sehingga dapat dijadikan acuan perbaikan pada pembelajaran berikutnya.Kata Kunci : Implementasi assesment autentik, pembelajaran geografi. This research was conducted to obtain an overview of the preparation, implementation, reporting, and solutions to the difficulties of teachers applying authentic assessment in teaching and learning activities in State High School of Singaraja City. This study uses a qualitative descriptive analysis referring to the Miles and Huberman model. Data collection techniques were carried out using three methods, namely interviews, observation, and document recording. The results of this study indicate authentic assessment in the 2013 curriculum conducted by teachers in learning geography judged in the realm of attitudes, knowledge, and skills. Preparation of authentic assessment is done by making assessment indicators that have been prepared in the lesson plan. For the realm of attitude assessment is carried out by observation, self-assessment, peer assessment, and teacher's journal entries. In the realm of knowledge, teachers use written test techniques, oral tests, and assignments that have been prepared in the lesson plan. Conduct skills assessment of geography learning using performance, project and portfolio techniques. Reporting authentic assessment on learning geography in the form of grades that are in accordance with the agreed KKM. The solution for teacher difficulties in applying authentic assessment can use the assessment format in ms. excel. Furthermore, authentic assessment reporting is given by educators to students accompanied with feedback so that it can be used as a reference for improvement in subsequent learning.keyword : Implementation of authentic assessment, geography learning.
Partisipasi Masyarakat Petani di Sekitar Danau Beratan dalam Konservasi Sumber Daya Air Ummy Aisyah; Dewa Made Atmaja; Putu Indra Christiawan
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 9 No. 3 (2021): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v9i3.36970

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan khususnya 3 Dusun : Kembangmerta, Candikuning 1, Candikuning 2 dengan tujuan : mengetahui proses partisipasi masyarakat petanii sekitar Danau Beratan dalam konservasi sumber daya air, mengetahui bentuk-bentuk partisipasi masyarakat petani sekitar Danau Beratan dalam konservasii sumber daya air, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partispasi masyarakat petani sekitar Danau Beratan. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 88 responden yang bermata pencaharian sebagai petanii diambil menggunakan rumus Taro Yamane. Data yang di kumpulkan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi yang selanjutkan dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitafif menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan proses partisipasi masyarakat petani dalam konservasi sumber daya air melalui 4 tahap tahap perencanaan (16%) yang kurang setuju, (59%) setuju, (17%) sangat setuju. Tahap pelaksanaan (11%) kurang setuju, (56%) setuju, (33%) sangat setuju. Tahap evaluasi (61%) setuju, (39%) sangat setuju.  Tahap menikmati hasil (55%) setuju, (45%) sangat setuju. Kedua bentuk partisipasi bentuk pikiran (12%), bentuk harta (48%), bentuk tenaga (40%). Ketiga faktor-faktor yang berpengaruh yaitu faktor mata pencaharian, pendidikan dan kebijakan pemerintah.
PROVINCIAL FUNDING PROGRAM POLICIES OF SUSTAINABLE DATI I VIEWED FROM BALI Act NO. 32 IN 2009 Dewa Made Atmaja
Media Komunikasi Geografi Vol. 16 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v16i2.8427

Abstract

Bali memiliki empat buah danau alam yang terletak di tiga Kabupaten,  yakni: danau Beratan di Kabupaten Tabanan, danau Buyan dan Tamblingan di Kabupaten Buleleng dan danau Batur di Kabupaten Bangli. Keempat danau alam ini memiliki fungsi yang sangat vital sebagai sumber daya alam khususnya bagi masyarakat Bali dan memiliki fungsi yang strategis untuk menunjang pembangunan di Provinsi Bali. Ada fungsi-fungsi lain yang didalamnya terdapat nilai-nilai yang khas, yakni fungsi ekologis dan fungsi sosial budaya.Mengingat besarnya tekanan lingkungan sebagai akibat dari dampak aktivitas manusia, maka diperlukan upaya-upaya pelestarian lingkungan baik melalui kegiatan-kegiatan fisik maupun pemberdayaan peran serta dan peningkatan kesadaran masyarakat. Atas dasar kepentingan masing-masing, berbagai instansi pemerintah, swasta maupun LSM, telah melakukan upaya-upaya yang mengarah kepada pelestarian lingkungan danau. Namun demikian sejauh ini usaha-usaha tersebut belum terkoordinasi sehingga berjalan sendiri-sendiri yang terkadang mengakibatkan overlaping kegiatan dengan hasil yang berbeda.Pengelolaan danau dengan menerapkan suatu konsep terpadu dari berbagai disiplin ilmu merupakan pendekatan yang sangat konprehensip. Hal ini didasarkan atas teori bahwa pengelolaan suatu ekosistem lingkungan harus merupakan keterpaduan pengelolaan atas komponen-komponen pembentuk ekosistem lingkungan itu sendiri sesuai dengan Pasal 1 ayat 2 UU No. 32 Tahun 2009. Seirama dengan perkembangan dunia yang menyangkut semakin tajamnya isu-isu penyelamatan lingkungan hidup, maka lahirlah Undang-Undang Republik Indonesia  Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH) dengan 127 pasal. Kebijakan program danau lestari yang dicanangkan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bali yang terdiri dari: program fisik, program pengendalian kerusakan kawasan danau dan daerah tangkapannya, program pengendalian pencemaran, program pelestarian sumber daya alam dan plasma nutfah, program peningkatan pemberdayaan masyarakat, dan program khusus. Implementasi UU No. 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dengan kebijakan program danau lestari oleh Gubernur Provinsi Bali berjalan sesuai dengan norma-norma yang tekandung dalam pasal-pasal dan ayat UUPPLH. Kata-kata kunci: Danau lestari, Implimentasi UU No 32 Tahun 2009 
Input and Output Condition And Water Storage District of Lake Buyan in Buleleng regency Sukasada Dewa Made Atmaja
Media Komunikasi Geografi Vol. 17 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v17i1.8440

Abstract

Research conducted at the District Sukasada Lake Buyan Buleleng, which aims to find the input conditions (precipitation, runoff) water lake Buyan over the last 10 years. Knowing the condition of outputs (evaporation, consumption, and savings) water of Lake Buyan period of 10 years. Knowing the Buyan lake water storage over the last 10 years between 1999 and 2008. The study design was a field survey includes observation, measurement, and laboratory analysis. Primary data and samples based on stratified random sampling for water consumption. Secondary data were obtained from the relevant agencies. The data obtained were processed with the formula of Theissen Polygons, Thornthwaite-Mather, Penman, Welch, and Seyhan. Furthermore, using qualitative descriptive analysis. The results showed the water input Buyan lake consists of: rainfall and runoff decline. Meanwhile, the output consists of free water evaporation, water consumption, savings and seepage out of the lake, three of these four variables must be increased. This was caused by the increase in population, the destruction of forests and climate change. So the water balance of the lake Buyan be disrupted  Keywords: Lake Buyan, Balance Water